Proses Revisi
Gadis cantik yang bernama Zevania Putri harus menikah dengan seorang CEO yang sangat terobsesi akan dirinya, ia juga harus merelakan cinta pertamanya demi membantu keluarga angkatnya dengan cara menikah dengan Revano Alexander seorang CEO tampan dan juga laki_laki yang pernah ia selamatkan di masa lalunya.
Akankah cinta tumbuh di hati gadis tersebut? jika kalian penasaran ikuti terus ceritanya.
Sampul judul di ubah ya guys, tapi isinya tetap sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rentya Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa
Skip..
Malam hari..
"Selamat malam pak Arifin"Ucap Revan sembari mengulurkan tangannya..
"Selamat malam pak Revan,silahkan masuk"Balas Arifin mempersilahkan..
"Mari duduk pak Revan pak Bob"Ucap Arifin lagi..
"Terima kasih"Balas Revan singkat.
Olivia dan juga Frianka yang melihat kedatangan Revan pun langsung menghampirinya..
"Ma ini pak Revan pemilik perusahaan Alexander"Ucap Arifin kepada istrinya.
"Selamat malam pak Revan,saya istrinya pak Arifin dan ini putri saya Olivia"Ucap Frianka sembari memperkenalkan putrinya.
"Ya selamat malam tante, dan juga Olivia "Balas Revan datar.
"Lalu dimana putri angkat anda pak Arifin"Tanya Revan penasaran, karena sedari tadi belum melihat Zeze.
"Ahh dia ada di kamar, sebentar pak Revan saya panggilkan dulu"Frianka menyahut lalu dia berjalan sendiri tanpa menyuruh pelayannya untuk memanggil Zeze..
"Tampan sekali dia, andai saja aku yang menjadi istrinya, ahh sungguh Tuhan tidak adil, kenapa dia harus menikahi anak angkat itu sih?"Gumam Olivia tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Revan.
"Tok...tok...tok..."Zeva pak Revan sudah sampai, cepet kamu turun ke bawah, jangan sampai membuat dia menunggu"Ucap Frianka di balik pintu. Zeze pun dengan malas keluar dari kamarnya.
"Kamu harus inget dengan utang budi kamu kepada keluarga ini, kalau sampai kamu membuat kekacauan, lihat saja"Ancam Frianka, kemudian dia pun langsung pergi menuruni anak tangga.
Zeze menghela nafasnya dengan kasar, ia berjalan dengan ragu. Setelah sampai di bawah Zeze langsung menghampiri papa angkatnya yang sedang berbicara dengan calon suaminya itu..
"Zeva sini duduk nak"Ucap pak Arifin yang melihat kedatangan Zeze, Zeze hanya menganggukan kepalanya lalu dia berjalan ke arah pak Arifin..
"Ini pak Revan! Zeva sudah berada disini"Ucap Arifin kepada Revan yang seketika membuat Zeze terkejut..
"Kamu...."Ucap Zeze sambil menujuk Revan, dengan raut wajah terkejutnya.
"Astaga kenapa bisa dia berada disini? Atau jangan_jangan dia yang mau papa nikahkan denganku"Gumam Zeze dengan keterkejutannya. Sedangkan Revan, malah menikmati raut wajah Zeze yang menurutnya sangat lucu.
"Jaga bicaramu, jangan sampai membuat pak Revan marah"Ucap Arifin setengah berbisik.
"Selamat malam nona Zeva"Ucap Revan sambil mengulurkan tangannya, Zeze pun dengan terpaksa, menyambut tangan Revan.
"Ya selamat malam tuan Revan"Ucap Zeze sedikit kesal.
"Saya mau pernikahan saya dengan Zeva di adakan akhir bulan ini"Ucap Revan tanpa basa basi. Sontak saja membuat Zeze semakin terkejut.
"Aku tidak setuju"Ucap Zeze lantang
"Zeva jaga sikapmu, kamu harus menuruti apa yang di ucapkan oleh pak Revan mengerti"Ucap Frianka dengan tatapan tajamnya.
"Maafkan atas sikap Zeva pak Revan, mungkin dia sedikit terkejut"Ucap Arifin dengan perasaan gugupnya.
"Tidak masalah pak Arifin, saya bisa mengerti, karena Zeva tidak setuju, maka pernikahan ini saya majukan 2 minggu lagi! Bagaimana?"Ucap Revan dengan wajah seriusnya.
