Tang yin adalah seorang pemuda berumur 20 tahun yang bertransmigrasi kedunia kultivasi karena hendak menolong seorang perempuan, tetapi dia malah ditipu oleh perempuan tersebut dan di tusuk oleh kakanya dan berakhir berpindah kedunia kultivasi bersama sistem untuk membantunya menjadi yang terkuat di dunia tersebut
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajar P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kota Hujan Suci
"Sepertinya kalian membawa barang-barang berharga," suara pria pemimpin bandit terdengar serak, dipenuhi keserakahan.
Matanya menyapu tubuh ketiga murid itu, bukan hanya karena kekayaan, tetapi juga karena mereka adalah perempuan muda yang menarik. "Serahkan semuanya, termasuk diri kalian, atau kami tidak akan segan-segan menggunakan kekerasan."
Xiao Yu, yang dikenal sebagai yang paling impulsif, melangkah maju, matanya menyala penuh amarah. "Kau berani mengancam kami? Cepat minggir, atau kau tidak akan sempat menyesali kata-katamu!" Suaranya penuh percaya diri, namun Xu Yixian dengan tenang menarik lengan Xiao Yu, menyuruhnya bersabar.
Wu Yuwei, yang paling bijaksana di antara mereka, memandang bandit-bandit itu dengan dingin. "Kami tidak mencari masalah, tetapi jika kalian bersikeras, maka jangan salahkan kami jika kalian tidak bisa kembali dengan selamat."
Sang pemimpin bandit tertawa keras, diikuti oleh anak buahnya. "Hahaha! Kalian gadis-gadis kecil ini berbicara besar. Kami sudah lama berurusan dengan para petualang seperti kalian. Hari ini, kalian akan menyesali keputusan kalian!"
Begitu perintah pemimpin bandit itu terdengar, bandit-bandit lainnya segera menyerbu dengan senjata terhunus.
Namun, sebelum mereka sempat mendekat, Xu Yixian, yang terkenal dengan penguasaan teknik pedangnya yang elegan, menghunus pedang panjangnya yang berkilauan.
Dalam sekejap, kilatan cahaya pedang melintas di udara, dan lima bandit terhentak mundur dengan luka-luka dalam yang tak terlihat sebelumnya. Xu Yixian melangkah maju dengan tenang, wajahnya dingin dan tidak terganggu.
"Teknik Pedang Angin Halus!" seru salah satu bandit dengan ngeri. "Itu teknik tingkat tinggi, bagaimana mungkin seorang gadis muda seperti dia—"
Namun, sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Xiao Yu melesat dengan gerakan yang begitu cepat, seperti petir yang membelah langit.
Dalam sekejap mata, dia muncul di tengah kumpulan bandit, menggunakan kombinasi teknik tinju yang sangat kuat.
Satu pukulan mendarat di dada seorang bandit besar, melemparkannya beberapa meter ke belakang hingga menghantam pohon dengan keras, membuatnya pingsan seketika.
Wu Yuwei, yang paling tenang di antara mereka, mengamati situasi dengan teliti. Dengan anggun, dia mengangkat tangannya, dan seketika, energi spiritual dari sekitarnya terkumpul di ujung jarinya.
Sebuah formasi perlindungan terbentuk di sekitar mereka bertiga, membuat setiap serangan yang mendekat terpantul atau terhenti seketika.
Pemimpin bandit mulai panik. Mereka tidak menyangka bahwa tiga perempuan muda yang tampaknya lemah ternyata adalah murid-murid yang sangat tangguh.
Dia menggertakkan giginya dan mengeluarkan sebuah pil merah dari sakunya, menelannya dengan paksa. Dalam sekejap, auranya meledak dengan kekuatan yang mengerikan, tubuhnya membengkak dan dipenuhi dengan energi jahat yang tidak stabil.
"Aku tidak peduli siapa kalian! Kalian semua akan mati di sini!" Dengan kekuatan yang diperolehnya dari pil tersebut, dia melesat ke arah Wu Yuwei, mengincar gadis yang terlihat paling tenang dan tidak banyak bergerak.
Namun, sebelum dia bisa mendekat, sebuah kekuatan tak terlihat menghentikannya di udara. Pemimpin bandit itu terjebak, tubuhnya terasa terhimpit oleh kekuatan yang jauh melampaui pemahamannya. Matanya membelalak, berusaha mengerti apa yang terjadi, namun terlambat.
