NovelToon NovelToon
My Wife Is Bad Girl

My Wife Is Bad Girl

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:269.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yayang Irma

Deskripsi:

Bagaimana jadinya jika seorang Bad girl dan sang musuh bebuyutan yaitu si Ketos es balok, di persatuan oleh ikatan pernikahan akibat perjodohan yang sudah direncanakan oleh kedua orang tua mereka.

KENZIE CALVIONA HARRIS

Cowok yang terkenal akan kedinginannya dan ketegasannya dalam mengatur juga menghukum orang yang melanggar aturan sekolah.......

KIARA PERMATA NUGRAHA

Gadis cantik yang hobinya buat ulah, pecicilan,suka balap motor liar, dan yang pasti gak pernah ada kapok ya bolak balik masuk BK sampai dapat surat peringatan dari kantor.......

Bagaimana kah kisah kelanjutan mereka. Apa pernikahannya akan berakhir bahagia hingga akhir dan saling mencintai satu sama lain. Atau akan berakhir di tengah jalan??

biar gak penasaran, yuk baca ceritanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 25

*Keesokan harinya

Ken dan Ara tengah sarapan dengan suasana hening tanpa ada sedikitpun pembicaraan sampai Ken berinisiatif memulai percakapan.

"Ra, sore nanti gue sama anak kelas X juga panitia OSIS bakal berangkat ke puncak."

"Hmm"

"Apa yang bener aja? kenapa respon Ara terlihat acuh tak acuh, seakan gak peduli gue mau pergi kemana aja." kesal Ken dalam hati yang mendapati respon Ara yang acuh tak acuh.

"Selama Lo disana, gue bakal tinggal di rumah Bunda. Gue rindu sama dia." Kata Ara menyimpan alat makannya ke wastafel.

"Kalau gitu aku tenang, ninggalin kamu sendiri disini untuk sementara waktu."

"Selama disana lo harus jaga kesehatan juga harus selalu hati-hati!" kata Ara memang nada bicaranya terdengar seperti acuh tapi sebenarnya didalamnya tersirat rasa kekhawatiran juga cemas.

"Tenang aja,aku bakal selalu ingat pesan kamu. Dan kalau setiap ada waktu luang aku bakal hubungin kamu."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Seperti perbincangan mereka tadi pagi, sorenya Ken pun berangkat ke puncak bersama rombongannya menggunakan bus yang mereka sewa.

Setibanya mereka di puncak Ken langsung menyuruh anak-anak kelas X untuk mendirikan tenda tim mereka masing-masing.

Dan beberapa panitia perempuan juga di bantu beberapa anak kelas X mendirikan tempat mereka untuk memasak, dan menyiapkan makan malam.

"Ken, ini buat kamu,aku sendiri yang buat." Elsa memberikan semangkuk sup dengan sedikit nasi pada Ken.

Karena kebetulan perut Ken memang sudah lapar dia pun menerimanya dan tanpa dia sadari Bianca mengambil fotonya yang tengah tersenyum tipis sebagai balasan ucapan terimakasih pada Elsa.

Setelah mengambil beberapa foto Bianca pun mengirimkannya pada Ara. Dan tanpa di duga Elsa mengecup bibir Ken sekilas. Bianca memberikannya isyarat tangan '👌' lalu pergi sebelum Ken menyadari sesuatu.

"Lo apa-apaan!!" dingin Ken dengan sorot mata yang sangat tajam berdiri dari duduknya.

"Aku suka sama kamu Ken. maka dari itu aku mengecup bibir kamu." Elsa ikut berdiri dengan senyum menghiasi wajahnya.

°^°

Sedangkan itu Ara baru saja selesai mandi dan mengecek HP-nya karena tadi dia samar-samar mendengar notifikasi pesan.

Ketika Ara menyalakan handphonenya dahinya berkerut saat melihat siapa orang yang mengiriminya foto lewat WeChat.

Karena Ara penasaran dia pun langsung membukanya dan saat dia melihat foto-foto yang dikirimkan Bianca padanya, seketika wajah Ara muram tapi selang beberapa saat Ara kembali seperti dirinya yang biasa.

