NovelToon NovelToon
One Night With My CEO

One Night With My CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Nikahkontrak / Contest / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Hutabarat

Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.

Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.

Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27 Kau tidak mengenalnya

"Pak Zen tidak akan datang kan Pak Roy."

"Ya, apa kau merindukannya."

"Tidak hanya saja tadi Sir Mark dari Perusahaan PLA menelfon ingin membuat janji pertemuan dengan Pak Zen."

"Zen sedang tidak bisa diganggu untuk saat ini. Dan tentang pertemuan dengan klien kita diundur dan dilakukan waktu makan malam."

"Baiklah saya akan melakukannya."

"Kalau aku mengatakan Zen sedang bersama seorang wanita apakah kau tidak akan cemburu Love?" kata Roy sambil menatap Lovely dengan intens. Lovely berhenti sejenak tapi dia adalah sosok yang pintar menyembunyikan perasaannya.

"Untuk apa aku cemburu, aku tidak mempunyai hubungan apapun dengan Zen."

"Aku tahu kau ada hubungan khusus dengannya. Apalagi setelah kulihat yang kau lakukan waktu itu dengan Zen, aku yakin Zen mempunyai perasaan khusus kepadamu."

Muka Lovely memanas dan memerah karena malu. Lovely menatap balik Roy, "Aku rasa dia bukan hanya melakukan itu padaku tapi juga pada banyak wanita. Bukan maksudku untuk menjelekkan Boss kita Pak Roy. Tapi itulah yang kufikirkan," Lovely mengeluarkan apa yang ada di kepalanya tentang Zen.

"Banyak wanita yang rela menyerahkan dirinya pada Zen, tapi selama aku mengenalnya hanya dirimu yang berhubungan sampai seintim itu. Bahkan aku belum pernah melihat dia melakukan ciuman yang panas kepada tunangannya seperti yang kalian lakukan."

"Mungkin mereka melakukannya dibelakangmu. Kau tidak mengenalnya dengan baik jika begitu."

"Tunggu ada sesuatu yang menggelitikku dari pernyataanmu tadi tentang dua hal. Satu kau tidak terlihat cemburu jika dia mempunyai seorang tunangan?"

"Untuk apa... aku bukan kekasihnya." jawab Lovely enteng

"Wow.... jawaban yang lugas. Kedua tentang pernyataanmu yang mengatakan bahwa aku tidak mengenal baik Zen. Perlu aku tegaskan bahwa kami sudah bersama dari kecil tidak ada rahasia diantara kami,"

"Sudah kukatakan Pak anda tidak begitu mengenalnya. Dan maaf aku tidak mau membahas masalah pribadi."

"Apa yang kalian rahasiakan dariku, Love." kata Roy memegang salah satu lengan Lovely.

Lovely hanya mengambil nafas panjang.

"Bukankah anda mengenal pak bos dengan baik pak? tapi jika anda penasaran, anda bisa menanyakannya langsung pada yang bersangkutan. Apakah dia masih mempunyai rahasia yang disembunyikannya." Lovely menepis tangan Roy dan kembali ke pekerjaannya.

Niat hati Roy ingin melihat sikap cemburu dari Lovely malah dia yang jadi bingung dengan pernyataan Lovely, "Apa yang aku tidak ketahui darimu Zen? Bahkan bau kentutmu pun aku mengenalinya."

Setelah kepergian Roy, Lovely menutup berkas yang dari tadi pura pura dia baca. Dia memijat pelipisnya yang mulai pening dengan pertanyaan bos keduanya itu, "Tapi benarkah Zen mempunyai tunangan? Jika iya, mengapa dia mendekatiku lagi? Dan jika dia mendekati aku karena main main, lalu pernyataan Roy tentang Zen yang tidak pernah dekat dengan wanita manapun apakah benar?" Begitu banyak pertanyaan yang berputar di benak Lovely.

🍀🍀🍀🍀🍀

Zen memandangi Lovely yang sedang melamun. Kedatangan Julie tadi tidak serta merta membuatnya bahagia, ada perasaan hampa bagai sayur tanpa garam. Disana dia hanya merindukan sosok Lovely yang ketus namun hangat. Hingga dia memutuskan untuk kembali ke kantornya.

Zen berjalan sangat pelan hingga Lovely tidak sadar bahwa bossnya sedang berada didekatnya. "Love... apa yang kau pikirkan?"

Suara Zen membuyarkan lamunan Love. Love terperanjat kaget melihat Zen yang tiba tiba ada didekatnya.

"Maaf pak... tidak ada apa apa?" jawab Loveky gugup.

