NovelToon NovelToon
BANGKIT DARI LUKA

BANGKIT DARI LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Amira 3 Tahun Jadi TKI, melunasi hutang keluarga suami
meninggalkan dua anaknya yang masih kecil
saat pulang di mendapatkan
arjuna anak sulungnya usia 7 tahun sedang di pukul oleh seorang wanita
wanita itu adalah istri muda suaminya
anak keduanya saat itu usia 1 tahun tidak ada di rumah
Hati Amira hancur namun dia harus tetap hidup
sebuah kisah kebangkitan wanita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 – Kepulangan yang Menghancurkan

Bab 1 – Kepulangan yang Menghancurkan

“Indonesia, aku datang,” ucap Amira lirih.

Ia mendongak, menatap langit luas di atas Bandara Soekarno-Hatta. Langit itu terasa berbeda. Lebih dekat. Lebih hangat. Lebih… pulang.

Langkahnya mantap menyusuri koridor panjang, melewati orang-orang yang datang dan pergi, wajah-wajah asing yang tak ia kenal. Di tangannya hanya satu koper sederhana. Tidak besar. Tidak pula penuh.

Tiga tahun bekerja, hanya sedikit yang tersisa. Bahkan lebih pantas disebut recehan dibanding hasil jerih payah.

Ia menunggu di halte. Bus Damri yang akan membawanya menuju Purwakarta belum datang.

“Apa kabar, Mas Rudi? Apa kabar, Arjuna? Dan apa kabar anak bungsuku, Dewi?” gumamnya pelan.

Bus akhirnya tiba. Amira melangkah naik, memilih duduk di dekat jendela. Dari sana, ia memandangi Jakarta yang riuh. Gedung-gedung tinggi, jalanan macet, klakson bersahutan. Semua terasa asing, namun juga akrab.

Tiga tahun lalu, keluarga suaminya terlilit utang.

Amira yang sedang mencari cara untuk berbakti kepada keluarga mertuanya akhirnya bersedia berangkat ke Taiwan menjadi TKI. Ia meninggalkan kedua anaknya.

Arjuna saat itu baru berusia empat tahun. Anak tampan dengan pipi cubby yang menggemaskan.

Dan Dewi… masih bayi. Baru satu tahun.

Demi bakti pada keluarga suaminya, Amira meninggalkan dua buah hatinya.

Sebulan lalu, kabar itu datang.

Arjuna sakit.

Sebuah foto dikirim kepadanya. Tubuh anak itu kurus. Wajahnya pucat. Mata Amira langsung basah saat itu juga.

Tiga tahun sudah ia bekerja. Utang keluarga telah lunas.

Rudi menyuruhnya pulang. Katanya rindu.

Amira sempat ingin menggoda suaminya. Ia mengatakan tidak akan pulang. Padahal dalam hatinya, ia sudah lama ingin kembali.

Ia bahkan sengaja tidak memberi kabar.

Ia ingin memberi kejutan.

“Mas Rudi pasti terharu dengan kedatanganku,” bisiknya, senyum tipis terbit di wajahnya.

Ia membuka ponsel. Foto Rudi terpampang di layar. Mengenakan seragam kerja, tampak rapi dan gagah.

Saat Amira pergi ke Taiwan, Rudi belum memiliki pekerjaan.

Namun setahun terakhir, Rudi bilang ia sudah bekerja di sebuah pabrik ternama.

Itulah salah satu alasan Amira pulang.

Ia ingin melihat kehidupan mereka sekarang. Ingin merasakan hasil perjuangannya.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah berubah.

Hubungannya dengan ibu kandungnya.

Dingin. Jauh. Retak.

Sejak kecil, ibunya tidak pernah hangat padanya. Kata-katanya sering tajam. Sikapnya keras. Mereka lebih sering bertengkar dibanding saling memahami.

Puncaknya saat Amira menerima lamaran Rudi.

Ibunya menentang keras.

Dan saat itu pula, Amira memilih pergi.

Memutus hubungan.

Ayahnya, Hartono, meninggal seminggu setelah ia menikah.

Amira selalu yakin… semua itu karena ibunya.

Karena pertengkaran. Karena luka.

Kebencian itu mengendap. Mengakar.

Ibunya… sudah tidak ada lagi dalam benaknya.

Amira menghela napas panjang.

“Keputusanku sudah benar. Dia hanya melahirkanku, dia tidak pernah benar-benar menyayangiku,” gumamnya.

