NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Transmigrasi Ke Tubuh Istri Gendut Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Cewek Gendut
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: ElleaNeor

Yvone Faranes adalah seorang Mafia yang memiliki keahlian dalam bidang persenjataan, meracik obat-obatan dan racun, tewas akibat konspirasi dari beberapa orang. Bukannya ke alam baka, Yvone justru terbangun di tubuh gendut milik Rose Reinhart.


Rose Reinhart adalah istri dari Arsen Reinhart 32 tahun, yang meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan yang dikonsumsinya. Semasa hidup, ia selalu dihina dan direndahkan oleh keluarga suaminya karena kondisi fisiknya yang gendut dan jelek.


Bahkan Arsen, suaminya sendiri enggan menyentuhnya lantaran tubuhnya itu. Tidak hanya itu, Rose kerap dihina karena tak kunjung memberikan keturunan bagi keluarga Reinhart.


Hingga kehadiran Renata, disebut-sebut akan menjadi pengganti Rose untuk memberikan apa yang keluarga Reinhart inginkan.


Kini, Rose berbeda. Dengan keahlian milik Yvone yang berada di tubuhnya, ia merubah penampilannya dan memberi pelajaran pada orang-orang yang menindasnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ElleaNeor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Kandungan Obat

Tangan Yvone mengepal, rahangnya mengetat. Tatapannya menyorot tajam. Kemarahan tercetak jelas di wajah cantiknya. Dadanya bergemuruh serasa ingin meledak.

Pantas saja, selama beberapa bulan terakhir, Sui tidak menghubunginya. Tidak memberi kabar, juga memberi laporan yang ia minta setiap minggunya. Rupanya wanita itu telah dipecat.

Yvone menatap pelayan di hadapannya. Ia ingin bertanya lebih detail tentang Sui, tetapi percuma saja. Pelayan ini adalah orang Brighita, jadi ia urung melakukannya. Yvone akan mencari tahu sendiri.

Yvone berjalan cepat menuju kamarnya. Wajahnya jelas sekali, tidak sedap dipandang. Tiba di kamar, ia segera meraih ponsel dari dalam tasnya, lalu menekan nomor Yuna.

Tuttt

Satu panggilan tersambung dan segera mendapat jawaban.

“Halo, Nyonya Reinhart. Apa semuanya berjalan lancar?” tanya Yuna.

“Tidak, aku butuh bantuanmu,” kata Yvone. Untuk saat ini, hanya wanita itu yang bisa diandalkan.

“Aku butuh orangmu untuk mencari keberadaan asistenku.”

“Asisten?” Yuna tak bersuara. Sepertinya wanita itu sedang berpikir. Selang beberapa menit, ia kembali bicara. “Ah, aku tahu, gadis itu. Ada apa dengannya?”

“Dia menghilang, menurut pelayan lain. Dia dipecat,” jelas Yvone.

“Dipecat? Ah sayang sekali.”

“Ini pasti ulah mertuaku!” Yvone sudah bisa menduga hal ini.

“Rose, kau bisa mencari alamatnya di berkas lamaran kerja. Kau tidak mungkin tidak tahu ‘kan? Atau jangan bilang dia ilegal?”

“Aku sungguh tidak tahu.” Aneh memang, seorang majikan tidak tahu data pelayannya. Masalahnya yang tahu Rose, sedangkan Rose sudah mati. Dan yang berada di dalam tubuh ini adalah Yvone.

‘Benar-benar ingatan tak berguna,’ batin Yvone.

“Bagaimana kau bisa tidak tahu?”

“Kalau aku tahu, aku tidak akan meminta bantuanmu,” seloroh Rose dingin.

“Baiklah penyelamat hidupku. Kirimkan saja foto asistenmu.”

Yvone segera membuka galeri di ponselnya, dan mencari foto Sui yang pernah dikirimkan oleh gadis itu. Lalu mengirimnya pada Yuna.

