NovelToon NovelToon
Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Cintaku Mentok Di Ketua Team Basket

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Idola sekolah
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Astri Reisya Utami

Cinta pertama, semua orang pasti pernah merasakan, itulah yang di rasakan Briana gadis cantik yang baru saja menginjakkan kakinya di sekolah menengah atas atau SMA.
Briana dia mengagumi kakak kelasnya yang merupakan ketua team basket, hanya saja sampai si pria lulus sekolah Briana tidak pernah mengungkapkan perasannya dia hanya menyimpan rasa suka itu di hatinya.
Hari-hari di sekolah Briana lewati dengan santai walau permasalahan mulai muncul namun dia tidak pernah ambil pusing.
Tiga tahun sudah dia sekolah disana dan saat masuk universitas Briana di pertemukan lagi dengan sang pujaan hati.
Apakah Briana mengambil kesempatan ini untuk mendekati sang pujaan hati?....
Yu baca kisahnya.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dea menemui ku.

Lagi dan lagi saat membuka mata aku berada di sebuah ruangan yang serba putih dan bahkan yang sekarang bau obat-obatan sangat menyengat dan di tangan ku sudah terpasang jarum infus. Aku saat ini berada di rumah sakit dan aku gak tau apa yang terjadi.

"Ma, " panggil ku pada mama karena sekarang mama yang menemani aku.

Mama pun membuka matanya dan aku bisa melihat wajah mama yang khawatir dan capek menunggu aku di rumah sakit.

"Dek, kamu bangun. Mau apa? " tanya mama dengan tersenyum.

"Haus ma, " jawab ku dan mama langsung mengambilkan minum.

"Makasih ma, " ucap ku setelah selesai.

"Gimana sekarang perasaan kamu, masih mual? " tanya mama menanyakan keadaan ku.

"Enggak ma, hanya lemas aja, " jawab ku.

"Ya sudah kamu tidur lagi masih pagi, " ucap mama menyuruh ku tidur lagi.

"Ma, aku kenapa? " tanya ku karena aku merasa hari ini badan ku capek banget.

"Kamu hanya kecapean sayang dan dokter bilang kamu terlalu banyak pikiran, " jawab mama dengan suara sedih.

"Ma, " panggil ku sambil memegang tangannya.

Mama pun melihat ke arah ku dan aku bisa melihat sepertinya mama menyimpan kekhawatiran.

"Ma, aku gak apa-apa, aku janji aku gak akan seperti bang Brian. Aku masih ada ketakutan, " ucap ku.

"Mama hanya merasa telah gagal menjadi seorang ibu karena mama merasa terlalu menuntut kalian untuk ini dan itu, " ucap mama.

"Mama gak salah, mungkin karena keadaan yang menuntut kita harus seperti ini, " balas ku.

"Makasih sayang, " ucap mama sambil mengusap kepalaku.

Aku gak bisa jujur sama mama kalau selama ini aku gak nyaman sekolah di sekolah aku saat ini karena aku merasa sekolah itu bukan tempat ku, aku yang terlahir dari keluarga yang bukan keluarga kaya atau terpandang membuat aku sangat sulit untuk berbaur walau kak Kanaya sudah memfasilitasi semuanya tapi bagiku itu tidak cukup. Namun aku bersyukur bisa mempunyai teman-teman yang gak pernah memandang ku sebelah mata. Aku hanya anak yang terlahir dari keluarga serba kecukupan bukan konglomerat seperti teman-teman ku yang lain.

Siang nya semua teman-teman ku datang untuk menjenguk ku membuat ruangan ku menjadi ramai namun beruntungnya ruangan ku bukan ruangan biasa jadi tidak akan menggangu pasien yang lain.

"Lo gak masuk kelas terasa sepi, " ucap April.

"Bukan sepi, tapi gak ada yang bisa bantu lo ngerjain tugas, " ucap Zahara membuat April tertawa.

"Ri, lo cepat sih dong, gue kaget saat tau lo masuk rumah sakit, " lanjut Zahara pada ku.

"Gue juga gak tau kalau gue bakal masuk rumah sakit, " balas ku.

"Ri, Yudistira udah tau siapa dalang dari masalah ini, " beritahu Dwi membuat aku kaget.

"Iya Ri tapi kita gak bisa berbuat apa-apa karena tuh orang bukan lawan kita, " ujar April yang paling berani tapi dia malah kalah sebelum berperang.

"Siapa? " tanya ku.

Mereka tidak langsung menjawab malah saling lirik.

