NovelToon NovelToon
Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten

Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten

Status: tamat
Genre:Kehidupan Tentara / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Hasna_Ramarta

Juara 3 YAAW Periode 2 Kategori 1.
Bismillah karya baru,

Sudah tiga tahun Elyana menikah dengan Excel Damara, seorang Perwira menengah Angkatan Darat berpangkat Kapten, karena perjodohan.

Pernikahan itu dikaruniai seorang putri cantik yang kini berusia 2,5 tahun. Elyana merasa bahagia dengan pernikahan itu, meskipun sikap Kapten Excel begitu dingin. Namun, rasa cinta mengalahkan segalanya, sehingga Elyana tidak sadar bahwa yang dicintai Kapten Excel bukanlah dirinya.

Apakah Elyana akan bertahan dengan pernikahan ini atas nama cinta, sementara Excel mencintai perempuan lain?

Yuk kepoin kisahnya di sini, dalam judul "Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Kabar Duka

     Akhirnya, Elyana kini sudah berada di dalam bis dengan tujuan ke kampung Sumuhun Dawuh. Hatinya begitu sedih ketika kenangan bersama Excel kembali memenuhi pikirannya.

     "Aku pergi, Mas. Aku tidak bisa bertahan lagi di sampingmu. Biarlah akan kukikis perlahan-lahan rasa cinta ini, menjadi hilang tidak berbekas," batin Elyana, sembari sibuk menyeka air mata yang mulai jatuh.

     "Mama, es klim, enakkk," celoteh Nada sembari mengacungkan es krim yang sejak tadi dimakannya. Elyana tersenyum sembari tangannya menyeka mulut dan tangan sang putri yang belepotan es krim.

     "Aku harus mengirimkan pesan buat Mas Excel," bisiknya seraya meraih Hp dalam tasnya.

     "Aku pergi, Mas. Kali ini, aku mohon jangan cari aku. Dan tolong, jangan marah pada Mang Udin atau Bi Ocoh, sebab semua ini adalah keinginanku." Pesan itu terkirim, tapi masih centang abu-abu dua.

     Setelah mengirimkan pesan, buru-buru Elyana mematikan Hp nya, dia takut Excel segera menghubunginya. Namun, belum sampai tangannya menekan tombol matikan daya, sebuah panggilan dari Excel tiba-tiba masuk.

     Elyana tidak mengangkat panggilan itu, dia membiarkan panggilan itu sampai berakhir.

     "Ting." Sebuah pesan masuk.

     "Jangan bawa anakku. Kamu tidak bisa bawa Nada seenaknya. Jika kamu mau pergi, pergi saja, tapi jangan bawa anakku. Dia tidak akan betah denganmu. Jika ada apa-apa dengan Nada, maka aku akan laporkan kamu atas penculikan anak," ancamnya.

     Elyana buru-buru mematikan Hp nya, dia tidak mau Excel menghubungi atau mengirimkan pesan WA kepadanya.

     Hati Elyana hancur, setelah ia membaca pesan bernada ancaman dari Excel barusan. Kenapa dia sampai tega bilang akan menuntutnya kalau sampai ada apa-apa dengan Nada?

     "Setega itu kamu padaku, Mas. Aku ini ibu kandungnya," jerit hati Elyana pilu.

***

     Sementara itu, Excel kembali sibuk menghubungi teman-teman dan anak buahnya untuk mencari tahu kembali tentang Elyana.

     Dia tidak terima Elyana pergi atau bahkan membawa Nada.

     "Kenapa sih, Mas, masih saja kamu cari perempuan itu? Kalau dia mau pergi, biarkan saja. Dia hanya menghalangi hubungan kita saja," celoteh Erni di sela-sela kekalutan yang Excel rasakan. Hari ini Excel tidak ke kantor lagi setelah mendapat laporan kalau Elyana pergi, dari Mang Udin.

     "Tidak semudah itu, Sayang. Aku harus pertanggung jawabkan semua ini di depan mama dan papaku. Mereka tidak mau kehilangan Elyana. Mereka begitu menyayanginya," tukas Excel membuat Erni kesal.

