📚 JUDUL: ADIK BUNGSU KESAYANGAN DAN DUA ABANG PENGUASA
(MAFIA KEJAM & CEO DINGIN)
✍️ Penulis: Lestari Visa
Siapa sangka, gadis lembut berhijab ini adalah harta paling berharga bagi dua penguasa besar yang ditakuti banyak orang? 🖤
Satu saudara adalah bos mafia yang kejam dan tak berperasaan, sementara yang lain adalah CEO dingin yang memegang kendali dunia bisnis. Bagi orang lain, mereka adalah sosok yang menakutkan dan sulit didekati. Tapi di hadapan adik bungsu kesayangan mereka, segalanya berubah. Kekejaman dan kedinginan itu lenyap, berganti menjadi kasih sayang yang tak terhingga dan perlindungan mati.
Di mana pun dia berada, dia adalah ratu yang tak tersentuh. Siapa pun yang berani menyakiti hatinya, harus bersiap menghadapi murka kedua abangnya yang tak kenal ampun.
Ikuti kisah manis, menegangkan, dan penuh kasih sayang ini hanya di NovelToon! Klik tautan di bawah untuk mulai membaca 👇
yu baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lestari visa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 : PERTARUNGAN UNTUK KESELAMATAN
Beberapa hari berlalu dengan cepat, dan suasana di sekitar tempat itu semakin tegang. Semua persiapan telah selesai dilakukan—penjagaan diperkuat, senjata dan peralatan perang disiapkan dengan rapi, dan setiap sudut bangunan serta halaman telah diperiksa dengan teliti untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh musuh. Setiap orang yang ada di sana, baik pengawal maupun anggota keluarga, telah memahami peran dan tugas masing-masing dengan jelas. Mereka semua siap menghadapi apapun yang akan datang, dengan tekad yang kuat untuk melindungi tempat yang mereka cintai dan orang-orang yang mereka sayangi.
Sore itu, langit terlihat gelap dan mendung, seolah-olah alam juga merasakan ketegangan yang ada. Angin berhembus kencang, membawa debu dan daun-daun kering yang berputar-putar di udara, menciptakan suasana yang menakutkan dan menegangkan. Tiba-tiba, dari kejauhan terlihat sekelompok besar orang yang berjalan mendekat. Jumlah mereka sangat banyak, terlihat dari kejauhan seperti gelombang hitam yang bergerak maju dengan kecepatan yang stabil. Mereka membawa berbagai macam senjata, dan suara langkah kaki mereka yang serentak terdengar seperti guntur yang bergemuruh, semakin mendekat dan semakin membuat suasana terasa menegangkan.
"Datang! Mereka sudah datang!" teriak salah satu pengawal yang sedang berjaga di posisi teratas bangunan, suaranya menggelegar dan terdengar jelas ke seluruh penjuru tempat itu.
Mendengar teriakan itu, semua orang yang bersiap langsung bergerak dengan cepat dan teratur. Alfin berdiri di depan barisan pengawal, dengan postur tubuh yang tegap dan pandangan yang tajam menatap ke arah musuh yang semakin mendekat. Alfarro berdiri di sampingnya, siap bertindak sesuai dengan kemampuan dan keahliannya, sementara Zara berdiri di sisi lain dengan tangan yang memegang erat pedangnya, matanya yang tajam menatap setiap gerakan musuh dengan penuh keberanian dan kewaspadaan.
Musuh-musuh itu berhenti di jarak yang tidak terlalu jauh dari bangunan mereka, lalu salah satu orang yang terlihat sebagai pemimpin kelompok itu melangkah maju ke depan barisan. Dia mengenakan pakaian yang terbuat dari bahan yang tebal dan berwarna gelap, dengan topi yang menutupi sebagian wajahnya sehingga hanya terlihat rahang dan mulutnya yang berwarna pucat. Dia menatap ke arah Alfin dan yang lainnya dengan pandangan yang penuh kebencian dan ancaman.
"Alfin! Keluarga ini! Kalian telah mengambil banyak hal dari kami, dan hari ini kami akan membalas semua kejahatan yang telah kalian lakukan!" teriak pemimpin musuh dengan suara yang keras dan penuh kemarahan. "Kami akan menghancurkan tempat ini, mencelakakan semua orang yang ada di sini, dan mengambil kembali segala sesuatu yang menjadi hak kami! Tidak ada yang bisa menyelamatkan kalian hari ini!"
