WARNING 18++
Kisah ini tentang Anya Safanya, Apakah Ia pantas disebut gadis malang karena dipaksa menikah dengan Tuan Muda Deva Rafka Utama?
Apakah mereka akan bahagia dengan pernikahannya? walaupun tanpa berlandaskan cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 27
Happy Reading Guys.
Cerita semakin seru, jadi tolong hargai kerja kerasku dengan cara di Like, Comment, Vote, Follow terus jadikan novel ini sebagai favorite kamu.
Aku pastikan kalian gak nyesel udah ikutin cerita ini😍
...------------------------------...
Keesokan harinya Anya bersiap-siap pergi keacara perpisahan sekolahnya.
KREK
Anya yakin suaminya itu pasti belum bangun, jadi dia bisa pergi tanpa berbasa-basi lagi.
Dan benar saja dia akhirnya berhasil keluar kandang dengan mudah, dia juga dijemput oleh Adi dari depan gang.
“Lama banget..” ujar Adi kepada Anya karena telah menunggu lama.
“Yaa maaf, aku takut ketahuan!” Balas Anya langsung naik kemotor Adi.
Adi menyentuh tangan Anya untuk memeluk pinggangnya.
“Jaga-jaga biar gak jatuh” ujar Adi mencari kesempatan.
Anya juga menurut untuk memeluk pinggang Adi.
Mereka telah sampai disekolah, acara perpisahannya juga dihadiri oleh penyanyi Tulus, kebetulan itu adalah penyanyi favorit Anya, lagu-lagunya sangat indah dan penuh arti.
Banyak yang melihat Anya, gosip tentangnya yang sudah menikah sudah tersebar di kalangan sekolah, bahkan ada yang menuduhnya sudah hamil diluar nikah.
Tapi Anya tidak mengubris itu sama sekali, hidupnya sudah banyak masalah dan dia tidak ingin menambah masalah lagi.
Tibalah saat Tulus menyanyikan lagu yang berjudul “Tergila-gila”
Anya yang hafal betul lagu itu, ikut menyanyi dengan happy, untuk sekejap dia tidak mengingat masalah pernikahannya.
...“Hari ini kau mesra...
...Besok lusa kau dingin...
...Kau buatku penasaran...
...Bisa hilang seminggu...
...Lalu terus disisiku...
...Kau buatku penasaran...
...Tahu hati ini luluh...
...Lihat wajahmu yang sendu...
...Itu yang paling kau andalkan...
...Kau menang-menangkan hatiku...
...Kau buatku tergila-gila...
...Kau pintar buat aku rindu...
...Kau buatku tergila-gila...
...Sayangku...
...Ini bukan yang pertama tapi ini paling menarik...
...Ini bukan yang pertama tapi ini paling menarik”...
Nafas Anya ngos-ngosan karena ikut lompat-lompat saat bernyanyi, dia sangat happy sekali.
Adi memandang Anya dengan senang juga, akhirnya senyum Anya yang manis muncul lagi.
“Aku seneng liat kamu senyum gini” ujar Adi.
Anya tersenyum malu-malu.
KRING
Anya melihat ponselnya berbunyi dan itu adalah telpon dari Deva. Tanpa rasa bersalah Anya langsung mematikan ponselnya dan memasukkan ponselnya kedalam tasnya.
Anya pun menikmati acara perpisahan sekolahnya.
Sedangkan Deva sangat khawatir karena Anya tidak mengangkat telponnya, dia sadar bahwa Anya telah pergi karena pintu rumahnya terbuka, padahal dia ingat sekali sudah menguncinya semalam.
Deva tidak tau harus menghubungi siapa lagi untuk bertanya.
“Kemana sih..” keluh Deva khawatir.
Sedangkan dia harus pergi bekerja juga dan sudah terlambat.
Akhirnya dia memutuskan untuk bekerja saja, dia berharap kondisi istrinya baik-baik saja.
Deva masuk keruangannya, disusul oleh Reno yang senantiasa mengejeknya.
“Ciee.. pengantin baru, mukaknya kusut banget” ejek Reno.
“Kusut gimana?! Orang ganteng gini” ujar Deva.
“PD bos..” balas Reno.
“Gimana si bocil masih bikin masalah?” Tanya Reno peduli.
“Bocil bocil! Dia istrinya gue sekarang!!” Balas Deva.
“Dihh padahal Elo yang bilang bocil dulu” sindir Reno.
“Itu dulu.. sekarang udah jadi istri sah” balas Deva bucin.
“Emmm… dia udah ngilang aja pagi-pagi” ujar Deva curhat.
“Ngilang gimana?” Tanya Reno langsung.
“Yaaa.. dia pergi disaat gue belum bangun, gue telpon gak diangkat-angkat, gue khawatir Ren..” ujar Deva jujur.
“Tapi.. kemana dia pergi!” Ujar Reno nampak berpikir.
“Ahaa!! Gue tanyain ke Rena ya, sahabatnya Anya” ujar Reno cepat.
“Oh boleh boleh!” Ujar Deva langsung.
Reno langsung menelpon Rena.
“Halo, dengan Rena?” Sapa Reno.
“Aku Reno, asisten Deva” terang Reno lagi.
“Iyaa.. aku mau nanya dong.. kamu tau gak Anya pergi kemana?” Tanya Reno langsung.
Deva tak sabar mendengar balasan Rena.
“Ohhh.. jadi kamu beneran gak tau nih?” Ujar Reno pelan.
Deva merasa frustasi.
“Perpisahan sekolah?” Tanya Reno cepat.
“Okedeh, makasih ya Rena” balas Reno dan langsung menutup telponnya.
“Gak tau dia..” ujar Reno langsung.
“Terakhir dia bilang apa?” Tanya Deva.
“Disekolah mereka lagi ada perpisahan gitu.. Rena sih gak bisa dateng, gatau Anya..” balas Reno.
“Apa jangan-jangan dia di sekolah ya?” Ujar Deva nampak berpikir.
“Emmm.. mungkin” balas Reno.
“Ren! Gue minta tolong handle perusahaan sebentar ya, gue juga gak bisa kerja kalau mikirin istri gue terus” keluh Deva memohon.
“Jangan bilang Papa kalau hubungan gue lagi ada masalah, kasihan dia kepikiran” ujar Deva lagi.
Reno mengangguk paham “Elo juga hati-hati yaa”
Deva langsung menancapkan gas mobilnya dengan cepat menuju kesekolah Anya.
Sedangkan Anya sudah pergi duluan bersama Adi menuju ketempat makan favoritnya dulu.
Deva mencari Anya disekolah, dia bertanya kesekitar dan menemukan fakta bahwa Anya sudah pergi bersama laki-laki lain.
Tentu hatinya menjadi kesal dan cemburu, tapi yang terpenting dia harus menemukan istri nakalnya dulu.
Anya dengan enjoy makan bersama Adi, dia tidak menyangka walaupun sudah menikah tapi dia tetap merasakan kebebasan.
Adi menyuapkan Anya makanan secara romantis tapi Anya menolaknya dengan sopan.
Sedangkan Deva memutuskan untuk pulang kerumah lagi, untuk mengecek apakah Anya sudah kembali atau belum.
Ternyata pintu rumah masih terkunci dari luar “Kemana dia” ujar Deva sudah agak marah.
Deva memutuskan untuk tidak pergi bekerja, dia akan menunggu diruang tamu sampai Anya kembali.
Dia benar-benar harus tegas sebagai suami, dia memiliki hak atas istrinya.
Sedangkan Anya dan Adi berjalan-jalan sampai lupa waktu, mereka pulang sampai larut malam dan Adi menurunkan Anya didepan gang lagi.
“Di.. gue harap, Elo gak berpikir kedekatan ini lebih yaa” ujar Anya.
Adi mengangguk paham “Aku paham, aku minta maaf udah kelewatan batas hari ini”
Anya membalasnya dengan senyuman dan melambaikan tangan untuk perpisahan.
Anya langsung kembali lagi kerumah, dia berharap Deva sudah tidur dan dia bisa masuk kerumah tanpa gangguan.
Tapi sialnya Deva sudah menunggunya di ruang tamu dengan tatapan sangar.
“Dari mana aja?” Tanya Deva tegas.
“Bukan urusan kamu” balas Anya singkat.
“Dari mana!!!” Ujar Deva lagi sambil menarik tangan Anya agar tidak masuk kekamar dulu.
“Jangan kepo!! Aku sama kamu gak ada hubungan apa-apa!! Kamu gak ada hak untuk ngatur hidup aku!!” Teriak Anya menghempaskan tangan Deva.
Deva masih menahan tangan Anya sekuat tenaga “Aku suami kamu sekarang!! Aku berhak tau kamu pergi kemana dan bersama siapa.. bahkan kamu pergi dengan laki-laki lain tanpa memberitahuku!”
DEG
“Deva tau?” Batin Anya cemas.
“Dia temen aku!” Balas Anya cepat.
“Aku tadi kesekolah, pulangnya makan dulu” lanjut Anya.
Deva akhirnya melepaskan tangan Anya.
“Kalau kamu ada masalah atau gak suka sama sifat aku, Silahkan gugat CERAI!!” ujar Anya langsung masuk kekamarnya.