Ia kembali menatap foto Rudi.

Wajah tampan itu selalu berhasil membuat hatinya luluh. Tubuh proporsional. Sikap lembut. Cara bicara yang menenangkan.

“Mas pasti kangen sama aku,” bisiknya lagi.

Beberapa waktu lalu, Rudi memintanya pulang.

“Mira, aku kangen sama kamu. Pulanglah.”

Amira sebenarnya ingin langsung pulang. Tapi ia menahan diri.

“Aku masih harus bekerja keras di negeri orang, Mas,” jawabnya waktu itu.

Dan Rudi, dengan suara penuh penyesalan, berkata, “Ini salahku. Harusnya aku yang jadi tulang punggung.”

Kalimat itu membuat Amira semakin mencintainya.

Perjalanan Jakarta menuju Purwakarta memakan waktu tiga jam.

Namun bagi Amira, itu terasa seperti tiga hari tiga malam.

Ia tidak tidur. Tidak sedikit pun.

Ia tidak ingin melewatkan momen pulang ini.

Bus akhirnya berhenti.

Amira turun, menarik koper kecilnya. Ia memesan taksi online, menuju Plered, Purwakarta.

Sekitar satu jam perjalanan lagi.

Dadanya mulai berdegup lebih cepat.

Ia membayangkan Arjuna dan Dewi berlari memeluknya.

Ia membayangkan Rudi menyambutnya dengan haru.

Ia membayangkan… rumah itu masih sama.

Namun, kenyataan tidak selalu seindah bayangan.

Saat ia tiba, matahari sudah condong ke barat. Sore yang hangat.

Amira turun dari mobil. Langkahnya pelan.

Ia masih mengenakan mantel tebal dari Taiwan. Terlihat aneh di tengah udara panas. Beberapa orang menoleh heran.

Namun Amira tidak peduli.

Ia hanya ingin sampai.

Sampai di rumah itu.

Rumah yang ia tinggalkan tiga tahun lalu.

Langkahnya terhenti.

Matanya membesar.

“Cepat kerjakan, bodoh!”

Suara itu keras. Kasar. Tidak dikenalnya.

Namun yang membuat jantung Amira seakan berhenti adalah… kepada siapa suara itu ditujukan.

Seorang anak laki-laki.

Sekitar tujuh tahun.

Tubuhnya kecil. Terlalu kecil.

Amira menjatuhkan tasnya.

Ia melangkah cepat.

“Tar!”

Suara pukulan terdengar jelas.

Sapu mendarat keras di betis anak itu.

Dan anak itu… Arjuna.

Tanpa berpikir panjang, Amira meraih sapu itu.

“Arghhh!” wanita itu berteriak saat sapu menghantam kepalanya.

“Siapa kamu?” teriaknya.

Amira tidak menjawab.

Ia hanya memukul.

Sekali. Dua kali. Berkali-kali.

Semua rasa rindu, lelah, dan luka seakan meledak dalam satu waktu.

Wanita itu menjerit kesakitan.

Tidak lama kemudian, Rudi keluar dari dalam rumah.

“Sayang… sayang, ada wanita gila yang memukuliku!” wanita itu berlari, bersembunyi di belakang Rudi.

“Amira…” suara Rudi bergetar.

Amira menatap tajam.

Wanita itu memeluk pinggang Rudi.

“Siapa dia?” tanya Amira.

Belum sempat Rudi menjawab—

“Dia suamiku! Siapa kamu?” teriak wanita itu lantang.

Hancur.

Hati Amira benar-benar hancur.

Tiga tahun.

Tiga tahun ia bekerja keras.

Semua gaji. Semua bonus. Ia kirimkan.

Ia berangkat karena ayah Rudi, Kusnadi, menipu orang berpengaruh. Mereka terancam.

Rumah digadaikan. Utang menumpuk.

Rudi saat itu masih menganggur.

Dan Amira… memilih berkorban.

Ia berharap keluarga itu akan menerimanya.

Namun hari ini—

Hari ini ia ditampar kenyataan.

Arjuna dipukuli.

Tubuhnya kurus. Sangat kurus.

“Kejam kamu, A!” teriak Amira. Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

Ia mendekat.

Namun Arjuna justru mundur.

Takut.

Seolah tidak mengenal ibunya sendiri.

Hati Amira terasa diremas.

“Dia kena TBC, Amira. Makanya kurus,” ucap Rudi.

“Diam!” teriak Amira.

Ia memeluk Arjuna.