Alfin menatap pemimpin musuh itu dengan tenang, meskipun dia bisa merasakan ketegangan yang ada di sekitarnya. Dia menjawab dengan suara yang tegas dan jelas, "Kalian datang ke sini dengan membawa kebencian dan niat jahat, dan kalian tidak akan mendapatkan apapun selain kekalahan. Tempat ini adalah tempat yang aman untuk kami, dan kami akan membela diri sekuat tenaga. Jangan salahkan kami jika kalian yang menderita akibat tindakan kalian sendiri."
Setelah kata-kata itu terucap, pertarungan pun dimulai. Musuh-musuh itu bergerak maju dengan cepat, menyerang pintu dan tembok bangunan dengan kekuatan yang besar. Mereka menggunakan berbagai macam alat untuk merusak dan menembus pertahanan yang telah dibangun dengan baik. Di sisi lain, pihak mereka juga tidak tinggal diam. Pengawal-pengawal yang terlatih dengan baik mulai bertindak, menembakkan anak panah dan peluru ke arah musuh yang maju, sementara yang lain siap untuk bertarung secara langsung jika musuh berhasil masuk ke dalam area pertahanan.
Suara teriakan, benturan senjata, dan suara tembakan terdengar bergema di seluruh daerah itu. Udara terasa penuh dengan ketegangan dan bahaya. Alfin bergerak ke mana-mana, memimpin dan mengatur strategi pertahanan. Dia selalu berada di posisi yang paling berbahaya, memberikan contoh keberanian dan ketegasan kepada semua orang yang ada di sekitarnya. Setiap kali musuh berhasil mendekat ke bagian pertahanan yang paling penting, Alfin akan segera bergerak ke sana dan mengusir mereka dengan kekuatan dan keahlian yang luar biasa.
Alfarro juga berperan penting dalam pertarungan itu. Dia menggunakan keahliannya dalam bertarung, membantu melindungi anggota keluarga dan teman-temannya. Dia tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun, meskipun dia bisa melihat banyak orang yang terluka dan jatuh di sekitarnya. Dia tahu bahwa dia harus berani, karena jika dia menunjukkan rasa takut, orang lain juga akan menjadi lemah. Setiap kali dia melihat seseorang dalam bahaya, dia akan segera bergerak untuk menolongnya, menggunakan keahliannya untuk mengalahkan musuh dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Zara menunjukkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa. Dia bergerak dengan lincah di antara barisan musuh, menggunakan pedangnya untuk mengalahkan setiap orang yang berani mendekat. Setiap gerakannya terlihat terlatih dan penuh kekuatan, dan dia berhasil mengalahkan banyak musuh sendirian. Dia tidak hanya bertarung untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk melindungi orang-orang di sekitarnya, dan semangatnya yang membara memberikan kekuatan tambahan kepada semua orang yang ada di sana.
Pertarungan berlangsung selama berjam-jam. Musuh-musuh itu datang dengan jumlah yang banyak dan kekuatan yang besar, tapi mereka tidak bisa menembus pertahanan yang kuat dan tekad yang kuat dari pihak mereka. Setiap kali mereka maju, mereka akan diusir kembali dengan kerugian yang besar. Beberapa kali musuh mencoba menggunakan strategi yang berbeda, mencoba menyerang dari berbagai arah sekaligus, tapi Alfin dan yang lainnya sudah siap dengan rencana pertahanan yang baik, sehingga mereka bisa menghadapi setiap serangan dengan baik.
Di tengah pertarungan yang berlangsung sengit, Alfin melihat bahwa ada sekelompok besar musuh yang berusaha masuk ke bagian belakang bangunan, di mana anggota keluarga yang tidak bisa bertarung berada. Dia segera bergerak ke arah itu, dengan kecepatan yang luar biasa. Dia bertemu dengan kelompok musuh itu dan bertarung melawan mereka sendirian untuk sementara waktu, sementara dia menunggu bantuan datang. Meskipun dia berhadapan dengan banyak orang sekaligus, dia tidak menunjukkan kelemahan sedikit pun. Dia menggerakkan senjatanya dengan terampil, mengalahkan setiap musuh yang berani mendekat, dan melindungi tempat di mana anggota keluarga mereka berada.
Alfarro yang melihat saudaranya dalam bahaya segera bergerak menolongnya, dan bersama-sama mereka mengusir kelompok musuh itu dengan cepat. Zara juga datang membantu, dan ketiganya bekerja sama dengan baik, menunjukkan kekuatan dan keahlian yang mereka miliki. Kerjasama yang baik di antara mereka membuat mereka bisa mengalahkan musuh-musuh itu dengan lebih mudah dan cepat.