"Dasar gila, bahkan dia lebih gila dari yang ku bayangkan"Gerutu Zeze dengan kesalnya.
"Saya mau berbicara dengan anda tuan, silahkan ikut dengan saya sebentar"Ucap Zeze dengan nada kesalnya. Revan mengikutinya dengan santai, setelah berada di tempat yang lumayan jauh dari keberadaan orang_orang di rumahnya, barulah Zeze memberhentikan langkahnya.
"Maksud anda apa tuan? Anda mempermainkan saya?"Tanya Zeze masih dengan nada kesalnya.
"Aku tidak mempermainkanmu"Ucap Revan datar.
"Terus apa maksud dari semua ini? Jelas_jelas aku sudah bilang bahwa aku sudah memiliki kekasih, dan aku tidak akan menikah denganmu"Ucap Zeze kesal.
"Terus maumu apa nona"Ucap Revan dingin
"Aku mau kamu membatalkan pernikahan ini"Ucap Zeze tanpa pikir panjang.
Revan tertawa sedikit kencang,"Jangan bermimpi Zevania, ingatlah kelangsungan hidup keluarga angkatmu ada di tanganku, kapanpun aku bisa menjatuhkannya, jadi menurutlah"Ucap Revan dengan tatapan tajamnya. Mendengar ucapan Revan, Zeze pun hanya bisa diam, dia tidak tau harus berkata apalagi..
5 menit kemudian barulah Zeze mengeluarkan suaranya. "Kenapa, kau mau menikahiku?bahkan aku hanya putri angkat mereka, kenapa kau tidak menikah dengan Olivia saja"Tanya Zeze gugup namun penasaran
"Karena aku tertarik denganmu"Balas Revan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Aku mohon! Tolong batalkan pernikahan ini, aku janji aku akan melakukan apapun, tetapi aku sungguh tidak bisa menikah denganmu tuan"Ucap Zeze dengan tatapan memohonnya.
"Sayangnya aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu, karena yang aku mau adalah kamu"Balas Revan dengan tatapan tajamnya.
Zeze hanya bisa pasrah dengan ucapan Revan, bagaimana pun dia melawan maka hasilnya tetap sama, apalagi melihat sifat Revan yang seperti itu, takutnya jika Zeze memaksakan kehendaknya, maka akan berdampak pada perusahaan papa angkatnya itu.
"Baiklah aku mau menikah denganmu, tetapi dengan satu syarat"Ucap Zeze dengan perasaan ragunya..
"Katakan"Balas Revan singkat.
"Kau tidak boleh menyentuhku dan ini hanya pernikahan paksa""Ucap Zezep gugup..
"Ohh ya bagaimana kalau aku tidak mau?"Balas Revan kemudian berjalan mendekati Zeze dengan seringaian devilnya, Zeze pun perlahan mundur.
"Kau!!! kau mau apa"Ucap Zeze masih dengan wajah gugupnya..
"Menurutmu"Balas Revan dengan suara seraknya yang membuat Zeze merinding.
Zeze terus mundur hingga ia menabrak dinding yang ada di belakangnya.
"Menjauhlah"Ucap Zeze sambil mendorong tubuh Revan, namun sayang sekali, tenaga dia tidak sebanding dengan Revan. Revan kemudian memegang kedua tangan Zeze, menaruhnya di atas dengan satu tangannya, dan satu tangan lagi memegang dagu Zeze..
"Zeva aku tidak bisa, untuk tidak menyentuhmu, bahkan sekarangpun aku tidak bisa"Ucap Revan dengan suara seraknya, berusaha untuk mencium Zeze.
Namun sayang sekali dia tidak berhasil, karena seketika dia merasakan sakit di bagian bawahnya, Revan langsung melepaskan tangannya. dan itu kesempatan untuk Zeze kabur darinya.
"Ahhh sialan, berani sekali dia menendangku, lihat saja aku akan membereskanmu nanti, tunggu sampai kau menjadi milikku, hmm sepertinya aku harus mempercepat pernikahan ini"Gumam Revan dalam hati dengan senyum iblisnya. Revan mengubah expresi di wajahnya, meskipun dia masih merasakan sakit di bagian bawahnya, namun ia tetap berusaha untuk memperlihatkan wajah datarnya.
Bersambung......
Terima kasih sudah mampir ke novelku,mohon maaf apabila banyak typo dan mohon sarannya juga ya...
Happy Reading....
cerita nanggung