“Aku sudah mengirimkannya.”

“Baiklah, aku akan memberi kabar secepatnya.”

“Terima kasih.”

Di ruang lain, Brighita sedang melakukan pemeriksaan oleh Dokter Darwis.

Saat ibunya pingsan, Arsen segera menelpon Dokter muda itu. Meski ia tidak terlalu menyukainya, bagaimanapun Dokter Darwis adalah Dokter khusus keluarganya. Dan ia sudah membayar mahal atas hal itu.

“Bagaimana?” tanya Arsen setelah Dokter Darwis selesai melakukan pemeriksaan.

Dokter muda itu mendorong kacamatanya dengan pelan. Ekspresi wajahnya tampak janggal membuat Arsen bertanya-tanya.

“Kita bicara di luar saja.” Dokter Darwis membawa langkahnya dan segera diikuti oleh Arsen.

“Sebenarnya ada apa?” Arsen tidak dapat menahan diri dari rasa penasarannya.

Dokter Darwis menoleh ke arah belakang, di dalam sana tampak Renata duduk di dekat ranjang di mana Brighita terbaring tak sadarkan diri. Setelah memastikan tidak ada seseorang yang mendengar, Dokter Darwis segera mengungkapkan isi di kepalanya.

“Arsen, apa terjadi sesuatu?”

“Memangnya kenapa? Apa ada yang serius?”

“Tidak, bahkan mamamu sangat sehat. Masalahnya…sepertinya…dia tidak benar-benar sakit.”

Mendengar itu, kedua mata Arsen melotot. “Apa maksudmu? Kau ingin bilang kalau Mama hanya pura-pura?”

Dokter Darwis membuang tatapannya, ia sungguh merasa sulit mengatakannya mengingat emosi Arsen yang terkadang tidak stabil. Tetapi, apa pun yang ia temukan dalam pemeriksaan, harus dikatakan dengan jujur.

“Kurang lebih seperti itu, Arsen. Sebenarnya, Bibi Ghita tidak pingsan.”

“Apa?”

Di dalam ruangan, Renata samar-samar mendengar suara Arsen yang cukup keras. Tetapi, ia tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Ia lantas memandang Brighita yang terbaring lemah itu.

Kesempatan ini harus ia gunakan sebaik mungkin.

‘Dengan begini aku bisa mencari alasan untuk menginap di sini.’

Meski Arsen tidak terlalu menyukai Dokter Darwis, tetapi selama ini diagnosa pria itu tidak pernah salah. Dan Arsen sangat mempercayainya. Hanya saja ia tidak suka bila pria itu dekat dengan Rose–istrinya.

“Oh ya, aku dengar Rose sudah kembali?” tanya Dokter Darwis kepada Arsen yang hendak mengantarnya menuju pintu keluar.

“Memangnya kenapa? Apa pantas seorang Dokter menanyakan keberadaan istri orang lain?” sindir Arsen.

Dokter Darwis tergelak. “Kau terlalu curiga, Arsen. Bisakah kau tidak menganggapku orang lain. Kita teman sejak SMP.”

“Tidak, seorang teman tidak akan menyukai istri temannya.” Arsen menghentikan langkahnya sampai di teras, lalu berdiri menghadap Dokter Darwis.

Lagi-lagi Dokter Darwis hanya tersenyum mendengar tuduhan Arsen. Ia menatap rekan satu sekolahnya.

“Kau masih sama seperti dulu, pencemburu,” balas Dokter Darwis menyindir. “Tapi, anehnya seorang pencemburu selalu menempatkan wanita lain di sisinya dan membuat istrinya sendiri cemburu, sungguh aneh.”

Tatapan Arsen berubah dingin. “Kau tidak perlu ikut campur urusan orang lain. Urus saja dirimu sendiri dan segera cari istri.” Arsen menepuk pundak pria itu sebelum akhirnya melangkah meninggalkan.