Dia menghiraukan foto yang Bianca kirim padanya. Ara justru lebih memilih untuk memainkan PS yang dia rindukan.

***Vote! Vote! Vote***!

Beberapa hari kemudian. Ken pulang ke apartemennya dan dia sama sekali tidak menemukan Ara.

"Hmm…, kayaknya dia masih dirumah Bunda." gumam Ken memasuki kamar mandi.

Selesai mandi Ken memutuskan untuk menelpon Ara. Namun, teryata nomor Ara tidak aktif.

Karena menelpon Ara tidak diangkat,Ken pun memutuskan untuk menjemput Ara dirumah bundanya. Tapi saat Ken sampai dia sama sekali tidak melihat Ara.

"Ehem.., cari Ara ya?"

"Iya Bun,dia kemana?"

"Dia pergi bareng temen-temennya. Emang dia gak kasih tahu kamu?"

"Enggak. Ara selalu gak bisa di hubungin semenjak aku pergi ke puncak mimpin kelas X MOS."

"Hmm.. mungkin Ara marah kali. Coba kamu tanyain ke temennya."

Ken menganguk mengerti lalu mengambil hpnya dari dalam saku celana lalu menelpon Naya.

"Ya hallo?" jawab Naya dan sebrang sana.

"Ara lagi sama kalian?"

"Uh,, gak,Ara gak lagi sama kita. Lagian dari kemarin-kemarin setiap kita ajak kumpul dia suka bilang lagi sibuk atau gak males."

Setelah mendengar penuturan Naya, tanpa sopannya Ken langsung mematikan sambungan telepon itu secara sepihak membuat Naya mengerutkan dahinya juga memperlihatkan wajah kesalnya.

"Bun,Ken susul Ara dulu." Mencium tangan Lova lalu langsung pergi.

( ≧Д≦)

"Ra, mending lo gak usah main lagi deh. Dari tadi lo menang terus." ucap Angga pada Ara yang tengah membidik bola billiar.

"ya udah oke,oke, gue berhenti main. kasian nanti lo nangis lagi," Ara menyimpan tongkat billiarnya.

"Nah,gitu dong Ra, dari tadi ke." Sahut Evan tersenyum lebar. Ara mengambil duduk di sofa yang disediakan disana lalu mengambil hpnya dari saku jaketnya.

"Haish..,nih hp mati lagi!" kesal Ara memasukkan hpnya kembali setelah melihat layarnya yang tidak bisa menyala.

"Ara, diluar ada yang cariin lo!" beritahu seseorang pada Ara yang baru saja akan ikut bermain poker dengan teman-temannya.

"Siapa?"

"Gue gak tahu, tapi cowoknya ganteng banget." ucap perempuan itu lagi. Ara menganguk mengerti lalu ikut keluar bersama perempuan tadi.

Ketika Ara sudah keluar,dia melihat Calvin tengah berdiri menunggunya. Ara menghampiri Calvin dan menepuk pundaknya.

"Ngapain lo cariin gue bang?"

"Akh... teryata lo bener-bener disini. Itu waktu gue baru datang kesini gak sengaja liat lo yang habis dari toilet, mau nyapa tapi temen gue langsung nyeret gue." jelas Calvin dengan senyum canggung.

"Oh, jadi gitu. Sekarang lo udah nyapa gue. Gak ada urusan lain kan?"

"Eh! itu lo ada waktu malam ini?"

"Hmm.., gak tahu. Nanti aja kalau gue luang, gue kabarin. Emang mau apa?" Ara mengerutkan keningnya melihat penuh tanda tanya pada Calvin.

"Cuma mau ngajak lo jalan aja." Calvin menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Oh, kalau gitu gue masuk lagi ya,bye?" Ara berlalu meninggalkan Calvin yang menatap punggungnya yang mulai menjauh.

"Kayaknya yang dikatain Alaska bener. Ara sulit untuk didapatkan, apalagi sekarang dia juga udah milik orang lain." batin Calvin menatap sendu punggung Ara yang sudah menghilangkan dari pandangannya dan dia pun berbalik untuk pergi.

...Vote ~ Vote ~ Vote ~...

Setelah Ken mengetahui tempat yang biasa Ara datangi dia langsung pergi ke tempat billiar yang tidak terlalu jauh dari perusahaan Papa ya.

"Permisi mbak,apa disini ada pelanggan yang bernama Kiara permata?" tanya Ken begitu dia memasuki tempat itu.

"Oh, kamu cari Ara, mari saya antar," Sari seorang repsesonis di perusahaan itu.

Setelah sampai dia pun berteriak pada Ara yang tengah asyik bermain poker dengan dikelilingi para cowok yang mengelilingi meja tempat bermain Ara.

"Ara ada yang cariin lo!" teriak Sari membuat Ara membalas teriakkannya tanpa melihat kearah Sari.

"Siapa, lagi sih?"

"siapa nama lo?" tanya Sari pada Ken yang berdiri disampingnya. "Kenzie" ucap Ken dengan tatapan yang muram karena melihat Ara yang dikelilingi pria.

"Namanya Kenzie!" teriaknya lalu meninggalkan ruangan VIP itu.

*Deg~

"Kenapa dia bisa ada disini?!" tanya Ara dalam hati terkejut.

Ara pun berdiri dari duduknya dan melihat kearah Ken. "Eh, teryata itu beneran lo ya Ken" tersenyum canggung.

"Ikut gue pulang! sekarang!!" ucap Ken tegas tak mau dibantah menarik tangan Ara. Namun segera ditepis oleh Ara.

"Lo apa-apaan sih, dateng² maen narik gue buat pulang!" Ken yang mendengar itu bahkan tangannya ditepis kasar oleh Ara pun merasa tambah kesal.

Dan tanpa sepatah kata pun dia langsung mengangkat Ara seperti mengangkat karung beras di pundaknya, di depan semua orang yang berada disana.

"Kenzie! lo apa-apaan! turunin gue!" berontak Ara saat dalam gendongan Ken namun dihiraukan.

Ken hanya terus berjalan dan membawa Ara ke dalam mobilnya untuk dibawa pulang. Sedangkan itu didalam ruangan teman-teman Ara tengah melongo bingung.

"Cowok tadi siapa?" tanya Windi pada temannya.

"Gue gak tahu, tapi yang pasti itu kayaknya pacar si Ara." sahut Bagas menggeleng.

...Like ~ Like ~ Like ~...

*Bukh

Ken menjatuhkan Ara diatas kasur kamarnya lalu menindihnya. "Aww.. lo kenapa sih, sakit tahu!" ucap Ara meringis kesakitan saat Ken menjatuhkannya dengan kasar di atas kasur kamar apartemennya.

Bukannya menjawab Ken malah ******* bibir Ara dengan paksa dan kasar, bahkan tangannya pun tidak tinggal diam dan meremas payudara Ara di balik bajunya.

Ara yang merasakan ada yang aneh dengan sikap Ken yang tiba-tiba kasar dan bahkan menciumnya saja tanpa perasaan.

"Buka mulut lo!" perintah Ken disela ciumannya, dan karena Ara sama sekali tidak menurutinya Ken pun mengigit bibir Ara supaya terbuka. Lalu memasukkan lidahnya kedalam mulut Ara bertukar air liur.

Ara yang sudah tidak tahan dia langsung mendorong Ken sekuat tenaga sampai membuat tautan bibirnya lepas lalu menampar Ken dengan keras, sampai Ken sadar dengan apa yang sudah dia lakukan.

"Bajingan lo!!" maki Ara saat menampar Ken.

Ken tersadar dan melihat Ara yang menatapnya penuh jijik, "Ra maafin aku, aku gak bermaksud" ucap Ken akan meraih pundak Ara namun langsung ditepis olehnya.

"Jangan sentuh gue!!" Dingin Ara untuk pertama kalinya pada Ken.

