Entah dewi Fortuna sedang memihak diriku atau tidak?!
Baru saja aku diterima jadi karyawan magang di perusahaan Terkenal yang ku impikan dan juga baru saja aku di panggil Mommy ?!
Hei !! aku masih lajang, umurku saja masih seperempat abad. Pacaran saja belum pernah dan tiba-tiba sudah disambut oleh Anak, What !!
"Mommy?"
"Eh. . . Mommy??"
•Novel ini hasil karya Khayalan author semata diharapkan untuk selalu mendukung.
>> masa revisi di lakukan saat author memiliki waktu luang jadi maafkan bila ada banyak Typo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DNA_2005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
"Kalau begitu saya pergi dulu dan terima kasih" ucap Cyla sambil tersenyum manis.
Deg jantung Alex berdegup kencang melihat senyuman milik Cyla yang sungguh membuat jiwa pria nya bangkit, ya pasti lah dia kan laki-laki normal pasti sudah lama tidak pernah merasakan semanjak Rei hanya ingin bersama Cyla membuat Alex sulit memuaskan nafsunya dengan kekasih lainnya.
Cyla keluar ruangan dengan muka yang mulai memerah merona karena godaan Alex. Yang membuat Cyla langsung berjalan cepat ke arah Lift dan menekan nomor untuk ke lantai bawah.
"Tunggu Cyla" panggil Lya kepada Cyla yang sudah pergi dengan cepat,'Hmm pakaianya masih lengkap berarti tidak terjadi apa-apa' batin Lya mulai meneliti karena biasanya mungkin perempuan yang datang ke ruang Pak Alex akan ganti baju karena pertempuran membuat Lya heran dengan Keutuhan pakaian Cyla.
'Atau Alex kurang mampu' batin Lya mulai menyelidiki lagi hingga tanpa sadar Alex sudah ada di hadapan Lya.
"Saya Mampu" ucap Alex yang mengangetkan Lya.
"Eh, masik mampu kamu, saya kira tidak" sindir Lya dan langsung kembali ke tempat duduknya.
"Enak aja saya ini sudah termasuk level Pro" bangga Alex yang hanya dapat cibiran oleh Lya.
"Jarang - jarang kan ada perempuan yang dari ruangan Kamu dengan kondisi baik sehat wal'afiat" ucap Lya sambil menatap heran Alex karena memang faktanya begitu apa boleh buat kan.
"Nanti kalau udah sah" ucap Alex yang langsung dapat tatapan aneh oleh Lya.
"Lah sejak kapan sahabatku jadi laki-laki yang nunggu sah dulu, tidak salah denger nih telinga milikku" Ucap Lya sambil memegangi telinganya ya barang kali telinganha bermasalahkan.
"Sejak jatuh cinta ke Cyla" ucap Wilson yang baru datang sambil membawa cetak biru.
"Hah beneran ?!, astaga harus ku kabarin nih sama Madam Irene " canda Lya.
"Setuju " ucap Wilson yang langsung diberikan pelukan oleh Lya ''Emang satu hati satu rasa" ucap Lya kepada suaminya. Ya Wilson ketua divisi Desain dan juga Suami Lya.
"Nih Lex , desain yang kamu minta" ucap Wilson sambil memberikan Cetak biru tersebut.
"Ok, Aku pergi" ucap Alex sambil berjalan menuju lift pribadinya.
"Mau kemana?!" teriam Lya dan Wilson bersamaan.
"Mau Bawa istri ke ranjang" ucap Alex vulgar yang hanya dapat gelengan kepala oleh Lya dan Wilson.
Cyla sudah kembali ke ruangannya dan mengatur nafasnya agar lebih stabil sambil mengumpat beberapa kata dan kalimat.
'Dasar Pak Alex mesum, mudahan aja gak ketemu lagi' ucap Cyla sebentar karena Didi selalu menganggu dirinya untuk selalu menenangkan dirinya dari malu saat di ruangan Alex.
"Gimana,Kamu dipencat?!" tanya Didi sambil mengambil kursinya untung duduk di sebelah Cyla.
"Enak aja, Masa anak sebaik diriku dipencat apa nanti tidak kekurangan Staf" sombong Cyla yang hanya ditatap jenguh oleh Didi.
"Jadi tadi kenapa?! Di ajak Pak Alex ke ranjang?!" ucap Didi tanpa muka penyesalan dan hanya mengeluarkan tampang biasa biasa saja.
"Eh ta. . tau darimana?!" tanya Cyla heran karena memang betul bahwa Alex eh ralat Pak Alex ngajak ke Ranjang.
"Yaiyalah, emang kamu pikir Didi cuma orang biasa. Dan jawabanya tentu saja salah karena Aku adalah penggosip nomor satu di lantai ini. Pasti taulah kebisaan Pak Alex" bangga Didi sambil mengibaskan rambutnya bagai ditiup angin.
"Tapi kok Pakaian kamu masih utuh sih, Jarang deh" heran Didi sambil meneliti pakaian milik Cyla.
"Eh maksudnya?!" tanya Cyla linglung.
"hemm Yang ku tau dari tante tante cantik lantai tetangga atas setiap pak Alex bawa perempuan Ke ruangannya pasti aja tuh perempuanya tidak pakai bajunya yang beda lagi, Tapi kenapa kamu masuh utuh Cyl, hmmm" heran Didi sambil berdiri.
"Ehhh aku masih belum ngela..." belum Sempat Cyla menlanjutkan ucapannya malah langsung dipotong oleh ucapan Didi.
"Atau Pak Alex kurang mampu" bisik Didi pelan di telinga Cyla.
"Mungkin ?!" ucap Cyla samnil terkekeh kecil karena dia sudah mulai nyambung dengan arahan pembicaraan Didi yang begitu err Vulgar.
"Saya Mampu"
Deg.