NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Kuntilanak

Aku Bukan Anak Kuntilanak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ridwan01

"Dasar anak Kunti!"
"Aku bukan anak Kunti! berhenti memanggilku anak Kunti! namaku Kalingga Arsana!"


Kalingga sering di panggil anak Kunti oleh teman temannya dan para warga di tempat dia tinggal, bukan tanpa alasan, itu karena dia lahir dari rahim seorang perempuan yang sudah di kubur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih belum pasti

"Aku akan mengambilnya dan kamu tidak akan bisa menghalangiku Jayandanu!" jawab Kalana yang sudah memanggil pasukan tanpa nama untuk datang ke sana.

‎"Waktumu itu tidak lama, dalam lima menit ari ari itu akan berpindah lagi ke tempat lain, dan itu cukup untukku menyerang kamu" ucap Jayandanu membuat Kalana terkejut.

‎"Parta!" panggil Kalana

‎"Kami sudah di sini Kalana" jawab Parta yang sudah mulai membantu Gatra bersama pasukannya

‎Parta langsung datang setelah Kalana memanggilnya dan saat sampai, dia terkejut melihat Gatra melawan banyak pasukan Malak dan Kalana yang sedang di ganggu olah Jayandanu, jadi dia segera meminta pasukannya untuk membantunya Gatra.

‎"Urus kelabang bau ini aku harus mengambil ari ari Kalingga" ucap Kalana membuat Jayandanu kesal dan menyemburkan bisanya ke arah Kalana tapi berhasil di hindari Kalana.

‎"Aku bukan jin lemah Jayandanu, meskipun aku hanya melindungi tuanku Karna, tapi aku juga punya kewajiban pada Arsana, dan satu lagi, tuanmu itu sudah berani memelet adik tuanku! kalian tidak akan aku ampuni!" ucap Kalana

‎"Dan aku tidak akan membiarkan kamu lepas dengan mudah bahkan mendapatkan ari ari itu" ucap Jayandanu

‎Parta menyerang Jayandanu, tapi Jayandanu masuk ke dalam tanah untuk menghentikan dan menggangu konsentrasi Kalana yang sedang berusaha menghilangkan awan hitam yang menutupi ari ari Kalingga.

‎"Kamu tidak bisa kabur Jayandanu!" bentak Parta menancapkan pedangnya ke dalam tanah dan membuat Jayandanu yang hampir mendekati Kalana terkena serangan Parta lalu keluar dari dalam tanah.

‎"Arrgghh...!"

‎"Kamu makhluk malam Jayandanu dan ini siang hari, kamu tidak akan menang" ucap Parta menyeringai

‎"Aku mungkin tidak kuat saat siang, tapi aku bukan makhluk bodoh!"

‎Jayandanu mengeluarkan ribuan kelabang dari dalam tanah, dia meminta kelabang kelabang itu untuk menyerang Kalana bahkan merayap ke tubuh Kalana untuk menggigitnya, sementara Jayandanu sendiri harus melawan Parta.

‎"Aarrgghh! pergilah! bismillahirrahmanirrahim!"

‎Kalana berteriak karena ratusan bahkan ribuan kelabang sudah merayap ke tubuhnya, tapi dia tidak mau menyerah, Kalana mengarahkan seluruh kemampuannya untuk menghilangkan awan hitam itu.

‎Srak.

‎"Alhamdulillah, berhasil" ucap Kalana terlihat senang saat Awan hitam itu menghilang.

‎"Jayandanu jangan sampai ari ari itu di ambil Kalana!" teriak Malak yang masih bertarung dengan Gatra.

‎"Hanya tinggal beberapa detik lagi, ari ari itu akan kembali menghilang" jawab Jayandanu yang sedang di cekik Parta

‎"Minta kelabang kelabang itu untuk mundur atau aku bakar mereka!" ancam Parta

‎"Tidak akan sampai tugas mereka selesai!" jawab Jayandanu

‎"Baiklah, jangan salahkan aku kalau ribuan kelabang itu akan mati di depanmu Jayandanu" ucap Parta

‎"Kamu fokus bunuh saja kelabang sialan itu Parta, aku tidak apa apa" ucap Kalana masih berusaha meraih kantung itu.