"Dea, " ucap seseorang dari arah pintu dan aku tau itu suara siapa.

"Lo darimana dulu kenapa baru sampai? " tanya Dwi pada Yudistira.

"Balik dulu gue, " jawab nya karena dia datang tidak pakai baju seragam.

"Sekalian jemput pacar lo, " lanjutnya pada Zahara.

"Dia kesini juga? " tanya Zahara dan Yudistira mengangguk.

"Gue balik duluan deh, " pamit Zahara dan langsung keluar begitu saja membuat aku bingung.

"Paling ketemu di jalan, " gumam Yudistira.

"Mereka kenapa? " tanya ku.

"Biasa kalau orang pacaran pasti ada ributnya, " jawab Yudistira.

Aku pun mengangguk dan tiba-tiba Yudistira memberikan jeruk padaku yang telah dia kupas. Dwi dan April saling lirik dan tersenyum aku tau kode mereka.

"Mau kalian? " aku menawarkan mereka.

"Gak udah buat kalian aja, " jawab April dan Yudistira langsung melempar jeruk pada Dwi dan di tangkapnya.

Tak lama Zahara kembali bersama Rio dan mereka udah gandengan tangan lagi.

"Hai Ri, gimana keadaan lo? " tanya Rio.

"Baik, udah mendingan karena di jenguk kalian, " jawab ku.

"Bisa aja lo, " balasnya.

Kami pun berbincang hingga jam besok pasien habis dan mereka pamit pulang dan sekarang aku di temani mama lagi.

"Mama senang deh lihat teman-teman kamu yang pada baik, " ucap mama.

"Oya, yang tadi sama Dwi, itu pacarnya? " tanya mama.

"Iya ma, itu April, " jawab ku.

"Oh, kalau cowok yang kemarin anterin kamu siapa namanya? " tanya mama lagi.

"Yudistira ma, " jawab ku.

"Mama lihat dia kayanya suka deh sama kamu, " ucap mama.

Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan mama. Aku pun memutuskan untuk istirahat biar cepat pulang dan kondisi ku sudah lumayan baik juga. Sudah tiga hari aku berada di rumah sakit dan hari ini aku di perbolehkan pulang karena aku sudah sembuh. Bang Brian yang jemput aku sama istrinya karena mama sedang gak enak badan mungkin gara-gara nungguin aku di rumah sakit. Besoknya aku langsung minta masuk sekolah karena sudah hampir tiga hati aku gak masuk. Walau mama bilang tanggung sehari lagi aja karena hati ini hari jumat dan besok libur namun aku bosen juga di rumah. Tibanya di sekolah aku berjalan menuju kelas ku dan aku bisa melihat tatapan semua anak-anak pada ku masih sedikit berbeda namun aku gak hiraukan. Tibanya di kelas aku melihat Soni menatap ku dan aku tersenyum padanya toh aku merasa di gak salah. Aku pun menghampirinya.

"Gue minta maaf, gara-gara gue lo di hajar Dwi, " ucap ku dan membuat Soni kaget.

"Lo gak salah kok, lagian gue sama Dwi udah baikan kok, " balas nya.

Aku pun tersenyum lalu duduk dan tak lama semua murid masuk termasuk April dan dia kaget saat melihat aku sudah masuk sekolah.

"Kok lo udah masuk lagi, bukannya batin kemarin ya lo balik dari rumah sakit? " tanya April.

"Gue bosan di rumah, lagian gue baik-baik aja kok, " jawab ku sambil merangkul April.

Jam pelajaran pun di mulai dan semua murid mengikuti dengan serius hingga jam istirahat tiba.

"Kantin yu! " ajak April.

"Boleh, " jawab ku dan kami pun langsung keluar kelas dan menuju kantin.

Zahara dia sudah di kantin duluan dan memesankan makanan untuk kita. Kami bertiga makan dan asik mengobrol namun tiba-tiba seseorang datang ke meja kami dan menumpahkan minuman ke piring ku. Aku mengangkat kepalaku untuk melihat ulah siapa dan ternyata itu Dea. Aku pun berdiri dan menatapnya.

"Gue punya salah apa sama lo? sampai lo lakukan ini sama gue? " tanya ku dengan kasar.

"Banyak, " jawab nya.

"Gue gak pernah merasa punya salah sama lo. Jadi lo jelasin kesalahan gue apa aja? " pinta ku dan Dea langsung menarik ku namun aku menolak.

"Ikut gue kalau lo mau tau salah lo apa aja, " ucap nya.

1
Astrireynadiaz
👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!