"Aku kira hari ini kau tidak berangkat kerja."

"Aku tidak mau dipecat dan mendapat pinalty dari pak Roy," jawab Lovely dengan raut wajah yang ditekuk tapi Zen gemas melihatnya.

"Hanya itu, bukan karena kau tidak bisa jika tidak melihat diriku. Kau merindukanku Love?"

Roy yang berdiri tidak jauh dari mereka bisa melihat jelas interaksi yang terjadi dengan keduanya.

Roy yang melihat gombalan Zen menjadi tersenyum. Dia memang tidak begitu mengenal Zen. Selama ini Zen tidak pernah memperlihatkan sayangnya pada wanita. semanis itu, bahkan pada Julie sekalipun.

Lovely memutar bola matanya malas. " Aku tidak akan menjawab pertanyaan anehmu itu Pak Zen. Aku masih banyak pekerjaan." Lovely lalu berpura pura berkutat dengan pekerjaannya.

"Kulihat kau dari tadi hanya melamun, apa karena aku tidak ada atau kau memikirkan pria lain?"

"Kau....pria lain... kalian semua tidak ada untukku saat ini."

Lelaki dengan paras tampan itu tersenyum, "Baguslah jika begitu."

Zen hendak berbalik tapi diurungkannya. "Aku akan ke rumah nanti, jadi katakan pada Rudi untuk tidak menjemputmu."

"Kau sudah punya janji dengan klien Pak Zen."

"Batalkan saja dan beritahukan pada Roy."

"Hari ini aku ada janji dengan Rudy."

"Batalkan juga bukankah kau sudah menemuinya kemarin."

"Ayolah... pak Zen... kau tidak bisa mencampuri urusan pribadiku."

"Aku berhak..."

"Tidak..."

"Aku adalah ayah dari anak anakmu jadi aku berhak."

Roy terkejut mendengar penyataan Zen. "Zen mempunyai anak dari Lovely... ada yang aku tidak ketahui disini."

"Aku tidak akan mencampuri urusanmu kuharap kau juga tidak mencampuri urusanku.Soal anak engkau bisa menemui mereka tapi aku juga punya wilayah privasiku sendiri. Fahammmm!!"

"Aku tidak akan pernah membiarkan orang lain disebut ayah oleh anakku."

"Kau mau punya tunangan ataupun menikah aku tidak peduli tapi aku juga memiliki mimpiku sendiri PAK ZEN." Lovely mengatakan itu dengan geram dan nada tinggi sembari berdiri menatap tajam mata Zen.

"Kita akan membicarakannya nanti setelah pulang dari kantor, telepon Mbok Nah agar menjaga anak anak lebih lama, aku akan kirim orang untuk membantunya nanti, dan lagi, aku ingin kau hari ini membatalkan janjimu dengan Rudi." Kata Zen melunak melihat kemarahan Lovely.

Zen membalikkan tubuhnya dan hendak masuk ke ruangannya. Dia terkejut dengan adanya Roy ditempat itu dan mendengar pembicaraan mereka. Roy tersenyum penuh arti menatap sahabat sekaligus bosnya itu.

"Ternyata benar apa katamu Love, aku tidak benar benar mengenal dia..." kata Roy, dia berjalan sambil menggelengkan kepalanya melewati Zen.

1
Hosniyah Niyah
mantap Thor ❤️❤️❤️💞💞💞😘😘😘👍👍👍👌👌👌
Sunny Kwok
Luar biasa
Sakinah Amalia
Luar biasa
Eka Uderayana
sabar ya Thor.... semoga sukses selalu
Eka Uderayana
sepemikiran Thor 😁
Eka Uderayana
secangkir kopi buat author ☕
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu
Mien Dinar
Luar biasa
Nurul Ikrimah
🥰🥰🥰🥰
Deistya Nur
mantap
Sastri Dalila
👍👍
Esther Cinaga
Luar biasa
Hosniyah Niyah
kerren cerita q suka,,🥰🥰🥰
dewi
suka.
dewi
suka
dewi
suka banget ceritany. mkasih
Lenna Wijaya
bagus saya suka dengan cerita nya...tp banyak mewek nya😭😭😭
Elisa Damayanti
keren thor
Sani Sani
bagus ceritanya
Miftahul Jannah
Biasa
JR Rhna
banyak sekali kesilapan penulisan nama watak thor..tolong perbaiki
Nana Hutabarat: iya, jadi malu..., othornya memang suka lupa nulis nama tokoh dan ini novel kedua, masih belum bisa merangkai kata.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!