‎"Kantungnya terlalu tinggi, dan tidak ada waktu lagi, aku tidak mungkin membuat pengorbanan Raden Gatra sia sia" gumam Kalana.

‎Akhirnya Kalana menggunakan cara terakhir, dia tidak bisa bergerak dengan banyaknya kelabang Jayandanu jadi dia meniupkan belati angin ke arah ari ari itu supaya terjatuh ke sungai.

‎"Bismillahirrahmanirrahim, nak, kami tidak bisa mengambil ari ari kamu tapi kami akan pastikan kamu bisa keluar dari kampung cadas dan pergi kemanapun yang kamu mau" ucap Kalana

‎Srak.

‎"Tidak!" teriak Jayandanu dan Malak saat kantung itu terjatuh ke bawah, dan di bawah adalah aliran sungai yang begitu deras.

‎"Mundur! cari ari ari bayi itu!" teriak Malak dan seketika itu juga pasukannya berhenti dan menghilang dari sana.

‎Kelabang yang tadinya memenuhi tubuh Kalana juga menghilang dan mereka kembali ke dalam tanah untuk mencari ari ari Kalingga. bahkan tempat yang tadinya penuh makhluk halus itu tiba tiba saja menjadi sunyi kembali hanya menyisakan banyak bangkai jin yang terbakar, Gatra, Kalana dan Parta berikut pasukannya.

‎"Apa kita gagal?" tanya Gatra mendekati tebing itu dan melihat banyak awan hitam berkumpul di sekitar aliran sungai.

‎"Saya tidak tahu Raden, tapi saya menggunakan cara terakhir sebelum ari ari itu kembali menghilang dan berpindah tempat, saya melepaskan ikatannya dan ari ari itu jatuh ke sungai" jawab Kalana

‎"Semoga mereka tidak menemukan ari ari itu karena kalau mereka temukan, Kalingga tetap tidak bisa pergi dari kampung cadas" ucap Parta

‎"Kita lihat besok, apa Kalingga bisa pergi, kalau bisa itu artinya Kalingga sudah bebas" ucap Gatra

‎"Terima kasih Raden, Raden sudah berada jauh dengan keluarga Raden begitu lama karena membantu kami" ungkap Kalana dan Parta mengangguk.

‎"Secara tidak langsung bayi itu juga keluargaku, sisik ular istriku ada di pusarnya jadi dia juga keluargaku" jawab Gatra

‎"Ayo kembali, hutan ini memang tidak berbahaya tapi bisa saja Malak memasang jebakan lain supaya kita tidak bisa pulang, dia memang bukan jin kuat tapi dia licik" ucap Gatra yang selama satu bulan itu selalu memperhatikan Malak dan Narno ketika mereka ada di sana.

‎"Baik Raden" jawab Parta memegang tangan Gatra untuk membawanya langsung ke hutan Sagara.

‎°°°°°°°°°°°

‎ Di rumah Jamal, Kalingga terus menangis dan tiba tiba tubuhnya demam, Kalingga bahkan tidak mau minum susu meskipun Maryani sudah muncul dan menenangkan Kalingga.

‎"Kalingga kamu kenapa nak, kenapa kamu tidak tenang" panik Kaelan

‎"Mungkin ari ari anak kita sudah ditemukan kang, tadi panglima Parta bilang Kalana memanggilnya" ucap Maryani

‎"Jika benar, mungkin ari ari itu jadi rebutan dan karena itulah Kalingga gelisah" ucap Saidah

‎"Bu.. tolong ambilkan gendongan Kalingga, biar Kaelan gendong Kalingga dengan gendongan itu supaya Kalingga tenang" ucap Kaelan

‎"Ini nak..."