Awalnya kaku.

Lalu…

“Mamahhhh!” tangis itu pecah.

Amira memeluknya erat. Tubuh kecil itu seperti tidak memiliki daging. Hanya tulang.

“Amira, aku bisa jelaskan—”

Amira berdiri.

Menatap Rudi dengan mata penuh luka.

“Kenapa kamu kejam pada anak kamu sendiri, A?”

“Aku baik padanya, Mira. Aku merawatnya—”

“Aku bukan wanita bodoh!”

Rudi terdiam.

Tiba-tiba suara lain muncul.

Dingin. Tegas.

“Rudi, tidak perlu ditutupi lagi.”

Ibu Ambar melangkah maju.

“Amira, Rudi sudah menikah lagi. Istrinya dari keluarga kaya. Punya pekerjaan. Sedangkan kamu… hanya TKI.”

Setiap kata seperti pisau.

“Selama ini aku menanggung malu. Anakku sarjana menikah dengan kamu.”

Hening sejenak.

“Sekarang kamu sudah datang. Aku putuskan Rudi akan menceraikanmu.”

“Bu, tapi uang Amira—” Rudi mencoba bicara.

Hati Amira semakin hancur.

Jadi… ini semua tentang uang.

“Aku akan bercerai. Tapi kembalikan semua uangku,” ucap Amira tegas.

Ambar tertawa kecil.

“Uangmu? Sudah habis. Kamu itu miskin. Harusnya kamu bersyukur bisa menikah dengan keluarga kami.”

Amira gemetar.

“Kalian kejam… kalian semua brengsek!”

Orang-orang mulai berkumpul.

Namun Ambar tiba-tiba berubah.

Wajahnya sendu. Suaranya lembut.

“Amira, kamu selingkuh di luar negeri. Sekarang pulang malah membuat masalah. Rudi sudah memaafkanmu, itu saja sudah cukup. Kenapa kamu masih menuntut?”

1
falea sezi
dewi lucu
sunaryati jarum
Anjani kalau tidak dipanggil Dewi tidak datang, jadi tidak ada yang tahu keberadaannya
Anonim
Gemes ih sama dewi pengen nyuel 🤣
nunik rahyuni
waduuuh dewi kamu bikin masalah untuk anjani...bisa bisa di tangkap sama damkar di tuduh meresahkan warga.kya aq jg klo ketemu ular bisa parno berminggu minggu..jangan di ulangi suruh anjani sembunyi lg. keluar di saat tertentu saja
sunaryati jarum
Hewan ditolong akhirnya balas budi
Test Baru
kak autothor udah 2 hari kok belum up lagi sih 🙏🙏🙏
falea sezi
ular gaib kah
falea sezi
amira ini tolol liat anak mu menderita buat TKW semua gaji Jagan di kasih suami🤣 iya klo suamimu setia
nunik rahyuni
hah untung cs sama anjani....klo g mana mau anjani membantu🤣🤣🤣dan kenapa dewi jd penakut biasanya suka kelahi
sunaryati jarum
Ular Dewi yang beraksi
nunik rahyuni
thor deei manggilnya kok ganti2..dlu mamah td kok jd bunda mana yg betul
besok ibu trus simbok ato biyung🤣🤣🤣
nunik rahyuni
mereka yg celaka ato mereka yg di celakai .
sebagai pelampiasan dewi karena g di izinkn anjani masuk ruko jadilah preman nya yg di hajar dewi dan dililit anjani🤣🤣🤣🤔
nunik rahyuni: iya..klo tidurnya terganggu kan langsung jd sumala🤣🤣🤣
total 2 replies
nunik rahyuni
waduh...mau ngapain mereka....anjani muncul lah
mama
syg up ny cm sekali sehari😄
sunaryati jarum
Malik kamu salah, kau sekarang tidak bisa menyentuh Niko.Jika kau menargetkan Amira kau salah cari lawan.Dino sudah jadi pantauan dan pengawasan Niko.
sunaryati jarum
Wah mungkin Mery suka sama Udin
sunaryati jarum
Lanjut , semoga penghasilan kamu makin banyak Udin
nunik rahyuni
thor dewi mana...kangen nyaaaa q sm bocah ni..
nunik rahyuni
dilanjuut....bnyak lho kisah udin ini di dunia nyata...anak dr pejuang yg di lupakan..mudah2 an mereka mendapat nasib yg beruntung jd g mengharspkan negara
Anonim
Lanjut lagi up nya thor seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!