NovelToon NovelToon
Balas Dendam Setelah Dikhianati

Balas Dendam Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kim

IG : deiriwon_

Di dalam rumah tangganya, Flor mendapat sebuah pengkhianatan besar dari sang suami.

Hidupnya yang hampir saja berakhir, membuat Flor sadar, bahwa selama ini dirinya hanya diperdaya oleh keluarga Zean (suaminya).

Merubah wajah dengan menjalani operasi plastik, memalsukan identitas, serta merubah cara berbicara dan gaya sikap.

Semuanya dilakukan demi balas dendam pada Zean, ibu mertua, bahkan sampai pada sahabatnya sendiri, yang telah menjadi selingkuhan suaminya.

Apakah balas dendam Flor akan berhasil? Atau justru akan memakan dirinya? Yuk, baca langsung ceritanya. Jangan lupa untuk selalu dukung ya~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Masalah

Happy Reading🐭

Mohon bijak dalam membaca, ya. Dan jangan lupa untuk dukungannya setelah selesai membaca✨

〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎〰︎

Mobil mulai melaju dengan dikendarai oleh seorang pria seperti biasanya. Jalan kota malam itu terlihat begitu sepi. Kendaraan yang sebelumnya sulit melaju kini menjadi lebih mudah lantaran sedikit para pengguna kendaraan umum.

Dua orang tersebut akhirnya tiba di halaman apartemen langsung dengan mobil bawaan Robin. Alicia bergegas masuk ke dalam rumah apartemen lantaran dirinya yang sudah terlalu mengantuk. Sedangkan Robin masih dengan membawa mobil miliknya untuk diparkir kan di basement.

Wanita itu menatap layar ponsel dan melihat angka jam telah menunjukkan pukul dua malam. Mungkin ini adalah kali pertamanya begadang sampai larut malam.

Tak terasa kedua bola matanya mulai menutup. Tubuh yang masih terbaring di atas sofa ruang tamu kontan mengejutkan Robin yang baru saja masuk ke dalam rumah tersebut.

Pria itu nampak mengukir senyum kecil di bibirnya, lalu berjalan mendekati Alicia yang terbaring di atas sofa. Tangannya perlahan mulai mengangkat tubuh kecil wanita itu dan membawanya masuk ke dalam ruangan kamar.

"Tidurlah yang nyenyak," ucap Robin seraya menyelimuti tubuh Alicia menggunakan selimut tebal di sana.

Sementara itu, Robin yang masih memiliki urusan lantas masuk ke dalam kamar miliknya yang terletak bersebelahan dengan kamar milik Alicia.

Robin membuka layar laptop, mematikan lampu kamar karena lebih memilih menggunakan lampu khusus kerja seperti biasa.

Karena ponsel yang tiba-tiba berdering membuat pria itu beralih mengambil ponsel yang tergeletak di sebelah laptop.

Begitu dilihat, ternyata seseorang yang tengah menghubunginya saat ini adalah Felipe. Tak biasanya Felipe menghubungi Robin selarut ini. Merasa kalau ada hal yang penting, Robin pun langsung mengangkatnya.

"Halo, kenapa?" sapa Robin sekaligus bertanya.

"Ada urusan penting, kita harus bertemu," jawab Felipe, suaranya terdengar tergesa-gesa akan suatu hal.

"Apa kau baik-baik saja?" tanya Robin lagi, kini suasana menjadi cukup serius karena situasi buruk yang sepertinya tengah menimpa Felipe.

"Cepat kemari!!" lontar pria itu keras.

Reflek Robin menjatuhkan ponsel di genggamannya, dia bergegas menuju basement untuk mengambil mobil yang telah terparkir di bawah sana.

***

Burung berkicau mengelilingi tiap bangunan kota, jalanan yang semalam sepi kini kembali padat dipenuhi oleh kendaraan umum. Udara pagi yang seharusnya sejuk justru malah tercemar karena polusi yang dikeluarkan oleh kendaraan.

Drrttt …

Sebuah ponsel berdering hingga mampu membangunkan Alicia yang masih terbawa ke alam mimpi. Dia mengucak kedua bola mata lalu menatap ke arah jarum jam yang terpampang di dinding kamar.

Mendapati waktu yang telah menunjukkan pukul tujuh tepat sontak membuatnya langsung bangkit dari ranjang.

Lantaran tergesa-gesa Alicia menjadi lupa akan suara nada dering ponsel yang terus berbunyi mendadakan bahwa ada seseorang yang tengah berusaha menghubunginya.

Wanita itu justru malah berlari memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuh yang terasa begitu lengket akibat aktivitas yang kemarin dilakukan seharian penuh.

Beberapa waktu berlalu, Alicia akhirnya tampak elegan usai mengenakan sebuah pakaian sederhana. Warna gelap yang dikenakan memeberi kesan indah dengan warna kulit berwarna putih berkilau.

Hal selanjutnya yang akan dilakukan adalah sarapan pagi. Dia berjalan pelan menuju ruang makan untuk menyantap makanan.

Namun dirinya merasa heran melihat meja makan kosong dari makanan. Robin yang seharusnya juga berada di sana juga entah berada dimana.

"Robin!! Kau dimana?" tanya Alicia dengan suara keras.

Masih belum ada jawaban, wanita itu lantas asal masuk ke dalam kamar Robin. Dia membuka pintu kamar dengan perlahan hingga akhirnya melihat sebuah ruangan kosong tanpa seorang pun didalam sana.

"Kemana Robin?" pikir Alicia heran.

Ia membuka layar ponsel untuk menghubungi pria itu. Saat tak sengaja melihat riwayat panggilan, Alicia terkejut karena Robin sempat meneleponnya tadi pagi.

