NovelToon NovelToon
Setulus Kasih IBU

Setulus Kasih IBU

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:145.5k
Nilai: 5
Nama Author: yessie

Ibu adalah orang yang paling bisa mengerti dan mengenal tentang kita. Tak ada cinta yang sekuat Cinta ibu. Kasih sayangnya begitu tulus sampai tak ada yang bisa menandinginya.

Novita adalah wanita paruh baya yang berstatus single parent, dia menghidupi kedua anak-anaknya seorang diri. Masalah dalam hidupnya datang silih berganti tak ada hentinya. Namun dia selalu berusaha sabar dan tegar untuk menghadapi semua masalah yang menimpanya. Baginya pengalaman adalah sebuah pelajaran berharga untuk dirinya.

Tapi hati ibu mana yang tak hancur ketika kedua anaknya berani untuk membenci ibunya sendiri. Akankah mereka sadar betapa besarnya kasih sayang yang tulus dari sang ibu? Bisakah Novita bertahan dan menyadarkan kedua anak-anaknya dengan cinta dan kasih sayang tanpa batas, walaupun di balas dengan kebencian?

Yuk berkelana dalam kisah hidup Novita bersama-sama😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yessie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memohon kepada pak David

Seusai dia menerima selembar kertas pemberhentian karyawan, Novita lalu kembali ke ruangannya. Dia duduk merenung di kursi yang sering dia duduki. Dan salah satu temannya bertanya kepada dirinya, “Kenapa mbak? Kamu lagi ada masalah ya?”

Novita terdiam lalu memperlihatkan selembar keras itu kepada temannya.

“Lihatlah,”

“Apa ini?” Tanya temannya penasaran.

Temannya lalu membuka kertas itu dan membacanya.

“Jadi kamu jadi di PHK mbak?”

Novita mengangguk-anggukkan kepalanya dengan berat.

“Aku bingung harus cari kerja apa lagi ya dengan usiaku sekarang ini. Padahal sebentar lagi aku sangat membutuhkan biaya yang cukup banyak untuk anak ku masuk ke perguruan tinggi. Huft…” kata Novita menghela nafas panjang.

“Sabar ya mbak. Tapi apa mbak Novita tadi tidak meminta kebijakan lagi?”

“Aku sudah meminta kebijakan dari perusahaan ini, namun bapak Muktar sama sekali tidak bisa membantuku dan beliau juga tidak dapat berbuat apa-apa. Dia hanya menjalankan perintah dan tugas yang di berikan oleh atasannya.” Terang Novita.

“Astaga, aku tau apa yang sedang kamu rasakan saat ini mbak. Tapi mbak Novita kan masih bekerja di warung makan kaki lima itu kan?”

“Aku sudah keluar. Anakku yang meminta ku untuk tidak bekerja lagi di sana.”

“Owh, begitu. Tapi bukankah anak bungsu mbak Novita sudah selesai sekolah ya?”

“Iya, anak pertama ku memang sudah selesai bersekolah, dan dia baru beberapa hari ini bekerja di luar kota.”

“Owh, sudah bekerja di luar kota. Itu malah baguskan, minta saja ke anak bungsu mbak Novita untuk membantu membiayai sekolah adiknya nanti. Pasti dia mau,”

“Tapi akunya yang tidak mau, aku nggak mau menyusahkan anakku mbak. Aku pernah berjanji dengan diriku sendiri kalau aku tidak ingin menyusahkan anakku. Dan jika aku bisa lakukan sendiri akan aku lakukan apa pun caranya. Sekali pun harus mengorbankan nyawa aku sendiri.”

“Kamu memang the great single mother. Aku doa kan, akan ada jalan baik untuk mu ya mbak.”

“Iya Wi, terimakasih.”

Beberapa hari kemudian, Novita bertekat untuk memberanikan diri menghadap langsung dengan pimpinan barunya.

 

Baru kali ini dia masuk ke dalam ruang presiden direktur dan ingin menemuinya. Sebelumnya dia pernah mendengar informasi dari sesama teman CS (clening services) bahwa pak David itu orangnya tidak mudah di temui. Dia sangat menjaga jarak terhadap bawahannya. Beliau hanya mau berhubungan dengan orang-orang yang dianggapnya penting saja. Menurutnya, orang seperti Novita sangat tidak mungkin akan bisa berkomunikasi langsung dengan pak David. Lama Novita berdiri di depan ruang presiden direktur dengan wajah bingung, namun setelah pertimbangan agak lama pada akhirnya dia memilih untuk menunggu di depan ruangan itu.

