NovelToon NovelToon
Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Kaisar: Menguasai Takhta Dengan Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Dikhianati oleh orang-orang yang paling ia percaya, sang kaisar kehilangan segalanya—takhta, kekuasaan, bahkan nyawanya sendiri.
Namun kematian bukanlah akhir.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26

Yang Chen menarik tangannya kembali. Buku-buku jari pemuda itu lecet dan merah, kulit batunya sedikit terkelupas, dan tangannya gemetar karena hukum aksi-reaksi. Memukul benda sekeras itu juga menyakiti si pemukul.

"Daya hancur cukup untuk meretakkan tengkorak Tingkat 1, tapi belum cukup untuk menghancurkannya total," evaluasi Yang Chen di tengah pertarungan. "Tulang tanganku masih kurang padat. Butuh lebih banyak kalsium."

Babi hutan itu, meski pusing, belum mati. Sifat alami monster adalah menjadi semakin ganas saat terluka.

Monster itu meronta, mencoba bangkit dan mengayunkan taringnya secara liar ke arah perut Yang Chen.

Wush.Taring itu menyabet udara, hanya berjarak satu inci dari jubah Yang Chen.

Yang Chen melompat mundur dua langkah dengan ringan. Uji coba kekuatan fisik sudah selesai. Kesimpulannya: Pertahanan Yang Chen bisa menahan serangan Tingkat 1 Puncak, tapi serangan baliknya masih butuh senjata untuk mematikan.

Tangan Yang Chen bergerak ke pinggang.

Sring.

Pisau belati biasa yang dicuri dari istana kini berada di genggamannya. Pisau itu hanyalah besi biasa, tidak akan bisa menembus kulit punggung babi itu.

Jadi, Yang Chen mengincar titik lemah.

Babi hutan itu bangkit kembali, matanya kini merah sepenuhnya karena gila. Monster itu membuka mulutnya lebar-lebar untuk meraung dan menggigit.

Itu kesalahannya.

Yang Chen maju satu langkah. Gerakannya bukan lagi banteng yang menahan benturan, tapi ular yang mematuk.

Tangan Yang Chen menusuk lurus ke depan.

Pisau belati itu meluncur masuk ke dalam mulut babi hutan yang terbuka, melewati barisan gigi, menembus langit-langit mulut yang lunak, dan terus menusuk hingga ke otak.

Jleb.

Gerakan babi hutan itu berhenti seketika, seperti boneka yang tali pengendalinnya dipotong.

Mata merahnya kehilangan cahaya, berubah menjadi kosong.

Tubuh raksasa itu ambruk ke samping. Bruk. Menimpa semak-semak, menciptakan getaran terakhir di tanah hutan.

Hening.

Hanya suara napas Yang Chen yang terdengar.

Pemuda itu mencabut pisaunya dari mulut bangkai monster itu. Darah merah kental dan materi otak menetes dari bilah pisau.

"Selesai," kata Yang Chen.

Namun, tidak ada waktu untuk istirahat. Yang Chen merasakan getaran lain.

Bukan dari monster. Tapi dari Inti Rock Python di perutnya.

Inti itu bergetar lapar. Sangat lapar. Pembakaran energi besar-besaran saat menggunakan Stone Skin tadi telah menguras cadangan energi yang baru saja diisi oleh darah kelinci.

Yang Chen berlutut di samping bangkai babi hutan itu.

Tanpa ragu, Yang Chen menyayat dada babi itu. Kulitnya keras, jadi Yang Chen harus mencari celah di ketiak kaki depan di mana kulitnya lebih tipis.

Yang Chen merobek jalan menuju jantung.

Jantung Babi Hutan Besi itu masih hangat, seukuran kelapa kecil.

Yang Chen tidak memakannya bulat-bulat. Itu biadab dan tidak efisien. Pemuda itu memeras darah dari jantung itu langsung ke mulutnya.

Darah monster Tingkat 1 jauh lebih kuat daripada kelinci Tingkat 0.

Saat darah itu masuk, Yang Chen merasakan gelombang panas yang meledak di perutnya. Wajah pucat Yang Chen seketika menjadi merah padam. Uap putih tipis keluar dari pori-pori kulitnya.

Energi itu kasar dan liar.

Yang Chen segera duduk bersila di samping bangkai itu, mengabaikan genangan darah yang membasahi jubahnya.

"Serap!"

Yang Chen memandu energi liar itu masuk ke Dantian. Inti Rock Python berputar, melahap energi darah babi hutan itu dan mengubahnya menjadi Earth Qi yang murni.

Sedikit demi sedikit, Qi itu mulai mengisi meridian Yang Chen yang kosong.

Tingkat Kultivasi Yang Chen mulai naik.

Dari manusia biasa... Masuk ke Body Tempering Tingkat 1... Tingkat 2...

Energi itu berhenti di pertengahan Tingkat 2.

Yang Chen membuka matanya.

"Darah satu ekor babi hanya cukup untuk menaikkanku ke Tingkat 2?" Yang Chen menggeleng kecewa. "Tubuh ini benar-benar lubang tanpa dasar."

Untuk mencapai Tingkat 9 dan menerobos ke ranah berikutnya, Yang Chen mungkin butuh membantai separuh populasi hutan ini.