Ken tertegun, dia berpikir kalau Ara tidak akan pernah bersikap dingin terhadapnya.

"Ra maafin aku, tadi itu aku kebawa emosi karena cemburu." ucap Ken meminta maaf bersungguh-sungguh takut jika Ara akan pergi.

"Cemburu lo bilang? terus apa lo pernah mikirin perasaan gue yang bakal cemburu saat lo ciuman sama si Elsa lampir itu,hah!!" marah Ara menatap Ken dingin dengan penuh jijik.

"Ka-kamu tahu darimana?" Ken terkejut mendengar penuturan Ara.

"Lo gak perlu tahu gue darimana mending sekarang lo keluar!" usir Ara menunjuk kearah pintu.

"Enggak Ra, dengerin dulu penjelasan aku." Ken meraih tangan Ara.

"Gue gak peduli, sekarang ke.lu.ar!!"

Ken yang melihat Ara yang sepertinya marah besar, dia pun memutuskan untuk keluar dan membiarkan Ara untuk menenangkan diri.

*Next…

1
Kimie‮➢
terlalu klise
AIDA-sya Sya
kalo Ara beneran hamil..
berarti ini kasus yg agak jarang terjadi... dimana bukan si istri yg mual malah si suami..
mwahahahhahahabahhaha...
intinya kebalik .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
AIDA-sya Sya
mungkin karena aku baca sehari satu chapter ya...,aku baru tau kalo Atha itu cowok...ahahahahaha/Facepalm//Facepalm//Facepalm/astaghfirullah...
AIDA-sya Sya
kalo ngk bilang apa apa ke orang terdekat... itu malah lebih berbahaya../Speechless//Speechless//Speechless/
AIDA-sya Sya
"ayo sini..,aku akan menghapus kenangan burukmu tentang hujan "


kadang aku pengen orang (suami) bilang kek gitu sama aku..
AIDA-sya Sya
/Doge//Doge//Doge//Doge//Doge/
AIDA-sya Sya
tentang typo..
mwahahahhahahabahhaha 😂😂😂
AIDA-sya Sya
aku juga ngk suka hujan..
kecuali pas makan mie .. dan tenang pahalanya...
AIDA-sya Sya
baru di pikirin...tiba tiba nongol nih..anak..
AIDA-sya Sya
/Pooh-poos///Speechless//Speechless/Speechless/
AIDA-sya Sya
astaghfirullah... padahal aku lagi puasa..
malah kebagian eps kek gini/Toasted/
AIDA-sya Sya
pacar itu...biar pun pada akhirnya menikah dengannya..
pernikahannya akan kurang barokah..
/CoolGuy/
AIDA-sya Sya
entah kenapa..aku bahagia..
AIDA-sya Sya
pengen ketawa/Curse//Curse//Curse/
AIDA-sya Sya
rajin menabung di warung /Facepalm//Facepalm//Curse/
AIDA-sya Sya
mungkin kita...beda alam dan beda tradisi ya...
pulang dari rumah sakit/setelah siuman dari koma.., malah karaoke an../Sweat//Sweat/
klo di rumah ya.. selamatan gitu.. undang kiai suruh doakan..
atau paling ngk..ya.. sedekah..
.
ya... mungkin karena ini cuma novel..
hehehehe... jadi ceritanya.. karaoke an untuk selamatan../Smirk/
AIDA-sya Sya
aku... penasaran... sebenarnya orang yg koma itu..., merasa seperti apa...
seperti tidur...., atau...yg lainnya..
apa orang koma...bisa bermimpi ..
apa tidak...?!/Doubt/
AIDA-sya Sya
memakan....
agak terkejut sihhh...
/Toasted//Toasted//Toasted/..
tapi aku tau klo ini salah ketik../Smirk//Smirk//Smirk/
AIDA-sya Sya
si Gisel ini agak gi*a..../Speechless/
AIDA-sya Sya
Rika...
kayak nama anak aku.../Smile/
yahh... walau aku belum punya anak sih../Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!