Menjadi cantik dan berprestasi bukan sebuah jaminan memiliki kehidupan yang baik. Alina gadis yatim piatu berparas cantik juga salah satu primadona kampus dengan banyak prestasi harus menerima takdirnya yang buruk.
Alina tidak menyangka bahwa akibat dari cinta satu malamnya yang tidak di sengaja bersama Presdir kejam bernama Revan menuai hinaan dan hujatan dari orang disekitarnya karena telah berbadan dua...
Diharapkan untuk pembaca agar bijak dalam menanggapi tulisan ini 😁😁😁
bagi yang belum cukup umur jangan intip intip ya..☺️☺️☺️🌺🌺🌺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinyfillah☺☺, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia (Part 1)
Revan terus menjaga Alina, ia duduk disamping tempat tidur Alina tidak bergeming sedikitpun. Ia merasà kasihan juga khawatir apalagi Alina terlihat sangat pucat.
"Kak Revan bawa aku ke kamar mandi mau pup."
"Nyonya Alina kalau mau BAB disitu aja nggak apa-apa." Ucap Dokter Lena.
"Nggak ahh malu, mau ketoilet aja!" Ucap Alina kemudian turun dari tempat tidur.
"Nyonya Alina nggak perlu malu, sebenarnya wajar kalau Nyonya Alina rasa mau BAB karena kepala bayi sudah turun ke panggul, itu sebabnya kebanyakan wanita yang mau melahirkan pasti maunya ketoilet." Jelas Sang Dokter.
"Tapi tetap Alina nggak mau pengen BAB nya di toilet aja." Ucap Alina keras kepala. Sambil terus meringis sakit karena kontraksi yang terjadi semakin sering.
"Baiklah kalau begitu saya periksa dalam dulu ya Nyonya Alina." Ucap Dokter. Tarik nafas panjang." Ucap dokter lagi sambil memeriksa pembukaannya. "Dokter Lena sudah masuk pembukaan sembilan." Ucap Dokter Mala.
Mereka mulai mempersiapkan semua peralatan samping tempat tidur Alina. Revan yang melihat para Tim Dokter mulai sibuk justru membuat Revan semakin panik. Ibu Ani dan Rio kemudian menyusul. Rio membawa Ibu Ani pergi ke ruangan pribadi Revan. Lokasinya berada paling belakang gedung-gedung yang lainnya, sejak awal Revan memang sengaja memilih lokasi paling ujung belakang rumah sakit untuk pembangunan gedung Pribadinya agar saat beristirahat ia bisa merasa tenang tanpa mendengarkan suara kebisingan. Dan beberapa ruangan yang kosong dijadikan tempat untuk perawatan khusus milik keluarga Adiguna yang di usulkan oleh Pemimpin Rumah Sakit agar keluarga Adiguna memiliki privasi dirumah sakit mereka yang juga disetujui oleh Revan.
"Bu itu dia Pak Revan." Ucap Rio memberitahukan Ibu Ani.
"Nak Revan bagaimana dengan Alina?"
"Ada didalam untung saja ibu sudah datang. Para Dokter sedang memeriksa Alina tapi entah kenapa mereka terlihat tergesa-gesa." Ucap Revan panik.
"Kamu jangan panik gini tunjukin ke Alina supaya dia tahu kalau kamu terus suport dia. Ibu akan tanya dokter dulu.
Ibu Ani masuk ke dalam ruangan tempat Alina bersalin. Kemudian Ibu Ani mendekati salah satu Dokter yang sedang memeriksa Alina dan bertanya mengenai keadaan Alina saat ini. Setelah membicarakan mengenai Alina, Ibu Ani kemudian memanggil Revan untuk masuk.
"Alina tidak kenapa-napa kan Bu"? Tanya Revan.
"Tidak Nak Revan, Alina baik-baik saja kata Dokter hanya tinggal menunggu ketubannya pecah."
"Dok ketubannya sudah pecah." Ucap Dokter Mala tepat saat Revan dan Ibu Anni masuk dalam ruangan tersebut. Dokter Mala sejak tadi standby disamping Alina atas suruhan Revan yang keluar karena tidak mampu melihat Alina yang terus merasa sakit akibat kontraksi yang terus menerus.
Alina semakin merasakan sakit yang sangat hebat di area perut dan punggungnya dan membuat tubuhnya bergetar. Tiba-tiba Alina berteriak berusaha mengejan Dokter langsung mengambil alih untuk mengarahkan Alina agar bisa mengejan dengan benar. Sementara Revan yang sudah berada disamping Alina berusaha memberikan kekuatan pada Alina selama proses melahirkan berlangsung.
Tevan yanh menyaksikan langsung proses persalinan Alina menitikkan airmata. Betapa besar dan berat perjuangan Alina untuk melahirkan ke empat bayi kembarnya. Ia tak menyangka seperti inilah kesulitan yang dialami wanita yanh melahirkan. Melihat Alina yanh begitu berjuang dan berusaha membiat Revan semakin memcintai Alina. Dokter pun melakukan yang terbaik saat membantu kelahiran Si Kembar.
