"Maaf, aku tidak bisa mengkhianati mendiang istriku. Apakah kau ridho jika menjadi istri yang tidak tersentuh? Kalau setuju, ayo kita menikah!" Dave Matthews ( Ex Mafia Black Hawk )
Sekar adalah korban pelecehan ketika gadis itu mencari kerja di kota. Ia menjadi korban penipuan sehingga tak tau kalau ternyata di jual pada seorang Casanova.
Sekar berhasil kabur dan kembali pulang ke desanya. Sayang, gadis belia itu membawa serta benih yang sama sekali tak ia harapkan hadir di dalam rahimnya.
Kenyataan hamil di luar nikah, membuat Sekar putus asa dan berakhir depresi. Sampai seorang pria mualaf yang merupakan mantan mafia bersedia menikahinya.
Sekar menjadi istri yang haram untuk di sentuh sampai ia melahirkan bayi perempuannya.
Dapatkan Sekar, menimbulkan percikan cinta di hati seorang Dave, yang mati bersama jasad mendiang Anne?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chibichibi@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Khanza selamanya hanya putri Ibu.
Diam-diam Darren pergi. Berbekal dengan alamat yang ia dapatkan dari ruang kerja sang papi. Walaupun otaknya sudah agak konslet, tapi Darren masih mampu menguasai berbagai hal. Termasuk mengendarai kendaraan roda empat miliknya yang telah lama hanya mematung di garasi.
Darren pergi dari kediaman mewah Wijaya ketika pengawal yang bertugas mengawasinya itu lengah. Darren telah mengelabui mereka dengan akal-akalannya.
Sebelum sampai ke desa dimana Sekar berada dan putrinya berada, Darren lebih dulu mampir ke toko yang menjual segala perlengkapan untuk bayi.
Wajah yang dulu cenderung bengis dan garang, kini lebih banyak senyum-senyum sendiri acap kali ia membayangkan Sekar dan putrinya.
Darren mendekati pramuniaga toko dengan langkah cepat. ''carikan saya segala perlengkapan bayi perempuan. Saya juga mau boneka yang paling bagus dari toko ini!'' titah Darren dengan ekspresi dingin.
''Ba-baik, Pak.'' Pramuniaga itu menjawab dengan tubuh menegang.
Ada sekitar tiga pegawai toko yang bekerja untuk mengumpulkan barang pesanan Darren. Telah setelah itu mereka memasukkannya ke dalam mobil setelah di bayar ke kasir.
''Kenapa cuma sepuluh juta. Uang saya masih banyak dan saya mampu bayar barang yang harganya mahal sekalipun,'' kata Darren dengan kesombongannya yang masih melekat erat di dalam dirinya.
''Maaf, Tuan. Semua barang itu sudah kami pilihkan dengan kualitas yang paling bagus. Atau anda ingin menambah jenis barang lainnya?''
Darren berpikir keras, barang jenis apalagi yang diperlukan oleh bayi yang baru berusia kurang dari tiga bulan.
Darren meneruskan perjalanannya dengan keadaan mobil yang penuh sesak. Terdapat berbagai jenis barang disana. Mulai dari pakaian, sepatu, mainan, boneka dan lainnya.
Darren melebarkan senyumnya membayangkan apa yang terjadi nanti. Ia yakin Sekar dan bayinya akan sangat senang dengan hadiah pemberiannya. Padahal Darren sama sekali tidak berpikir untuk membelikan hadiah pada wanita yang telah ia rusak masa depannya itu.
*
*
Dikediamannya Dave telah mengerahkan beberapa santri untuk berjaga. Walaupun mereka belum lama mendapatkan ilmu beladiri darinya, akan tetapi terdapat beberapa santri yang memang berbakat. Sehingga mereka sudah bisa di andalkan untuk berjaga-jaga.
Dave juga mengerahkan ex anak buah dalam organisasi mafianya dulu untuk berjaga-jaga di kediaman Semar.
Max dan putranya mengunjungi tempat tinggal Dave yang berada di area belakang pesantren. Semenjak kejadian malam itu, Dave sama sekali tak mau meninggalkan anak dan istrinya itu kemana pun.
''Bagaimana tanggapan Wijaya Banaspati?'' tanya Dave pada Max, mengenai surat ultimatumnya.
''Pria tua bangka itu tidak memberikan tanggapan apapun. Aku telah memproses semua laporan pada pengacara. Kebetulan Zayn punya kenalan lawyer terkenal di kota. Insyaallah beliau amanah,'' jelas Max.
Dave menghembuskan napas lega. Ia bisa sedikit tenang sekarang. Setidaknya penjahat kelamin seperti Darren memang harus menikmati hukumannya di balik jeruji besi.
''Bagaimana kabar Velicia dan Mayra, Zayn? Maaf, Daddy belum sempat mengunjungi kalian.''
''Alhamdulillah. Mereka berdua baik-baik aja. Walaupun beberapa hari lalu Zahra sempat terkena masitis,'' jawab Zayn. Ia mulai membiasakan memberi panggilan pada sang istri dengn nama barunya.
''Syukurlah. Tolong perhatikan Velicia ya, Zayn. Karena aku sebagai daddy-nya belum bisa membagi waktu untuknya. Jangan biarkan dia kesepian.''
''Insyaallah, Zayn paham, Dad. Serahkan Zahra pada saya. Sebagai suami, saya akan melakukan dan memberikan yang terbaik sebagai bentuk tanggungjawab dan juga rasa cinta kepadanya.'' Penuturan menantunya itu bikin Dave merasa tenang.
Karena ke depannya dia mungkin akan fokus mengurus hak asuh khanza dan juga kasus mengenai pelecehan Sekar satu tahun lalu.
''Kau tenanglah, Dave. Putraku ini telah sangat mengerti kewajibannya bahkan tanpa ku kasih tau. suatu saat nanti dia akan menjadi orang tua yang lebih baik dari kita.''
Dave sontak merasa tersindir dengan penuturan Max barusan. Mungkin memang ia tak perlu khawatir. Sebab putrinya berada di keluarga yang tepat. Dimana ada suami dan dua mertua yang sangat menyayanginya.
Di saat semua orang tengah mengobrol di ruang tamu, salah satu santri masuk untuk melaporkan huru-hara di depan gerbang pesantren.
Sekar yang menguping dari kamarnya hanya bisa memeluk putrinya dengan erat.
''Kamu putri Ibu, Khanza. Selamanya kamu hanyalah anak Ibu.''
sama sini hujan trs,,,,,ni kopi buat teman nls biar cpt u🤣💞💞
males update jadinya 🥲
masih setia menunggu