Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 27 Rencana Romi
*Flashback On*
Romi telah menyusun rencana dengan sedemikian rupa untuk merusak hubungan Nurin dengan Tama. Romi mendatangi Nurin yang sedang makan siang di kantin sekolah.
"Hai Nurin" sapa Romi
"Hai, ada apa Rom?" tanya Nurin
"Nanti habis pulang sekolah temuin aku dibelakang sekolah ya"
"Ngapain?"
"Ada hal yang perlu aku omongin"
"Ngomong disini aja"
"Nggak nanti aja, sekarang nggak sempat, bentar lagi udah waktunya untuk masuk kelas"
"Nggak ah, aku nggak mau"
"Ini penting"
"Tentang apa?" Nurin mulai penasaran
"Tentang Tama"
"Hah, memangnya ada apa dengan Tama?"
"Kalau kamu pengen tau, datang aja, tapi jangan kasih tau Tama"
"Nggak ah, aku tanya aja langsung kepada Tama"
"Kamu yakin Tama akan menjawab jujur, dia bisa aja berbohong"
"Benar juga sih"
"Kamu fikirin aja dulu deh, yang jelas kalau kamu memang ingin mengetahuinya, aku tunggu nanti"
Romi beranjak pergi meninggalkan Nurin yang masih memikirkan apa yang hendak disampaikan Romi perihal Tama.
Saat bel pulang sekolah berbunyi Romi langsung bergegas ketempat yang telah ia beritahu kepada Nurin. Tak lama kemudian Nurin datang ke sana untuk menemui Romi
"Rom kamu mau ngomong apa"
kata Nurin yang berdiri jauh dari Romi
"Kalau mau ngomong, sini mendekat"
"Disini aja, kedengaran kok"
"Aku harus ngomong pelan-pelan, nanti ada yang dengar"
"Memangnya se rahasia itu?"
"Iya, sini mendekat"
Nurin langsung mendekati Romi
"Apa? ayo cepat ngomong"
"Nggak sabaran banget sih"
"Cepa tan deh, Tama udah nungguin aku diparkiran"
"Kamu yakin mau lanjutin hubungan kamu dengan Tama"
"Iya, hubungan kami baik-baik aja kok, dan aku nggak pernah berniat untuk putus dari Tama"
"Kamu seyakin dan sepercaya itu pada Tama?"
"Maksud mu?"
"Ya, banyak laki-laki yang mencintai dan menunggu mu, kenapa harus sama Tama aja?"
"Kamu nggak usah bertele-tele deh, ngomong aja yang jelas, katanya kamu mau ngomongin tentang Tama, Tama memangnya kenapa?"
"Ini kita lagi bahas tentang Tama kan"
Romi mendekati Nurin dan menariknya dalam pelukan Romi
"Rom, kamu apa-apaan sih, tolong jaga sikap mu!"
"Bentar aja kok, biarkan aku melihat wajah cantik mu, jangan Tama aja yang boleh melihatnya"
"Rom, jangan macam-macam ya"
"Ih, kok kamu galak gitu sih"
Romi memegang pinggang Nurin semakin erat dan mendekatkan bibirnya ke bibir Nurin
"Kamu mau ngapain?" Nurin terkejut akan tindakan Romi barusan
"Nikmatin aja, nggak usah berkomentar, toh disini cuma kita berdua" Romi yang tanpa aba-aba langsung m**u*at bibir Nurin.
Nurin yang awalnya memberontak akhirnya pasrah juga, malahan Nurin membalasnya dengan lembut.
Sedangkan dilain tempat Tama telah menunggu Nurin cukup lama, sedari tadi Tama mondar-mandir menunggu kedatangan Nurin, tetapi Nurin tak kunjung datang, sekolah sudah semakin sepi. Tama yang merasa cemas, takut terjadi apa-apa kepada Nurin langsung mendatangi kelas untuk mencari keberadaan Nurin tetapi, kelas sudah sepi tak ada berpenghuni.
Tama seketika langsung panik, untung saja ada seorang siswa yang duduk didekat taman, Tama langsung mendekati nya dan menanyakan apakah dia melihat Nurin
"Loe lihat Nurin nggak?"
"Hmmmm, lihat, dia pergi kebelakang sekolah, tapi kayaknya sampai sekarang dia belum balik deh"
"Yaudah makasih ya"
Tama langsung berlarian kebelakang kelas, alangkah terkejutnya Tama ketika melihat Nurin dan Romi sedang berc**man dengan penuh nafsu.
Tama langsung mendekati mereka berdua dengan langkah kaki yang gemetar.
"Gila ya"
ucapan Tama mengagetkan Nurin, namun tidak dengan Romi
"Aku telah nungguin lama diparkiran, ternyata kamu disini, melakukan hal yang menjijikkan bersama dia! ! !" emosi Tama langsung meledak melihat kelakuan Nurin, ternyata selama ini ia telah salah menilai Nurin.
"Sayang ini nggak seperti yang kamu lihat"
Nurin mencoba melakukan pembelaan diri.
"STOP! jangan pernah kamu ucapin kata itu lagi padaku"
"Kamu dengar aku dulu"
"Sekarang kita putus, dan jangan pernah temui aku lagi, dasar wanita ******! nggak tau malu"
Mendengar itu Romi tersenyum nakal, mengingat rencananya berjalan dengan sempurna.
"Eh loe juga ngapain loe melakukan itu dengan pacar orang hah!"
"Gue nggak maksa, dia juga mau, terus gue bisa apa dong"
"DASAR BRENGSEK!"
"Kenapa loe mau marah, mau mukul gue silahkan, toh ini semua sudah kejadian kan, loe terima aja kenyataan, mungkin Nurin nggak bahagia sama loe"
Tama pergi meninggalkan mereka berdua tanpa mengucapkan satu patah katapun, berkelahi dengan Romi pun percuma saja, akan membuang energi saja. Jadi Romi memutuskan untuk pergi dari orang yang sangat dibencinya saat itu.
Nurin yang melihat Tama pergi langsung mengejarnya
"Tama... tolong kamu maafin aku ya" pinta Nurin yang berlari kecil untuk menyeimbangi jalan Tama
"Setelah kamu melakukan hal menjijikkan itu dengan Romi, yang kamu tahu aku tidak pernah akur dengannya"
"Ya, aku dipaksa sama Romi"
"Apa dipaksa?, sepertinya kamu menikmatinya" Tama melihat baju Nurin yang berantakan
"Ya..kamu nggak pernah melakukan itu padaku, jadi ketika Romi melakukannya, manja mungkin aku menolak"
"Karena aku sangat mencintai kamu, aku menjaga mu bukan merusak mu"
"Jadi bukan salah aku dong" jawab Nurin dengan santai
"Aku nggak ngerti lagi deh, dengan semudah itu kamu melakukan itu, Nurin yang aku kenal nggak seperti ini"
"Ya, berarti kamu nggak benar-benar mencintai aku, buktinya aja kamu nggak mengenali aku sesungguhnya"
"Benar, kamu memang benar sekali, mulai saat ini aku nggak akan kenal kamu lagi"
Tama mempercepat langkahnya untuk pergi meninggalkan Nurin
"Aku belum selesai ngomong" ucap Nurin yang masih mengejar Tama
"Kamu suka hal yang menjijikkan itu kan, jadi pergilah dengan dia, bukankah kalian sama-sama menyukainya, jadi untuk apa lagi mengejar ku"
"Nggak-nggak, aku nggak mau diputusin kayak gini"
"Jadi kamu mau apa hah!?"
"Berani-beraninya kamu mutusin aku, kamu fikir cowok tampan cuma kamu aja, aku bisa mendapatkan cowok lebih daripada kamu"
"Ya sudah, cari sana, ngapain masih ngikutin aku aja"
Langkah Nurin terhenti mendengar ucapan Tama, dia tak lagi mengejar Tama. Sedangkan Romi yang masih berada dibelakang sekolah tersenyum sinis, atas keberhasilannya.
Dengan wajah yang bahagia Romi menemui seorang siswa yang duduk di taman, yang memberikan informasi keberadaan Nurin kepada Tama.
"Bro terimakasih banyak ya" ucap Romi mendekati Robi, siswa yang duduk di taman itu.
"Gimana Berhasil nggak?"
"Berjalan dengan sempurna" hahahahaha
"Pantesan gue lihat Nurin ngejar-ngejar Tama gitu"
"Ya begitulah, rencana berjalan dengan sempurna"
"Jangan tertawa aja, bayaran gue mana, gue udah buang-buang waktu untuk duduk disini, cewek gue udah nunggu tuh diparkiran"
"Sabar, nanti gue transfer, loe kirim aja nomor rekening loe ke WA gue"
"Benar ya, ya udah nih udah gue kirim nomor rekening gue"
"Oke, tunggu gue cek dulu"
Romi langsung mentransfer uang senilai Rp 5.000.000 ke rekening Robi.
"Udah nih, udah gue transfer"
"Oke, senang bekerjasama dengan loe, terimakasih ya, gue cabut dulu"
"Iya"
Romi juga bergegas pulang dengan senyuman bahagianya.
Bersambung 😍
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD