NovelToon NovelToon
Talak Tiga Dari Suamiku

Talak Tiga Dari Suamiku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Poligami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa / Tamat
Popularitas:331.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Hujan Reda

Binar harus menikah dengan Gian, anak dari sahabat almarhum Ayahnya. Setengah tahun dari pernikahan Binar dan Gian, Ayah Gian meninggal.

Saat menjelang empat puluh hari kematian Ayahnya, Gian menikah secara sirih dengan Sarah, pacarnya semasa kuliah tanpa sepengetahuan Binar.

Binar yang mengetahui itu sangat terpukul, pasalnya dia sangat menghormati Gian sebagai suaminya, namun kali ini Gian menghianatinya.

Akankah Binar mempertahankan rumah tangga wasiat dari Ayahnya atau menyerah atas rasa sakit yang di berikan oleh Gian yang ternyata tidak pernah mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hujan Reda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Plafon ruangan ini menjadi satu-satunya yang ku pandangi. Menelusuri isi pikiran yang sudah terlalu banyak hingga mencabang.

Pikiranku menjelajahi tiap inci di kepala. Hingga aku tersadar apa yang aku pikirkan adalah dia. Dia bukan orang yang ku mau, tapi dia berhasil merebutnya. Merebut perasaanku.

Aku tidak tahu dari kapan tapi rasanya, memang dia. Aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan hatiku.

Kak Fatur.

Aku tidak tahu kalau tidak ada dia. Bagaimana caraku menyikapi masalahku jika tidak ada dia. Bagaimana caraku untuk mencoba bangkit kalau bukan dia.

Kalau saja tidak ada kak Fatur saat ini mungkin sakitnya akan melebihi ini. Jahatnya, aku menjadikan kak Fatur jembatan untuk menuju sembuh. Tapi, apa yang aku rasa sekarang bukan sebuah kejahatan.

Ku elus perutku yang masih rata ini. Mencoba berdamai dengan apa yang sudah terjadi. Terasa berat karena aku tidak mendapat keadilan darinya. Tapi, aku mendapatkannya dari kak Fatur.

Aku tidak tahu kabar Sarah. Hubungan Sarah dengan Mas Gian. Aku tidak tahu apakah dia masih dengan Mas Gian atau tidak setelah kejadian itu. Ya, aku tidak ingin tahu.

Notifikasi di ponselku berbunyi.

"Aku baru sampe. Keadaan kamu gimana? Dia dateng lagi gak?"

Tak terasa senyumku mengembang. Itu pesan dari kak Fatur. Sejak kapan dia mendominasi pikiran dan hatiku ini? Apa perasaanku pada Mas Gian dulu tidak benar-benar besar sampai aku dengan mudahnya jatuh hati pada orang lain setelah dia.

"Baru juga di tinggal kak, aku gak papa. Syukur kalo kamu udah sampe. Dia gak dateng lagi," balasku.

"Makannya? Nanti aku pulang mau nitip apa?"

Aku tidak tahu kalau ternyata kak Fatur akan sangat cepat membalas pesanku. Terbilang sangat cepat bahkan.

"Udah. Gak mau apa-apa."

"Tapi mau aku gak?"

Tidak. Ada yang tidak beres denganku. Kenapa aku seperti seorang gadis dengan umur tujuh belas yang sedang merasa kasmaran? Ada apa denganku?

Ya meski sebetulnya umurku juga masih dua dua. Masih bisa kan untuk merasa salah tingkah seperti ini?

Aku dan kak Fatur terpaut empat tahun. Dia dua enam. Rasanya, aku seperti orang yang pertama kali jatuh cinta. Pada Mas Gian aku tidak pernah merasa seperti ini.

"Apa si kak? Udah ah. Sana kerja dulu," balasku lagi.

"Lama banget balesnya huh. Ya udah aku kerja dulu. Bakal cepet karena mau ketemu kamu lagi. Bye."

Pulang. Mungkin itu maksud dia. Dia ingin pulang cepat. Padaku.

Aku tidak perlu cemas. Aku memiliki kak Fatur. Aku juga memiliki Vio. Satu lagi, aku punya dia. Anakku.

Meski rasanya aku merindukan Ayah dan Ibu di saat-saat seperti ini. Tapi aku tidak boleh memikirkan apa yang sudah pergi dariku. Aku akan menghargai apa yang Tuhan beri untuk mengganti sosok mereka.

"Ini vitamin buat lo. Kata dokter udah bisa pulang hari ini. Mau pulang sekarang aja?" tanya Vio sambil memberikan satu bingkis obat untukku.

Iya, dia tadi datang pas aku tidur. Dia langsung di panggil perawat untuk ke ruangan dokter.

"Makasih Vi. Iya deh sekarang aja."

"Bentar," katanya cepat. Dia fokus pada ponselnya sambil mengunyah permen karet yang sedang menari di mulutnya.

Aku hanya mengangguk sambil memainkan ponsel ku.

"Lo jadian sama kakak gua Bin?"

"Hah?"

"Ini, kaya kakak gua gini. Vi, Binar pulangnya nanti nunggu gua soalnya gua mau nganterin calon istri gua pulang," ucapnya dengan pandangan masih tertuju pada layar *hp* nya.

Aku mengulum senyumku. Bagaimana caraku menjelaskan padanya. Mungkin judul yang lebih cocok untuk cerita ini, aku menjadi kakak ipar sahabatku sendiri.

"Ha-ha. Becanda doang kali kak Fatur mah Vi," elakku.

"Yang bener lo? Ah cie ... cie ... bener lo sama kakak gua?" Vio semakin menggodaku.