     "Mama dan papamu lagi yang selalu menjadi kendala hubungan kita. Apa salahnya mereka menerima keputusan perempuan itu untuk pergi? Kenapa harus ditahan-tahan? Toh, kamu tidak mencintainya, kan? Aku sudah tidak sabar, ingin segera melegalkan hubungan kita secara negara maupun kedinasan," celoteh Erni lagi, tidak peduli Excel saat ini sedang pusing.

     Dringgg.

     Tiba-tiba Hp Excel berdering, Excel segera mengangkat panggilan itu. Saat dilihat, ternyata sang mama. Raut wajah Excel terlihat bingung, bagaimana ia harus menceritakan hal yang sebenarnya pada mereka tentang kepergian Elyana.

     "Siapa? Orang tuamu? Huhhh," dengus Erni kesal. Mau tidak mau Excel harus mengangkat panggilan itu.

     "Assalamualaikum Cel, hari ini kita harus ke Sarangka Bedog, istrinya Rafka meninggal saat mau melahirkan, tadi. Ibu dan bayinya tidak bisa diselamatkan," kabar Bu Gina. Seketika Excel terhenyak mendengar kabar itu.

     "Rafka, Mas Rafka? Mas Rafka keponakan Mama? Apakah dia sudah tahu istri dan bayinya meninggal? Bukankah Mas Rafka masih di Kalimantan, Ma?" kejut Excel tidak percaya, sementara Erni ikut menguping pembicaraan antara Excel dan mamanya di telpon.

     "Rafka sudah pulang sebulan yang lalu dari Kalimantan, tugas dia berakhir bulan lalu. Ayolah, kita ke kampung Sarangka Bedog, setelah itu kita mampir ke kampung halaman kita, Sumuhun Dawuh. Tolong kasih tahu istrimu, tadi mama sudah hubungi dia, tapi nomernya tidak aktif, aneh," urai Bu Gina.

     Ucapan sang mama, terasa jleb ke dalam dada Excel, sebab kenyataannya Elyana saat ini sudah kabur. Lalu alasan apa yang harus dia katakan pada kedua orang tua maupun kedua mertuanya, tentang Elyana yang kabur?

     "Cel, kamu mau bertakziah ke rumah Uwa kamu, kan? Kamu tidak sibuk hari ini? Rafka juga sepertinya baru saja melakukan perjalanan ke sana. Soalnya dia sehari sebelum istrinya mau melahirkan, Rafka tiba-tiba ada tugas mendadak," sentak Bu Gina mengejutkan Excel yang tengah termenung.

     "I~iya, Ma. Excel bilang sama Elyana dulu. Tapi, sepertinya Elyana tidak bisa ikut. Karena, Nada sedang kurang enak badan," balas Excel berbohong.

     "Ya ampun, Nada cucu mama sakit? Sakit apa cucu mama? Baru beberapa hari yang lalu mama ke rumahmu, ehh sekarang malah kurang sehat. Ya sudah, kalau begitu, kamu saja yang datang. Kalau tidak datang, tidak enak lho Cel. Terutama Rafka pasti akan bertanya, kemana kamu. Dia juga butuh teman untuk berbagi suka dan duka," tutur Bu Gina lagi setengah memaksa.

     Excel tercenung, dia sungguh bingung apa yang harus dia lakukan nanti di hadapan kedua mertuanya, maupun di depan mama dan papanya?

     "Tidak, Ma. Nada sakit biasa. Batuk pilek saja. Tapi, kalau mereka berdua ikut, Excel takut Nada tambah sakit," alasan Excel setelah beberapa saat tercenung.

     "Baiklah. Kamu sendiri datang juga tidak apa-apa, yang penting kamu datang, karena Uwamu, Wa Raya sering menanyakanmu, dia sudah kangen sama kamu," balas Bu Gina lagi.

     "Iya, Ma. Nanti kita janjian saja di dekat pom bensin," tutup Excel menyudahi telponnya.

     "Siapa yang meninggal, Mas?" Erni bertanya dengan penasaran setelah Excel mengakhiri telponnya.

     "Istri dari sepupuku, Mas Rafka," sahut Excel.

