Demon Emperor ( Kaisar iblis )
Bercerita tentang seorang anak yatim piatu yang hidup sebatang kara, umurnya 23 tahun. Pemuda tersebut memiliki catatan kriminal yang membuatnya tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.
Hingga suatu ketika disaat ia melakukan tindakan kejahatan, ia mati konyol karena berusaha melarikan diri dari kepungan petugas.
Kemudian pemuda itu bereinkarnasi menjadi iblis dan hidup di dunia lain bersama system.
Mimpi mempunyai keluarga akhirnya tercapai akan tetapi banyak sekali rintangan yang terus berdatangan.
Simak terus perjalanan Cyrus Alexander untuk menguasai dunia dan menjadi kaisar iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M R H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.27 - Portal Antar Dimensi
Eliza terbangun dan melihat Cyrus tidak ada disana, sedangkan dengan Brush dan Buldog seperti biasa melakukan tugasnya untuk membakar daging monster sebagai sarapan pagi.
“Brush… dimana Cyrus?” Tanya Eliza dengan raut wajah kacau karena bangun tidur.
“Tuan tidak meninggalkan pesan saat dia pergi.” jawab Brush dengan cepat sambil membakar sepotong daging.
Mendengar jawaban Brush membuat Eliza berfikir negatif tentang keadaan Cyrus yang berada ditengah hutan. Kegelisahan tersebut tampak jelas di raut wajah Eliza karena khawatir akan terjadi hal buruk dengan Cyrus.
Melihat ekspresi Eliza, membuat Buldog berusaha menenangkan rasa kegelisahannya. “Tenang saja gadis muda, tuan Cyrus adalah iblis terkuat yang pernah aku lihat…” jawab Buldog dengan bangga karena memiliki tuan yang kuat.
“Benarkah? Sekuat apa dia?” tanya Eliza dengan penasaran.
“Hei.. hei.. hei.. kalian sedang membicarakan siapa?” Cyrus memotong percakapan mereka sambil menggendong Jessica yang sedang tidak sadarkan diri.
Eliza terkejut dengan kedatangan Cyrus ditambah lagi melihat ibunya yang selamat dari prajurit kerajaan. “Ahhh… ibu… ibuu…” teriak Eliza histeris sambil berlari kearah Cyrus.
Cyrus menaruh tubuh Jessica ke tempat nyaman dan Eliza bertanya ke Cyrus. “Bagaimana caranya kau dapat menyelamatkan ibuku dalam satu malam?” Eliza masih penasaran dengan kemampuan Cyrus.
“Jangan berisik… aku sudah menyelamatkan ibumu dan hari ini kita akan pergi ke planet Allstar.” ucap Cyrus sambil memalingkan pandangannya.
Setelah beberapa detik, Cyrus mengingat suatu hal. “Tapi… bagaimana caranya ke planet Allstar?” Cyrus menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mendengar perkataan Cyrus, Eliza menjawab. “Kami menggunakan portal untuk pergi kesini, portal itu dapat aktif dengan kekuatan ibuku dan bantuan para ahli di kerajaan.” ucap Eliza sambil mengelus-elus tangan Jessica.
Tak lama kemudian, Jessica kini telah siuman dan melihat sosok Eliza yang sedang berada di dekatnya. “Anakku… dimana makhluk hitam mengerikan itu?” Jessica Ketakutan karena melihat Shadow dalam wujud aslinya.
Eliza kebingungan karena sejak awal dia tidak melihat makhluk mengerikan apapun dan yang dilihatnya hanya Cyrus yang tampan serta Brush dan Buldog saja.
Mengingat Buldog memiliki bulu berwarna hitam, Eliza langsung menunjuk kearah Buldog yang sedang berada di samping Brush membakar daging.
“Monster itu yang ibu maksud?” ucap Eliza sambil menunjuk ke arah Buldog.
