Alya adalah mahasiswi cantik yang masih polos. ia sangat manis dan ceria. suatu hari kecelakaan saat mereka pergi berlibur telah menewaskan ibunya.
ayahnya lalu menikah sepeninggal ibunya. lima tahun setelah ayahnya menikah dengan ibunya. ayahnya meninggal karena serangan jantung. kini ia hidup dengan ibu tirinya berdua saja. namun sejam lima bulan meninggalnya ayahnya, ibunya akhirnya memiliki pacar baru. dilema muncul saat calon ayah tirinya jatuh cinta padanya. apa yang harus Alya lakukan dengan keadaan itu. sementara ayah tirinya adalah crussnya saat sekolah dulu. Di balik itu dia punya pacar bernama Anjasmara seorang penderita NPD temperamen yang terlalu mencintainya. Akankan dia bisa menghadapi kedua lelaki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ANJASMARA NAKAL
Anjasmara diam terpaku. Kalimat-kalimat dosen yang sedang menerangkan materi tidak dihiraukannya. Pikirannya masih berkecamuk. Tentu saja masih bayangan tentang Alya yang bersemayam di benaknya.
Dia bagai hilang akal tidak menemukan Alya. Entah bagaimana Alya bisa lolos dari cengkeramannya. Sudah hampir dua tahun dia menjalani hubungan dengan Alya. Setiap hari pastilah bertemu. Namun ini sudah lebih dari lima hari dia hilang kabar.
Alya bak ditelan bumi. Semua orang tidak bisa dimintai bantuan. Semua akses untuk menemukan Alya tertutup.
Tiba-tiba dosen di depan kelas menghentikan kalimatnya. Dia melihat ke arah Anjasmara. Mahasiswa/mahasiswi lain yang sedang sibuk mendengarkan dosen itu bicara, langsung mengalihkan pandangan pada Anjasmara.
"Ya, kamu yang memakainya baju biru, sedari tadi saya perhatikan kamu tidak menyimak materi yang saya ajarkan. Lalu apakah menurutmu sopan kalau kaki kamu ditaruh di atas kursi di depanmu seperti itu?"
Rupanya sedari tadi Anjasmara duduk dengan posisi dengan meletakkan kedua kakinya di depan kursi di depannya. Emang tidak sopan sih, apalagi di samping kursi itu ada teman lainnya yang duduk.
Anjasmara yang awalnya tidak menyadari kalau dirinya yang dimaksud acuh tak acuh. Namun, saat teman sebelahnya menyikut lengannya barulah dia menyadari kalau dia lah yang ditegur dosen.
"Eh ya, Pak."
"Kakimu turunkan!"
"Yaa Pak."
Dengan ogah-ogahan dia menurunkan kakinya. Sebal dia dipandangi orang di kelas.
"Kalau kamu tidak bisa mengikuti mata kuliah saya dengan baik, kamu silakan di luar dulu hari ini."
"Ya, oke."
Dasar tidak sopan, dia malang ngeloyor keluar dari kelas, bukannya minta maaf malah dia pergi begitu saja dari kelas itu.
***
(Intermezo)
Hampir sekian persen anak muda bersikap demikian pada pendidiknya. Gradasi moral dan nilai sopan santun sudah tergerus dari kepribadian anak didik. Mereka sudah lupa bagaimana cara sopan santun pada orang yang lebih tua.
***
Sepeninggal Anjasmara, dosennya kembali menerangkan materi dan dilanjut sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang lain.
Sementara Anjasmara ngeloyor pergi dari kampus itu.
"Hei, kemana lu?"
Seorang teman, menyapanya yang diabaikan saja oleh Anjasmara. Kini Anjasmara sudah ada di jalanan ibu kota. Dia hafal betul seluk beluk jalanan, belokan bahkan di gang Sampit sekalipun. Padahal dia baru empat tahun di kota itu. Dia sebenarnya adalah perantau. Ayahnya dimutasi ke kota itu. Dulunya mereka tinggal di Surabaya.
Papa dan Mamanya dulunya sama-sama bekerja di instansi yang sama, tapi karena sejak SD Anjasmara sudah mulai nakal. Pembantunya sering tidak betah. Sudah beberapa kali ganti pembantu. Akhirnya mamanya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya hanya untuk menjaganya.
Mereka adalah pasangan beda asal daerah, Papanya orang Karawang dan mamanya orang Surabaya. Bertemu di tempat kerja. Cinlok deh. Lalu pada waktu Anjasmara SMP kelas 3, Papanya dimutasi ke kota ini.
Saat Anjasmara kuliah barulah dia bertemu dengan Alya. Disebuah even kampus. Di sanalah dia awalnya bisa berkenalan dan dekat dengan Alya. Gayung bersambut, Alya pun merespon cintanya.
Alya awalnya tidak menyadari karakter asli Anjasmara. Awalnya dia memiliki karakter yang baik dan sopan. Namun berjalannya waktu. Anjasmara mulai menunjukkan karakter aslinya.
Namun, semua sudah terlambat. Alya sudah terlalu terjerat dalam cengkeraman dan kuasa Anjasmara. Alih-alih karena rasa cinta, ia tetap bertahan. Namun, malah menyiksa batin akhirnya.
karena vivi itu licik