Dalam imajinasiku, wajah Henri yang bagian kiri sangatlah buruk, jadi dia memakai topeng.
Rania POV
Aku tulus mencintaimu Tuanmuda, walaupun orang menganggap mu hanya seorang monster.
Cintaku tanpa syarat, itulah yang aku rasakan dengan suamiku.Disaat orang - orang menatapnya dengan tatapan takut.
Tapi aku justru,selalu ingin dekat dengannya.Karena aku sangat mencintainya, walaupun ia selalu meragukan perasaanku padanya.
Karena ia mengira perasaan cintaku, hanya rasa kasian ku padanya, akibat wajahnya yang buruk rupa.
Henri pov.
Apakah dia betul-betul mencintaiku, atau rasa kasian,karena kami menikah atas dasar paksaan dariku, sebab orang tuanya mempunyai banyak hutang padaku.
Tapi aku tidak pernah berharap dia mencintaiku, karena aku menyadari kekuranganku,dengan wajahku yang bak monsther, tidak mungkin ada wanita yang mau mencintaiku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.27.Merindukan.
🏢 Wilson Group🏢
Semua mata karyawan Wilson Group, tertuju pada kedua pria tampan, saat mereka berdua melangkahkan kaki masuk perusahaan itu.
Tapi ada satu hal yang lebih menyita perhatian mereka, yaitu melihat dengan kemunculan CEO, sekaligus Presdir mereka.
Hingga membuat karyawan - karyawan Wilshon group banyak yang melongo, dan ada juga yang sampai mengucek - ngucek matanya, seolah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Melihat atasan mereka berjalan memasuki perusahaan, para karyawan menghentikan langkah kaki mereka, dan mengucapkan selamat pagi, sambil menundukkan kepalanya.
" Selamat pagi Pak.." Sapa, salah satu karyawan.
" Selamat pagi." Jawabnya, dengan terus melangkahkan kaki.
Begitulah sapaan - sapaan setiap karyawan, saat melihat kedatangan Presdir mereka.
Henri hanya menyunggingkan senyumannya, sembari menganggukkan kepala, dengan terus melangkah kearah lift, menuju lantai 24 ruang kerjanya.
Terdengar kasak - kusuk para karyawan Wilson Group, setelah CEO mereka, masuk kedalam lift.
" Apa kita gak salah liat..?, CEO kita wajahnya sudah kembali, dan ia tidak memakai topeng lagi, wajahnya terlihat sangat tampan." Seru salah satu karyawati, yang di ketahui bernama Jenifer.
" Ia bos kita sudah tidak memakai topeng lagi, dan ia terlihat sangat tampan." Timpal Karen, yang juga merupakan karyawati Wilson Gruop, dibagian pemasaran.
" Pasti bos kita sudah melakukan operasi bedah plastik untuk memulihkan wajahnya, makanya wajahnya sudah kembali." Seru, karyawan yang lainnya.
" Iya pasti.."
Kini Henri telah tiba diruang kerjanya, pria tampan itu, masuk kedalam dengan ruangan mengedaekan tatapan matanya, kesegelah arah.
Dia memandang sebuah figura, yang terpanjang pada dinding ruang kerjanya, dimana terdapat gambar kedua orangtuanya.
" Aku sangat merindukan kalian berdua Papa, Mama." Seru Henri, sembari tangannya membelai figura tersebut.
Terdengar suara ketukan pintu, yang mengalihkan perhatian lelaki tampan itu.
" Permisi Tuan, sudah saatnya kita mulai rapatnya."
Menghampiri kursi kebesarannya, saat Jhon membawa berkas - berkas itu.
" Mana berkasnya?, yang harus ku pelajari." Titahnya, pada sekretaris tampan itu.
" Ini Tuan." Jawabnya, dengan menyerahkan sebuah map besar pada Henri Wilson.
Tatapan matanya, begitu teliti saat mempelajari berkas - berkas, yang akan ia bawa dalam rapat nanti.
Setelah sudah mempelajari dengan seksama, diapun segera beranjak dari duduknya.
" Ayo kita keruang rapat sekarang." Titahnya, pada laki - laki tampan itu.
