NovelToon NovelToon
MENANTI MENTARI

MENANTI MENTARI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:87.7k
Nilai: 5
Nama Author: Cahyanti

Cinta adalah anugerah ilahi. Saat cinta kepada pasangan halal didasarkan tuntunan Sang Mahacinta, semua menjadi indah.
Cinta sepasang suami istri tidak hanya sampai tua, tetapi hingga kehidupan berikutnya. Di kala senang, suasana indah dinikmati penuh syukur. Di saat susah, dihadapi bersama penuh tawakal.
Itulah yang dilakukan Azka dan Meli. Pasangan muda yang menikah saat mereka belum lama saling mengenal. Cinta tumbuh subur dalam ikatan yang halal.
Di saat cobaan melanda, mereka dengan penuh kesabaran melewatinya. Mereka saling menguatkan untuk kembali menikmati indahnya mentari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Kesepakatan

Meli hanya senyum-senyum. Mendadak ia teringat rencana Azka yang pernah diutarakan.

“Bukannya Mas Azka bilang kalau mau membelikan motor setelah ruko selesai direnovasi? Kenapa sekarang sudah beli? Ruko kan baru mulai direnovasi?”

“Kenapa, Mel? Kok diam? Nggak suka dengan motor yang Mas Azka belikan?” tanya Ratna yang heran melihat Meli terdiam.

“Nggak, nggak apa-apa. Aku cuma bingung, kok Mas Azka kasih surprise ke aku. Padahal, aku nggak lagi ultah. Semalam dia nggak nyinggung kalau mau belikan motor buatku.’

“So sweet…! Mas Azka manis banget sih, belikan motor saja dibuat surprise,” seru Salsa yang ikut menyusul keluar.

Ratna menoleh. Ia memperhatikan raut muka Salsa. Perasaan Ratna seketika menjadi lega melihat ketulusan yang Salsa perlihatkan.

Sementara, Meli hanya tersenyum. Kemudian, ia mengayunkan kaki memasuki ruko kembali.

“Kamu nggak nyoba, Mel?” tanya Salsa.

“Nanti saja sekalian beli makan.”

Langkah Meli terhenti waktu ia merasa ada getaran di saku gamisnya. Ia mengambil gawainya. Ternyata ada panggilan video dari Azka.

“Assalamualaikum, Mas.”

“Waalaikumsalam, Sayang. Motor sudah sampai ruko?”

“Sudah. Baru saja mobil yang ngantar meninggalkan ruko.”

“Kamu suka?”

“Tentu saja. Itu kan motor idaman Meli. Mas kok tahu, sih? Makasih, ya,” ucap Meli manja.

Terdengar Azka terkekeh. Ia terlihat menahan gemas melihat raut wajah Meli.

“Cuma begitu?”

“Maksud Mas Azka?” Meli tak mengerti.

“Tadi malam bonusku tidak jadi. Berarti nanti malam dobel, dong.”

“Ish, Mas Azka nih.” Pipi Meli terlihat merona.

“Coba perlihatkan motor barumu! Mas pengin lihat.”

Meli kembali keluar. Ia mengarahkan kamera depan ke motor yang baru beberapa menit lalu dikirim.

“Kelengkapan motor sudah diserahkan?” tanya Azka.

“Sudah. Meli taruh di dalam. Mas, nanti berarti Meli pulang pakai motor?”

Azka menggelengkan kepala.

“Nggak. Kamu pulangnya tetap nunggu Mas jemput. Motor ditinggal di ruko saja. Ratna dan yang lainnya bisa memanfaatkan saat tidak kamu pakai ke kampus.”

Meli mengangguk. Ia menurut kemauan Azka.

“Ya sudah, Mas mau kerja lagi. Kalau mau nyoba, jangan jauh-jauh! Hati-hati, ya!” pesan Azka.

“Iya, suamiku.”

Azka tersenyum mendengar panggilan yang Meli gunakan.

“Assalamualaikum, istriku.”

“Waalaikumsalam.”

Meli memasukkan kembali benda pipih cerdasnya ke saku. Ia mendekati Salsa yang tengah mencari barang sesuai daftar orderan. Meli pun membantu Salsa packing.

“Lakban habis. Wati kok belum kembali, ya?” ucap Salsa.

“Aku beli saja. Ada lagi yang dibutuhkan?” Meli menawarkan diri.

“Kamu mau nyoba motor barumu, ya? Beli camilan, Mel!” sahut Ratna.

Setelah menerima uang dari Ratna, Meli menyambar kontak dan helm. Dengan hati-hati, ia menstater motornya. Ia juga tidak berani melajukan motor melebihi 40 kpj.

Tak sampai 30 menit Meli kembali menenteng tas plastik. Baru saja Meli masuk, Wati tiba dengan nafas ngos-ngosan.

“Kamu kenapa, Wat?” tanya Reni.

“Ban sepeda bocor. Aku nambal ban dulu.”

“Masya Allah. Pantas kamu lama banget. O ya, motorku kutinggal di ruko. Jadi, saat aku nggak kuliah kalian bisa pakai motorku,” ucap Meli.

“Kok gitu? Nanti Mas Azka tersinggung, lo! Dia belikan motor buat kamu, Mel,” sanggah Salsa.

“Justru Mas Azka yang nyuruh seperti itu. Sudahlah, tenang saja! Mas Azka tidak akan marah kalau kalian pakai motorku. Yang penting, kalian pakainya hati-hati,” sahut Meli santai.

“Wah, beneran ni? Asyik, dong! Aku nggak usah capek ngayuh sepeda kalau Salsa nggak ada.” Wati tersenyum lebar.

Ratna mencebik ke arah Wati.

“Itu kalau Meli pas nggak ke kampus. Kalau Meli ke kampus, ya nggak bisa pakai,” ucap Ratna.

Meli, Salsa, dan Reni tertawa. Wati hanya nyengir sambil mengusap kepalanya.

*

Pukul 8 malam, Azka dan Meli sibuk dengan tugas masing-masing. Meli mengerjakan tugas dari dosen. Sementara Azka harus mengecek beberapa dokumen penting termasuk bahan rapat besok pagi.

Meli menyelesaikan tugas dalam waktu sekitar 20 menit. Azka masih menatap layar monitor laptopnya saat Meli bangkit dari duduknya.

Meli berjalan mendekati Azka. Ia membaca sekilas tulisan di layar monitor. Senyum tipis menghiasi bibir Meli. Ia paham apa yang tengah Azka teliti.

“Mas, Meli nonton televisi, ya. Mas Azka mau dibuatkan kopi?”

“Boleh. Pakai gula batu, ya!’ ucap Azka tanpa mengalihkan tatapannya.

Meli meninggalkan ruang kerja menuju dapur. Tak lama kemudian, Ia kembali dengan secangkir kopi panas.

“Taruh dulu! Nanti aku minum setelah selesai mengecek laporan.”

Meli menurut. Saat ia akan meninggalkan ruangan, terlihat gawai Azka menyala. Di layar tertulis “Bu Ratih memanggil.” Tampaknya Azka tidak menyadari karena gawai dalam mode senyap.

“Mas, sepertinya ada panggilan masuk, tuh,” ucap Meli memberi tahu.

“Oh iya.”

Azka meraih gawai yang diletakkan tak jauh dari laptop. Ia bercakap-cakap dengan nada serius. Meli meninggalkan ruang kerja dengan tenang.

Berkali-kali Meli memencet tombol remote control. Rupanya tak ada tayangan yang menarik bagi Meli. Akhirnya, ia pergi ke kamar.

Meli mengeluarkan gawainya sebelum duduk bersandar di ranjang. Yang pertama dilihat Meli grup kelasnya. Sudah ratusan chatt yang belu dibaca.

Setelah basa-basi sejenak dengan teman-temannya, Meli membuka pesan pribadi dari ayahnya. Isinya hanya menanyakan kabar. Setelah menjawab pesan ayahnya, Meli beralih ke pesan dari Yoga.

[Hallo Mel! sibuk nggak? Boleh vicall?]

Meli melotot membacanya. Ia segera mengetik balasan.

[Barusan mengerjakan tugas. Ini hanya break sebentar untuk peregangan otot. Kirim pesan saja, Kak!]

Baru saja pesan Meli terkirim, Meli melihat tulisan “Kak Yoga mengetik.”  Meli segera mematikan gawainya. Ia meletakkan di nakas. Kemudian, Meli ke kamar mandi.

“Allahu akbar!” teriak Meli spontan karena ia kaget saat keluar tahu-tahu Azka berdiriri di depan pintu kamar mandi.

“Ada apa, sih?” Azka pura-pura tak paham.

“Meli kaget, Mas. Tadi waktu masuk kamar mandi, kan nggak ada orang lain. Tahu-tahu Mas Azka sudah di sini.” Meli bersungut-sungut.

Azka terkekeh. Ia berlalu dari hadapan Meli begitu saja, meninggalkan Meli yang masih kesal.

