Nara harus sedia menjadi pemuas hasrat Kakak tirinya, mewujudkan semua keinginan jahat serta menyiksa dari Noah. Kehidupan Nara yang sempit serta tidak berdaya sangat Noah andalkan untuk membuat Nara menjadi miliknya.
"Hentikan, Kak.. hentikan semua ini!" teriak Nara disaat tubuh Noah terus berpacu menikmati setiap adegan panas yang terjadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Madumanis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Meskipun Noah belum berbalik badan tapi sedikit melirik kearah Jack, ia tersenyum sinis saja dengan semua kata-kata sang Ayah. Menikah? apa maksudnya? Noah tidak akan melakukan semua itu. Hanya Nara wanita yang dekat dengannya bahkan melakukan hubungan intim bersama. Banyak wanita yang mengantri ingin bersama Noah, hanya saja Noah yang tidak menginginkan semua wanita itu.
"Menikah? Hal sampah itu tidak akan pernah Noah lakukan, Ayah. Biarkan Noah membuktikan dengan cara lain agar Ayah merasa pantas untuk menjadikan putra Ayah ini sebagai pemimpin." Ujar Noah dengan nada pelan tapi penuh penekanan setiap ucapannya.
Tidak mau mendengar bantahan sang Ayah maka Noah langsung melanjutkan langkahnya. Melampiaskan emosinya dan fakta bahwa Nara akan segera menikah, Noah tidak akan menerima semua itu. Nara adalah miliknya, tidak ada siapapun orang yang bisa mengambilnya.
Noah menutup pintu kamar dengan sangat keras, ia membanting semua barang yang ada hingga hancur tidak tersisa. Dada Noah seakan sakit mendengar jika Nara akan menikah setelah lulus SMA nanti. Memang perawan Nara telah Noah ambil, hanya saja ia selalu kalah dengan keputusan Jack.
Tubuh Noah terduduk di lantai dengan tatapan mata lurus kedepan, semuanya seakan membingungkan baginya. Noah mendengar pintu kamarnya terbuka, ternyata Clara yang masuk. Kamar yang berantakan membuat Clara merasa sedih, ia mendekati Noah yang duduk dengan melamun seperti itu.
"Nara bertunangan karna Ayah merasa curiga dengan hubungan kalian, Noah. Semua yang ada pada tubuh Nara berubah drastis setelah kami memberikan kepercayaan padamu untuk menjaga Nara." Ucap Clara, ia duduk berhadapan dengan Noah yang sudah beralih menatapnya.
"Nara berubah kalian menyalahkan aku, lucu sekali.." Noah berusaha bangkit setelah mengatakan kata-kata itu, semuanya sangat memuakkan.
Clara melihat dengan baik Noah yang berdiri menatap jendela kamar. "Mama yakin kalau kau tidak akan melakukan hal-hal aneh kepada Nara, hanya saja.. penderitaan Nara kali ini karnamu." Ucap Clara lagi.
"Tidak ada hal di dunia ini yang sempurna, Noah. Bahkan kasih sayang Ayahmu dan Mama, tapi bukan karna hal itu kau bisa menguasai hidup Nara yang malang." Clara terus mengatakan hal selama ini yang sangat ingin ia katakan.
Semua kata-kata itu bagaikan angin lalu bagi Noah, terlambat. Nara sudah berada tepat di kepalan tangannya, berbalik badan hingga bisa saling tatap dengan sang Mama.
"Kalian bersikukuh untuk menikahkan Nara, maka aku juga akan bersikukuh tidak mau menikah selamanya!" Pertegas Noah, bahkan langsung pergi menuju bathroom setelah mengatakan itu.
Clara tidak bisa membantah karna Noah sudah pergi, wanita itu bingung harus dengan cara apa menghadapi sikap Noah yang sangat keras seperti Jack.
"Astaga, Ayah dan anak sama saja. Sama-sama batu!" Clara tiada henti mengeluh, ia duduk di pinggir ranjang tempat tidur Noah.
Karna fakta jika Nara adalah anak angkat membuat Noah menjadi seperti ini, ntah mengapa Clara menjadi curiga juga sama halnya seperti Jack selama ini.