“Bukann… dia adalah iblis yang bisa keluar dari bayangan dan dia telah menyelamatkanku dari penjara.” ucap Jessica sambil memeluk Eliza.
Mendengar ucapan ibunya, kini Eliza melihat kearah Cyrus yang sedang duduk santai di batang pohon seperti biasanya. “Terima kasih… Cyrus.” ucap Eliza dalam hati dengan raut wajah tersenyum.
Kemudian Jessica melanjutkan perkataannya. “Bagaimana kamu bisa disini, liza?” tanya Jessica.
“Ahh.. aku di selamatkan oleh calon suamiku ibu…” jawabnya dengan nada bahagia sambil memeluk Jessica. Mendengar perkataan Eliza, Jessica terkejut. “Apa… siapa dia?” ucapnya sambil menggemgam kedua pundak Eliza.
Kemudian Jessica melihat sekitar, dia hanya melihat Brush dan Buldog yang sedang membakar sepotong daging. Jessica bertanya, “Apa dia yang telah menyelamatkanmu.” tanya Jessica sambil melirik kearah Brush bertujuan untuk mengisyaratkan pertanyaanya.
Eliza menjawab pertanyaan, “Bukan… tap…” Brush berteriak memotong percakapan mereka berdua. “Tuan…. daging nya telah matang…” Teriakan brush membuat ucapan mereka berdua berhenti.
“Ahh.. kau lambat Brush… aku sudah lapar dari tadi.” Cyrus melompat dari pohon.
Setelah itu mereka berkumpul bersama di dekat api yang sedang menyala dan membagi rata makanan yang telah Brush dan buldog dapatkan semalam.
Ketika makan, Eliza memberitahukan ibunya yang telah menyelamatkannya. “Ibu… yang telah menyelamatkan ibu adalah dia, Cyrus Alexander sekaligus calon suamiku…”
Semuanya terkejut mendengar ucapan Eliza, terutama Cyrus. “Bagaimana bisa kau mengatakan hal semudah itu?” ucap Cyrus dengan raut wajah terkejut.
“Hahahaha… anakku telah dewasa, dia pintar memilih pasangan hidup yang begitu tampan dan sepertinya kau bukan iblis rendahan, anak muda…” Jessica tertawa karena melihat ekspresi Cyrus dan Eliza.
Kemudian Jessica melanjutkan ucapannya, “Terima kasih kau telah menyelamatkanku… aku mendukung kalian menjadi pasangan suami istri.” ucapnnya dengan raut wajah gembira.
“Terserah kalian… aku ingin bertanya kepadamu.” ucap Cyrus.
“Apa itu?”
“Marga kalian Charlotte… apa tujuan kalian kesini?” tanya Cyrus memasang raut wajah penasaran.
“Kami ingin memeriksa keadaan putri mahkota kerajaan dan dia juga adalah kakakku…” jawab Jessica dengan cepat.
Mendengar jawaban Jessica membuat Cyrus semakin penasaran, kemudia Cyrus kembali bertanya. “Siapa namanya?”
“Amelia Charlotte, tapi kami tidak sempat bertemu dengannya karena ketika masuk ke gerbang kerajaan kami semua di tahan oleh prajurit kerajaan.”
Mendengar perkataan tersebut membuat Cyrus sangat kacau, dia bingung harus berbuat apa dan akhirnya meninggalkan mereka semua tanpa berkata satu kata pun.
“Kenapa dengan dia?” ucap Eliza.
Brush dan Buldog yang mengetahui keadaan juga terdiam, mereka berdua tidak ingin membuat keadaan semakin buruk karena telah lancang berbicara tentang tuannya.
Seketika keadaan menjadi hening, hanya suara angin berhembus menabrak daun-daun yang terdengar di telinga mereka.
Karena Jessica dan Eliza sudah sejauh ini, mereka memaksa Brush dan Buldog untuk memberitahukan apa yang terjadi dengan Cyrus.
“Tolong beritahu kami, apa yang sedang terjadi?”
“Benar.. apa ibuku salah berbicara? Sehingga menyinggung perasaan Cyrus?”
Brush dan Buldog melihat mereka berdua penuh dengan raut wajah penasaran, karena merasa kasihan akhirnya Brush memberitahukan kebenarannya.
“Sebelum kerajaan ini berganti raja, nyonya Amelia Charlotte adalah iblis bangsawan yang terhormat sedangkan tuan Cyrus adalah anaknya.”
Serentak mereka berdua terkejut, “Apa? Bagaimana mungkin dia sepupuku?” Eliza terkejut.
“Jika yang kau katakan itu benar, maka ini semua adalah takdir yang mempertemukan kita…”
“Lalu, dimana sekarang bibiku?” ucap Eliza dengan cepat.
Brush dan Buldog menjelaskan semua kejadian yang telah terjadi di kerajaan Horns of Hell. Mereka berdua menjelaskan dengan sangat detail mulai dari Cyrus membuat kontrak dengan buldog sampai mereka memperkuat diri di hutan terlarang.
Disisi lain terlihat Cyrus sedang merenung di atas pohon besar, “Kenapa… kenapa…” teriak Cyrus dengan penuh emosi.
“Kenapa mereka tidak membantu ibuku disaat ibuku sedang membutuhkan pertolongan… kenapa baru sekarang mereka muncul…”
“Aku akan bertanya langsung ke keluarga Charlotte… jika mereka tidak memberikan jawaban yang memuaskan, akan ku hancurkan semuanya saat itu juga.”
Dengan penuh amarah Cyrus kembali ke tempat semula dan tanpa menunggu basa-basi dia langsung bertanya ke Jessica, “Bagaimana caranya pergi ke Planet Allstar dengan cepat?”
“Aku bisa membawa kita semua pergi ke sana, tetapi aku harus bermeditaasi mengumpulkan mana untuk membuka portal.”
“Butuh berapa lama untuk bermeditasi?” ucap Cyrus dengan cepat.
“Sekitar 7 hari, karena membutuhkan mana yang cukup besar untuk membuka portal antar planet.” jawab Jessica.
Membutuhkan waktu 7 hari tentu saja sangat lama bagi Cyrus, sedangkan Cyrus masih ada banyak hal yang harus dia lakukan. Karena tidak sabar menunggu waktu 7 hari, Cyrus bertanya ke Qwerty.
“Qwerty, apa kau memiliki item yang bisa membawa kita pergi ke planet Allstar?”
[ Qwerty memiliki item portal antar dimensi untuk pergi ke semua palnet. ]
“Berapa harganya?”
[ 20.000 poin kehormatan untuk sekali pakai. ]
“Baiklah, aku gunakan 20.000 poin kehormatanku untuk portal antar dimensi.” ucap Cyrus dalam hati.
Jessica dan Eliza kebingungan melihat Cyrus berdiri dihadapannya tetapi dia sedang melamun tanpa mengucapkan satu kata pun.
[ Penukaran poin kehormatan berhasil… poin kehormatan anda saat ini adalah 17.123 poin. ]
Di dekat mereka muncul sebuah gerbang portal antar dimensi yang dapat menghubungkan antar planet, kemunculan tiba-tiba itu membuat semuanya terkejut.
“Bagaimana bisa?” Jessica terkejut dengan kemunculan portal itu tanpa melakukan ritual apapun.
“Apa itu?” Brush keheranan dengan kemunculan sesuatu yang aneh baginya, karena ini pertama kalinya dia melihat sebuah portal antar dimensi.
Tidak lama kemudian, Cyrus berjalan dengan santai kearah portal dan berkata. “Kalian semua ikuti aku, kita akan menuju ke planet Allstar… ada sesuatu yang harus selesaikan di sana.”
“Baik tuan…” ucap Brush dan Buldog bersamaan.
lu nggak ngapa ngapain