Dokter Darwis menggeleng pelan mendengar sindiran telak yang diberikan Arsen. Alih-alih marah, pria itu terlihat tenang, itu karena Dokter Darwis memiliki pengendalian emosi yang sangat baik.

Tidak seperti Arsen yang meledak-ledak. Dokter Darwis menatap punggung rekannya yang mulai menghilang dari pandangannya.

“Harusnya kau tahu alasan aku melajang hingga saat ini, Arsen,” gumam Dokter Darwis.

Merasa urusannya telah selesai, ia segera meninggalkan teras, ia melangkah menuruni anak tangga, dan secara bersamaan berpapasan dengan seorang wanita cantik berambut panjang.

Tanpa sengaja kaki wanita itu tersandung.

Dengan sigap Dokter Darwis menangkap pinggangnya dan memeluknya dengan erat. “Kau tidak apa-apa.”

Tatapan keduanya bertemu, dan saat itu Dokter Darwis baru sadar bila wanita yang kini berada dalam pelukannya ini adalah seseorang yang tidak asing dalam hidupnya.

“Rose…kau…?”

“Dokter Darwis?” Rose segera nenegakkan tubuhnya dan berdiri tegap, meski sebenarnya Dokter Darwis tidak rela melepasnya. “Kenapa kau bisa ada di sini?”

Yvone memikirkan pertanyaan konyolnya. Tanpa menunggu jawaban Dokter Darwis, Yvone sudah tahu jawabannya.

“Ah, pasti Arsen yang memanggilmu ‘kan?”

“Kau benar, Rose.” Tatapan Dokter Darwis menelusuri setiap jengkal tubuh Rose, dan pria itu terpaku. “Kau…cantik sekali. Kau kembali seperti semula, Rose.”

“Hmmm, aku sudah bertekad untuk berubah. Oh ya, bagaimana dengan hasil pemeriksaan obatnya?” Rose hampir lupa soal itu.

“Ah, ya soal itu. Aku sudah menghubungimu, tapi nomormu tidak aktif.” Tatapan Dokter Darwis menyapu sekitar, memastikan tidak ada yang mendengar. “Hasilnya sudah ada padaku, dan sepertinya kau harus datang sendiri ke rumah sakit.”

“Ah begitu rupanya. Baiklah. Besok aku akan datang.”

Keesokan harinya Yvone sungguh menepati ucapannya. Ia sengaja pergi pagi-pagi ke rumah sakit agar tidak ada yang melihatnya. Tiba di tempat tujuan, ia segera memasuki ruangan Dokter Darwis.

“Silakan duduk, Rose.”

Setelah mempersilakan Yvone duduk, Dokter Darwis segera membuka laci, dan menyerahkan sebuah amplop dengan logo rumah sakit.

“Sebaiknya kau buka di sini saja.”

Yvone tidak bereaksi, tetapi segera membuka amplop tersebut dengan gerakan yang cukup tenang. Yvone yang ahli dalam bidang obat-obatan seketika membulatkan matanya saat melihat daftar kandungan obat tersebut.

“Bedebah, dia sengaja ingin membunuhku pelan-pelan.”

1
chataleya
rose, jangan tinggalkan arsen. maafkan lah.. lupakan segala kesalahannya, lupakan sikap tidak tegasnya, lupakan sikap dia yang tidak memprioritaskan kamu Ros. 🤭🤭🤭
🙈🙈🙈 wkwkwk... hidup 2 kali jg masih mau dibegoin lelaki.🤣
Uthie
Segeralah putus kan Rose 😁👍

