Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 28
SABTU , 07.27 WIB
Pagi itu Salma dan para anggotanya sudah sampai di desa yang mereka tuju , disambut kepala desa di perbatasan wilayahnya .
Pagi itu relawan yang berangkat sebanyak sepuluh orang dengan membawa satu mobil pribadi , mobil bak terbuka , dan sisanya menggunakan motor .
Tempat pertama yang mereka tuju adalah balai desa setempat , acara akan dimulai pukul delapan jadi mereka masih memiliki waktu untuk menyiapkan peralatan .
Di balai desa ini para warga masyarakat RW 1 yang dijadwalkan datang , meskipun jarang tersentuh insfratruktur tetapi warga disana sangat antusias saat mendengar akan ada bakti kesehatan di desanya .
Belum genap jam delapan sebagian besar warga sudah datang , mereka langsung menepati kursi yang telah disediakan . Mayoritas masyarakat RW 1 adalah pedagang , baik sayur ataupun ikan yang di dapat dari RW lainnya .
"Ternyata warga disini semangatnya luar biasa yah ." Ucap Siwi lirih namun ditanggapi Salma serius .
"Memang biasanya daerah tertinggal seperti ini warganya lebih penurut dan peduli , sedangkan yang di kota berpendidikan namun semaunya sendiri."
"Kamu pasti udah sering yah liat kondisi kayak gini , aku yang baru pertama kali liat miris hati ini." Lanjut Siwi lebih jelas , "Iya bukan sepenuhnya begitu , ini adalah desa yang paling tertinggal yang pernah kami datangi." Balas Salma sembari memeriksa daftar acara .
"Terakhir kali kami mengadakan kegiatan seperti ini peserta sangat banyak dan terlihat semangat , namun saat kami mulai bicara kesehatan dan mengajari kerajinan semuanya lesu...., hilang semangat." Ungkap Salma pada anggota barunya .
"Kenapa ? Bukankah tujuan utama acaranya untuk mengedukasi kesehatan dan kerajinan ?" sebagai anggota baru Siwi lebih banyak bertanya daripada belajar .
"Mereka semuanya mengira kami akan memberikan mereka uang , sembako atau apa seperti saat tikus-tikus berdasi kampanye." Salma mengatakan itu dengan mimik kesal ,
"Oke sekarang aku bisa mengerti , dan semoga kali ini mereka benar-benar berniat untuk belajar ."
Salma mengamini ucapan Siwi , "Semoga begitu karena kami sudah mewanti-wanti kepala desa untuk memberikan pengumuman jika acara ini bukan untuk kampanye ,"
Acara dimulai pukul delapan lebih seperempat . Dibuka dengan pidato singkat kepala desa dan langsung pada inti acara yaitu penyuluhan dan pengembangan kreativitas masyarakat .
Yayasan BUN juga bersedia menampung hasil kerajinan warga setempat dan memasarkan di tempat yang lebih sesuai . Ternyata peserta yang mayoritas ibu-ibu itu berminat mengembangkan rencana ini .
Setelah lebih tiga jam membimbing warga RW 1 , mereka berpindah tempat ke rumah salah satu tetua RW 2 yang masih sangat sederhana .
Disana peserta acara juga telah memenuhi tempat yang disediakan , pemerintah desa sangat mendukung gerakan mereka dengan memberikan fasilitas berupa tenda dan pengeras suara .
Di RW 2 ini para relawan menyesuaikan materi yang mereka bawakan karena mayoritas penduduknya petani sayuran dan peternak . Kondisi alam berupa bukit dan diujung nya adalah sungai membuat daerah itu paling subur .
Mereka mengajarkan bagaimana mengolah dan memasarkan hasil pertanian mereka dengan baik . Sebelumnya sapi hasil ternak mereka hanya bisa dijual setahun sekali saat mendekati musim kurban .
Seorang dari luar desa datang untuk membeli sapi-sapi itu dengan harga yang lebih murah dengan alasan sudah rugi biaya sampai kesana . Namun warga tak bisa menolaknya karena hanya saat itu mereka bisa menjual ternaknya .
Para relawan ini memberikan saran untuk menukar ternak mereka dari sapi yang diambil dagingnya menjadi sapi perah yang pastinya mereka bisa mendapatkan keuntungan setiap saat .
Note : maaf guys jika episode ini amburadul , author lagi gak fokus dan hanya ini yang bisa di tulis .
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih