Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
***
Anna tak sangup menolak pesona suaminya kini, tatapan bersih itu, kelembutan itu, apalagi ucapan kata Cinta yang mampu membuat Anna goyah dengan pendiriannya. Ya, inilah dirinya, bagaimana pun ia menolak untuk iya. Tapi hatinya tidak pernah dapat ia bohongi.
Sekretaris Aron mulai terbakar hawa nafsu, ia menginginkan hal lebih dari sekedar ciuman di bibir.
Perlahan ia turunkan tangannya, mencoba melepaskan satu persatu kancing baju Anna, tanpa melepaskan pangutannya.
Kancing ketiga telah terlepas, ketika tak mendapat penolakan, Sekretaris Aron kembali melepaskan kancing keempat.
Begitu selesai, perlahan begitu perlahan Sekretaris Aron kembali melepaskan pengait bra Anna yang ada dipunggung Anna.
melihat benda kenyal itu, membuatnya tak dapat menahan untuk bermain disana. Sekretaris Aron terus memberikan servis terbaik pada Anna, hingga membuat Anna menggila.
Kruuuk ....
Suara panajang yang begitu nyaring terdengar dari perut Anna. Seketika membuyarkan nafsu keduannya yang tadinya memuncak kembali turun ke angka nol.
"Ma-maaf. A-aku lapar," ujar Anna dengan polosnya, membuat Sekretaris Aron tak habis pikir.
"Baiklah, kita lanjutkan nanti. Sekarang kita sarapan dulu agar kita bertenaga." Goda Sekretaris Aron membuat Anna menundukkan kepalanya karena malu.
"Tidak usah malu begitu, itu membuatmu semakin menggemaskan. Sini, aku pasangkan lagi." Ujar tuan Devan kembali memasang pakaian Anna yang telah ia buka tadinya.
***
"Ayo kita lanjutkan yang tadinya sempat tertunda," pinta Sekretaris Aron ketika mereka telah berada didalam kamar.
"La-lanjutkan apa, Kak? Tanya Anna pura-pura lupa.
"Jangan berpura-pura begitu. Kau semakin menggemaskan Di mataku." Ujar Aron kembali menyerang bibir manis Anna yang kini menjadi candu baginya. Adegan pemanasan pun kembali terjadi. Kali ini lebih panas. Karena berada didalam kamar. Sekretaris Aron langsung mengangkat tubuh Anna dan membaringkan Anna diranjang tanpa melepaskan pangutannya.
Derrrrrrttt ....
Suara panjang dan nyaring dari ponsel milik Sekretaris Aron kembali membuyarkan napsu kedua makhluk itu.
"Apa lagi ini!" Kesal Sekretaris Aron.
"Hallo! Ada apa? Kenapa menelponku disaat yang tidak tepat begini!" Kesal Sekretaris Aron membantak seseorang diseberang sana.
"Ada apa denganmu, Aron. Apa sekarang kau sudah berani membentak ku," jawab Tuan Devan diseberang sana.
"Ma-maafkan sa-saya, Tuan. Tadi hanya ....
"Sudahlah, aku mengerti. Bisakah kuda-kudaan itu dipending dulu untuk sekarang. Aku membutuhkanmu untuk membahas hasil meetingmu dengan Yohan Group. Tadi malam,"
"Iya, Tuan. Bisa, saya akan segera ke mansion Tuan sekarang juga." Tegas Aron.
"Apa aku menggangumu?" Tanya tuan Devan mamastikan tebakkannya benar.
"Tidak tuan, tidak menggangu sedikit pun," jawab Sekretaris Aron pasti.
"Baguslah kalau begitu," ujar Tuan Devan lalu mengakhiri panggilan itu.
"Ini, kau akan mandi dulu bukan," ujar Anna yang ternyata telah menyiapkan handuk juga pakaian kerja untuk suaminya itu.
Apa kau tidak apa-apa, kalau aku tinggal. Emm, maafkan aku." Ujar Aron.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Pergilah mandi sekarang, nanti tuan Devan kelamaan menunggu." Jawab Anna langsung mendorong tubuh Sekretaris Aron untuk masuk kedalam kamar mandi.
"Untunglah, aku selamat lagi kali ini. Maafkan aku, Aron. Aku masih belum siap, aku masih ingin memastikan apakah kamu benar-benar mencintaiku, atau hanya menginginkanku." Batin Anna yang masih meragukan cinta Suaminya Sekretaris Aron.
Bersambung .....
Like, komen, hadiah, vote dan Rate bintang 5 pleaseeeee 🙏
.
.
.
.
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