NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 Apakah Luluhm

Arash sudah cukup lama melihat pesan tersebut tanpa membalasnya, Arash melihat ke arah pintu kamar mandi dan masih saja tetap tertutup.

"Sungguh dia ada di sana?" Arash seketika menjadi ragu.

Arash berdiri dari tempat duduknya dan mencoba mendengarkan aktivitas di kamar mandi tersebut dengan menempelkan telinganya pada pintu kamar mandi.

Seperti tidak ada orang di dalam kamar mandi itu membuat Arash membuka pintu tersebut secara langsung.

Mata Arash melotot ketika melihat Shafiya ternyata berada di lantai dengan posisi memeluk tubuhnya seperti bayi di dalam kandungan.

"Shafiya!" Arash dengan cepat memasuki kamar mandi dan mematikan keran air yang ternyata sudah membanjiri kamar mandi tersebut.

"Shafiya!"

"Shafiya bangun!"

Arash meletakkan kepala Shafiya di atas pahanya dengan menepuk lembut pipi Shafiya.

Karena Shafiya tidak sadarkan diri membuat Arash menggendong ala bridal style dan langsung membawa keluar dari kamar mandi tersebut.

Tidak tahu apa yang terjadi saat ini pada Shafiya. Mungkinkah dia kembali linglung menghidupkan keran air begitu saja dan apakah tadi dia hanya tertidur atau pingsan.

Arash berdiri di depan pintu kamar bersama dengan Nenek, Tami dan Amelia sementara Bibi berada di kamar mengganti pakaian Shafiya.

"Kamu puas Arash?" tanya Nenek benar-benar muak dengan cucunya itu.

"Untuk apa kamu mempertahankan Shafiya jika dia sudah kehilangan kesadarannya, kamu ingin melangsungkan pernikahan, ingin memiliki beribu istri dan menghancurkan keluarganya. Maka dia juga tidak akan pernah sadar dan tidak akan tahu apa yang terjadi!" tegas Nenek.

"Tante jangan langsung menyalahkan Arash begitu saja, Shafiya selama ini hanya berpura-pura menjadi wanita linglung, itu hanya cara agar Arash tidak jadi menikah," sahut Amelia.

"Cukup Amelia!" bentak Nenek.

"Saya sudah memperingatkan kamu berkali-kali berhenti mempengaruhi Arash!" tegas Nenek menunjuk tepat di wajah Amelia.

"Sudahlah. Nek, tidak ada gunanya marah-marah seperti ini dan apapun yang terjadi pada Shafiya saat ini tidak berkaitan dengan apapun dan tidak akan mengubah keputusanku untuk menikah!" tegas Arash.

"Ya, lakukan saja semua sesuai dengan kemauan kamu, tetapi percuma apa yang kamu lakukan tidak akan disadari oleh Shafiya dan kamu sangat bodoh yang hanya menjadi alat dari pembalasan seseorang!" tegas Nenek.

"Nenek mengatakan aku bodoh?" Arash tersinggung mendengar pernyataan itu.

"Lalu apa jika bukan, kamu tidak menyadari bahwa kamu juga hanya dijadikan sebagai alat. Kamu sibuk membalas dendam atas kematian Chantika dan apa kamu pikir dia akan bahagia melihat kamu seperti ini? kenapa Arash, kamu tidak bisa membuka mata kamu sedikit saja, apa yang kamu lakukan hanya menguntungkan seseorang!" tegas Nenek.

"Tante...."

"Diamkan Amelia!" bentak Nenek tidak mengizinkan Amelia berbicara.

"Shafiya bukan hanya bagian dari kematian Chantika, tetapi kamu juga menggunakan kesempatan atas kematian Chantika untuk membalaskan dendam kamu kepada Thoriq!" tegas Nenek.

Arash kaget mendengar pernyataan Nenek. Sementara Amelia juga kaget dengan mata melotot.

"Tante bicara apa....? Chantika adalah putri saya dan wajar saja sebagai seorang ibu saya mendukung Arash untuk mendapatkan keadilan kepadanya," sahut Amelia.

"Tetapi sebelum kecelakaan itu terjadi, kamu sudah memiliki urusan tersendiri dengan Thoriq!" tegas Nenek.

Arash tidak mengerti apa yang dimaksud Nenek, seperti ada teka-teki yang tidak bisa diungkapkan, sementara Amelia sudah mulai terlihat panik.

Tami juga kebingungan dan memperhatikan bagaimana ekspresi Amelia seperti menyembunyikan sesuatu.

Di tengah ketegangan itu tiba-tiba saja pintu kamar terbuka dengan cepat.

"Nona Shafiya batuk-batuk dan memuntahkan darah," Bibi terlihat panik memberi informasi tersebut.

Mendengar hal itu langsung membuat Arash memasuki kamar.