" Baik Tuan." Jawab Jhon, dengan meraih berkas penting yang terletak diatas meja, dan melangkah keluar dari ruangan, bersama Tuanmudanya.
Masuk keruang rapat, dengan tetap menunjukkan aurah kepempinannya. Para pemegang saham, dan segenap dewan direksi, langsung bangun dari duduknya, dan ada juga yang terkejut, saat melihat wajah Pimpinan perusahaan Wilson Group telah kembali normal.
" Selamat pagi semuanya.." Sapa Jhon, pada mereka yang sedang berada diruang rapat.
" Pagi.."Jawab mereka, bersamaan.
" Rapat kali ini, akan dipimpin langsung oleh CEO, sekaligus presdir dari Wilson Group.
"Aku ingin anda presentasikan, untuk produk kita yang akan diluncurkan Pa Adi..?"
"Tentu Pak, saya akan mempresentasikan tentang produk baru kita."
Kita akan meluncurkan sebuah parfum, dengan wewangian yang di racik dari bunga lavender, dan kami mencampurkannya dengan produk, yang kami import dari Cina.
Dan produk ini, kami sudah melakukan uji coba diruang laboratorium, dan hasilnya sangat memuaskan, dan kami yakin pasti akan meledak di pasaran, untuk memperkenalkan produk kita ke pasaran, kami akan memakai jasa seorang artis, dan kami sudah mendapatkan orangnya Pak."
" Artis siapa yang akan menjadi model produk kita..?" Tanya Henri, yang terlihat begitu penasaran.
" Maaf Paa , sebelumnya saya minta maaf. Dia Tanti, mantan tunangan anda. Karena dia adalah orang yang tepat, sebab dia artis yang sedang naik daun saat ini."
Henri sedikit terkejut, mendengar ucapan Adi.Tapi dia tetap berusaha untuk tetap profesional, dan tidak ingin mencampurkan urusan pribadi, dengan urusan kerjaan.
" Baiklah, aku setuju kalau memakai Tanti, sebagai modelnya." Jawabnya, dengan menghela nafas berat.
" Apakah?, ada yang yang perlu di sampaikan lagi..?" Tanya Henri, pada karyawanya, yang sedang mengikuti rapat.
" Maaf Tuan, saya baru mendapat kabar dari salah satu stasiun televisi, mereka mengundang anda untuk menghadiri salah satu acara mereka." Seru Jhon, dengan setengah berbisik.
" Menghadiri acara, di televisi..?"
" Iya Tuan, bukankah ini bagus. Anda bisa mengumumkan pada dunia, kalau anda telah kembali."
Mendengar ucapan Jhon, Henri langsung menyunggingkan senyum devilnya, sebab menurutnya perkataan Jhon ada benarnya.
" Baiklah, aku mau.Atur jadwalku, agar bisa menghadiri acara tersebut."
" Baik Tuan."
" Baiklah rapat kali ini, kita akhiri sampai disini" Seru Henri, dan berlalu dari ruang rapat itu.
🏚️ Kediaman Wilson🏚️
Dia begitu merasa kesepian, dan juga rindu. Saat di tinggal Henri kekantor.
"Baru di tinggal sebentar, tapi aku sudah begitu merindukannya, karena selama ini dia selalu berada dirumah." Gumamnya, dengan duduk merenung disebuah kursi, yang tersedia di taman belakang rumah.
" Nona...!!"
" Ana.."Jawabnya, yang sedikit terkejut, dengan kemunculan pelayan itu
" Apa yang anda pikirkan Nona..?" Tanya Ana, dengan menatap lekat wajah cantik itu.
" Aku merindukan dia Ana, sangat merindukannya." Jawab Rania, dengan raut wajah yang terlihat murung.
Seketika Ana langsung tertawa, saat mendengar perkataan Rania.
" Ayolah Nona, Tuan muda hanya pergi bekerja, bukan pergi perang, atau pergi keluar negeri. paling sorean, atau agak gelap dia sudah pulang."
" Ntahlah Ana, apakah diperusahaan, banyak wanita cantik, dan seksi..?"
"Tentu Nona, karyawan Wilson Group banyak yang memiliki paras yang cantik, dan juga seksi."
sayang kan kalau cerita bagus, tapi bahasa ga enak dibaca, bikin males.