*DISCLAIMER*
❤️Dimohon dengan sangat agar membaca hingga bab 20- bab 40- bab 80. Hal tersebut sangat membantu Author untuk terus bersemangat menghasilkan karya baru.❤️
Kehidupan seorang gadis cantik berubah seketika saat sang kakak tewas di tangan Raja Makhluk. Kekuatan sihir misteri datang begitu saja dan membuatnya harus setiap menghadap setiap bahaya yang datang.
Bersama sang sahabat, Attalarik sang pemburu makhluk mulai menguasai kekuatan baru dan mengumpulkan bola-bola arwah yang akan mengambilkan kedamaian di muka bumi.
Hingga sebuah takdir besar mengikat kedua dalam satu ikatan, dan inilah kisah Mirabella yang tak lain reinkarnasi dewi bulan.
Jangan lupa
🌟 Like
🌟 Subscribe
🌟 Gift
🌟 Vote
🌟 Rate 🌟 5
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua puluh delapan
Bulan purnama biru telah usai, begitu juga prosesi penyatuan kedua insan terpilih. Kini mereka sudah dalam saling menyatu, seakan berada dalam satu tubuh. Berbagi rasa sakit dan kesulitan dimasa depan, saking menjaga dan melindungi satu sama lain.
Meski sang mentari belum keluar dari peraduannya Atta sudah terbangun sejak beberapa jam yang lalu. Hal yang indah telah dilewati nya bersama wanita yang sudah menjadi pasangannya saat ini. Keduanya melewati malam syahdu dan penuh kehangatan di bawah restu bulan purnama biru.
Menatap wajah Bella yang cantik, membuat hidupnya seakan lebih sempurna. Semua beban lepas begitu saja ketika bersama sang terkasih. Menikmati kebersamaan yang akan sulit diraih di hari esok, Atta menghabiskan waktunya yang masih ada. Mungkin ketika musuh atau lawan yang akan mereka hadapi di kemudian hari akan membuat hari-hari mereka sibuk hingga tak sempat menikmati kebersamaan dengan tenang.
"Bella"
Ucapnya dengan lirih.
Dia merasakan sesuatu terjadi dengan tubuh Bella. Apa mungkin inilah saat nya penyatuan raga dengan kekuatan sang dewi bulan. Jika memang seperti itu, Atta harus bersiap.
Atta merasakan tubuh Bella mulai menghangat, suhu tubuhnya meningkat diatas normal. Atta mesti berpikir dengan tenang jangan sampai mengambil langkah yang salah. Atta lantas mengenakan kembali pakaiannya yang tercecer disamping ranjang pengantinnya.
Atta mulai mencari baju milik Bella di lemari penyimpan. Tidak mungkin dia meninggal Bella begitu saja dan hanya di tutupi dengan selimut
Saat ini Bella masih tertidur nyenyak, tidak menyadari perubahan dalam dirinya. Baginya kondisi ini sama seperti sedang tidur, tapi hal yang berbeda dilalui oleh Atta. Dia sedikit khawatir tetapi tetap tenang.
Setelah mendapatkan apa yang Atta cari, langsung dikenakannya kepada Bella menutupi tubuhnya yang setengah polos. Tak ada hawa nafsu untuk melakukan penyatuan kembali ketika melihat tubuh Bella yang mulus. Atta sadar Bella akan mengalami sisi terlemahnya setelah ini, dia harus menjadi penjaga yang baik.
Setelah memastikan semuanya sedikit rapi, Atta bergegas keluar dan menemui Vemort.
"Master, Bella mengalami peningkatan suhu tubuh. Apa yang harus saya lakukan?" ucap Atta bergetar, ketakutan mulai menyerang dirinya.
Vemort yang semalam berjaga diluar dan telah bertemu dengan kekasihnya menghampiri Atta dengan tenang.
"Tenangkan dirimu, jangan terlalu khawatir karena akan membuat pikiranmu mendadak bodoh. Ini proses alami dari setiap penyatuan tubuh reinkarnasi. Bella adalah wanita spesial dan insan terpilih. Cukup temani dan dampingi dirinya sampai selesai," ucap Vemort.