"Apa benar Noah telah melakukan hal tidak tidak pada Nara?"
•
•
Makan malam Nara duduk berhadapan dengan Jack, di sampingnya ada Erlin yang juga sedang makan bersama. Clara sudah mengatakan tidak makan siang tadi, kalau Noah ntah hal apa yang membuatnya tidak kunjung turun dari kamar.
"Erlin, nanti kau akan satu sekolah dengan Nara. Jadi, Nara sekarang ada temannya dirumah dan di sekolah." Ucap Jack.
Erlin sangat senang, ia tahu seperti apa mewahnya sekolah yang akan ia tempati nanti. Pasti akan sangat menyenangkan, Erlin tersenyum senang kepada Jack karna mendapatkan kesempatan sebesar itu.
"Terimakasih, Paman. Aku berjanji tidak akan mengecewakan Paman kali ini!" Sungguh yakin Erlin mengucapkan janji itu.
"Baiklah, Paman nantikan janji itu." Jack tersenyum, ia melanjutkan makannya.
Erlin dan Jack terus saling bicara sementara Nara terus melihat kearah tangga, ia menantikan Noah untuk segera muncul. Ia merindukan wajah sang Kakak, setelah perdebatan tadi Noah tidak ada terlihat sama sekali.
"Deni tidak jadi datang tadi karna harus meeting, jadi.. sebagai bentuk maafnya dia akan mengantarkan Nara ke sekolah besok." Ujar Jack hingga perhatian Nara yang terus menuju tangga jadi teralihkan.
Kalau boleh jujur sebenarnya Nara juga mengharapkan jika selamanya Deni tidak bisa mengantarnya. Hal yang paling Nara takutkan adalah berdekatan dengan pria selain Noah, ia merasa bayangan buruk menyerangnya pada saat itu.
"Pria yang bernama Deni itu sangat tampan, Nara. Kau beruntung.." Timpal Erlin, sudah berani ikut campur sekarang.
Nara mengangguk saja sambil tersenyum pada sang Ayah, ia memikirkan Noah kemana sebenarnya. Tiba-tiba saja terdengar suara langkah kaki, langsung mata Nara menuju tangga. Terlihat Noah menuruni tangga dengan pakaian santainya, ia tidak menuju meja makan melainkan pergi menuju ruang kerja.
"Noah, kau tidak makan malam?" Tanya Jack, Nara sebenarnya juga ingin bertanya tapi terlalu takut jika nantinya malah Jack curiga.
"Tidak, Ayah. Aku tidak lapar," Jawab Noah tanpa berbalik badan, ia masuk begitu saja kedalam ruang kerja.
Nara merasa jika Noah pasti lapar, pria itu tidak ada makan dari siang tadi. Nara tidak mau Noah sakit nantinya, ia berniat untuk mengantarkan makan malam untuk sang Kakak.
"Ayah, Nara ingin tidur. Besok harus sekolah," Nara permisi, kebetulan Jack dan Erlin juga sudah selesai makan. Jadi mereka bersama-sama pergi menuju kamar masing-masing, Nara sesekali melihat kearah pintu kerja dimana ada Noah disana.
Disaat Jack sudah masuk kedalam kamarnya langsung Erlin mendorong tubuh Nara hingga terbentur pintu kamarnya.
"Kau tahu hal apa yang membuat Kak Noah tidak makan malam tadi?!" Tanya Erlin dengan tatapan super tajam pada Nara. "Itu karnamu, kau telah membuat keributan. Sebaiknya segera menikah sana, lalu pergi dari keluarga Dawson!"
Erlin ingin menjambak rambut Nara tapi sudah dihentikan oleh Nara sendiri, siapa sangka Nara bisa melakukan semua itu. "Aku adalah putri angkat keluarga Dawson, sementara kau hanya penumpang disini. Seharusnya kau yang pergi!" Teriak Nara balik, ia mendorong tubuh Erlin lalu berlalu masuk kedalam kamar.
"Dasar kau jalang!" Maki Erlin yang tidak dihiraukan sama sekali oleh Nara.