     "Ohhh! Lalu, kamu mau pergi?"

     "Tentu saja. Aku tidak enak kalau tidak datang. Lagian, aku dan Mas Rafka teman masa kecil dan pernah mengalami suka duka saat kami daftar tentara dulu. Sayangnya, kami tidak ditakdirkan selalu bersama. Mas Rafka justru lulus taruna AAU, di Angkatan Udara. Sementara aku taruna Akmil," terang Excel.

     Erni manggut-manggut. "Baiklah, kalau begitu, kamu pergi saja. Lagian tidak enak juga kalau sepupumu mendapat musibah, tapi kamu tidak datang. Biarkan saja istrimu itu tidak menampakan diri, bukankah tadi sudah kamu kasih alasan ke mamamu bahwa Nada sedang kurang sehat?" ujar Erni sembari tersenyum sinis setiap membicarakan Elyana.

     "Baiklah. Kalau begitu, aku pergi." Excel berpamitan pada Erni. Tapi, sepanjang perjalanan, ia tidak henti merisaukan keberadaan Elyana dan Nada. Terlebih nanti jika dirinya dan kedua orang tuanya berkunjung pada kedua orang tua Elyana. Excel harus katakan apa?

     "Elyana, gara-gara kepergianmu, aku kini dilanda bingung. Kenapa kamu harus pergi?" Excel masih bergumam sendiri sepanjang perjalanannya menuju Pom Bensin yang dia janjikan bersama mama dan papanya.

1
Sayekti 0519
keren abis thooor
Nasir: Makasih banyak Kak....
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Mampir dan dukung karyaku, yuk!

‎- TRUST ME

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Jangan lupa juga untuk Like, Komen, Share, dan Subscribe, ya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
amilia indriyanti
bener abdi negara mental tempe otak Pentium 1
Nasir: Wkwkwk...
total 1 replies
Sri Rahayu
aduhhh sweet banget nih Rafka 😘😘😘
Sri Rahayu
ayo Rafka segera unboxing Elyana 🤩🤩🤩🤩🤩
Sri Rahayu
Selamat utk Elyana dan Rafka...semoga SaMaWa dan cepet dpt adik utk Nada 😍😍😍😘😘😘
Sri Rahayu
bikin gemes aja nih cerita...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Rafka tentu cemburu karena Rafka mencintai Elyana... skrg Excel nyesel.tp percuma 🤪🤪🤪
Nasir: Kasian Excel ya...
total 1 replies
Sri Rahayu
bagus Rafka...kamu prajurit sejati...berjuang apapun rintangan nya kl niat mu baik pasti ada jln keluarnya 😘😘😘
Sri Rahayu
udah restuin aja Elyana dgn Rafka....drpd dgn org lain dan dibw pergi jauh... 🙃🙃🙃
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Terima kasih Thorr ceritanya bagus.dgn happy ending...ditunggu cetita selanjutnya 😘😘😘
Sri Rahayu
cerita nya menarik Thorr walau sedikit rumit...berharap Elyana bahagia bersama.Rafka...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Aamiin... mksh byk udah mampir....
total 1 replies
Sri Rahayu
kamu emang ga salah lihat Excel...benar itu Elyana dan Rafka 🤩🤩🤩
Sri Rahayu
ayo Rafka jgn gentar meskipun Elyana mantan istri Excel...kl kamu mencintai Elyana trs perjuangkan cinta mu 😘😘😘
Sri Rahayu
kecuali mama Gina merestui Rafka menikahi Elyana...seperti nya mama Gina bakal setuju 😘😘😘
Sri Rahayu
terbaca ga Rafka siapa mantan Elyana...sepupu mu Excel 🤩🤩🤩
Sri Rahayu
aduh Rafka...hati2 jgn keblabasan 🤪🤪🤪
Sri Rahayu
Rafka....jangan DP dulu...kalian blm menikah resmi...halalin dulu Elyana jgn main nyosor aja🤩🤩🤩
Sri Rahayu
Rafka beda dgn Excel....Rafka tegas tdk egois cepat mengambil keputusan
Nasir: Iya betul...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!