Akibat pernikahan paksa dan kesalahan satu malamnya dengan wanita lain membuat rumah tangga Sandi Prayoga dan Aulia Permata menjadi semakin tak terarah.
Keteguhan iman dan kesabaran hati Aulia harus diuji ketika mendapati perselingkuhan sang suami dengan kekasihnya yaitu Renata Putri hingga membuatnya hamil.
Disaat rasa cinta Sandi untuk sang istri mulai tumbuh, dia harus bertanggung jawab terhadap anak yang di kandung oleh Renata.
Bagaimana kisah rumah tangga Sandi dan Aulia setelah kehadiran Renata? Dan siapakah yang akan di pilih oleh Sandi?
Pilih Aku, Suamiku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 (Sadar)
Happy Reading 😊
Sandi mendengarkan sayup-sayup suara lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dilafalkan secara merdu oleh suara seorang wanita. Dia bisa mendengar jelas Surat Ar-Rahman yang sedang di bacakan.
"Fa bi'ayyi alaa`i rabbikuma tukazziban"
'Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?'
Pria itu bahkan bisa mengingat jelas arti dari surat tersebut. Artinya benar-benar bisa menyentuh hati Sandi. Apalagi dengan di lantunkan oleh suara yang begitu indah dan merdu.
Beberapa hari ini pria itu selalu mendengar suara merdu yang bisa merasuk ke dalam kalbu dan membuat hatinya begitu tenang.
Tapi sayangnya Sandi tidak bisa melihat wajah perempuan itu, karena matanya terasa berat untuk di buka. Sandi benar-benar tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Hanya suara itu yang selalu menemaninya setiap waktu.
'Sebenarnya siapa wanita itu, aku benar-benar jatih hati padanya, pada suaranya, apakah kita saling mengenal? kenapa aku melupakan suara siapa itu?' Sandi hanya bisa bicara dengan dirinya sendiri.
Ingin sekali dia membuka mata dan melihat langsung wanita yang setia berada di sisinya setiap waktu itu. Sandi bisa merasakan ketulusannya karena setiap sentuhan lembut yang Sandi duga dari wanita itu bisa ia rasakan.
"Shodakallahul'adzim." Aulia menutup Al-Qur'an itu dan menciumnya. Kemudian mendoakan agar Sandi bisa segera sadar dari komanya.
"Ya Allah, berilah kesembuhan pada mas Sandi, cepat pulihkanlah dia agar bisa beraktivitas seperti sedia kala, engkau maha pengasih lagi maha penyayang. Aamiin." Setelah berdoa, Aulia segera meletakkan Al-Qur'an itu di meja yang di sediakan.
Sandi sudah koma selama dua minggu, belum ada kemajuan sama sekali, hanya alat bantu yang bisa menunjang keadaanya.
Nenek sudah mengetahui tentang musibah yang menimpa cucunya, saat pertama kali mendengar kabar itu langsung membuat membuat nenek drop, tetapi setelah Aulia menenangkan keadaan nenek dengan mengatakan bahwa Sandi akan baik-baik, akhirnya nenek merasa sedikit tenang.
Sedangkan Renata sudah sadar sejak sehari setelah kecelakaan, dia juga sudah sehat sekarang, bahkan Renata sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit, tapi sangat di sayangkan akibat kecelakaan itu bayi yang di kandung Renata tidak dapat tertolong.
Tetapi Renata terlihat biasa saja meski keguguran dalam kecelakaan tersebut. Saat ini Renata tidak kembali ke Jakarta melainkan masih betah menuggu Sandi di rumah sakit bersama Renata.
Beberapa waktu lalu Renata di panggil ke kantor polisi karena menjadi saksi kecelakaan itu. Mereka berdua sama-sama menjadi saksi dan korban karena ternyata pengemudi mobil yang menabrak mereka sedang dalam pengaruh minuman keras.
Padahal saat itu Sandi dan Renata sedang bertengkar hebat di dalam mobil.
Renata menyusul Sandi ke Jogja malam itu dan langsung menemui nya di hotel tempat Sandi menginap.