Atta masih diam di tempatnya, belum memahami maksud dari perkataan Vemort. Diri Atta pun sebenarnya belum terlalu siap, dia dipaksa dewasa oleh keadaan.
"Tak akan terjadi apapun dengan Bella. Bantu dia melewati titik terendahnya saat ini. Mungkin kedepannya Bella akan bertingkah layaknya wanita biasa dan saat itulah kesabaran mu akan diuji. Untuk keamanan, gandakan pesang pemburu dan tancapkan di enam penjuru mata angin. Utara, barat, selatan, timur, tenggara dan barat daya. Itu akan melindungi kalian, apalagi ada satu bola sembilan arwah yang bisa melenyapkan siluman dan makhluk tingkat lima kebawah. Aku akan berjaga disini," lanjut Vemort.
Atta tak ingin membuang banyak waktu dan langsung masuk kembali ke dalam kamarnya. Di sana Bella masih terlelap tidur namun Atta bisa merasakan jika suhu tubuh Bella mulai meningkat. Hawa di dalam kamarnya pun terasa gerah. Atta menghampiri Bella, keningnya sudah di banjiri oleh keringat dingin.
Agar udara dan hawa panas keluar, Atta membuka beberapa jendela yang ada. Beberapa saat kemudian Bella mulai terbangun dan hendak duduk.
"Aaaawww"
Bukan Bella yang terpekik, tetapi Atta yang tengah menyiapkan sarapan. Ada rasa tidak nyaman dibagian area intinya. Dia menyadari jika bukan dirinya yang kesakitan tapi ini merupakan rasa sakit dari tubuh Bella. Atta juga merasakan tubuhnya serasa remuk dan tulang -tulangnya patah.
Atta mengesampingkan menu sarapannya dan menghampiri Bella yang sudah bangun. Atta membantu Bella untuk duduk dan bersandar sambil menahan rasa sakit di bagian bawahnya.
"Haus," ucap Bella dengan suara seraknya
Atta dengan sigap mengambil segelas air minum yang sudah dia siapkan di atas lemari kecil.
"Tidurlah kembali, kamu pasti sedang tidak enak badan. Jangan terlalu banyak gerak jika bagian itu tidak ingin terasa perih dan sakit," ucap Atta
Blush
Bella menundukkan kepalanya, menahan rasa malu. Dia tau jika setelah malam penyatuan ini, dia akan mengalami rasa sakit dibagian intinya. Dia juga tak ingin terlihat lemah di hadapan lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya tersebut.
"Tak perlu malu sayang. Aku pun merasakan apa yang kamu rasakan. Apa kah kamu lupa jika saat ini kita seakan berada dalam satu tubuh. Segala rasa sakit yang kamu rasakan aku juga akan ikut merasakannya," ungkap Atta
Kedua mata Bella langsung membola seperti hendak keluar dari tempatnya. Meskipun dia tau, tapi cukup aneh jika Atta pun merasa sakit yang hanya dirasa oleh wanita yang pertama kali melakukan penyatuan.
"Kau tidak percaya bukan. Okey, aku gambarkan rasa sakit yang aku rasakan. Di sini, terasa panas, perih, kaku dan juga sakit. Belum lagi tulang -tulang tubuh serasa lepas dari ototnya. Bukankah begitu sayang??" Sahut Atta
Bella menganggukkan kepalanya denga perlahan, dia tidak menyangka jika Atta akan merasakan sakitnya akibat penyatuan mereka.
"Nanti akan aku bantu untuk meredakan rasa sakitnya. Tak perlu malu, kamu kesakitan juga karena ulahku juga bukan. Maka aku akan bertanggung jawab."
Bella hanya diam dan pasrah, toh dirinya saat ini sudah menjadi milik Atta. Apapun yang akan dilakukan oleh Atta, Bella tak boleh menolaknya.
Atta mengambil bubur yang sudah disiapkan. Dengan telaten Atta menyuapi Bella dan sesekali menyuapi dirinya sendiri dari sendok yang sama. Seharian Atta mengurus diri Bella dengan sangat baik. Dia bahkan mengompres Bella karena suhu tubuhnya terus meningkat.