‎"Tenang ya sayang, kalau ari ari kamu sudah terlepas dari tangan makhluk jahat itu, kamu sudah bebas nak, nanti kamu akan pindah dengan ayah ke kampung Mahoni, kita mulai hidup baru di sana" bujuk Kaelan

‎"Tapi kang, aku merasakan ari ari Kalingga masih terhubung dengan kampung ini, apa mungkin ari arinya tidak berhasil di ambil" ucap Maryani khawatir

‎"Aku juga tidak tahu, aku rasanya ingin membawa anak kita pergi jauh setiap kali dia menangis kesakitan seperti ini" jawab Kaelan

‎"Sudah satu bulan lebih, bahkan usia Kalingga juga hampir dua bulan tapi kami masih belum bisa kemanapun" ucap Kaelan

‎"Sabar nak, yang kita hadapi ini adalah orang orang sesat dan licik" bujuk Jamal yang sedang melantunkan ayat-ayat Al Qur'an supaya Kalingga merasa tenang.

‎Satu jam mereka menenangkan Kalingga dan akhirnya Kalingga berhenti menangis dan mau meminum susunya sampai tertidur. Kaelan merasa lega karena anaknya sudah tidak kesakitan lagi, tapi saat mengintip pusar Kalingga, sisik ular Kalia masih menempel dan itu artinya ari ari Kalingga belum di dapatkan Gatra juga yang lain.

1
Nurr Tika
ketauan juga
neni nuraeni
aduh kakek nya kaget ma tu tawa cucunya,,,eeeh ayah nya mlh ngelawak aduuhhh seruuu ini lnjutt
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
ayo bakar tu jasadnya biar mampus tu kuyang
neni nuraeni: ok... ok... ok... kak othorrr😁😁
total 2 replies
Sri rahayu
mungkin itu akan menjadi hari terahir Salbiah ada di muka bumi ini
Ridwan01: mungkin kak
total 1 replies
Nurr Tika
kebongkar sudah, bakar saja
Ridwan01: untung dunia Maya jadi boleh bakar bakaran ya kak🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dah jodohin aja thor... nanti juga lama" bkl suka dia ma Kinanti,,, lnjut atuhh
neni nuraeni: ok saya tunggu kak othor🤗🤗
total 2 replies
Nurr Tika
dah kaelan sama kinanti ja
Ridwan01: siap kak 👍
total 1 replies
neni nuraeni
semoga Ari" nya tidak di ketemukan oleh malak dan jayandanu,,, kasian klingga
neni nuraeni: sama" kak thor 😁😁😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah di bilangin suruh hati ati ,tuh kan kena pelet narno
Ridwan01: Kinanti terlalu positif thinking kak🤭🙏
total 1 replies
Ilham
panjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
neni nuraeni
iiih gemes deh moga aja Kinanti dan kaelan di satukan dlm ikatan suci,,,,, iiih dsr aki" peot untung keluarganya kinanti sakti semua
neni nuraeni: sama"🤗
total 2 replies
neni nuraeni
mending kaelan sama Kinanti buat mereka bersatu thor mnjdi psngn halal agar tidak di ggu si narno Mulu,, gedek aku ma aki" peot
neni nuraeni: 👍 deh... lnjut thorr💪💪😁
total 2 replies
Ilham
lanjut bg
Ridwan01: siap bang 👍
total 1 replies
Nurr Tika
udah iklasin ja maryani ya kael
Ridwan01: Kaelan galau
total 1 replies
Sri rahayu
bapaknya suka sama Kinanti sementara neno suka sama Aini .ga sadar Luh marno udah tua nangka malah suka gadis belia
Ridwan01: Narno sedang puber kedua kak🤭🙏
total 1 replies
Sri rahayu
asik nih duda bisa peluk perawan 😁😁😁
Ridwan01: mantap 🤭🙏
total 1 replies
neni nuraeni
dsr Salbiah edan
neni nuraeni: betul... betul.. betull🤭🤭
total 2 replies
Nurr Tika
duh kunyang datang lagi
Ridwan01: kuyang masih penasaran dia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!