Moza Remon seorang gadis cantik yang harus menderita setelah kepergian kedua orang tuanya..
Suatu malam dia di usir oleh Pamannya dalam cuaca hujan deras menyusuri jalanan jalanan dengan air mata yang terus mengalir di wajahnya..
Namun tiba tiba dia bertemu dengan seorang laki laki tampan di saat bersamaan tubuhnya terasa lemah dan jatuh pingsan.
Bagaimana kelanjutan hidup Moza setelah bertemu dengannya, apa dia akan kembali menderita atau bahkan menjadi bahagia.. ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau Benar benar wanita Hebat
Kehidupan Moza jauh lebih baik dan bahagia apalagi Leon yang begitu menyayangi dan mencintai Moza lebih dari apa pun.
Bukan hanya memanjakan dirinya setiap saat namun Leon tidak pernah melarang atau membatasi kehidupan Moza, Leon membiarkan Moza dengan apa yang suka dia lakukan karena Leon pun tau Moza pasti tau batasannya dengan statusnya sebagai Istri.
Pagi ini setelah mengantarkan Moza ke kampus Leon segera menuju Kantor, hari ini begitu padat dan sibuknya membuat Leon tidak bisa menjemput dan Agus yang menjemputnya.
Selama ini Agus selalu melaporkan apa pun tentang Moza karena memang Agus bukan hanya sopir pribadi Moza namun Agus juga di perintahkan menjaga Moza dari segala sesuatu.
" Silahkan Nyonya " Ucap Agus segera membuka pintu Mobil
" Makasih Pa, " Ucap Moza tersenyum..
Moza memang selalu ramah dengan siapa pun termasuk dengan semua pelayan di rumah Moza tidak sama sekali sombong dan dia sering ngobrol dengan mereka tanpa Moza membatasinya.
Moza hanya memainkan ponselnya namun tiba tiba ponselnya berdering dan terlihat Nama Wicaksono di layar ponselnya.
Moza menghela napasnya dan menggeser tombol hijau.
" Halo " Ucap Moza sedikit Malas.
(..)
" Baiklah aku ke rumah sekarang "
Moza menutup ponselnya,,
" Pa Agus, kita ke rumah Paman saya " Ucap Moza dan langsung di balas anggukan Agus.
Sebenarnya sangat malas jika kembali berurusan dengan keluarga Pamannya namun dia harus tetap bertemu dengan mereka untuk.
Hingga akhirnya Mobil berhenti di depan rumah, Moza menghela napasnya panjang dan kembali berjalan masuk.
Moza membuka pintu rumahnya yang memang tidak terkunci,, dia terus berjalan menatap ruangan depan yang nampak masih sama.
" Kamu sudah datang Nak " Ucap Wicaksono menuruni tangga.
Moza langsung menoleh dan terlihat Wicaksono yang berjalan menghampirinya bahkan dengan wajah yang tersenyum tidak seperti biasanya.
" Duduk Nak,, ada yang mau Paman bicarakan"
Moza duduk di sofa dan tidak lama Indira menghampirinya.
" Moza,, kamu apa kabar Sayang " Ucap Indira langsung memeluk Moza.
" Baik,, Bibi Bagaimana "
" Kami baik baik saja Nak,, Oya kamu datang sendiri atau bersama menantu Bibi Nak "
Moza mengeryitkan keningnya, dia sama sekali tidak paham dengan apa yang di bicarakan.
" Mi,, Biarkan Moza duduk dong "
" ah ya,, Duduk sayang "
" Bibi ikut senang kamu sudah menikah Nak, apa lagi dengan Leon Hartarajasa Bibi sama sekali tidak menyangka, tapi kenapa kamu tidak mengundang Kami di Pernikahan kamu apa kamu melupakan kami "
Sumpah demi apa pun Moza hanya terdiam dengan sandiwara yang sedang mereka lakukan saat ini namun Moza tetap harus tenang untuk bisa melihat apa yang akan mereka lakukan.
" Maaf,, semua itu karena dadakan-"
" Kami tau pasti karena orang tua Leon yang begitu sibuk bukan "
Moza tersenyum,,
" Bagaimana kehidupan kamu Nak, pasti Leon memberikan semuanya kepada kamu kan..
Apa sebagian kekayaanya sudah beralih ke tangan kamu " Ucap Wicaksono
Fik,,!!
Mereka hanya ingin menanyakan harta dan kekayaan saja, apa mereka masih belum puas dengan semua kekayaan peninggalan orang tua Moza yang sudah di rebut.
" Maksud Paman apa ya " Ucap Moza
" Moza,, Leon begitu Kaya dia pengusaha terkaya ke dua di Asia Nak, pasti dia juga memberikan sebagian kekayaannya untuk kamu bukan,, dan Bibi lihat Leon juga sangat memanjakan mu bisa di lihat dari Pakaian kamu Moza,, baju, tas bahkan sepatu kamu semua keluaran terbaru dan Limited Edition "
Moza tersenyum dan dia bukan wanita bodoh,,
" Ya Leon sangat baik dan memanjakan ku, dia memberikan semua yang aku mau dan butuhkan bahkan bukan hanya sebagian kekayaannya tapi seluruh kekayaannya sudah beralih nama atas namaku " Ucap Moza sengaja karena dia ingin melihat reaksi mereka. Dan tidak salah lagi wajah Paman dan Bibinya tersenyum dan semakin bersemangat menanyakannya.
" Astaga apa semua itu benar Nak "
" Semua yang Istri saya katakan benar, semua harta sudah beralih menjadi namanya bahkan kini Moza sudah menjadi kaya raya " Ucap Leon yang tiba tiba berada di sana membuat Moza dan paman dan bibinya kaget.
" Sayang,, kamu kenapa di sini bukannya"-
" Karena sekarang aku hanya pengawal dan kamu Bosnya jadi kemana pun aku harus menjadi pengawal kamu" Ucap Leon membuat Moza sedikit menyunggingkan senyumannya.
Wajah dan Bibi nya terlihat senang bahkan mata mereka berbinar mendengar ucapan keduanya.
Jadi memang benar Moza sudah mendapatkan semua kekayaan Leon.
" Astaga,, ini dia menantu kita Pi,, " Ucap Indira menatap Leon yang terlihat begitu tampan.
" Sayang,, aku sangat lelah kita pulang sekarang" Ucap Moza membuat Leon tersenyum dan mengangguk.
" Paman Bibi,, aku pulang dulu " Pamit Moza dengan di balas senyuman.
" Iya Sayang,, Kamu hati hati ya Nak sering sering main ke sini "
Leon menggenggam tangan Moza dan mereka berjalan keluar.
Lagi lagi Wicaksono juga Indira di buat tidak percaya dengan Mobil yang di pakai Leon saat ini. Mobil sport keluaran terbaru dan baru tiga orang saja yang bisa memilikinya termasuk Leon.
Leon melajukan mobil keluar dari pekarangan rumah mereka,,
" Moza benar benar pintar Mi, dia bisa mendapatkan semua kekayaan Leon dan begitu bodohnya Leon bisa memberikan semuanya kepada Moza "
Iya Pi,, Kita harus lebih baik lagi dengan Moza" Ucap Indira membuat wicaksono tersenyum dan mengganggu.
Sementara di Mobil Moza hanya menggeleng mengingat kejadian di rumah Pamannya, bahkan mereka sama sekali tidak berubah dan selalu saja tidak pernah puas dengan apa yang sudah mereka miliki namun dia pun masih tidak habis pikir kenapa Leon bisa berada di sana dan bukannya dia datang bersama Pak Agus namun dimana Pak Agus sekarang.
" Sayang,, Kenapa kamu bisa sampai di sana dan bukannya kamu sibuk terus dimana Pak Agus tadi aku tidak melihatnya'
" Kamu bertanya atau mau introgasi aku sayang" Ucap Leon terkekeh
" Ya Terus "
" Bukannya sekarang kamu Bos nya, dan aku hanya menjadi supir dan pengawal kamu sayang,, jadi sudah seharusnya bukan Aku berada di sana untuk menunggui Bos nya " Ucap Leon yang lagi lagi terkekeh membuat Moza merasa tidak enak kepadanya.
" Maaf aku hanya ingin tau apa maksud mereka dan reaksi mereka saat tau semua itu "
Leon menatap Moza dan mengusap wajahnya lembut.
" Kamu benar benar wanita hebat Sayang dan aku suka itu "
Moza mengeryitkan keningnya tidak paham dengan apa yang Leon maksud..
" Sudah sepantasnya mereka mendapatkan balasan atas apa yang sudah mereka lakukan, Lakukan apa yang ingin kamu lakukan dan aku ada di belakang kamu untuk mendukung kamu"
Moza menatap Leon sesaat namun kemudian dia langsung memeluk lengan Leon tanpa mengganggunya,,
Leong mengusap nya lembut bahkan dia membiarkan istrinya dengan terus memeluknya..