Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Tak Sabar
Kakek Jared tak bisa semerta-merta melenyapkan Sonya, karena wanita itu telah menguasai sebagian hartanya. Telah memiliki sebagai kekuasaan yang dia punya.
Langsung melenyapkan Sonya sama saja kakek Jared akan kehilangan sebagian hartanya tersebut. Karena itulah selama ini kakek Jared selalu sabar.
Namun tentang Rachel, dia tak bisa diam lagi. Jika wanita itu hamil yang ada Zen akan semakin lemah, pikiran Zen akan terbagi, bukan lagi fokus pada pembalasan dendam mereka.
Dengan langkah perlahan, kakek Jared meninggalkan tempat tersebut. Dia masuk ke ruang kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya.
"Aku sudah susah payah membangun Wallace Kingdom, dan wanita itu datang ingin menguasai semuanya. Tidak akan aku biarkan," ucap kakek Jared.
Yang mendengarnya hanyalah sang asisten, seseorang yang selama ini selalu mendampingi kakek Jared. Orang yang telah sangat dia percaya.
Pria itu hanya menundukkan kepala dan mendengar semua keluh kesah pria paruh baya tersebut.
Diantara pikirannya yang berkecamuk, kakek Jared mengingat jelas semua masa lalu yang telah dia lewati.
Kakek Jared adalah seseorang yang sangat ambisius. Kesuksesan yang dia dapat membuatnya terus merasa tak puas. Anak satu-satunya dia jadikan sebagai alat pernikahan bisnis.
Semuanya terasa lancar sampai Sonya muncul dan mengaku hamil anak menantunya. Untuk menerima Sonya di keluarga ini kakek Jared membuat syarat, Sonya harus menginvestasikan semua kekayaan keluarganya pada keluarga Wallace.
Tapi Sonya ternyata tak mampu dia kendalikan, semakin lama Sonya semakin menuntut Hak untuk Lucas.
Meresa geram kakek Jared berniat melenyapkan wanita itu beserta anaknya. Kakek Jared meminta Zen untuk mengantarkan teh berisi racun ke kamar Sonya dan Lucas, namun justru Zen berikan pada kedua orang tuanya.
Mengingat semua hal itu kakek Jared mengusap wajahnya frustrasi.
10 tahun lalu kesehatan kakek Jared menurun, Sonya langsung menggunakan kesempatan itu untuk melengserkan kakek Jared dari kepemimpinan perusahaan.
Setelahnya Sonya sendirilah yang memimpin perusahaan tersebut sebelum akhirnya diambil alih oleh Zen yang telah ditemukan oleh kakek Jared.
"Sebelum aku mati, Sonya dan anaknya harus meninggalkan rumah dan perusahaanku," ucap kakek Jared penuh tekad. Namun tubuhnya tak mampu melawan lagi, karena itulah dia gunakan Zen sebagai alatnya.
*
*
Di ruang tengah pelayan yang membeli tespek akhirnya telah kembali.
Mama Sonya langsung antusias mengajak Rachel untuk masuk ke dalam kamarnya.
Pergerakan mereka terdeteksi oleh asisten kakek Jared, hingga pria itu pun mengikuti keduanya dan mengawasi dari jauh apa yang terjadi.
"Ayo sayang, lakukan pemeriksaannya sekarang juga. Entah kenapa Mama yakin sekali jika kamu sudah hamil," ucap mama Sonya, masuk dengan tergesa dia sampai tidak menutup pintu kamarnya.
Hingga semua pembicaraan mereka mampu di dengar oleh seseorang di luar sana.
"Baik Ma, tapi Jangan kecewa jika ternyata aku tidak hamil," balas Rachel dengan bibir tersenyum lebar. Lucu sendiri saat melihat mama Sonya sesemangat ini.
Terkadang kehadiran mama Sonya memang sangat dia harapkan, mengobati rindu Rachel pada mommynya di kota Servo.
"Cepat masuk, Mama siap melihat dua garis merah," balas mama Sonya.
Rachel sampai tertawa saat mendengar hal tersebut.
Tanpa menunda lagi Rachel pun segera masuk ke dalam kamar mandi mama Sonya, dia melakukan pemeriksaan dan membawa tespek itu keluar.
Secera bersamaan mama Sonya dan Rachel melihat hasilnya.
Ternyata benar, tespek itu menunjukkan dua garis meras.
"Oh ya Tuhan! Apa mama bilang! Kamu hamil!" antusias mama Sonya, sampai memeluk Rachel erat sekali.
Sementara Rachel sudah tak mampu bicara apa-apa, kabar ini juga begitu mengejutkan dia. Dalam sekejab perasaan haru menguasai diri.
Tak sabar menyampaikan ini semua pada Zen.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua