Namaku Jessika, menjadi perebut suami orang atau orang sering menyebutnya 'pelakor' memang sudah aku rencanakan dan memang sudah menjadi keinginan terbesar ku, aku bahkan tak peduli jika orang-orang akan mencemooh ku, aku punya alasan kuat, kenapa aku begitu menginginkan kehancuran rumah tangga Rossa dan Niko, bahkan aku bersumpah untuk menjadi orang ke tiga di antara mereka bagaimana pun caranya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Jessika
"Oke, kita lihat saja Niko, aku tak akan semudah itu melepas mu, aku akan membuat mu kembali ke dalam pelukan ku, dan cepat atau lambat, aku pasti akan tahu siapa pelakor dalam rumah tangga kita, bersiaplah untuk berperang dengan ku, pelakor!" Gumam Rossa denga wajah marahnya, sampai dia lupa diri kalau dirinya lebih tepat di juluki sebagai pelakor senior, karena terhitung sudah 2 kali menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tangga Ibnu.
**
"Baru pulang, mas?" Sambut Jessika saat Niko baru saja sampai di apartemen baru yang mereka tinggali bersama.
"Hemh," jawab Niko dengan wajah agak di tekuk, akibat kehadiran Rossa yang membawa berita buruk tadi di kantor membuat suasana hatinya menjadi buruk, bahkan sampai saat dirinya bertemu dengan Jessika wajah kesalnya masih belum juga hilang.
"Kenapa? Sesuatu yang buruk terjadi pada hari ini?" Tebak Jessika, seakan sudah tau apa yang menyebabkan kekasihnya itu terlihat murung.
"Rossa membatalkan perjanjian kesepakatan kami, dia tak mau bercerai. Entah apa masalahnya, tapi aku akan tetap mengajukan perceraian itu," kata Niko langsung berapi-api saat bercerita tentang apa yang terjadi tadi pada saat dirinya di datangi Rossa di kantornya.
Jessika mendengarkan cerita kekasihnya itu dengan seksama, meski dalam hatinya dia tersenyum, sebenarnya dia sudah bisa menebak nya.
Tentu saja karena kedatangan Amanda ke ibukota merupakan salah satu rencana Jessika, sejak awal Jessika tau kalau Ibnu itu sudah beristri, menjadikan semua itu bagai bom waktu untuk Ibnu dan Rossa, hanya menunggu waktu yang tepat untuk meledakannya.
Jessika juga sudah bisa menebak kalau Rossa pasti akan membatalkan perceraiannya, Rossa itu tipe wanita yang tak berani ambil resiko, dan tak mau rugi, begitulah kira-kira yang Jessika tangkap atas sikap Rossa.
"Membatalkan? Kok, bisa begitu?" Wajah Jessika di buat se kaget mungkin.
"Entahlah, tapi tenang saja, aku yang akan mnengajukan perceraian itu sendiri jika dia bersikukuh untuk membatalkannya," Niko terlihat geram saat mengingat kelakuan absurd istrinya yang tiba-tiba itu namun demikian, dia tetap meyakinkan Jessika kalau dirinya sudah membulatkan tekat untuk tetap bercerai dari istrinya itu.
"Tapi sayang, aku yakin kalau mbak Rossa tak akan berdiam diri begitu saja, dia pasti akan tetap mempertahankan mu dengan segala cara," Jessika memprovokasi Niko.
"Dan aku pun tak akan mengalah begitu saja, karena aku tak mungkin kembali padanya, pada wanita yang sudah menjajakan tubuhnya pada pria lain, aku tak sudi!" Wajah Niko kembali mengeras pertanda kalau emosinya kembali memuncak saat ini.
Inilah yang di inginkan Jessika, memperuncing pertikaian di antara suami istri itu, tapi tak menginginkan perpisahan di antara mereka, Jessika ingin Rossa tetap menjadi istri sah Niko, dan statusnya itulah yang nantinya akan membuat dia ampun-ampun dan memohon minta untuk di ceraikan, tapi Jessika tak akan membiarkan itu terjadi sebelum semua penderitaan Jeslyn selama dia hidup dan tersiksa sebagai istri Ibnu di rasakan oleh Rossa
"Tenangkan diri mu, jangan terburu-buru dalam menyelesaikan masalah, apalagi mengambil keputusan di saat sedang emosi, sebaiknya kamu pakai pendekatan lain, karena salah-salah dia bisa menyerang mu dengan jika sampai dia tau hubungan kita." Jessika tetap berusaha menggiring Niko agar tetap dalam jalur rencana yang di buatnya.
Niko hanya terdiam memikirkan dan mencerna apa yang di katakan Jessika padanya, sepertinya tak ada salahnya jika dirinya mengikuti saran sang kekasih. Niko akan mempertimbangkan untuk duduk bersama dan berbicara dari hati ke hati bersama istrinya itu, karena dalam hal ini jika dirinya mengedepankan emosinya bukan tak mungkin jika Jessika bisa saja akan ikut terseret dalam masalah ini dan bukan tidak mungkin juga kalau ini akan semakin melebar dan menjadi santapan publik luas, mengingat nama Jessika kini sedang berada di atas angin dan menjadi fashion desainer yang sedang di elu-elukan di dalam dan di luar negeri, dan tentu saja itu semua bisa membunuh karier Jessika maupun dirinya sendiri.
egois dan gensoi jd org
pembalasan atas sesuatu kejahatan bukan hak manusia untuk membalasnya, bukan sok alim tp percaya saja , semua sdh diatur dan ditakdirkan oleh Sang Pencipta ,tgl kita tunggu waktu saja...
semangat terus berkaryanya kak lita... makasih yaaaa