Melihat hal itu membuatnya teringat dengan suara dering ponsel yang berhasil membangunkan dirinya.

Sekarang giliran Alicia yang akan menghubungi pria itu. Namun sudah beberapa kali mencoba, hasilnya tetaplah nihil lantaran Robin tidak juga mengangkat panggilan tersebut.

Khawatir akan terlambat datang ke perusahaan, Alicia pun memutuskan untuk bergegas meraih tas kecilnya lalu membawa ke halaman apartemen. Di sana ia akan menunggu mobil taxi sampai lewat.

Sebelas menit telah berlalu, sebuah mobil yang sudah lama dinanti akhirnya muncul. Alicia menghentikan mobil taxi tersebut lalu menaikinya.

"Pak, tolong antar saya ke FWaD Company," pinta nya pada sang sopir.

"Baiklah."

......................

Sementara itu di perusahaan RAC Grup tengah menampakkan tiga orang pria. Mereka duduk saling berhadapan dengan secangkir teh hijau sebagai pendamping.

Satu pria itu sudah jelas adalah Robin, dan satunya lagi adalah Felipe. Mereka berhadapan langsung dengan Jade si mantan pemilik tanah di distrik Markaus.

"Aku butuh sekali bantuan kalian!" ujar Jade, wajahnya tampak panik seperti sedang mengalami masalah.

"Kan sudah kubilang akan ku pertimbangkan lagi. Apa kau tidak dengar?" sahut Robin kesal, sebelah tangannya itu mengusap jidat dengan kasar.

"Tenang, Robin."

"Bagaimana aku bisa tenang menghadapi pria seperti dia?!!" Robin bangkit dari kursi lalu berjalan menuju pintu ruangan.

Dia memanggil seorang wanita bernama Audrey, wanita yang paling dekat dengan Felipe di perusahaan.

"Kemari! Aku butuh bantuanmu," teriak Robin seraya sebelah mengangkat tangannya ke atas.

Lantas para karyawan yang kebetulan berada di sana langsung menoleh ke arahnya. Mereka mengira kalau merekalah yang sedang dipanggil barusan.

"Saya?" tanya Audrey menunjuk dirinya sendiri sambil sesekali menoleh ke arah karyawan lain.

"Iya, kau."

Audrey berjalan mendekat ke arah Robin, keduanya masuk ke dalam ruangan secara bersamaan. Kontan wanita yang baru saja dipanggil oleh Robin membuat Felipe heran. Dia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh pria itu menggunakan Audrey, orang terdekatnya.

...----------------...

Tak lama berselang, Alicia pun tiba di perusahaan tempat ia bekerja. Penampilan elegan itu sukses menyita perhatian banyak orang-orang disekitar. Beberapa dari mereka menjadi hilang fokus dan ada juga yang sampai menabrak benda di depannya.

"Selamat pagi Nona Alicia cantik," sapa seorang pria yang bekerja sebagai cleane servis di perusahaan tersebut.

"Pagi," balasnya tanpa memandang ke arah pria itu sedikitpun.

Alicia masuk ke dalam lift yang di dalamnya terdapat banyak karyawan lain. Kedatangan Alicia di dalam lift sukses membuat mereka terpana dengan penampilan elegan nya.

"Nona pakai parfum aroma apa?" tanya wanita di sebelah Alicia. Padahal selama bekerja di FWaD Company Alicia tidak ada yang namanya kenal dengan rekan kerja.

"Aroma blueberry Amerika," balas nya singkat, lalu tersenyum tipis.

"Wah, pantas wangi sekali," kata wanita itu.

Tiba di lantai tujuan Alicia langsung meletakkan tas miliknya di sebelah komputer. Satu persatu jari tangan dibuat berbunyi seperti biasa untuk memulai pekerjaan di pagi hari.

Bersambung ...

Mohon dukungannya untuk karya ini~ (๑`✪̤◡✪̤)◞ღԵհɑղƘՏღ

1
norah selen
kurang memahami jln cerita berbelit2 bingung ngbacanya
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: sorry ka...
total 1 replies
Lina Zascia Amandia
Halo Kk Author boleh nanya gak? Nana Kim sama Kim Nana penulis yg sm bukan, soalnya namanya sama tapi kebalikan? Klo slh minta maaf ya.
Lina Zascia Amandia: Sama2..
total 7 replies
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semungutt
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
wahmin jem uang segampang itu ya
Juju
😍😍😍😍😍😊
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
.
Dina Saftarina
gantung terus cerita nya
Dina Saftarina
dendam ..d balaslah
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
semangat
Hamidah Midah
kenapa suka digantung ceritanya.
xbest lah
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: mkshhh bnykkk🤧🤧🤧🙏🙏
total 10 replies
Hamidah Midah
ok
canvie
banget sih. bisa"nya ngomong nyeblak pengen operasi plastik ke orang asing.
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ atas dukungan komentar~
total 1 replies
Yirencha
next thor semngat
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: (*ˊᗜˋ*)ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ
total 1 replies
𝒮🍷⃞⃟Ive•Сɛƨℓιɛα•ଓε🐬♀♛ƐꝈƑ⃝🧚
wihh seru nih, cmn msh penasaran aj sm benda yg katanya mirip pulpen
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: wkwk mksh
total 1 replies
Queensha
next
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: okeee
total 1 replies
Wintere
keren kamu alicia, balas dendamnya yg besar yaa
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: mksh~
total 1 replies
Miiraa
semangat ya, jejak dr Mira thor
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: siap mksh~
total 1 replies
Miiaa
next dong penasaran thor
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: oke mksh~
total 1 replies
Yohanaes
ajak aku juga doangg
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄: .....
total 1 replies
Shaniaya
Ke OYO guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!