Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Kerja
Setelah peristiwa olahraga bersama kemarin, akhirnya Putri diizinkan untuk pergi berkerja lagi,
"Na na na na na..." Putri bersenandung ria menuruni tangga, ia sangat senang sekali karena akan bertemu dengan para karyawan sekaligus sahabatnya.
"Anak Mama bahagia banget hari ini, ada apa?" tanya Ayu.
"He he enggak papa Ma," jawab Putri.
"Kamu kok berpakaian rapi gini, mau kemana?" tanya Ayu
melihat Putri dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Ehm ini Ma Putri mau ke toko, boleh kan," izin Putri.
"Ke toko siapa Put?" tanya Ayu, Ayu memang tidak sepenuhnya tau tentang Putri, beda halnya dengan Wira Ayah Ridho.
"Ke toko Putri Ma, sebelum menikah Putri udah punya toko kue sendiri," jelas Putri.
"Masya Allah menantuku emang the best banget, pinter juga Ridho cari istri yang bermodel kayak Putri gini," batin Ayu.
"Tentu saja boleh Nak, tapi kamu udah izin kan sama Suami kamu?" tanya Ayu memastikan.
"Udah kok Ma," jawab Putri.
"Ehm enak banget kalo jam segini Tuan Ridho udah berangkat, gak direpotin lagi sama bayi bongsor," pikir Putri terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Yaudah Ma Putri berangkat dulu ya," pamit Putri.
"Iya Nak, hati-hati dijalan ya, dan ingat pulang nya jangan sore-sore," ucap Ayu memperingati.
"Siap Ma," Putri menyalami dan mencium tangan Ayu.
"Assalamualaikum," ucap Putri pergi.
"Wa'alaikumsalam."
**
"Assalamualaikum semuanya," seru Putri saat sudah sampai di toko dan langsung nyelonong masuk ketoko kuenya.
"Wihhh Bu bos dateng nih gaes," balas Dila heboh yang langsung memeluk Putri dengan sangat erat, Dila salah satu karyawan kepercayaan Putri.
"Bisa aje lu Dil," kekeh Putri.
"Bu bos apa kabar?" sapa karyawan yang namanya Sita, Sita tak kalah dekatnya dengan Putri, ia juga langsung berhambur memeluk Putri.
"Alhamdulillah kabar baik, gimana kabar kalian?" tanya Putri balik.
"Alhamdulillah baik juga Bu bos," ucap mereka bersamaan.
"Bu bos bawa apaan tuh, makanan ya, akh senengnya kita, pengantin baru jadi kita dibawain makanan yang banyak?" cerocos Sita yang baru ngeh Putri membawa kantung kresek ditangan kanannya.
"Iya nih makanan buat kalian, tadi pas kesini mampir dulu ke kedai," jawab Putri menyerahkan kantung keresek itu pada Sita.
Dengan senang hati Sita menerimanya dan langsung membuka isi dari keresek tersebut.
"Gaes sini makan, ada banyak loh," ajak Sita pada teman-teman karyawannya.
"Jangan dihabisin sendiri dong Sit, jangan serakah kesedak ****** kau," sewot Dila yang melihat Sita dengan lahapnya menyantap makanannya.
"Biarin aja, mumpung gratis," jawab Sita dengan mulut yang masih penuh.
Uhuk uhuk uhuk, alhasil doa Dila dihijabah.
"Nih minum, hati-hati makannya Sita," Putri menyodorkan
segelas air putih pada Sita.
"Gara-gara kamu ini Dil, doain aku yang enggak-enggak, jadi kesedak beneran kan," ketus Sita.
"Kenapa jadi nyalahin gue sih, yang salah itu elu, makan gak hati-hati, lu tau nggak, lu kayak udah nggak di kasih makan sebulan," ucap Dila mengundang tawa semua teman-temannya.
"Ehm bahagia nya aku hari ini, duniaku serasa normal kembali, setelah sekian lama hidup dengan es balok, terimakasih ya, kalian semua emang the best banget," batin Putri tersenyum manis memandang para karyawan nya.
"Baru juga beberapa hari nikah Put," Author.
"Kamu kenapa Put?" tanya Dila heran saat melihat Putri senyum-senyum sendiri.
"Enggak papa kok," balas Putri sekenanya.
"Makasih ya Bu bos udah mau bawain kita makanan," ucap para karyawan dengan senyuman yang mengembang.
"Kalian apa-apaan sih dari tadi terimakasih terus, udah kayak siapa aja, santai aja kali," ucap Putri.
