NovelToon NovelToon
Menaklukkan Om Duda Tampan

Menaklukkan Om Duda Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Dunia Masa Depan
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ell.ellsan

Andreas Bramawijaya, seorang CEO ternama yang tampan dan selalu bersikap dingin. Sikap dingin nya itu, tidak lain karena dia kecewa dengan keluarga nya, dan kehilangan istri dan anak tercinta nya karena kecelakaan.
Akibat kehilangan istri dan anak nya, Andreas menjadi seseorang yang sangat dingin, ketus dan jarang tersenyum sehingga ditakuti banyak orang.
Bu Stella, kepala pembantu di rumah Andreas, yang sudah menemani Andreas sejak kecil, sangat kasihan melihat tuan yang sudah dianggap seperti anak nya itu berubah menjadi pendiam setelah ditinggal anak istri nya.
Akhir nya Bu Stella inisiatif untuk mendatangkan anak semata wayang nya ke rumah Andreas untuk menemani dan merawat Andreas supaya mau berubah menjadi Andreas yang seperti biasa lagi.
Savanna Zelindra anak yang baru lulus SMA, terpaksa harus menuruti kemauan ibu nya untuk ikut pindah kerumah bos nya. Apakah Savanna akan bisa berhasil menaklukkan sang bos duda tampan yang dingin?
Ikuti terus ya cerita nya🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ell.ellsan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan pertama

"Bu jangan menangis, maaf, aku memaksa ibu untuk menceritakan kenangan buruk di masalalu ibu." Savanna memeluk ibu nya yang sedang menangis.

"Nak, kamu tidak salah. Sudah lama sekali ibu menyimpan ini sendirian, ibu tidak bisa bercerita kepada siapa siap, maka nya emosi ibu sangat tidak stabil."

"Gak papa bu, orang dewasa pun berhak kok menangis. Sekarang karena kita sudah dekat, ibu bisa berbagi sama aku setiap hari. Sudah lah bu gak usah dilanjut cerita nya, gak papa aku gak tau tentang ayah, karena aku sudah mempunyai ibu dan nenek yang sangat menyayangi aku."

"Nak terima kasih dan maaf kan ibu."

Mereka berdua saling berpelukan. Di perjalanan karena mereka sama sama lelah, mereka berdua tertidur. Tak terasa ternyata sudah sampai lah di tujuan.

"Bu, maaf ini sudah sampai." Pak supir membangunkan bu Stella.

"Aduh ya ampun maaf pak, saya malah ketiduran. Nak, sayang ayo bangun, kita sudah sampai."

Savanna mengucek mata nya dan turun lah mereka dari mobil.

Savanna melihat dengan takjub, pemandangan rumah yang megah dengan nuansa putih.

"Ya ampun bu, dulu aku ingat pernah sekali ke rumah ini. Waktu itu pas ada yang meninggal disini, suasana rumah nya masih sama ya bu."

"Iya betul, ternyata kamu masih ingat, padahal itu udah 5 tahun yang lalu. Ayo kita masuk ke dalam."

Mereka sampai jam 10 malam, karena perjalanan dari rumah bu Stella tadi, sekitar jam 7 malam.

"Astaga." Bu Stella kaget karena tuan nya duduk di sofa ruang tengah.

"Ya ampun tuan. Jujur saya kaget, kenapa sudah malam begini tuan belum tidur?"

Dengan tatapan tajam Andreas, dia melihat Savanna seperti mangsa yang akan di terkam. Jujur Savanna takut, dia bersembunyi di balik punggung ibu nya.

"Tuan, ibu kan sudah bilang, kalau ibu mau bawa anak ibu kerumah. Kata tuan kan bilang terserah, ya sudah ibu bawa saja anak ibu. Maaf ya tadi ibu tetap pergi pas tuan lagi gak sadar."

"Hmm ya terserah ibu." Andreas akhir nya pergi ke kamar nya.

Dia hanya memastikan, apakah ibu Stella akan pulang kembali ke rumah nya. Ternyata bu Stella kembali, dia pun jadi tenang kembali.

"Bu, jujur aku takut. Aku gak mau lihat wajah nya, dia serem banget." Savanna masih bersembunyi di punggung ibu nya.

"Ayo ke kamar dulu, kita istirahat, tuan sudah pergi kok."

Savanna menurut, dan mengekori ibu nya.

"Bu, ibu menyuruh ku buat berteman sama dia? Lihat aja dia kaya gak punya sopan santun, ngomong sama orang tua aja singkat gitu. Walaupun dia majikan ibu, tetap aja dia harus nya hormat sama yang lebih tua. Gak ah, pokok nya aku gak mau kalau harus temenin dia."

"Lagian kan dia juga udah dewasa, dia pasti bisa cari teman sendiri, masa aku harus berteman sama orang yang umur nya beda jauh sama aku. Mending aku pulang urus nenek di rumah." Savanna melipat tangan nya di dada sambil mengomel.

Bu Stella tersenyum mendengar ocehan anak nya.

"Nak sayang, kita coba pelan pelan, dia awal nya gak seperti itu kok, ibu sudah menemani nya selama 37 tahun, dia awal nya laki laki yang sangat penyayang, pintar, dan juga ramah. Kehilangan lah yang membuat dia seperti itu."

"Iya iya, aku udah denger ibu bilang gitu tuh udah beberapa kali. Tapi bu, ibu juga gak bisa kan bujuk dia, apalagi aku."

"Ibu kan disini banyak pekerjaan, ibu gak bisa bujuk dia setiap hari, paling ibu suka bujuk dia untuk makan, karena dia juga susah makan. Nah, karena sekarang ada kamu, kamu bisa ajak dia ngobrol, makan bersama, atau sekedar bikinin kopi."

"Hahhhh, berat sekali tugas aku, aku rasa lebih mudah mengurus nenek dari pada harus mengurus dia." Savanna akhirnya berbaring di kasur.

"Semoga kamu bisa meluluhkan sikap tuan Andreas Nak. Ibu tidak tega melihat kehidupan nya yang begitu tersiksa nya dia setiap hari."

Bu Stella merasa memang dia egois karena menyuruh Savanna, anak tercinta nya melakukan kemauan dia. Tapi, dia juga ingin melihat majikan nya bahagia.

1
Ell.ellsan
jangan lupa kasih masukan ya teman teman. terimakasih sudah membaca😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!