JANGAN DIBACA DULU! MASIH TAHAP REVISI, ENTAR KALIAN GA NGERTI LAGI.
(Prolog - bab 16 SELESAI DIREVISI)
"Nina, kamu harus mencari keluargamu."
"Nina janji. Nina akan menemukan keluargaku."
Aku tahu ini sulit, tapi aku akan berusaha. Namun, janjiku terpenuhi keesokan harinya. Bukankah ini terlalu cepat?
"Tuan Van... gadis kecil ini...?"
"Anakku. Dia adalah anakku."
Aku menemukan ayah angkat yang sangat hebat!!
Lalu setelah itu, seorang wanita muda mendatangiku.
"Putriku.... Ini Ibu, Nak."
"Ibu...? Ibu...?"
Ternyata aku punya seorang ibu yang sangat cantik!
Aku sudah menemukan keluargaku, jadi haruskah aku meninggalkan keluarga angkatku?
Ibu sangat baik, Ayah juga sangat baik!
Kalau begitu, ayo jodohkan mereka!
―――――――――――――
•Update: slow update.
•Cover dari Pinterest.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winona R. D nsy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Peresmian Brand "Princess & Prince"
note: kalian harus inget bagian pertama dari bab ini, karena ada bagian pertama bab ini akan memengaruhi ending dari cerita IWTMMP.
―――――――――――――
Di sebuah ruangan yang memiliki penerangan yang temaram, bayangan seorang pria berdiri di sana. Tangan kirinya menggoyangkan gelas berisi wine dengan pelan. Matanya memandang dua buah foto yang tertempel di dinding ruangan itu. Kemudian tangan kanan pria itu memberi tanda silang di atas kedua foto itu dengan spidol berwarna merah.
"Dua target sudah dihancurkan," katanya dengan senyuman licik yang terukir di wajahnya. Setelah itu, pria itu mengambil sebuah foto dari dalam laci meja di dekatnya, kemudian menempelkan foto itu di antara kedua foto tadi. Lalu spidol berwarna merah itu menari di atas foto yang baru saja ditempel, membentuk sebuah lingkaran. "Target ketiga akan segera dihancurkan. Hanya perlu menunggu waktu yang tepat."
Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki seseorang terdengar dari belakang pria itu.
Orang yang berdiri di belakangnya membuka suaranya, melaporkan hasil kerjanya. "Tuan, anak itu belum ditemukan."
"Oh?" Pria yang memegang gelas wine itu menaikkan sebelah alisnya, kemudian senyum memesona terbentuk di wajahnya. "Anak itu belum ditemukan?" ulang pria itu.
Pengawal di belakangnya mengangguk dan menjawab, "Ya, Tuan."
"Heh." Pria itu tertawa. Matanya masih terfokus pada ketiga foto di depannya. "Tampaknya telah terjadi kekacauan di dalam keluarga Van dan Stephanie."
"Tuan, haruskah saya mencari dan memata-matai anak itu?"
"Ya," jawab pria itu. Tawanya berhenti dan matanya berubah menjadi dingin dan lebih dingin. "Mereka harus segera dihancurkan." Setelah itu, atmosfer di dalam ruangan itu seketika berubah. "Waktu yang tepat adalah pada hari pernikahan," lanjutnya dengan senyum kepuasan di bibirnya, seolah apa yang diprediksi olehnya akan terjadi dan berjalan tanpa hambatan.
Waktu pernikahan .... Hanya beberapa bulan dari sekarang.
↬°↫
Nina akhirnya sampai di Kota Kyoxx, tepatnya di depan kediaman keluarga Li. Kedatangan Nina di rumah teman lelakinya itu disambut dengan hangat oleh nyonya besar keluarga Li, Li Leen Kathleen.
Li Leen Kathleen, ia adalah seorang wanita aristokrat yang memiliki gelar "Ratu Kecantikan". Gelar itu didapat olehnya karena pekerjaannya yang membawa artis-artis pendatang baru menjadi aktor dan aktris terkenal dalam negeri. Dia adalah bos di sebuah teater drama yang paling terkenal, Teater Smile Smile.
Setiap orang yang memasuki kualifikasi di matanya pasti akan menjadi orang terkenal dalam dua bulan.
Di dunia luar, Kathleen terkenal dengan pribadi tegas dan berwibawa. Namun, saat ini, Nina melihat sifat keibuan Kathleen ketika menyambutnya.