Renata tidak terima diceraikan oleh sandi dan dia tetap akan terus ngejar Sandi sampai ke mana pun. Ya tentu saja ia tidak terima karena Sandi lebih memilih Aulia daripada dirinya.
Karena Sandi sudah sangat kecewa dan marah sekali dan perbuatan Renata yang membohonginya, meskipun sebelum sandi mengetahui bahwa itu bukan anaknya dia juga tetap akan menceraikan Renata setelah wanita melahirkan, tentu saja hal itu membuat Renata semakin marah.
Akhirnya Renata memutuskan untuk memberi pelajaran kepada Aulia. Dia akan membuat Aulia menyadari siapa yang berhak atas Sandu bahkan kalau bisa Aulia sampai merasakan sakit hati yang sebenarnya seperti yang Renata rasakan.
Sandi yang tidak ingin Renata menyakiti Aukia akhirnya mengajak Renata untuk pulang ke Jakarta. Pada saat perjalanan menuju bandara mereka bertengkar hebat di dalam mobil kemudian menyebabkan kecelakaan itu terjadi.
"Mbak Renata, makanlah,," Suara Aulia membuyarkan lamunan wanita itu.
"Aku masih belum lapar," jawab Renata ketus.
"Baiklah, aku akan menaruh makanan mu di meja. Kalau kamu sudah lapar nanti makanlah." Jawab Aulia.
Kalau bukan karena Sandi aku tidak ingin berada di ruangan yang sama dengan mu Aulia. Aku masih membutuhkan mu untuk mengurus Sandi. Setelah Sandi sadar aku akan menendang mu dari kehidupan kami. Batin Renata.
Wanita itu memutuskan untuk keluar dari dalam ruangan itu karena ingin mencari makan di luar. Rasanya sangat malas makanan yang di belikan oleh Aulia.
"Kamu mau kemana, mbak?"
"Aku mau makan di luar, jaga Sandi sampai aku kembali." Jawab Renata judes.
Aulia sudah tidak kaget dengan sikap wanita itu, Renata selalu menyalahkan Aulia karena telah merebut Sandi darinya. Aulia memang sadar bahwa dia adalah orang ketiga dalam hubungan kedua orang itu, apalagi setelah mendapatkan kemarahan dari Renata karena menyebabkan Sandi membenci Renata. Wanita itu sudah seperti nenek lampir yang setiap hari hanya marah-marah dan ngomel. Aulia sampai sudah kebal.
"Hoekk!"
Aulia masuk ke dalam kamar mandi karena merasa mual. Gadis itu memuntahkan semua isi perutnya yang belum lama dia isi.
"Ya Allah, apa aku terlalu kelelahan," gumam gadis itu membasuh mukanya.
Setelah rasa mualnya sedikit reda, Aulia keluar dari dalam kamar mandi. Matanya melotot sempurna ketika mendapati Aland yang telah sadar.
"Mas, akhirnya kamu sadar juga." Seru Aulia memegang tangan Sandi.
Sandi mengerjab menatap wajah cantik itu. "Kamu siapa?"
Aulia tersenyum, dia sudah tahu kalau Sandi bisa mengalami Amnesia. "Aku Aulia mas, apa kamu tidak mengenal ku?" Tanya Aulia pasrah.
Sandi menggeleng pelan. "Tapi aku ingat suaramu, dan suaramu membuatku berusaha untuk bangun." Jawab Sandi lirih.
Aulia mencium punggung tangan Sandi, air mata yang keluar dari matanya membasahi tangan Sandi.
Sandi merasakan jantungnya berdegup kencang kala merasakan bibir Aulia yang menempel di tangannya.
"Sandi!!" Renata berteriak ketika melihat Sandi yang sudah sadar. Wanita itu berlari masuk ke dalam.
"Renata."
Aulia terkejut saat Sandi mengenali Renata. "Ternyata yang kamu ingat hanya mbak Renata, mas." Batin Aulia.
Bersambung.
Nah, udah ketebak belum alurnya😊😊
Semakin seru ya.. jangan pelit like dan bunga ya 🌹🌹🌹 kopi juga mau kok 👉☕☕