Akan tetapi dari dalam ruangan tersebut, Novita mendengar atasannya sedang berbicara dengan nada tinggi. Untuk ukuran orang sedingin dan setenang pak David, rasanya cukup luar biasa mendengarnya berbicara seperti itu. Novita hanya termenung dalam diamnya. Dan seketika nyalinya menjadi ciut, pak David sepertinya benar-benar sedang marah waktu itu. Moodnya juga pasti sedang tidak bagus saat ini. Novita pun mencoba menunda tekatnya untuk tidak menemui bos besarnya. Karena dia merasa sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat untuk membicarakan soal dirinya yang diistirahatkan dari perusahaan.

 

Novita lalu memutuskan untuk pulang, dan membatalkan tujuannya menemui pak David.

PRANGGG!!

Tak sengaja tangannya menyenggol sebuah pot bunga yang ada disamping pintu ruang itu. Novita cepat-cepat berjongkok, dan mulai memungguti satu persatu pecahan pot dengan tangan bergetar. Dia berharap pak David tidak mendengar suara pot yang pecah.

 

Akan tetapi dari dalam ruangan terdengar teriakan, “Siapa disana?!!”

 

DEG!!

Dia mendengar suara pintu dibuka dan suara langkah kaki yang berangsur-angsur mendekati dirinya. Dengan pelan-pelan dan ketakutan dia menoleh ke belakang, ternyata benar saja. Pak Davit sudah berdiri di belakangnya dengan sikap mendominasi. Begitu pula dengan orang yang baru saja mendapatkan dampratan dari atasannya.

“Siapa dia?”

Dengan tangan yang bergetar Novita menjawab, “Sa—saya Novita pak. Saya bagian Clening servise pak.”

“Kenapa kamu mengendap-endap seperti pencuri?”

“Ma—maaf pak, tadi sebenarnya saya mau…”

“Willy, bereskan itu! Aku mau istirahat. Dan jangan ada yang menganggu ku! kamu mengerti?” Pinta pak David dengan tegas.

Belum sempat Novita berkata dan menjelaskan maksud dari kedatangannya itu, pak David sudah meminta sekertarisnya untuk tidak boleh ada yang menganggu dirinya.

Hingga membuat Novita harus terpaksa menekuk lutut di hadapan pak David. Dia memohon-mohon kepada pak David agar surat pemberhentian karyawan itu di cabut dan harapannya dia diberikan kesempatan lagi untuk bekerja disana.

“Pak David,”

“Eh, ibu kenapa ini? Kenapa ibu berlutut di hadapanku?” Tanya pak David kebingungan.

“Saya mohon pak, tolong cabut surat pemberhentian kerja untuk saya. Saya seorang single mother pak, dan saya masih menanggung biaya sekolah anak saya sendiri. Bahkan sebentar lagi anak saya akan meneruskan sekolah ke perguruan tinggi. Saya bingung jika saya tidak bekerja di sini, bagaimana dengan nasib sekolah anak saya. Sedangkan dia ingin sekali melanjutkan ke perguruan tinggi. Dan pekerjaan ini adalah mata pencaharian satu-satunya yang saya miliki. Entah bagaimana nasib saya nanti jika saya benar-benar di berhentikan. Apa lagi dengan umur saya yang semakin bertambah tua pak. Hisk… hisk…”

David hanya temangu mendengar permohonan dari wanita tua yang sedang bersujud di hadapannya.

Setelah itu perlahan Davit meminta Novita untuk bangun dan berdiri.

 

“Ibu, tolong berdiri sebentar. Jangan seperti ini.”

“Tapi pak, saya mohon berikan saya kesempatan sekali lagi untuk bekerja di sini. Saya berjanji akan bekerja lebih baik lagi dari yang sebelumnya.”

“Willy! Cepat urus ibu ini!” Pinta pak David dengan tegas yang kemudian pergi begitu saja.

“Baik pak,”

Begitu mendengar perintah dari pak David, Willy langsung menarik tangan Novita untuk memintanya agar segera pergi meninggalkan ruang pak David.

“Ibu, sebaiknya ibu cepat pergi meninggalkan ruangan ini.”

“Tapi pak,”

“Ibu, ibu sudah dengar sendiri kan apa yang pak David katakan tadi.”

“Pak David, saya mohon pak. Pak!” pekik Novita.

Novita terus memanggil pak David, Namun pak David justru sama sekali tidak memperdulikannya. Hatinya kecewa dan susah. Percuma meminta dan memohon-mohon agar mencabut surat pemberhentian kerja milik dirinya kepada pemilik baru perusahaan itu.

Jam kerja kini telah usai, dia masih merenungi nasib buruk yang sedang dia hadapi. Dia juga mencari jalan solusi agar dirinya tidak jadi di berhentikan kerja di sana. Satu persatu para karyawan sudah mulai pulang. Namun tidak dengan Novita, dia masih menunggu pak David keluar dari ruangannya.