"Menantukuuu! Akhirnya aku bertemu denganmu!" Kathleen berlari menghampiri Nina dan memeluknya, tak lupa dengan kecupan manis di pipi Nina.
Joyce yang melihat reaksi ibunya kala melihat Nina tidak bisa menahan semburat merah di wajahnya. Ia pun berdehem pelan dan memberikan klarifikasi tentang status Nina. "Ehm, Ibu, ini Nina, dia temanku, dan bukan menantumu," katanya.
Kathleen yang mendengarnya lantas mendengkus. "Oh, menantuku ya menantuku, temanmu ya temanmu," tukasnya.
Joyce tidak membalas, ia membalikkan badannya dan duduk di sofa di ruang tamu.
"Menantu, abaikan Joyce, oke?"
Mendengar itu, Nina hanya bisa menganggukkan kepalanya, mana berani dia melarang Kathleen memanggilnya dengan panggilan "menantu". Tidak apa-apa, lah. Toh, panggilan itu tidak akan terdengar ke telinga orang lain.
Namun, saat itu Nina tidak menduga bahwa panggilan dari Kathleen akan membawa pengaruh besar dalam kisah percintaannya.
Kathleen pun membawa Nina duduk di sofa, matanya menatap Nina dengan intens, kemudian tatapannya beralih pada putra semata wayangnya. Lalu ia mendelik dengan tajam.
"Joyce, kamu tidak bermaksud menculik menantuku dan menyembunyikannya di sini, 'kan?" tuduh Kathleen dengan pandangan curiga. "Hei, menculik anak orang itu tidak baik."
Kathleen bisa memikirkan hal seperti itu karena hari sebelumnya, Kota Kyoxx digemparkan dengan hilangnya nona muda keluarga Van, yang tak lain adalah "menantunya", jadi dia menduga bahwa masalah itu ada hubungannya dengan Joyce yang tiba-tiba "menculik" Nina.
"Aku tidak menculik," sanggah Joyce dengan cepat. Apa-apaan itu, kenapa ibunya bisa berpikiran seperti itu? "Nina akan menginap di sini sampai masalah orang tuanya selesai."
Mendengar perkataan putranya, Kathleen langsung menatap Nina. "Menantu, ada apa? Apa keluargamu sedang ada masalah?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Ini masalah orang dewasa," jawab Nina. Sesaat kemudian, Nina mengerutkan keningnya dan bertanya pada Kathleen, "Eh ... ngomong-ngomong, Nina harus memanggil Anda dengan panggilan apa?"
Kathleen langsung menjawab dengan nada riang, "Kau menantuku, tentu saja harus memanggilku dengan panggilan "ibu"!"
"Ibu...?" ulang Nina, ia lantas menggaruk kepalanya. "Kok aneh, ya, pas aku sebut? Ah, enggak ngerti, deh!"
Di sampingnya, Kathleen tertawa. "Menantu, kamu harus terbiasa dengan panggilan itu," katanya.
Kemudian kedua orang itu sibuk berbicara mengenai kehidupan seorang wanita, entah itu tentang perhiasan, pakaian, atau hal lainnya, benar-benar mengabaikan sosok Joyce yang sedari tadi duduk di dekat mereka.
↬°↫
Ini adalah pertama kalinya Nina menginap di rumah seseorang. Bagaimanapun, dia dulu adalah salah satu anggota dari sebuah panti asuhan. Rumah ini, walaupun terkesan asing baginya, namun Nina merasakan perasaan hangat ketika berada di rumah ini, seperti berada di panti asuhan dulu, juga seperti berada di rumah ayah dan ibunya.
Lalu pikiran Nina terfokus pada Kota Siya, lebih tepatnya pada seorang pria tua yang bernama "Ai-Lue".
Ketika pertama kali bersama Ai-Lue, suatu perasaan mendorongnya agar ia bisa menjadi dekat dengan Ai-Lue, hanya ingin menjadi lebih dekat, tidak lebih dari itu.
Wajah Ai-Lue, meskipun sudah terlihat tua, namun tak dapat dipungkiri bahwa kadar ketampanannya tidak berkurang banyak. Rambut pirang yang agak pucat dengan beberapa rambut putih menyelinap di sela-sela rambut pirangnya, ada juga mata ungunya yang meneduhkan, dan senyuman hangatnya.
"Kakek Ai-Lue...."