Aku mengangkat kedua bahuku. Bisa-bisanya kak Fatur mengatakan itu pada Vio. Padahal, aku belum bilang mau apa engga. Huh.

Vio menusuk-nusuk kan telunjuknya pada lengan kananku. "Cie, jadi lo bener ama kakak gua nih?" tanyanya sambil menyipitkan kedua matanya.

"Ih apa si Vio. Enggak, itu dia becanda doang."

"Kakak gua gak pernah bawa cewe ke rumah loh. Dia juga gak pernah becanda soal cewe sama gua. Dia serius itu. Asik Binar, cie .... "

"Ih Vio, apaan si," elak ku. Sikapku cukup defensif. Aghhhh kenapa kak Fatur harus bilang gitu?

"Muka lo merah itu. Bener berarti."

"Ish."

Vio tertawa. Ia berjalan ke arah sofa yang berada di ruangan ini. Vio merebahkan tubuhnya di sana masih dengan tawanya.

"Kenapa si ketawa mulu?" tanyaku kesal.

"Ini judulnya ganti aja, jadi sahabatku kakak ipar ku sendiri. Bagus gak?"

Dia benar-benar puas mengejekku. Ya sebenarnya tak apa juga. Cuma, serius nih?

Aku masih tidak percaya kalau kak Fatur maunya aku.

"*Assalamualaikum*."

Aku menolehkan pandanganku ke arah pintu masuk.

"*Waalaikumsalam*. Dateng juga lo kak, lama banget," seru Vio yang masih fokus pada ponselnya.

"Ya elah. Orang cuma telat tiga puluh menit dari waktu awal."

Kak Fatur berjalan ke arahku. "Gimana? Udah boleh pulang ya? Mau pulang sekarang?"

"Iya aja sekarang kak. Tapi aku belum ada rumah, aku baru inget he-he ... " jawabku dengan senyum kikuk.

Aku tidak punya rumah karena rumah peninggalan Ayah sama Ibu, aku kontrakin. Aku baru inget barusan.

Bodoh.

Vio tertawa cukup kencang. "Emang o'on."

"Apaan si lo?" ketus ku. Ya walaupun Vio gak salah sih.

Ternyata kak Fatur pun terkekeh. "Ya udah. Tinggal di rumah ku aja dulu. Besok kalo udah enakan kita cari rumah atau kontrakan buat kamu ya?"

"Iya Bin. Ke rumah gua aja dulu. Besok sekalian nyari kontrakan ato rumah buat lo, kita ke rumah mantan lo itu. Barang-barang lo masih di sana kan?" tanya Vio. Aku mengangguk menyetujuinya.

"I-iya masih di sana," jawabku ragu. Aku sebenarnya sudah tidak mau ke sana. Apalagi harus bertemu dengan Mas Gian atau Sarah.

Terasa tepukan pelan di pundakku. "Tenang, aku anter ko. Gak bakal aku biarin kamu sendiri ke sana."

Kak Fatur menenangkan ku? Aku tersenyum. "Iya, makasih ya kak."

"Jadi lo kalo bucin gini ya kak?" tanya Vio dengan ledekan nya. Dia terkekeh.

"Sttt ... dah sana lo kalo mau balik duluan. Binar ada gua ko, nanti gua yang urus."

"Iya ... iya ... gua mau ke kampus lagi nih," ucap Vio sambil menenteng tasnya.

"Loh, ke kampus lagi?" tanyaku.

"Iya. Tadi dosennya mo ngurus anaknya dulu. Sebel banget gua Bin. Gak kelar-kelar."

Aku tertawa. "Ya udah. Hati-hati ya, makasih udah ke sini."

"Yo! Duluan gua kak."

Vio berlalu keluar dari ruangan ini.

Sekarang, tersisa aku dan dia.

1
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
mungkin dia sok baik di depan orangtuamu dlu, sampai sifat aslinya ajaa orangtuamu gak tahu.. padahal kasar banget sama istri.. baik darimananya😤
🥀⃟ ⃟ThallaAyleena⃟ ⃟🥀
perkara belanja sayur doang bambanggg😤
Haerul Anwar
tolol author nyabjuga tolol
devi aryana
Luar biasa
Mak Nab
biar mampus dgn bodoh
Mak Nab
padan muka sbb bodoh
Adinda
jadi cewek jangan bodoh apalagi udah di KDRT dihina dicaci maki
MOMMY
emang nya Binar ini mudah sangkut
dn mudh lengket..mestinya Binar inijaga jarak dari mna2 lelaki kok mudh ya dpegang tangn nya Adeeeh...terlalu senang dhmpiri
MOMMY
sama
Sofhia Aina
Salam.....hai thor kok lom hujan lagi nie 😃😃😃😃😃😃😃
Sofhia Aina
Hahaha......hujannya mana.......tak kunjung juga nie hujan.......
Sofhia Aina
LANJUT.......LANJUT......LANJUT........

💪💪💪💪💪💪💪
Sofhia Aina
Salam........kok Bintar yg mengalah trs baru je merasa bahagia and kasih sayang da terluka lagi.....jadohnya msdih samar² nie
Sulfia Nuriawati
lanjut g nih dah lama kali g up
Sukliang
fstur yg nikah dg tia
Amalia Gati Subagio
poor hormon kehamilan, utk perempuan dgn kegilaan 😇otw waras dong, cape baca mentak mentok dikibulin, aku yg bca... lo yg sengaja rekayasa ngibul hidup lo
Nurainun Harahap
binar GK tegas.plinplan.
carmellallsya
bagus banget ceritanya kak, sampai nangis aku bacanya😭.
lanjut kak semangat terus up nya... penasaran Banget😁
Hanisah Nisa
semangat...
Arie
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!