Dengan wajah ditekuk, Meli menuju meja riasnya bermaksud memakai night cream. Matanya terantuk pada benda pipih yang tergeletak di nakas. Tangannya sudah terulur hendak mengambil gawainya. Namun, ia menarik kembali tangan kanannya.

Meli teringat pesan dari Yoga. Ia enggan membalas pesan dari pria itu. Kalau dia tidak membalas pesan sementara Yoga tahu dia dalam posisi daring, tentu akan dipertanyakan. Itu sebabnya Meli mengurungkan niat membuka gawainya.

“Sudah siap memberiku bonus ganda?” tanya Azka yang baru keluar dari kamar mandi.

Meli memutar badannya. Kekesalannya sudah menguap begitu menatap wajah tampan sang suami dengan tubuh atletisnya.

‘Kok diam? Minta digendong, ya?” Azka mendekat.

Meli masih berdiri mematung. Ia hanya menarik sedikit sudut bibirnya membentuk senyum tipis.

Tiba-tiba Azka merengkuh tubuh Meli dan digendong menuju ranjang. Perlahan Azka meletakkan tubuh sang istri ke ranjang.

Azka menyusul merebahkan diri di samping Meli. Ia memiringkan badan hingga menghadap istrinya.

“Tadi bagaimana reaksi teman-temanmu saat tahu motormu ditinggal di ruko?” Azka membuka pembicaraan.

“Senang, Mas. Kan mereka bisa memanfaatkan sepeda motor yang Mas Azka berikan.””

Azka tersenyum lega.Tadi ia sempat ragu niatnya ditolak teman-teman Meli, terutama Ratna. Adanya sepeda motor di dalam ruko, pasti membuat ruko lebih sesak.

“Lalu,kegiatan kuliahmu lancar? Tidak ada teman yang memusuhimu atau menggodamu?” tanya Azka lagi.

“Nggak ada. Semua normal, baik-baik saja.”

“Syukurlah kalau begitu.”

“Mas Azka sendiri, bagaimana?” Meli balik bertanya.

“Baik. Cuma, banyak sekali dokumen yang harus aku teliti.”

“Nggak ada karyawati yang centil?”

Azkaterlihat ragu mendapat pertanyaan dari Meli.

“Ehm, gimana ya? Ada sih yang mencoba menarik perhatian Mas. Tapi, Mas abaikan. Terus tadi yang telepon itu Kepala Divisi Pemasaran. Dia menambahkan informasi untuk bahan rapat besok.”

“Kita saling menjaga, ya Mas. Godaan mungkin ada di sekitar kita.Kalau iman kita kuat, cinta kita terjalin erat, semua tak kan jadi masalah.”

“Aduh, makin pinter saja istriku. Mas tambah sayang jadinya. Kita harus saling terbuka kalau ada yang mengganjal, ya.”

Azka melupakan sikapnya yang hanya diam saat ia menemukan pesan yang membuatnya tak nyaman. Dengan cepat Azka  menghujani Meli dengan ciuman. Meli sempat terkejut mendapat serangan tiba-tiba. Namun, ia segera dapat menyesuaikan diri dan membalas serangan dari Azka.

*

Bersambung

Terus ikuti kelanjutan kisah ini, ya! Luangkan juga waktu Kakak untuk  menengok IKATAN CINTA ALENNA dan TAKDIRKU BERSAMAMU karya Kak Indri Hapsari agar tahu rumah tangga sahabat-sahabat Meli.

1
Firda Sari
kapan di lanjut kak?
zee zhia
kapan lanjutanx ini thorr
피롷
kpn lanjutnya
피롷
ini kpn lanjut lg
Dhina ♑
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Heni Rani
udh lama gak up
Sabila Nurul Ma'rifah
kapan up autor aku kangen meli sama azka
Heni Rani
mba uthor nya lg traveling ya
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
ok thor , jgn lama lama ya
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
yahhhhh😂
Ananda Andin Angraini
D tunggu Kakak... tetap semangat.... semangat .... semangat.... jaga kesehatan ya.. 😘
Heni Rani
ini udh lama gak update lg kemana kah
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
wah keren azka dan farhan
Dessy Sugiarti
ditunggu kak kelanjutannya...
semoga bs SEGERA UP nya....
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
klo jadi meli gue jg cemburu tingkat balapan😄🤣
Indri Hapsari
salam luv buat Meli-Azka 💙 dan salam semangat untuk akak besan di sana 😊
Aerik_chan
Kusetia untuk menunggu
Asyilah
di nantikan selalu kak
HeniNurr (IG_heninurr88)
Setia menunggu pastinya😍😍
Vie
lanjut torrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!