NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku isteri jenderal Feng.

Di dunia ini ada panggilan seorang wanita yang suka menggoda suami orang, panggilan itu sangat tepat untuk putri Qian man. Kali ini Yu-nian menghadapi wanita yang tiba-tiba datang dan mengaku sebagai Nyonya rumah di kediaman jenderal, tempatnya sekarang tinggal dan menjadi isteri Feng Shiyan.

"Nampaknya tanaman di rumahku ini semuanya layu dan kering, coba aku siram biar tidak layu.'' Yu-nian kembali menyiram tanaman dan pepohonan yang ada di sekitarnya. Sudah basah kuyup ditambah lagi hujan rintik yang dihasilkan oleh air yang disiram oleh Yu-nian ke putri Qian man.

Kedua mata Feng Shiyan membulat, dia sangat terkejut ketika Yu-nian menyiram putri Qian man. "Sayang, bisakah kita berbicara." ucap lembut Feng Shiyan.

"Memangnya ada apa, suamiku sayang?" Yu-nian yang mencoba untuk berbicara lembut. Dia menahan amarahnya.

Kata-kata yang terucap itu bukannya membuat Feng Shiyan bahagia, namun kata-kata yang diucapkan oleh istrinya itu malah membuat bulu kuduknya merinding disco.

"Jenderal.., tolong aku." rengek manja putri Qian man.

Langsung aja Yu-nian melirik tajam sang suami, lirikan maut itu benar-benar mengenai jantung Feng Shiyan.

GLEKK..

terasa ludah yang ada di mulutnya tidak bisa ditelan sama sekali, Feng Shiyan hanya sedikit tersenyum menatap sang istri. Senyum itu benar-benar kikuk.

"Bisa bawa pergi wanita ini keluar, suamiku?" pinta Yu-nian yang membuat Feng Shiyan terdiam sebentar kemudian dia menganggukkan kepalanya.

"Beraninya kamu mengatakan hal itu padaku! Berani kamu mengusirku! siapa kamu!" teriak Putri Qian man dengan sangat keras.

"Hemm..," satu kata yang keluar dari mulut Yu-nian.

"Katakan padaku siapa wanita ini, jenderal Feng! beraninya dia bersikap kurang ajar padaku!!" teriak Putri Qian man yang hendak menjambak rambut Yu-nian.

"Hentikan putri Qian! jangan berani menyentuhnya!!" bentak Feng Shiyan dengan sangat keras.

"Apa maksudmu?! Kenapa kamu membentak ku, jenderal" Putri Qian man ikut berteriak.

"Kamu jangan berani-berani menyentuh istriku, putri!" bentak Feng Shiyan.

"Apa maksudmu, jenderal? Kamu bohong padaku kan." putri Qian man seolah tidak percaya.

"Dia ini istriku, wanita ini adalah istriku!" seru Feng Shiyan kembali.

Putri Qian man tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Feng Shiyan, dia nampak tersenyum mencemooh apa yang dikatakan oleh pria itu. Putri Qian man tersenyum, dia menatap sinis Yu-nian.

"Kamu pasti membohongi aku, bukan? Aku tidak percaya dengan kata-kata yang kamu ucapkan." sinis putri Qian man.

"Kamu tidak percaya itu bukan urusanku, tapi jangan pernah kamu mencoba untuk mengganggu istriku." dari sorot mata yang ditunjukkan oleh Feng Shiyan membuat putri Qian man sedikit ketakutan. Dia mengenal sosok Feng Shiyan selama beberapa tahun, Putri Qian man sangat paham betul bagaimana sifat jenderal besar kerajaan Tangyu.

"Aku tidak percaya, Kamu pasti berbohong kan?" tanya putri Qian man berulang kali.

"Tanyakan saja kepada orang-orang yang ada di rumahku."

"Itu tidak bisa terjadi, jenderal. Aku mencintaimu! Kamu tidak boleh mencintai wanita lain!!" teriak Putri Qian man histeris.

Karena kesal terus mendengar teriakkan putri Qian man, Yu-nian kembali menyiram putri Qian man dengan air yang ada di teko tangannya.

Surrr...

tepat di muka Putri Qian man, Yu-nian menyiram wanita itu, dari raut wajah sih Yu-nian tidak terlihat kesal, namun dari kelakuan yang dia lakukan semua orang bisa melihat wanita itu begitu murka dan cemburu.

"Maaf ya, nyonya. Tanganku benar-benar gatal, kamu mengangguku." Yu-nian tersenyum mengejek putri Qian man.

tubuh putri Qian man sudah basah kuyup, dia melongo menatap apa yang dilakukan oleh Yu-nian. Tak ada kata, seolah dia terkejut luar biasa.

Feng Shiyan tentu syok dengan kelakuan isterinya yang sangat berani. "Tian, antar wanita ini keluar dari rumahku?" perintah Feng Shiyan.

"Kamu tidak bisa melakukan hal ini, Kamu tidak bisa melakukannya!!" teriak Putri Qian man.

"Jika kamu tidak mau di perlakukan seperti ini, Apa kamu mau aku yang melakukannya? akan ku siram kamu dengan gentong air, Aku mau lihat wajah tebal mu itu masih tetap sama atau tidak?!" bentak Yu-nian yang sudah mulai termakan emosi.

"Nyonya benar-benar marah." ucap beberapa pelayan.

"Nyonya kalau marah benar-benar menakutkan ya, Nyonya Adelin yang terkenal menyebalkan saja diperlakukan seperti ini." jawab Salah satu pelayan kembali.

"Sudah-sudah kalian mau mendapatkan giliran?" tanya Naer.

Beberapa pembantu wanita langsung menggelengkan kepalanya, mereka langsung kabur ke tempat mereka masing-masing. tidak mungkin kan mereka harus mendapatkan perlakuan Sama persis dengan putri Qian man, salahkan saja dirinya sendiri datang-datang langsung mengakui rumah orang lain sebagai rumahnya, mengakui suami orang lain sebagai suaminya.

Fu Tian membawa Putri Qian man keluar dengan paksa, sedangkan Yu-nian yang masih berada di kebun belakang, dia berganti menatap suaminya dengan tajam.

"Aku akan menjelaskan segalanya, istriku." ucap Feng Shiyan sembari sedikit tersenyum.

Yu-nian melempar teko yang ada di tangannya dengan keras. Dia berjalan meninggalkan suaminya dengan raut wajah yang sangat menakutkan.

"Heh..," helaan nafas Feng Shiyan. "Istriku kalau marah benar-benar sangat menakutkan, lebih menakutkan dari musuh-musuhku yang ada di luar sana."

DEG..

jantung Feng Shiyan langsung tersentak saat melihat istrinya tiba-tiba menghentikan langkah kakinya. Dia memutar tubuhnya, menatap sang suami dengan salah satu tangannya diangkat, dua jemarinya langsung memberikan isyarat mencolok matanya dan menggorok lehernya.

"Aku benar-benar menemukan wanita yang lebih menakutkan daripada diriku sendiri, Apakah ini yang namanya cinta tingkat dewa? Ya Tuhan aku benar-benar menjadi pria seperti kebanyakan pria lainnya."

Yu-nian pergi dari kebun belakang sedangkan Yu-nian mencoba untuk menenangkan dirinya.

"Apakah semuanya baik-baik saja, Jenderal?" tanya Fu Tian yang sudah kembali.

"Bisakah kamu melihat Kalau diriku baik-baik saja, Fu Tian?" tanya balik Feng Shiyan kesal.

Fu Tian tidak berani menjawab, dia hanya menatap jenderalnya yang terlihat begitu lesu.

pria menakutkan sepertinya malah benar-benar tunduk kepada istrinya.

"Heh..," helaan nafas Fu Tian.

"Jenderal." Panggil Ren Fen yang tiba-tiba datang.

"Ada apa, Ren Fen? tidakkah kamu lihat kalau kepalaku pusing?" ucap Feng Shiyan.

"Maaf Jenderal, ada masalah yang serius." jawab Ren Fen.

"Memangnya ada apa, Ren Fen?" tanya Feng Shiyan sembari memijit keningnya.

Ren Fen memberikan gulungan surat kepada Feng Shiyan, dia menunjukkan beberapa tulisan yang akan membuatnya sangat murka luar biasa.

"Siapa yang melakukan ini?" tanya Feng Shiyan.

"Kemungkinan besar tuan Yakub, tuan. Dia masih dendam kepada tuan karena tidak bisa mendapatkan Nyonya." jawab Ren Fen.

"Singkirkan pria itu, Ren Fen. Aku tidak ingin melihatnya lagi." Feng Shiyan kembali memijit keningnya."Tunggu, Ren Fen." Panggil Feng Shiyan kembali.

"Iya jenderal." jawab Ren Fen.

"Bawa pria itu ke markas saja, Aku ingin tahu apa yang diinginkan oleh pria itu. Beraninya dia menjelek-jelekkan istriku, dia benar-benar membuatku marah." jawab Feng Shiyan yang kemudian pergi.

"Tuan pusing ya?" tanya Ren Fen.

"Sudah tahu kok nanya." jawab Fu Tian.

"Ternyata jenderal benar-benar sangat bucin Ya, lihat saja dia seperti anak kecil yang takut ditinggal ibunya." Ren Fen nampak tersenyum. Sedangkan Fu Tian langsung merenggut.

"Kamu mau jenderal mendengar perkataan mu?" ancam Fu Tian.

Ren Fen menggelengkan kepalanya.

"Sana kerjakan perintah tuan, Setelah itu aku akan mengikutimu."

*bersambung*

1
Pa Muhsid
typo atau sengaja tapi aku suka qiamat hehe
Pa Muhsid
kasian deh nungguin yg lagi iya iya
Pa Muhsid
ada satu kebaikan si kuman walaupun niatnya untuk dirinya sendiri tapi oke lah yu feng bersatu
Pa Muhsid
seharusnya kianman yang dikutuk yunian supaya wajahnya hancur jerawat bernanah
Pa Muhsid
mending tak usah pake judul tor angka aja
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!