Seorang Putri Raja Yang Sedang Mencari Kekuatan Agar Tidak Dipandang Rendah Oleh Dunia
Tanpa Putri Itu Ketahui, Ia Memasuki Wilayah Yang Di Mana Tidak Bisa Di Masuki Oleh Mahluk Hidup Karena Tempat Itu Milik Hewan Suci Yang Kekuatan Mereka Setara Dengan Dewa
Welcome To Putri Dione S2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DENIO YANG MANJA
Paginya
Denio Berlari Ke Arah Ruang Makan, Ia Berhenti Saat Melihat Dione Yang Sudah Duduk Menunggunya
"Selamat Pagi, Ayo Sarapan" Sapa Dione Lembut Tak Lupa Ia Tersenyum Begitu Lembut Pada Denio Membuat Denio Meneteskan Air Matanya
Dione Mengerutkan Keningnya "Berhentilah Menangis, Matamu Sudah Bengkak"
"Kakakkkk" Denio Berjalan Cepat Ke Arah Dione
"Haa.." Dione Berdiri
Mereka Berdua Berpelukan
Lucy Dan Yang Lain Melihat Itu Ikut Terharu Juga Sedih Kecuali Ketiga Naga Yang Terkejut Melihat Sikap Dione Yang Begitu Lembut
"Sudah" Dione Mengelus Pundak Denio
"Kakak, Aku Pikir Ini Hanya Mimpi" Menangis
"Haa...." Kesal "Berhentilah Menangis De-ni-o" Penuh Tekanan
Denio Terkejut, Ia Dengan Melepaskan Pelukan Dan Menghapus Air Matanya "Ayo Sarapan Kak, Aku Sudah Lapar" Pergi Ke Arah Kursinya
Lucy Dan Yang Lain Terkekeh
Dione Melihat Denio Sambil Menggelengkan Kepalanya
Mereka Berdua Mulai Sarapan
Beberapa Saat Kemudian
Ruang Kerja Dione
Denio Duduk Di Depan Dione Sambil Melihat Dione Yang Sibuk Dengan Pekerjaannya
"Kakak"
"Kapan Kau Akan Kembali?" Dione Menatap Denio
Denio Terkejut "Kakak Mengusirku?"
"Aku Tidak Mengusir Mu, Aku Hanya Bertanya" Datar
Denio Tersenyum "Mungkin Akan Lama"
Dione Mengerutkan Keningnya Sambil Tersenyum, Ketiga Sekertaris Dione Tertawa Kecil Melihat Tingkah Denio
"Dione" Panggil Ethan
"Hm?" Dione Menatap Ethan
"Manusia Yang Bertemu Dengan Kita Saat Di Perjalan"
"Ah" Dione Berdiri, Denio Melihat Dione "Liza, Aku Lupa"
"Ada Apa Kak?"
"Ayo" Ajak Dione Pada Denio
Dione Berjalan Di Depan Denio, Dengan Cepat Denio Meraih Tangan Dione
Dione Melihat Tanganya Lalu Melihat Denio "Kau Bukan Anak Kecil Lagi Denio"
"Tapi Bukankah Aku Selalu Menjadi Anak Keci Di Mata Kakak?" Senyum
Dione Terdiam Sedangkan Yang Lain Mendengar Itu Ada Yang Merasa Denio Imut Ada Juga Yang Geli Termasuk Dione
"Haa" Dione Menggelengkan Kepalanya "Ini Tidak Untuk Di Tiru" Melirik Orang-orangnya
Semua Melihat Dione
"Aku Akan Membunuh Kalian Jika Bertingkah Seperti Ini" (Telepati) Lanjut Dione Mengeluarkan Aura Tidak Suka (Di Rasakan Semua Orang Kecuali Denio)
Semua Menunduk
Denio Tersenyum Dan Semakin Erat Memegang Tangan Dione "Kak, Apa Kakak Akan Pergi Lagi?" Cemberut
"Tidak"
Denio Tersenyum "Benarkah, Baguslah Kalau Begitu" Mengandeng Lengan Dione
Para Pelayan Juga Penjaga Melihat Ke Arah Mereka
"Apa Kau Tidak Malu?" Tanya Dione (Pandanganya Di Depan)
"Malu?" Dione Melihat Dione "Pada Siapa? Dan Untuk Apa?"
"Sikap Mu Denio"
Denio Menggelengkan Kepalanya Dan Merangkul Lengan Dione Semakin Erat "Tidak Sama Sekali, Kau Kan Kakaku Dan Yang Melihat Kita Sekarang Mereka Itu Iri Padaku Karena Memiliki Kakak Yang Hebat Juga Cantik" Bertingkah Imut
Dione Menunduk Menahan Tawa Juga Geli "Huftt, Tapi Aku Yang Malu" (Batin)
Beberapa Saat Kemudian
Aula
Dione Berdiri Bersama Denio, Semua Membungkuk
"Kita Bertemu Lagi" Ujar Dione
"Oh Mereka!!" Ujar Denio
Dione Melirik Denio
"Kakak Benar Kenal Mereka Ya?" Melihat Dione
Dione Mengangguk
"Mereka Hampir Saja Aku Berikan Hukuman Mati"
Dione Terkejut "Hukuman Mati?!" Menatap Denio "Kenapa?" Melihat Liza Dan Yang Lain Yang Menunduk
"Karena Mereka Masuk Ke Wilayahku Dan Di Saat Aku Tidak Ada, Juga Beberapa Dari Mereka Membuat Masalah Di Wilayahku Dengan Menyerang Rakyat Ku" Jelas Denio
Linzy Ingin Mejelaskan Tapi Di Tahan Liza Dan Lidya
Ekspresi Dione Berubah Membuat Semua Ketakutan, Dione Menatap Liza Dan Yang Lain "Apa Kau Sudah Melakukan Pembersihan Terhadap Wilayah Mu Denio?" Mengeluarkan Aura
Denio Terkejut "Pe, Pembersihan?" Takut
Dione Melirik Denio "Iya Pembersihan, Membunuh Semua Bangsawan Dan Orang-orang Yang Tidak Tau Diri Dan Sudah Bosan Hidup" Senyum Kecil
Denio Merinding
Dione Melihat Lucy, Lucy Mengangguk (Mengerti Dengan Tatapan Dione)
"Selamat Datang Di Wilayah Oolstin, Dan Aku Minta Maaf Atas Nama Adikku Pangeran Denio" Dione Menunduk
Semua Terkejut
"Kakak!!!" Denio Memegang Tangan Dione
"Tidak Apa-apa Yang Mulia Grand Duchess" Jawab Erphan Berlutut Di Ikuti Liza Dan Yang Lain
"Kami Malah Berterima Kasih Atas Penyambutan Anda Pada Kami Dan..." Erphan Melihat Dione "Kami Tidak Pernah Menyerang Siapa Pun Di Wilayah Mormaus"
Semua Saling Memandang Kecuali Dione Yang Hanya Berdiri Diam Dengan Wajah Datarnya
"Kami Hanya Membela Diri Dari Perkataan Dan Penghinaan Yang Mereka Katakan Dan Lakukan Pada Kami" Lanjut Erphan Sedih "Beberapa Dari Mereka Ada Yang Melempari Kami Dengan Batu Dan Ada Juga Yang Melempari Kami Makanan Busuk" Menunduk
Liza Dan Para Wanita Menangis
Aura Dione Menyebar Luas Sampai Membuat Awan Yang Awalnya Begitu Cerah Menjadi Gelap
u the best thoorrrr
semangat Thor
semangat berkarya 💪
semangat Thor 💪💪