Dua jam lamanya proses persalinan berlangsung. Meski melelahkan selama proses persalinan Alina merasa sangat bahagia kini ke empat bayi kembarnya sudah hadir ke dunia ia kembali menangis dan terharu. Alina bahagia karena perjuangannya sejak awal hingga sekarang sudah terbayarkan dengan kehadiran Si Kembar. Setelah selesai mengurus bayi, 2 Dokter itu kemudian mengurus dan menangani Alina lagi.
Revan sangat berayukur meskipun ada kekhawatiran, ke empat bayi kembarnya yang selalu ia nantikan kini kehadirannya akan mengisi hari-hari bahagianya. Namun sakah satu dari mereka harus dirawat intensif ruangan yang lain. Revan mengazani bayi-bayinya terdengar sangat merdu ditelinga, Semua orang terharu mendengarnya. Sementara Revan menangis dan suaranua bergetar saat mengazankan mereka secara begilir. Kini Revan telah memiliki tanggung jawab besar karena telah menjadi seorang ayah dari empat bayi kembar sekaligus.
"Bagaimana dengan Alina Dokter?" Ucap Revan bertanya pada Dokter.
" Kami sedang melakukan yang terbaik Tuan Revan."
"Apa ya kalian lakukan, kalian tidak menyuntikkan obat bius padanya hingga istri saya tersiksa seperti ini." Ucap Revan penuh emosi.
"Kau sangat berisik dan jangan melihat kesini." Ucap Alina yang juga kesal karena Revan yang berisik disaat dia sedang tersiksa untuk kedua kalinya.
"Dokter kalian tidak mendengarku!"
"Maaf Tuan kami sudah melakukan bius lokal pada Nyonya Alina, memang masih tersa sakit itu karena kami tidak bisa membiusnya total. karena bisa berakibat fatal nanti. Jika anda penasaran mengapa silahkan bertanya pada Dokter Lena." Ucap Dokter Mala.
"Revan sudah ku bilang kan jangan berisik! Kau..!"
"Neng jangan emosi dulu. Nak Revan seperti itu karena tidak tega melihatm2u seperti ini." Ucap Ibu Ani.
"Iya Bu Alina ngerti. Tapikan dokter lebih tahu, lagi pula ini pekerjaan mereka, mereka yang lebih tahu. Seharusnya Kau sudah tahu itu Revan. Biarkan Dokter melakukan tugasnya pergi dan temanilah anak-anakmu." Perintah Alina dan langsung dipatuhi Revan.
"Kali ini akan kubiarkan tapi tidak untuk lain kali." Ucap Revan pada ke empat Dokter tersebut.
Para Sokter yang sudah ketakutan melihat Revan yang sedang emosi tadi kini bisa bernafas lega. Mereka merasa sangat beruntung karena calon Nyonya Muda Adiguna menyelamatkan nyawa dan pekerjaan mereka.
"Terima kasih banyak Nyonya karena telah menyelamatkan kami." Ucap Dokter Lena.
"Jangan memanggilku Nyonya panggil saja Alina. lagi pila aku bukan Nyonya kalian." Ucap Alina.
"Baiklah sudah selesai." Ucap Dokter Mala.
"Terima kasih kalian sudah berusaha dengan sangat baik. Aku bahkan sempat berfikir aku akan di operasi. Tapi ternyata aku salah, kalian sudah membantuku sekuat tenaga agar aku bisa melahirkan bayiku dengan normal."
"Itu sudah tugas kami Nyonya Alina."
"Baiklah terserah kalian mau panggil apa ketakutan kalian pada Revan tidak akan bisa diubah." Ucap Alina tersenyum.
"Ya tidak ada yang mau kehilangan pekerjaannya Nyonya. Kami hanya ingin menyelamatkan pekerjaan kami. Harap anda memakluminya." Ucap Dokter Lena.
"Aku sangat memakluminya." Ucap Alina.
"Kalian bisa memanggilku Nyonya jika ada Revan. Tapi tolong jangan panggil aku dengan swbutan itu jika Revan tidak ada. Lagi pula aku bukan istrinya kami hanya tidak sengaja melakukan hubungan layaknya suami-istri itu hanya kecelakaan." Ucap Alina memjelaskan.
Kini ke empat Dokter itu tahu. Memang awalnya mereka sangat heran dengan perkataan Revan yang mengatakan bahwa Alina istrinya padahal sepengetahuan mereka Bos Besar Merwka itu belum Menikah.
"Tetapi dari yang aku lihat Tuan Revan benar-benar mencintai anda."
"Iya benar belu. pernah ada yang berani memerintah Tuan Revan sperti yang anda lakukan tadi. Aku saja sangat terkejut, kupikir Tuan Revan akan memporak-porandakkan tempat ini. Tapi ternyata tidak justru menuruti keinginan Nyonya Alina eehh maksudnya Alina." Ucap dokter Jihan Sang Dokter Anak.
.
.
.
.
^bersambung_^
.
.
Haii semua pembaca setiaku jangan lupa like komen dan vote nya VOTE nya 😁😁😁
untuk terus mendukung karya ku ini.
Selamat membaca....
.
.
I LOVE U BERTUBI-TUBI READERS TERSAYANGKU 😍😍😍😘😘😘
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu