NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26

**Akhirnya Sean Update.

Tekan tombol likenya dulu dong.

Jangan lupa Vote cerita ini kalau kalian suka, untuk mendukung Author menjadi seorang penulis yang lebih baik lagi. 😊

~Selamat membaca**~

***

Valerie POV

Aku melangkah keluar dari gerbang besar rumah Sean. Ku balikkan tubuhku menatap ke arah gerbang tersebut dengan wajah sendu. Kutundukkan kepalaku dan kembali meluruskannya.

Aku melangkah menyeberangi jalan untuk sampai ke rumahku. Kutatap gerbang rumahku dan membukanya sendiri.

"Nona." panggil bibi Rain yang tiba-tiba keluar dari rumah karena menyadari suara gerbang yang terbuka.

"Hai Bi." aku melambai ke arah bibi Rain dengan senyum tipis.

"Bukankah Nona pulang tiga hari lagi?" tanya bibi Rain.

"Seharusnya memang begitu. Tetapi semuanya berjalan sangat lancar dan cepat di Paris, sehingga hanya membutuhkan dua hari saja." jawabku.

"Baguslah Nona. Kakek dan Nenek anda sudah sangat merindukan Nona." ucap bibi dengan senyum lebar.

Aku mengangguk. "Tetapi, di mana koper anda Nona? "Tanya bibi yang membuatku berjengit gugup.

"Ehh... Kan Vale nggak bawa koper Bi. Valerie perginya aja tiba-tiba sampai nggak pamit. Semuanya Valerie beli di sana." Ucap Valerie dengan senyum gugupnya. Berusaha semaksimal mungkin untuk kelihatan jujur dan tak tampak seperti akting.

"Ahh.. Iya Bibi lupa." ucap Bibi Rain sambil menepuk keningnya pelan.

Aku membalas dengan kekehan lugu, lalu memasuki rumah sambil menghela nafas lega.

"Nenek-Kakek, Vale pulang." Vale berteriak ke penjuru rumah dan menemukan kakek-neneknya sedang bersantai di atas sofa pijat.

Aku menghampiri mereka dan memeluk mereka dengan penuh rasa rindu. Namun tersisip rasa sedih di dalam lubuk hatiku yang paling dalam.

Setelah berbincang-bincang ringan dengan kakek dan nenek, aku melangkah  menaiki tangga, menuju ke kamarku.

Kucampakkan tubuhku ke atas ranjang sambil mendesah nafas lelah.

"Huhhh.. "Desahku lelah.

Kutatap langit-langit kamarku dalam diam. Hingga akhirnya mataku memberat dengan sendirinya dan kegelapan menghampiriku.

***

Tok... Tok... Tok

Keningku berkerut mendengar ketukan pintu yang menganggu tidur siangku. Kulirik jam di dinding yang menunjukkan pukul lima sore.

Aku tertidur sampai se-sore ini?

aku menuruni ranjang dengan keadaan setengah sadar. Aku melangkah pelan dan membuka pintu kamarku.

"Valerie."

Mataku menyipit menyesuaikan pandanganku dan mendapati Melanie yang berdiri di depan kamarku dengan wajah cemberut.

"Melanie."

Melanie memasuki kamarku dengan raut kesal dan duduk di atas ranjangku.

"Kenapa kamu berbohong Vale?" aku mengernyit tak paham mendengar pertanyaannya.

"Bohong apa?" tanyaku heran, lalu ikut duduk di atas ranjang dengan mata sedikit mengantuk.

Melan memutar bola matanya kesal. "Kau mengatakan pergi ke Paris dari kantor kepada Kakek-Nenekmu. Jelas-jelas pergi ke Paris itu tidak ada. "Ucap Mel dengan tatapan tajam.

"Kemana kamu? Presdir Sean juga tidak muncul di kantor selama berhari-hari. Apa yang kau lakukan Vale? "Tanya Melan dengan tatapan tajam menyelidik.

"A... Aku berlibur." jawabku gagap.

"Kemana?" tanyanya kesal.

"Ke Paris."

"VALERIE! BERHENTI MEMBUAT KEBOHONGAN!" aku terjengit kaget mendengar suara teriakan lantangnya. Kuusap dadaku naik turun saking kagetnya.

"Mel, kau membuat gendang telingaku hampir pecah." ucapku kesal dan kini mengusap telingaku yang berdengung.

"Kalau begitu, katakan yang sejujurnya!" ucapnya.

"Huhhh.... Aku di rumah Sean." jawabku setelah membuang nafas pasrah.

"Apa? Sean? Pak bos Sean?" tanya Melan dengan tampang kaget.

"Iya." jawabku malas.

"Kamu gila ya? Bukannya aku udah bilang jangan bermain api Vale!" ucap Melan dengan wajah marahnya. Aku mendesah kesal.

"Aku tidak bermain api Mel." ucapku frustasi.

"Dia sudah memiliki kekasih Vale. Angela."

"Angela bukan kekasihnya Melan. Dia hanya salah satu jalangnya." ucap Vale kesal. Dia merasa frustasi setiap kali Melan membahas untuk menjauhi Sean.

"Kalau begitu kau juga salah satu jalangnya?" tanya Melan dengan pandangan sengit.

Aku menatap Mel kecewa. Bagaimana dia bisa menuduhku begitu?

"MEL—"

"Dia sudah sering menciummu, dia juga pasti sudah melecehkanmu dengan sentuhan tangannya. Apa kalian juga sudah tidur bersama? Bercinta? Apa dia benar-benar melakukannya karena Cinta? Atau hanya karena nafsu." aku menatap Melan dengan pandangan tak percaya. Sedih, kecewa, juga tertekan sekarang memenuhi diriku.

Benar yang di katakan Melan. Sean memang sudah menciumku dan melecehkanku. Namun pria itu belum meniduriku.

"Sampai kapan kamu akan diam dan tak menolaknya Vale? Sampai dia bosan dan mencampakkanmu begitu?" aku merenggut rambutku frustasi. Dadaku sesak dan nafasku tersengal. Air mataku perlahan turun entah karena apa.

"Ternyata begitu, kau sudah mencintainya. "Ucap Melanie pelan.

Dadaku semakin sakit setelah mendengar ucapan Melan. Bibirku tak bisa mengeluarkan kalimat sangkalan apapun. Apa benar aku sudah mencintai Sean?

Air mataku turun semakin deras. Apa mencintai seseorang sesakit ini? Kuremas dadaku yang semakin sakit.

Melan menatapku sedih dan perlahan menarikku ke dalam pelukannya.

"Dasar bodoh! Sudah kukatakan jauhi pria itu!" ucap Melan sambil mengusap pundakku.

Kepalaku terputar memikirkan setiap kejadian indah dan lucu yang terlewati bersama Sean. Dia Overprotektif dan tak ingin di bantah. Namun sikap manisnya yang membuatku merasa di cintai, telah menjatuhkanku ke dalam pesonanya.

"Tetapi, dia mengatakan dia mencintaiku Mel." ucapku mengingat kata-kata cintanya di pesta waktu itu.

"Jika dia mencintaimu, mengapa dia harus menyembunyikan hubungan kalian? Mengapa dia belum memutuskan hubungannya dengan Angela?"

Aku mendongak melepas diri dari pelukan Melan. Kutatap wajah Melan dengan wajah penuh air mata.

"Lupakan dia Vale! Jauhi dia mulai sekarang! "

Bersambung...

Follow ig @violet_slavny

Like, share komen dan vote ya😊

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!