Ketika mengucapkan nama itu, Nina merasa sedikit aneh. Memangnya ada nama orang seperti itu? Kenapa terdengar sangat aneh? Ketika akan memikirkan Ai-Lue lebih jauh, suara seseorang menyentaknya.
"Menantu?" Tidak perlu ditanya, itu adalah suara Kathleen. "Apa yang kaulakukan di balkon? Kau tidak tidur?"
"Ibu, aku sedang memikirkan sesuatu," jawab Nina.
Alis Kathleen mengerut. "Anak kecil tidak boleh memikirkan hal yang berbau dewasa."
"Hah?" Nina tampak bingung, tidak mengerti dengan arti kata-kata Kathleen. Apa maksudnya?
Kathleen tersenyum lembut. Ia kemudian memeluk Nina dan membawanya ke dalam gendongannya. "Kamu tidak perlu khawatir, masalah orang tuamu pasti akan baik-baik saja," katanya, memberitahu makna perkataannya tadi.
"Oh, begitu." Nina menganggukkan kepalanya dengan canggung.
Ternyata, Kathleen berpikir bahwa Nina sedang memikirkan masalah orang tuanya.
"Ayo, karena aku tidak melihatmu tidur lebih awal, ibu mertua ini akan memberimu hukuman."
"Apa?" Nina merasa bingung. "Ibu, aku tidak salah, kenapa harus dihukum?"
Melihat reaksi tidak bagus dari Nina, Kathleen menyunggingkan senyumnya dengan lebar. Akan ada pertunjukan bagus malam ini.
"Hukumannya, kau akan tidur malam ini dengan Joyce. Ingat, hanya tidur."
"APA?!" Nina memekik tertahan.
Hukuman macam apa itu! Saat ini Nina baru berusia tujuh tahun, loh! Dan Kathleen, ibu "mertuanya", memintanya tidur malam ini dengan Joyce? Itu baru usia anak-anak, bagaimana jika mereka sudah remaja dan dewasa?
Kathleen benar-benar wanita yang susah ditebak.
↬°↫
Keesokan paginya, aula gedung Perusahaan Stay on Step dipenuhi para wartawan dan kamera, beberapa desainer terkenal datang, para penggemar anggota keluarga Stephanie juga menghadiri acara hari ini, ingin menyaksikan idola mereka.
Kemarin malam, seluruh media diberitahukan bahwa akan ada peresmian sebuah brand pakaian baru di aula gedung Perusahaan Stay on Step, jadi mereka berbondong-bondong datang ke sana sebelum matahari terbit.
Rumor mengatakan bahwa brand itu dibuat oleh keluarga Stephanie, namun tidak ada bukti, jadi berbagai spekulasi datang mengenai siapa pemilik brand tersebut.
Itulah yang membuat mereka datang sebelum matahari terbit, sebab ingin mengetahui siapa perancang brand itu.
Di depan Perusahaan Stay on Step, Nina dan Joyce datang secara diam-diam dengan menggunakan topeng setengah wajah―yang hanya menutupi bagian mata―berwarna emas.
Tidak ada yang tahu jika Nina sudah kembali ke Kota Kyoxx, jadi Nina dan Joyce memutuskan mengenakan topeng, sekaligus membuat kesan misterius terhadap brand "Princess & Prince". Setelah berhasil masuk secara diam-diam, kedua bocah itu berdiri di sisi seorang wartawan yang sibuk menyiapkan kamera.
Di aula, seorang wanita berambut pirang panjang dan mata biru datang dengan tampilan yang eye-catching. Nina tahu siapa wanita itu, itu adalah Anne, ibunya, dan dress yang dikenakan ibunya adalah salah satu pakaian yang mereka rancang bersama.
"Selamat pagi, semuanya!" sapa Anne sambil berusaha tersenyum di tengah-tengah kondisinya yang memburuk akibat hilangnya Nina. Pada saat ini, Anne tidak menyadari sosok kecil Nina dan Joyce. "Perkenalkan, saya Anne Stephanie, penanggung jawab brand "Princess & Prince"."
"Seperti yang diketahui sebelumnya, ini adalah peresmian brand pakaian baru, brand "Princess & Prince". Tujuan brand ini ialah, "semua orang bisa menjadi pangeran dan putri, dari kalangan atas sampai kalangan bawah, dan dari usia tua sampai muda"," lanjut Anne yang diikuti tepukan tangan dari semua orang.
"Untuk menciptakan dunia dongeng, harus ada pangeran dan putri, maka dari itu, brand "Princess & Prince" resmi digunakan!"
Sorak sorai dan tepuk tangan semua orang menggetarkan aula. Setelah itu, model-model yang dipilih oleh Anne datang dengan balutan pakaian dari "Princess & Prince".
Dimulai dari Akina, Jimmy, Claudia, kemudian Yixuan, lalu mereka berpose bersama pasangan model yang sudah ditentukan, kemudian yang terakhir, mereka berpose seperti sebuah keluarga yang harmonis.
"Ah! Akinaaa!!"
"Jimmy! Lihat kakak cantik ini!"
"Yixuan! Bawa aku bersamamu!"
"Aku mencintaimu, Claudia! Terimalah cintaku!"
"Anne! Tersenyumlah padaku!"
Nina menepuk jidatnya dengan ekspresi tak berdaya. Kenapa semua orang yang ada di sini menggemari yang menjadi model dan pembawa acaranya bukan karya desainnya?
Sesaat kemudian, kerumunan para penggemar segera berteriak histeris kala melihat ada rombongan lain yang datang.
"Aahh! Ada Van Lyon!"
"Lyon! Lyon! Lihat aku!"
"Eric! Aku tetap setia padamu!"
"Airynn! Nyanyikan satu lagu untukku!"
Ya, rombongan yang datang itu adalah Lyon dan pasangan Crownless. Mereka tidak datang bersama Anne karena Anne harus membawa model-model itu terlebih dahulu untuk dirias. Kemudian rombongan itu berjalan dan berdiri di sebelah Nina dan Joyce, dekat aula.
Nina yang melihat ayah angkatnya langsung menampilkan ekspresi gugup, namun ia segera menghilangkan kegugupannya. Sesaat kemudian, Nina merasakan seseorang memegang tangannya.
"Ini saatnya."
Itu adalah suara Joyce, dan Nina mengerti arti perkataannya.
Setelah itu, sampailah pada puncak acara peresmian brand, yaitu memperkenalkan desainer brand "Princess & Prince". Namun, Anne memutuskan untuk melewatkan acara puncak itu, sebab yang diketahuinya, Nina belum pulang, dan Joyce tidak terlihat di sini, jadi dia berpikir untuk melewatkan acara puncaknya.
"Karena ada banyak yang mengatakan ingin melihat desainer brand "Princess & Prince", maka saya selaku penanggung jawab ingin meminta maaf sebesar-besarnya. Desainer kami―"
Perkataan Anne terpotong kala melihat dua orang bocah berjalan ke arahnya dengan topeng setengah wajah berwarna emas di wajah mereka. Seketika jantung Anne berdegup kencang. Ekspresinya kaku dan tubuhnya mematung.
I-itu .... Nina!
Dari balik topengnya, Nina menahan matanya agar tidak menangis. Belum saatnya! batinnya.
Sesaat kemudian, Anne akhirnya pulih dari ekspresi terkejutnya. Ia dengan cepat berkata, "Ah, ternyata desainer kami sudah datang! Inilah mereka, desainer brand "Princess & Prince"!"
Semua orang langsung memfokuskan mata mereka pada dua orang anak kecil yang kira-kira berusia tujuh tahun.
"Hello, i'm a Princess."
"And hi, i'm a Prince."
Setelah kedua anak kecil itu memperkenalkan diri, tatapan tidak percaya langsung memenuhi raut wajah semua orang.
Ini adalah desainer brand "Princess & Prince"?!
―――――――――――――
Nina jadi putri, Joyce jadi pangeran, lah aku terus jadi apa??? (°ー°〃)
Spoiler!
Bab 28. (belum nemu judul subbab yg bagus)
"Nina, kamu ke mana saja dua hari ini?"
"Aku berada di Kota Siya, di rumah roti Kakek Ai-Lue."
TBC!
HAI SEMUA MAMPIR YUK KE KARYA
"TERPAKSA BERSAMA" DAN "MAMA APA AKU PUNYA PAPA"
AKU TUNGGU
TERIMA KASIH 🙏
penulisannyaa rapiih 💕👍👍👍
Like sudah mendarat dengan selamat sampai siniii
Jgn lupa mampir yaa ke ceritaku
Makasihh 🙏🏻😁
bdw mampir juga ya kak di novelku judulnya[cinta segi tiga]
salam dari CINTA DIWAKTU YANG SALAH
ditunggu mampir baliknya
semangat up ny Thor 😘
sukses untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