Yang Chen berdiri. Dia melihat bangkai babi itu. Dagingnya masih banyak. Dia tidak bisa membawanya semua, tapi dia bisa memotong bagian paha belakang yang paling padat dagingnya untuk bekal nanti malam.

Saat Yang Chen sedang mengiris paha babi itu, telinganya menangkap suara.

Suara ranting patah yang diinjak oleh sepatu bot.

Jarak lima puluh meter. Arah jam enam.

Bukan hewan. Hewan di hutan ini berjalan dengan hati-hati atau dengan suara keras yang jelas. Langkah ini... ragu-ragu. Langkah manusia yang mencoba mengendap-endap tapi gagal.

Ada lebih dari satu orang. Tiga... tidak, empat orang.

Yang Chen berhenti mengiris. Tangannya tetap memegang pisau yang tertancap di daging babi.

"Sepertinya bau darah ini memancing hyena," bisik Yang Chen tanpa menoleh.

Suara bisikan kasar terdengar dari balik semak-semak di belakangnya.

"Woi, Bos. Lihat itu. Babi Hutan Besi! Bangkainya masih utuh!" "Ssst! Ada orang di sana." "Cuma satu bocah. Lihat jubahnya, itu bocah yang tadi di gerbang. Dia sendirian." "Babi itu mati? Dia yang membunuhnya? Tidak mungkin. Lihat badannya yang kecil itu." "Mungkin dia menemukannya sudah mati. Atau mencurinya dari pemburu lain yang terluka." "Rezeki nomplok. Babi itu bernilai 50 perak di pasar daging. Taringnya bisa laku 10 perak."

Yang Chen tersenyum dingin. Skenario klasik dunia persilatan: Membunuh orang untuk mencuri harta.

Yang Chen perlahan berdiri, berbalik menghadap ke arah suara itu.

Empat orang pria keluar dari balik pepohonan.

Itu adalah kelompok pemburu yang sama dengan yang antre di depan Yang Chen di gerbang tadi pagi. Si Botak yang memimpin mereka menyeringai lebar, memegang kapak besar yang sudah karatan di beberapa bagian.

Mereka membentuk formasi setengah lingkaran, mengepung Yang Chen dan bangkai babi itu.

"Hei, Nak," kata si Botak, matanya rakus menatap bangkai babi hutan itu. "Hutan ini berbahaya. Tidak baik bagi anak kecil bermain pisau sendirian di sini."

Yang Chen menatap mereka satu per satu.

Tingkat kultivasi mereka rendah. Si Botak ada di Body Tempering Tingkat 3. Sisanya Tingkat 2. Di mata Yang Chen, mereka hanyalah kumpulan sampah yang bahkan tidak layak menjadi samsak latihan.

Tapi sampah pun bisa berguna.

Yang Chen butuh uang. Dan Yang Chen butuh peralatan. Kapak di tangan si Botak itu terlihat lumayan berat. Dan mereka pasti membawa kantong air serta ransum.

"Kalian benar," kata Yang Chen dengan suara tenang yang membuat bulu kuduk si Botak tiba-tiba merinding. "Hutan ini memang berbahaya."

Yang Chen mencabut pisaunya dari paha babi dengan suara sret yang basah.

"Terutama saat kalian bertemu dengan pemangsa yang sedang lapar," lanjut pemuda itu, matanya yang hitam pekat menatap leher si Botak seolah melihat sepotong ayam goreng.

"Serahkan babinya, dan tinggalkan semua barang kalian," kata Yang Chen, membalikkan situasi perampokan itu. "Maka aku akan membiarkan kalian merangkak pulang dengan kaki utuh."

Si Botak ternganga sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Kalian dengar itu? Bocah ini mau merampok kita! Bosan hidup ya?!"

"Habisi dia," perintah si Botak. "Ambil babinya. Buang mayat bocah ini ke jurang."

Tiga anak buahnya maju serentak, senjata terhunus.

Yang Chen tidak mundur. Sang Mantan Kaisar justru melangkah maju menyambut mereka.

Uji coba melawan monster sudah selesai. Sekarang saatnya uji coba melawan manusia.

1
saniscara patriawuha.
bantaiiiiiii habisssdd.....
saniscara patriawuha.
lumayannnn....
Muh Hafidz
bagus thor pertahankan terus ritme cerita seperti ini, biar kita semakin mendalam menikmati alur ceritanya 👍👍👍
Muh Hafidz
saya suka ceritanya, runut, runtut gak cepat melompat, apalagi melompat lompat, saya setuju dg Thor ttp konsisten menceritakan adegan dg detil dan bertahap Krn itu membuat kita semakin bisa mendalami alur cerita, bravo buat Thor
saniscara patriawuha.
gassssssd deuiiiiii...
saniscara patriawuha.
gasssss pollllll.....
saniscara patriawuha.
lanjutttttt....
saniscara patriawuha.
mantappp..
saniscara patriawuha.
gasssd polllll manggg chennnn
saniscara patriawuha.
ojo kesuwen mang otor moso sampe 6 episode hanya untuk menceritakan,,, cukup 3 bab,, langsung sat set sat set....
saniscara patriawuha.
lanjoootttttkannnnn.....
saniscara patriawuha.
lanjutttttkannnnn....
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll ojoo kesuwennnn manggg otorrrrr
saniscara patriawuha.
gassssd pollllllll...
saniscara patriawuha.
gassssss pollllll manggg weuiuiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!