Berjam-jam dia menunggu bos besarnya di luar kantor. Namun sayang, pak David masih belum nampak. Hingga akhirnya pak David keluar ketika waktu sudah menunjukkan pukul 19.22.

Melihat pak David yang berjalan dengan di kawal dua pemuda bertubuh kekar menuju ke parkiran mobil pribadinya, Novita lalu dengan cepat menghampiri bos besarnya itu.

Dia memanggil-manggil pak David sambil berlari mengejarnya.

“Pak David, pak David tunggu.”

Dengan nafas memburu dan terengah-enggah dia mendekati pak David.

“Ibu lagi, ibu lagi. Ada apa sih bu?” bentak pak David sopan.

“Pak David, saya mohon pak, tolong bantu saya. Saya mohon sekali pak.”

“Ibu, saya kasih tau ya, saya masih mempunyai banyak urusan. Jadi saya minta, tolong jangan menganggu saya. Ibu tau kan siapa saya.”

Sambil menunduk merendah Novita kembali mengulang perkataanya tadi.

“Saya tau pak, saya juga sudah mengenal bapak. Mungkin bagi bapak, permintaan saya ini sepele. Namun, rakyat jelata seperti saya ini begitu sangat membutuhkan pekerjaan itu pak.”

“Tapi urusan saya itu masih banyak, dan lebih penting dari ini.”

“Iya pak saya tahu, saya juga mohon maaf karena sudah menganggu waktu bapak. Dan saya tau perbuatan saya ini sangatlah tidak sopan. Saya hanya membutuhkan belas kasih dari bapak. Saya mohon pak.”

“Kita pikirkan besok! pengawal tolong buat ibu ini mengerti untuk tidak menghalangi jalan ku pulang.”

“Baik bos.”

Kedua pengawal itu langsung menarik paksa Novita yang sedang duduk sujud di hadapan pak David.

bersambung...

 

1
Sri Soedarta
mantap thor gk bertele" 👍👍👍
Sri Soedarta
tangkap polisi lh itu sara dan bpk'y
Sri Soedarta
mtah kmna" cerita'y thor
Sri Soedarta
terus cerita kk Cantika kok hilang ya thor
Firdha Widyaningsih
percuma jd ceo tp masalah gini kau sangat kejam ke sesama manusia apalagi terhadap wanita
Firdha Widyaningsih
tp setidaknya aku kagum akan pemikiran cantika dia ga mau dihina dan di injak" semoga km dan ibumu cepat berbaikan karna ini ada karma mu jg cantika semoga km seperti ibumu yg kuat dan tangguh menghadapi semua masalah
Firdha Widyaningsih
pasti berat jauh dengan anak apalagi harus merantau berat pasti cemas pasti seorang ibu pasti merasakan hal yg di rasakan novita
Firdha Widyaningsih
sedih jg liat pengorbanan novita hanya karna salah paham chantika membenci ibu nya yg berhati malaikat seperti itu
Firdha Widyaningsih
iyaa wajar klu chantika kecewa sm novita karna dia pergi begitu aja ga blg ke anak" nya atau gmn karna hal seperti ini lah yg membuat salah paham trs karna kita menggapnya hal ini sepele tp yg ada dampaknya besar seperti ini karna ini hal serius gitu disaat seperti ini dia pergi aja ga ngasih tau apa" seharusnya dlm kondisi gmn pun atau panik wajar tp ga sampe jd fatal gini ninggalin aja jd nya kan suami nya harus cepat ditangi anak" nya bingung harus gmn sedangkan rs itu ga bisa gegabah jg itu lah kesalahan fatal yg dilakukan novita klu dia sadar tp ga bisa dibenarkan jg sifat chantika itu ketelaluan
Sukati Saja
thor setahu aq anak ke 1 itu sulung trus yg bontot itu bungsu...
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Sri Wahyuni
mksh thor
Sri Wahyuni: sama2
total 2 replies
Agus marolo
Thor kenapa lama ya
Siti Fatimah Nasa
moga cepet sembuh ya thor semangat trus thor💪💪
Sri Wahyuni
makanya kalo suka buruan nembak...diambil orang lain manyun deeh
Ida Sagita
lannnjutt tuuuurrt
Siti Qomariyah
kok g ada bahagia"nya masa yg naik tertindas trs thor trs kpn karmanya jd gedek
Siti Qomariyah
kok radit kd anak durjana gtu g ingat apa ama pengorbanan ibuknya dulu
Nur'S
mana lanjutannya..
Nur'S
horeeeeee bahagia semuanya...
Nur'S
kenapa nggak di kasihtau aza ya keadaan ibunya kepada raditya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!