hidup sama Arsen yg plin plan, gak tegas, dan lebih mengutamakan keluarga dan sahabat kecilnya itu, lebih baik sihhh sama si dokter itu memang 👍😁
merry
bnr ros lki model kyk arsen tglin ajj mskk rumh dibiarkan dtglin Renata seenak jidat krmh y dgn alasan tmn lm,, arsen juga bodoh hk sdr knp dia bs bgni bisa bgtu gk ada curiga ya,,, gk tegas lgg 3 ular itu dh ngelakuin kesalahan tp diam ajj
Astiana 💕
Thor, aku sesak nafas gara2 baca cerita mu, kayak dracin aja, ketua mafia kok gak tegas, musuh selalu berhasil, matiin aja Napa di Renata itu,paling gak bikin ibu nya lumpuh kek. huhhhh
Tiara Bella
Arsen dtng....wow....
merry
bukn Arsen dh tau y Renata slh knp msh dibiarkan dtgl drmh ya
awesome moment
mo.nerusin baca tp mual. arsen mmg laki2 yg bikin eneg. g punya pendirian. akan lbh bikin jijay lg klo rose milih bertahan. maapkeun, kak. sy mundur..g tahan. mual bgts baca sikap arsen..maapkeun
Tiara Bella
aku heran sm Renata kenapa selalu ada dirmh Arsen pdhal itu bukan rmhnya
awesome moment
nha kn...laki2 cemen. buang ke laut j, rose
awesome moment
arsen klo lo msh plin plan plun...dijamin bakalan dimanfaatin renata. ujungnya....rose menjauh ato...lbh baik menghilang😄😄😄buat p ngeberatin org yg g prioritaskan qt
awesome moment
🤭😄🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
siapa nih yang datang
dome🌬️🌀🌀🌀
curiga aku sama kluarga Arsen. kandungkah apa tiri. Krn mereka berani buat kasih obat agar Arsen bisa dikendalikan
curiga juga sama Renata. ini pasti ada hubungan jug kayaknya sama Jackson si penghianat.
dome🌬️🌀🌀🌀
Danil aja lah, kau sama kudanil aja sih rose ga usah balik ke Arsen. ga penting bnget dia itu
dome🌬️🌀🌀🌀
ga bisa kah Thor Arsen itu buang aja kelait. males banget sih kalau rose sama laki lembek modelan dia. 😤😤😤
esmosi saya thor🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
keselnyaaaaa... astagaaa.. drama recehan kelas teri ini mah🤣🤣..
dan hebatnya si Arsen lembeknya kebangetan sumpah. ngalah Thor ga biarin aja si rose cari cwo yg tangguh tegas crazy rich.
sebenarnya agak janggal aja yaa orng kaya sekelas Arsen penjabarannya. emaknya sama adeknya kayak orng susah. pengen nguasain harta orng. kayak orng yg baru aja jadi orkay alias OKB. kayak gitu lah penampakan kelakuan emak sama adeknya Arsen. ga kelas banget kayak bukan orkay kayak OKB malah
dome🌬️🌀🌀🌀
apa lu sen. apa lu Maruk mau dia duanya.. serakah namanya itu. ga mau cerai tapi tetep mau nikah hnya karna kedinginan emakmu. ga logis banget.
dome🌬️🌀🌀🌀
ngapain sih rose JD kesel dehhhh😤😤😤😤
biarin aja sih si Arsen sama sampah, kau dengan segala kesempurnaan yg kau miliki laki2 mana saja bisa kau dapatkan. biar si Arsen buang ke tong sampah karna pasangan nya juga sampah😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
dih aneh,, cerai dl bos baru nikah lagi. enak saja kau. lagian sebagai laki laki sumpah yaa aku sangat sangat sebel modelan kayak si Arsen benyek bener JD laki laki. emaknya ngomong apa ngikut aja kayak ga punya pendirian saja. malas lah. kalau yvone masih tetep sama Arsen. cari yg lebih dr si Arsen. kayak stok laki2 berkualitas hbis saja didunia ini.
dome🌬️🌀🌀🌀
akhirnya.... ada jalan keluar juga soal oplas yaa😁😁.
semangat kembali cantik mempesona Yvonne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!