Bella juga merasakan hal yang aneh dalam dirinya, ada semacam ledakan energi dalam tubuhnya. Dia tahu jika kekuatan dan energi baru mulai masuk kedalam tubuhnya dan dia harus bisa menyesuaikan diri agar dapat mengendalikan aliran energi dalam tubuhnya.
Tak pernah sekalipun Atta meninggalkan Bella seorang diri. Atta pun sudah menancapkan ke enam pedang pemburu di ke enam mata angin sesuai arahan Vemort untuk mengantisipasi serangan makhluk dan siluman. Saat ini dia hanya bisa berjuang sendiri karena Bella tak akan bisa menggunakan kekuatannya selama beberapa hari kedepan.
Kini Bella tengah berbaring lemah di ranjang, tubuhnya menggigil kedinginan walaupun suhu tubuhnya terus meningkat. Atta selalu berjaga di sampingnya, sesekali membersihkan keringat dingin yang keluar dari tubuh Bella.
Sesekali Bella mengigau mengucapkan kata-kata aneh seperti sebuah matra kuno. Beberapa kali juga tubuh Bella mengeluarkan cahaya biru yang sama seperti cahaya saat bulan purnama biru. Tak banyak yang bisa Atta lakukan, yang dia ketahui Bella tengah menyatukan jiwa dan raga dengan dewi bulan.
Vemort datang dan hanya berdiri di ambang pintu. Atta yang melihat gurunya datang segers menghampirinya. Vemort tak berkata apapun dan menyerahkan bungkusan yang berisi berapa pil dalam botol. Atta mengereyitkan dahinya karena tak tahu itu pil apa.
"Konsumsi pil tersebut setiap hari jangan sampai lupa. Minum sampai habis jangan ada yang bersisa. Setelah meminum pil tersebut hingga habis, dapat mencegah kehamilan selama 2 tahun," terang Vemort.
"Aku yang minum?" tanya Atta penasaran
"Tentu, kau pikir istrimu itu yang harus meminumnya. Tentu saja bukan anak bodoh. Kau yang harus meminumnya. Tubuh Bella sangat berharga, tidak boleh mendapatkan efek apapun. Pil ini dapat mengacaukan sistem aliran energi, sehingga akan fatal akibatnya. Meskipun kalian sudah resmi dan sah sebagai suami istri tetapi Bella belum boleh mengandung selama beberapa waktu. Tentu kau paham dan mengerti kenapa demikian. Jika kamu menyayangi Bella maka kau harus bisa bekerja sama. Ini semata-mata demi kebaikan kalian juga. Setelah semuanya membaik, kalian ingin memiliki anak pun tak jadi masalah. Biarkan Bella meningkatkan ilmu dan kekuatannya hingga sempurna begitu juga dengan kau. Aku paham kalian masih sangat muda dan berhasrat tinggi. Aku tak akan melarang kalian melakukan apapun, tapi untuk kehamilan Bella, sebaiknya ditunda terlebih dahulu," ungkap Vemort panjang lebar
Walaupun sebenarnya Vemort sudah menjelaskan semuanya kepada Atta, khawatir dia lupa maka Vemort menjelaskannya kembali.
Atta yang paham lantas membuka satu botol dan mengeluarkan satu pil dari dalamnya dan langsung meminumnya.
"Tenang master, aku sadar akan tanggung jawab dan tugas yang harus aku emban saat ini."
Atala kamu gak papa kan
alur dan diksi kata2nya..
syukurlah kalau energi dari dewi bulan, akhirnya bs masuk ke pedang Atta. mgkin krn efek energi baru makanya pedang berubah ada coraknya. semoga lain waktu mereka akan mendamaikam.bumi utk terus membinasakan iblis yang jahat.
Sukses terus buat karya"nya kak, semoga bisa mengahasilkan banyak karya" yg menarik lagi.. Fighting 😊
Bella sangat sayang kepada Sahabatnya Atta, hingga rela berkorban utk Ata. Salut sama Bella.