Wu Yuwei menatapnya dengan tatapan dingin. Dengan gerakan jari yang lembut, dia melepaskan teknik rahasia yang dia pelajari dari gurunya, Tang Yin. "Satu langkah lagi, dan kau tidak akan melihat hari esok."
Pemimpin bandit itu merasakan seluruh tubuhnya membeku, keringat dingin mengalir di dahinya. Dalam sekejap, dia menyadari bahwa mereka bukan sekadar gadis-gadis biasa. Mereka adalah murid dari seseorang yang jauh lebih kuat dan lebih menakutkan daripada yang pernah dia temui.
Sadar bahwa hidupnya berada di ujung tanduk, dia berteriak kepada anak buahnya, "Mundur! Kita tidak bisa menang melawan mereka!"
Bandit-bandit itu, melihat pemimpin mereka dalam keadaan genting, langsung melarikan diri dalam ketakutan, meninggalkan pemimpin mereka yang masih terjebak di bawah kendali Wu Yuwei.
Setelah suasana menjadi tenang, Wu Yuwei melepaskan cengkeramannya, membiarkan pemimpin bandit jatuh ke tanah dengan tubuh lemas dan gemetar. "Ini adalah peringatan. Jika kau berani mengganggu kami lagi, kau tidak akan seberuntung ini."
Tanpa membuang waktu, ketiga murid itu melanjutkan perjalanan mereka, meninggalkan pemimpin bandit yang masih terguncang.
Setelah meninggalkan bandit-bandit yang telah kalah telak, Wu Yuwei, Xu Yixian, dan Xiao Yu melanjutkan perjalanan mereka melewati hutan lebat menuju kota terdekat.
Perjalanan itu terasa sepi, hanya terdengar suara langkah kaki dan gesekan angin di antara dedaunan. Masing-masing dari mereka tenggelam dalam pikirannya, merenungkan pertempuran singkat yang baru saja terjadi.
Xiao Yu, yang biasanya paling bersemangat, kali ini tampak sedikit gelisah. Dia menatap langit yang mulai gelap, bibirnya berkerut, akhirnya membuka suara, "Kupikir perjalanan ini akan lebih menantang. Mereka terlalu mudah dikalahkan."
Xu Yixian, dengan sikapnya yang kalem, hanya tersenyum tipis. "Mereka hanyalah bandit rendahan. Dunia luar ini memang berbahaya, tapi kita belum bertemu dengan ancaman yang sesungguhnya. Tetaplah waspada."
Wu Yuwei mengangguk, setuju dengan ucapan Xu Yixian. "Guru selalu mengingatkan kita untuk tidak pernah meremehkan siapapun. Ada banyak kultivator kuat di dunia luar yang mungkin bisa menyaingi kita, bahkan jika kita sudah dilatih langsung oleh Guru."
Mereka terus berjalan tanpa berbicara lagi, tetapi suasana di antara mereka mulai terasa lebih tegang.
Dalam hati, masing-masing menyadari bahwa meskipun kekuatan mereka sudah berada di tingkat yang luar biasa, dunia ini masih penuh misteri dan ancaman yang tak terduga.
Kekuatan gurunya, Tang Yin, yang jauh melampaui apa yang bisa mereka bayangkan, selalu menjadi bayang-bayang yang melindungi mereka, namun mereka tahu bahwa mereka tidak bisa terus bergantung padanya.
Setelah beberapa jam berjalan, mereka akhirnya tiba di pinggiran sebuah kota kecil bernama Kota Hujan Suci.
Kota ini terkenal dengan pasar malamnya yang ramai dan penuh dengan barang-barang langka, termasuk pil, senjata, dan artefak yang dicari oleh para kultivator dari seluruh penjuru negeri.
Meski tampak damai dari luar, Wu Yuwei dapat merasakan aura yang aneh di sekitar kota itu, seperti ada sesuatu yang tersembunyi di bawah permukaan.
"Malam sudah tiba, lebih baik kita mencari penginapan dulu," usul Xu Yixian sambil memandangi jalan utama kota yang dipenuhi orang.
Mereka setuju dan berjalan memasuki kota. Begitu mereka melangkah ke dalam kota, perhatian banyak orang langsung tertuju pada mereka.
Wajar saja, tiga perempuan muda yang cantik dan anggun seperti mereka tidak sering terlihat di kota kecil seperti ini.
Namun, tatapan itu segera bercampur dengan kekaguman dan rasa takut saat mereka merasakan aura kekuatan yang mengelilingi ketiganya.
Para warga biasa mungkin tidak bisa mendeteksi seberapa kuat mereka, tetapi beberapa kultivator lokal yang berkeliaran di pasar mulai berbisik-bisik, menyadari kehadiran yang luar biasa itu.
"Siapa mereka? Aku bisa merasakan tekanan spiritual dari kejauhan," bisik salah satu pedagang yang menjual ramuan obat.
"Jangan main-main dengan mereka. Aura mereka terasa sekuat tetua-tetua sekte besar!" jawab temannya.
Wu Yuwei, yang paling peka terhadap sekelilingnya, mendengar bisikan-bisikan itu namun tidak terlalu memperhatikannya.
Dia lebih tertarik pada energi yang dia rasakan jauh di dalam kota, sesuatu yang berbeda dari biasa. Aura itu terasa gelap dan berbahaya, seperti kekuatan yang telah disegel atau disembunyikan.
Setelah menemukan penginapan yang cukup nyaman, mereka memutuskan untuk beristirahat dan bersiap menghadapi hari berikutnya.
Namun, di tengah malam yang sunyi, Wu Yuwei terbangun oleh firasat buruk. Tanpa suara, dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar ke balkon penginapan, memandangi langit yang penuh bintang.
Xu Yixian, yang tidur di kamar sebelah, juga terbangun, merasakan getaran aneh di udara. Tanpa ragu, dia keluar dan menemui Wu Yuwei di balkon. "Kau merasakannya juga?"
Wu Yuwei mengangguk pelan. "Ada sesuatu yang salah di kota ini. Kekuatan gelap yang terpendam, tapi aku belum tahu apa itu."
Xiao Yu, yang awalnya tertidur pulas, tiba-tiba melompat keluar dari kamarnya. Wajahnya terlihat marah dan tidak sabar. "Kalau memang ada sesuatu, kita harus menyelidikinya sekarang! Kita tidak bisa menunggu sampai kekuatan itu menyerang lebih dulu."
Wu Yuwei dan Xu Yixian saling bertukar pandang, mengerti bahwa mungkin sudah saatnya bertindak. Mereka tahu bahwa Tang Yin selalu mengajarkan untuk berhati-hati, tetapi mereka juga tidak bisa mengabaikan ancaman yang mungkin ada di depan mata mereka.
Tanpa membuang waktu, ketiganya memutuskan untuk menyelidiki sumber kekuatan gelap itu. Mereka menyusuri jalan-jalan sepi di tengah malam, mengikuti aliran energi jahat yang semakin jelas terasa.
Akhirnya, mereka tiba di sebuah gedung tua yang tampak tidak terawat, tersembunyi di balik gang-gang sempit. Di dalam gedung itu, suara bisikan-bisikan aneh dan ritual terdengar samar-samar. Mereka mendekati pintu dengan hati-hati, dan Wu Yuwei memberi isyarat untuk berhenti.
"Kita tidak tahu apa yang menunggu di dalam. Bersiaplah," bisiknya.
Ketika mereka membuka pintu dengan perlahan, pemandangan di depan mereka sangat mengejutkan.
Di dalam ruangan gelap itu, sekelompok kultivator berpakaian jubah hitam sedang melakukan ritual aneh di sekitar lingkaran sihir besar.
Cahaya merah dari lingkaran itu memancar, dan di tengahnya, sebuah benda seperti kristal hitam melayang, dipenuhi dengan aura iblis.
Pemimpin kultivator itu menoleh, matanya menyala merah. "Siapa kalian?!"
Xu Yixian menghunus pedangnya dengan tenang, bersiap untuk bertarung. "Kami yang seharusnya bertanya, apa yang kalian lakukan di sini?"
Kultivator hitam itu tersenyum dingin, "Kalian tidak akan mengerti. Kekuatan ini akan membangkitkan kembali sesuatu yang lebih besar dari apapun yang bisa kalian bayangkan."
Wu Yuwei maju, aura kekuatannya mulai memancar, membuat ruangan itu terasa lebih berat. "Apapun itu, kami tidak akan membiarkan kalian berhasil."
Pertempuran pun tak terelakkan. Kekuatan jahat di ruangan itu mulai bangkit, tetapi ketiga murid Tang Yin sudah siap menghadapi segala ancaman. Pertarungan yang akan datang akan menguji kemampuan mereka lebih jauh dari sebelumnya, dan mereka tahu, jika mereka gagal, kegelapan akan menyelimuti kota ini—dan mungkin dunia luar.
Maaf baru upload lagi, author agak sedikit terserang penyakit malas hehe✌