Shafiya ternyata sudah sadarkan diri dan terlihat batuk-batuk dengan menutup mulutnya seperti apa yang dikatakan di Ismi bahwa Shafiya memang sedang batuk.

"Uhuk-uhuk-uhuk!"

"Ya Allah Shafiya....." Nenek terlihat panik dan duduk di hadapan Shafiya melihat bagaimana telapak tangan itu dipenuhi dengan darah.

Shafiya tidak merasa sakit sama sekali wanita yang tidak tahu apa-apa, kehilangan arah seperti wanita sakit jiwa, Arash berdiri memperhatikan bagaimana wanita yang awalnya baik-baik saja, ceria dan penuh kebahagiaan dan sekarang benar-benar hancur di tangannya.

Hanya Nenek yang panik melihat kondisi cucu menantunya itu. Amelia jelas tersenyum lebar dan seperti menginginkan hal yang lebih lagi harus terjadi pada Shafiya.

****

Akhirnya kondisi Shafiya sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Nenek memanggil Dokter dan memeriksa Shafiya, tidak terjadi hal serius hanya saja Shafiya butuh istirahat.

Arash baru saja keluar dari kamar mandi, tidak pernah sama sekali dia berbagi ranjang dengan Shafiya, tetapi karena kondisi Shafiya tidak memungkinkan untuk tidak di sofa atau di lantai dan padahal selama beberapa hari sebelumnya Shafiya sembarangan tidur di kamar itu kecuali menyentuh tempat tidur.

Tetapi kali ini dia berada di pinggir ranjang terlihat tidur dengan tenang. Arash menghampiri sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk putih.

Arash menghentikan pekerjaannya ketika melihat Shafiya.

"Kamu pikir menikah dengan Kanaya ada gunanya? Shafiya juga sudah tidak paham tidak mengerti dan tidak akan merasakan apa-apa ketika kamu melakukan pernikahan itu. Jadi percuma saja Arash kamu menikah dengan Kanaya!"

Arash mengingat semua kata-kata Nenek.

"Apa ini terlalu cepat? aku pikir dia sekuat itu dan bertahan lebih lama, ternyata cepat sekali dia bahkan tidak sadar saat ini apa yang terjadi, jiwanya sudah terguncang dan pernikahan yang akan aku lakukan dengan Kanaya memang sudah tidak ada gunanya lagi," batin Arash tiba-tiba saja ada bisikan yang ingin membuat niatnya menghentikan pernikahan.

"Tetapi tujuanku adalah menghancurkan Thariq, ketika dia mengetahui bahwa aku menikah dengan Kanaya, maka setiap hari dia akan terus memikirkan putrinya masih bersamaku, dia akan memikirkan bagaimana keadaannya, apakah bahagia atau tidak dan Thoriq tidak akan pernah tenang,"

Arash dipenuhi dengan pikiran ini dan itu, pertimbangan antara niatnya membalas dendam kepada Thoriq, tetapi melihat Shafiya sudah hancur. Ada hal yang menjadi pertimbangan bagi Thoriq.

Di tengah-tengah pertimbangannya tiba-tiba saja Shafiya menggerakkan tubuhnya, terdengar suara lirih yang keluar dari mulutnya.

Shafiya tiba-tiba saja berbaring miring dengan memeluk tubuhnya dan terlihat menggigil. Arash mengerutkan dahi dengan kebingungan, Arash mencoba untuk menenangkan Shafiya.

"Huhhhhh, huhhhh,"

Shafiya hanya terus mengeluarkan suara bergetar dengan kedinginan dan tubuh itu terus saja bergerak.

"Shafiya, Shafiya, Shafiya!" Arash mencoba untuk membangunkan tetapi tetap saja tidak ada hasilnya.

Arash memegang tangannya yang ternyata direspon oleh Shafiya dengan mengambil tangan itu memeluknya merasa tangan itu adalah penghangat yang membuat Arash tidak bisa melepaskan dan membiarkan saja.

Arash semakin bisa merasakan tubuh bergetar itu, sangat dingin, Shafiya juga terlihat seperti wanita ketakutan, matanya terus saja tertutup.

Arash kesulitan menelan ludah, tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini membuat Arash tiba-tiba saja memeluk Shafiya, sepertinya itu cukup untuk Shafiya yang langsung tenang dan merasakan.

Arash juga mendadak melakukan hal itu, di dalam pelukan itu memeluk istrinya dari belakang, Arash tiba-tiba saja mengambil tindakan seperti itu yang tidak mengerti mengapa dia sekarang tiba-tiba seolah-olah sangat kasihan dan ingin memberikan ketenangan.

Shafiya tidak sadar apa yang terjadi pada dirinya dan makanya hanya menerima pelukan itu sebagai penghangat tubuhnya tanpa mengetahui siapa orang yang melakukannya dan juga bahkan tidak sadar.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!