Saat matahari mulai terbenam dan langit berubah warna menjadi keemasan dan merah, keadaan mulai berubah. Musuh-musuh itu mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan kekalahan. Mereka telah mengalami kerugian yang besar, banyak orang yang terluka dan jatuh, dan semangat mereka mulai menurun. Pemimpin mereka yang terlihat pucat dan lelah akhirnya memutuskan untuk menarik mundur pasukannya. Mereka meninggalkan banyak senjata dan barang-barang mereka di tempat itu, dan berjalan mundur dengan cepat, tidak lagi memiliki semangat untuk melanjutkan pertarungan.
Melihat musuh yang mulai mundur, semua orang yang ada di sana merasakan kelegaan yang besar. Suasana yang penuh ketegangan dan bahaya perlahan-lahan mulai berubah menjadi suasana yang lega dan gembira. Namun, mereka tidak langsung bersenang-senang. Mereka segera mulai menolong orang-orang yang terluka, memberikan pertolongan pertama dan merawat mereka dengan baik. Alfin dan Alfarro serta Zara juga membantu dalam merawat orang-orang yang terluka, menunjukkan kepedulian dan kebaikan hati mereka.
Setelah semua keadaan menjadi lebih tenang dan aman, mereka berkumpul kembali di ruang tamu bangunan. Wajah semua orang terlihat lelah, tapi juga penuh rasa syukur dan kebanggaan. Mereka telah berhasil mengalahkan serangan musuh, dan mereka telah membuktikan bahwa mereka bisa bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi segala kesulitan.
Alfin berdiri di depan mereka, menatap setiap orang dengan pandangan yang penuh kebanggaan dan kehangatan. "Kita telah berhasil, semuanya. Kita telah membela diri dengan baik, dan kita telah menunjukkan bahwa kebersamaan dan keberanian bisa mengalahkan apapun. Saya sangat bangga dengan kalian semua, dengan keberanian dan ketekunan yang telah kalian tunjukkan hari ini. Kita telah melewati ujian yang sulit, dan sekarang kita bisa kembali hidup dengan damai dan bahagia seperti sebelumnya."
Alfarro menambahkan dengan suara yang penuh semangat, "Benar sekali! Hari ini kita belajar bahwa selama kita tetap bersatu dan saling mendukung, tidak ada kesulitan yang tidak bisa kita atasi. Saya yakin bahwa masa depan kita akan lebih baik lagi, karena kita memiliki kekuatan yang terbesar yaitu kebersamaan."
Zara juga berbicara dengan suara yang penuh semangat, "Saya sangat berterima kasih karena bisa menjadi bagian dari keluarga ini. Hari ini saya melihat keberanian dan kebaikan hati yang ada di antara kalian semua, dan saya bangga bisa bertarung bersama kalian. Saya akan selalu setia dan melindungi kalian selamanya."
Malam itu, suasana di tempat itu terasa lebih hangat dan penuh makna dari biasanya. Mereka semua merayakan kemenangan mereka dengan makan bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman yang mereka alami selama pertarungan. Meskipun masih ada rasa sedih karena ada orang yang terluka, tapi rasa bahagia dan kelegaan yang mereka rasakan jauh lebih besar. Mereka tahu bahwa mereka telah membuktikan bahwa cinta dan kebersamaan adalah hal yang paling berharga dalam hidup, dan bahwa selama mereka tetap bersama-sama, mereka bisa menghadapi apapun yang akan datang di masa depan.
📖 SAMPAI JUMPA DI BAB SELANJUTNYA! 🤗🩷
Terima kasih banyak sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini! Semoga kalian menikmati setiap halaman dan setiap momen kebahagiaan, tawa, bahkan emosi yang terasa dalam setiap babnya ya. 🥰
Jangan lupa tinggalkan komentar dan berikan suka pada setiap bab yang kalian baca, ya! Jika kalian menyukai ceritaku, silakan tuliskan pendapat kalian — misalnya "Lanjutkan dong, ceritanya keren banget!" atau "Ceritanya bagus dan menyentuh hati!" — karena setiap kata dukungan dari kalian akan menjadi semangat terbesarku untuk terus menulis dengan lebih baik lagi. 🩷🌷
Kalau kalian ingin melihat gambaran visual dari semua tempat dan tokoh dalam cerita ini, kalian bisa mengunjungi👇👇🩷🌷
akun TikTokku:(lisalestari310)
akun Instagramku:(Lisa Lestari)
Jangan lupa untuk mengikuti dan memberikan komentar di sana juga ya, aku sangat menantikannya! 🤗🌷
Sekali lagi terima kasih banyak atas perhatian dan dukungannya. Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya ya! Selamat membaca dan sampai bertemu kembali! 👋👋🤗🌷
buat teman teman aku saranin coba baca dari awal di jamin seruuuu 😍🔥