"Yakan sekarang kamu istri dari orang terkaya se Asia Put, udah bukan Putri yang dulu lagi," saut Dila.
"Oh iya, kamu beli makanannya gimana Put, emang gak dikerumuni orang-orang?" tanya Dila penasaran.
"Nah bener tuh apa kata si Dila," sambung Sita.
"Enggak, aku tadi pakek topeng ini," Putri menunjukkan topeng yang tadi ia gunakan.
"Wahh pinter juga lu," puji Dila.
"Sial lu dil, aku dari dulu emang pinter," songong Putri.
"Ha ha ha... tapi kok Bu bos bisa kepikiran bawa topeng?" tanya salah satu karyawan lainnya.
"Itu tadi Tuan Ridho yang nyuruh bawa topeng," jawab Putri singkat.
"Akh so sweet banget sih Suami Mba Putri, sampek ngurusin kek gituan," heboh para karyawan.
"Apanya yang so sweet, kalian aja gak tau sifatnya kayak apa, pengen rasanya aku buat dia jadi es serut," batin Putri kesal jika mengingat sikap Ridho.
Setelah makan-makan selesai mereka semua kembali bekerja lagi.
"Bekerja yang giat ya para karyawan ku," ucap Putri memberi semangat untuk para karyawan nya.
"Siap Bu bos," para karyawan memberi hormat pada Putri.
"Ha ha ha... kalian lucu," tawa Putri melihat karyawan nya serentak hormat padanya.
**
"Dila, aku ingin bicara sebentar sama kamu," ucap Putri tiba-tiba.
"Ada apa?" tanya Dila.
"Ehm gini Dil, aku kan belum tentu bisa tiap hari kesini, karena kamu tau sendiri kan keadaan aku sekarang gimana," jelas Putri.
"Iya terus.."
"Toko ini aku serahin urusannya semua sama kamu, masalah gaji kamu aja yang atur, anggep aja ini toko milik kamu, dan milik para karyawan semua," ucap Putri.
"Enggak bisa gitu dong Put, ini tetep toko kamu, kita gak berhak untuk semua ini," tolak Dila halus.
"Kalian berhak juga atas toko ini kok, kita bangun toko inikan bareng-bareng, jadi toko ini juga milik kalian semua," ucap Putri lagi.
"Tapikan.." Dila tak enak hati pada Putri, karena Putri terlalu baik pada mereka semua, bahkan mereka semua dulunya hanya anak miskin yang malang, dan sekarang mereka memliki tempat tinggal bahkan tempat kerja tetap.
"Udalah gak papa kok, aku ikhlas serahin toko ini untuk kalian semua," ucap Putri tersenyum mengembang.
"Baiklah, tapi kamu tetap pemilik toko ini, kami hanya mengelola," Dila menyetujui permintaan Putri namun tidak untuk memilki toko kuenya.
"Ehm oke lah kalo begitu, tapi tetap ya gaji hanya milik kalian berlima," jelas Putri lagi.
Dila hanya mengangguk lalu berhambur memeluk Putri.
"Terimakasih ya Put, kamu udah baik banget sama kita," lanjut Dila.
"Iya santai aja sayang," ucap Putri centil.
"Dihh... geli aku liat kamu kayak gitu," Dila bergidik jijik dengan suara centil Putri.
"Ha ha ha..." tawa Putri pecah seketika melihat mimik wajah Dila.
Putri menghabiskan waktu dengan para karyawan nya hingga
tak terasa hari sudah mulai gelap.
"Semuanya Putri pamit dulu ya, udah jam setengah 5 soalnya," pamit Putri.
"Hati-hati dijalan Bu bos, jangan lupa besok kesini lagi ya," seru Sita.
"Insyaallah ya, soalnya Putri belum tau juga besok bisa kesini atau tidak," jawab Putri tersenyum kecut.
"Ehm baiklah, dada sampai jumpa lagi," para karyawan melambaikan tangan kearah Putri dengan senyuman yang sangat manis dimata Putri yang selalu membuat Putri merindukan sosok mereka.
"Sampai jumpa lagi temen-temen, rasanya baru tadi aku ketemu kalian, tapi sekarang aku harus balik lagi ketemu dengan es balok itu, rasanya aku pengen tinggal bareng kalian aja," batin Putri menatap sahabatnya dari dalam mobil.
Mobil mulai melaju meninggalkan toko kue milik Putri.
Tinggalkan jejak kalian, Like Komen, dan jangan lupa Vote ya sebagai pembaca yang bijaksana♥️♥️