Kisah ini tentang seorang pewira polisi bernama Alfa dan seorang Dokter bernama Karina. Keduanya memendam cinta sejak bangku SMA.
Karina adalah perempuan yang ceria, ia memiliki empat sahabat, Viona, Algi, Fefin dan Alfa. Mereka bersahabat sejak SMA. Namun tanpa Karina sadari ada sosok Alfa yang diam-diam mencintainya sejak mereka duduk dibangku sekolah. Karina terlalu nyaman dengan sosok Alfa sahabatnya sampai keduanyapun berpisah karena Alfa harus mengikuti pendidikan sebagai seorang taruna polisi dan Karina disibukkan dengan kuliah.
Karina hanya bisa bertemu Alfa lewat video call melalui laptopnya jika Alfa sedang libur pendidikan. Bertahun keduanya hanya bisa telepon sejak Alfa telah bekerja menjadi seorang perwira polisi dan Karina bekerja disalah satu rumah sakit swasta. Akankah cinta Alfa bebalas meski Karina telah memiliki tunangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puputhamzah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sepertinya akan menjadi sulit
"Menurut kamu apa Kakak bakalan ngajakin dia berantem kayak dulu?" tanya Sakti tersenyum penuh arti.
Karina menggelengkan kepalanya, dulu Alfa dan Sakti berkelahi hanya karena salah paham. Alfa pernah dipukul wajahnya oleh Sakti tapi Alfa berusaha tidak membalasnya. Tapi saat Alfa dituduh telah sengaja membuat Karina menangis dan melarangnya untuk bertemu Karina membuat Alfa tidak rela dan ingin meluruskan permasalahan mereka saat itu. Saat ingin menjelasakan duduk permasalahanya Sakti yang emosi lagi-lagi memukul Alfa, tentu saja Alfa tidak menerima dan segera membela dirinya membuat perkelahian pun terjadi.
Kejadian masa remaja yang membuat Karina dan Sakti tersenyum jika mengingatnya. Alfa sejak dulu telah menjadi bagian dari cerita indah masa-masa SMA Karina. Alfa yang dulunya tidak disukai Sakti karena sikap Alfa yang memperhatikan adik semata wayangnya itu dibully para perempuan yang menyukai Alfa.
Mereka sampai di Rumah, Sakti memasukkan mobilnya kedalam garasi. Serena dan Karina segera keluar dari dalam mobil. Terilihat seorang wanira paru baya yang masih sangat cantik mendekati mereka.
"Assalmualikum Ma" ucap Karina mendekati Herlina dan memeluk Herlina dengan rindu.
"Ya ampun nak, Mama rindu banget sama kamu!" ucap Herlina mengeratkan pelukannya.
"Karina kan hanya pergi dua minggu Ma" ucap Karina manja.
"Dua minggu bagaikan satu tahun bagi Mama nak!" ucap Herlina.
"Lebay" ucap Karina membuat mereka semua terkekeh.
"Wah ada Serena, Serena nginap ya disini nak!" pinta Herlina sambil melepaskan pelukannya kepada Karina dan mendekati Serena.
"Iya Tante niatnya kan memang pengen nginap, soalnya Serena kangen masakan Tante!" ucap Serena membuat Herlina tersenyum, ia segera memeluk Serena dan mencium pipi kanan dan kiri Serena.
Sakti dengan isyarat bibirnya mengatakan kepada Karina dan Serena jangan membahas masalah kucing kesayangan Mamanya itu. "Ayo masuk!" ajak Serena.
Mereka semua masuk kedalam rumah dan Karina tersenyum saat melihat keadaan rumahnya karena ia sekarang kembali kerumah tempat paling nyaman baginya. Mereka duduk disofa ruang keluarga. "Ada cerita apa nih di Semarang!" tanya Herlina. "Aduh yang dapat jodoh!" ucap Herlina menatap Serena sambil tersenyum.
Karina sempat memposting acara pertunangan Serena dan Tama membuat Herlina kagum dengan ketampatan calon suami Serena. "Karina, kamu juga nggak boleh kapok! Mama mau ngenalin kamu sama cowok anak temannya Mama nak!" ucap Herlina membuat senyum diwajah Karina menghilang.
Mamanya seolah tak kapok mengenalkannya dengan anak laki-laki temannya. "Ma, Karina bisa cari sendiri Ma jadi Mama nggak usah kenalin Karina sama cowok-cowok anak temannya Mama!" ucap Karina.
Sakti menghela napasnya, ia tahu Mamanya tak ingin Karina terlalu lama terpuruk tapi Karina bisa mencari jodohnya sendiri. Umur kamu udah berapa Karin? kamu harusnya udah punya anak dua!" ucap Herlina.
"Ma, Karina punya seseorang yang Karina cintai!" jelas Karina.
"Siapa? Mama maunya kamu mendapatkan laki-laki baik, pintar dan juga dari keluarga yang terpandang!" jelas Herlin.
"Karina suka Alfa Ma!" jujur Karina. Nama yang sejak tadi ingin ia katakan kepada Herlina.
"Alfa? teman SMA kamu itu?" tanya Herlina.
"Iya Ma" jujur Karina. Ia tidak Ingin Herlina mengenalkannya kepada laki-laki lain lagi. Ia telah setuju untuk menunggu Alfa.
Herlina menghela napasnya "Kamu tahu kan Mama nggak suka sama si Ratna ibunya Alfa. Dia itu pintar banget ambil muka sama jeng Elin makannya sekarang si Ratna itu ngelunjak karena punya menantu Gunadarma anaknya jeng Elin. Mama dulu pengen banget ngenalin kamu sama Guna anaknya Jeng Elini, tapi entah deh guna-guna apa yang dipakai Ratna sampai anak sulungnya jeng Elin mau sama anak perempuannya itu!" ucap Ratna membuat Karina menundukkan kepalanya. Karena sepertinya hubungannya dengan Alfa akan sulit mendapatkan restu dari Mamanya.
tbc...
wkwkwk Karina oon🤣🤣
meleleh aku