NovelToon NovelToon
Pembalasan Wanita Mandul

Pembalasan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Poligami / Balas Dendam
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: WeGe

"Perempuan Mandul!" cerca Loretta melotot tajam.

"Ibu...." Amira tergugu, sakit hati ia mendengar teriakan sang mertua.

"Kenapa? Kalian sudahenikah 10 tahun, tapi tak kunjung punya anak, kalau bukan mandul apa namanya, Hah?!"

Di sudut ruangan, Beni hanya tertunduk diam, tak berniat mendekati atau menghibur istrinya.

"Atau jangan-jangan kau sengaja minum pil ya, biar nggak hamil?" Loretta tak henti menyudutkan Amira, berdiri bersedekap membelakangi menantunya itu. "Pergi dari sini, Besok pagi Beni harus menikah dengan wanita lain pilihan ibu!"

........

Pernikahan bukan hanya tentang hidup bersama, tapi juga tentang bagaiman abertahanbbersama, setia sekata dalam menghadapi setiap ujian.

Loretta, mertua yang kejam, tak segan menjebak dan menjatuhkan Amira hanya untuk memisahkannya dengan Beni yang notabene adalah putranya sendiri.

Mampukah Amira pergi menanggung tuduhan yang menyakitkan? akankah ia kembali untuk membalas perlakuan keluarga suaminya?

happy reading ya🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WeGe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Deal Pinjaman Online

Amira duduk di sudut kamar, malam itu dengan gelisahnya yang tak terbendung. Setelah makan malam selesai, ia bergegas masuk kamar dengan alasan lelah dan ingin segera tidur, tapi yang ia lakukan justru hal lain.

Jam menunjukkan pukul 11 malam, tepat lima belas menit sebelumnya ia dengan tekad bulat mengambil keputusan cepat. “Hanya ini cara yang aku tahu, mendapatkan modal, bekerja keras lalu membuktikan bahwa aku bisa hidup layak tanpa bergantung mereka. Mereka harus melihatku hidup sukses!”

Dorongan untuk membalas dendam dengan cepat, ditambah dengan situasi keluarga pamannya, membuat Amira semakin mantap untuk mengunduh lagi aplikasi ‘pinjaman online’ di ponselnya, kemudian mengikuti langkah-langkahnya yang diminta, hingga akhirnya keputusan besar ia ambil, dengan menekan kata kunci ‘cairkan’.

Dengan jantung berdebar, Amira menunggu proses sambil memikirkan langkah nyata selanjutnya. Tapi, tepat 5 menit kemudian, ponselnya bergetar. Ia meraihnya dengan tangan gemetar dan membuka aplikasi pesan.

Mata Amira melebar ketika membaca pesan dari customer service, —Selamat, pengajuan kredit anda berhasil, kami sedang memproses, saldo akan masuk ke rekening anda dalam rentang waktu 24 jam. Untuk ketentuan dan jumlah cicilan, silakan anda cek di aplikasi.—

Belum sempat ia tersenyum, sebuah pesan lain pun masuk. Amira hampir melompat saking tak percayanya. — Saldo tiga puluh juta telah ditambahkan ke saldo debit anda.—

Matanya melotot, mulutnya menganga lebar. Amira duduk mematung, menatap layar ponselnya dengan tak percaya. "Cepet banget prosesnya, cuma modal KTP!" gumamnya menahan senang. Ia sadar hari sudah larut, dan ia tak ingin Rita atau anak-anaknya terganggu. Dengan jantung yang masih berdebar, Amira berusaha menenangkan diri dan menikmati momen ini sendirian.

Amira tak membuang waktu. Ia melirik jam dinding usang di kamar yang disediakan Rita untuknya. "Kurasa ini waktu yang pas buat hubungin temen-temen ku yang masih kerja di Hongkong." gumamnya kemudian mencari beberapa kontak yang masih ia simpan. Dengan jari yang bergerak cepat, Amira mulai mengirim pesan ke beberapa temannya, dengan harapan besar akan segera mendapatkan respon.

—Njel, aku mau mulai bisnis jualan baju bekas impor, kamu bisa bantu aku kulakan di sana?—

Amira terus menatap layar ponselnya, berharap ada notifikasi masuk. Sepuluh menit berlalu, setengah jam, hingga lebih dari satu jam, tapi tak ada jawaban dari teman-temannya. Dengan gelisah, ia berulang kali melirik ke jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.

"Ya ampun hampir subuh!" pekiknya tak tenang. "Udah lah, tidur dulu, besok pagi" harus cek pasar dan cari kios yang kosong," imbuhnya untuk menyemangati diri sendiri.

Dengan rasa lelah dan sedikit kekecewaan, Amira mematikan lampu dan berbaring di tempat tidur. Tapi, pikirannya masih sibuk dengan rencana bisnis barunya. Ia tak sabar membayangkan kesibukan yang akan ia jalani mulai esok hari.

🍂

🍂

🍂

Raka yang telah dibebaskan Nolan, telah bersiap di rumahnya, duduk di ruang makan berhadapan dengan ibunya. Ekspresi tegang terlihat jelas di wajah keduanya.

"Kau yakin dengan cara ini mereka tak akan bisa menemukan kita? Aku takut mereka juga akan menghabisi mu seperti yang mereka lakukan pada ayah tirimu."

"Tidak ada salahnya mencoba, Bu. Aku yakin kali ini aku tak akan salah langkah lagi."

Bu Siti menghela napas dalam dan berat. Tampak jelas guratan lelah dan putus asa di wajahnya. Di satu sisi ia menyesali pernikahannya sebagai istri kedua, dan penyesalan lain yang melarikan diri dan menikahi pria biasa yang justru berakhir dalam hidup tak tenang karena teror dan campur tangan dari suami pertamanya yang adalah ayah kandung Raka—Si rentenir, si tuan tanah yang kejam tamak dan serakah.

"Maafkan ibu, semua terjadi karena kebodohan ibu" sesal Bu Siti. "Bahkan wanita malang itu...."

"Jangan terus menyalahkan diri sendiri, Bu. Keputusanmu menyelamatkan dia, justru membuatku sadar. Tapi aku tak ingin larut dalam rasa bersalah. Kita hanya sedang khilaf karena situasi yang menyudutkan kita menjadi penjahat," ucap Raka bertolak belakang dengan wajahnya yang keras.

"Baiklah, semoga orang yang membantu kita benar-benar tulus melakukannya. Ibu akan bersiap, kau pastikan kita harus menebus dosa yang telah kita lakukan pada wanita malang itu."

"Amira. Namanya Amira, Bu."

"Ya, dan ibu harap suatu saat nanti kau harus menjelaskan perbuatanmu pada Rita. Meskipun kalian bukan lagi sebagai keluarga, tapi dia wanita hebat karena tak menyalahkanmu dan berhasil bangkit setelah kita membuangnya dengan kejam. Ibu tahu kau terpaksa melakukannya, tapi—"

"Aku tahu, Bu!" seru Raka memotong ucapan ibunya. "Aku juga sudah memikirkan hal itu. Tapi yang sedang kupikirkan sekarang, bagaimana jika Amira mengenaliku saat aku menjemput Rita dan anak-anak."

"Biar Ibu yang lakukan, ibu yang akan menjemput Rita dan anak-anak."

"Ibu yakin?" tanya Raka bernada tak yakin dengan keputusan ibunya. "Dia pasti juga mengenalimu."

"Tidak apa-apa, tapi dia akan memandang ibu dengan cara yang berbeda. Ini memang terasa jahat dan keji, tapi untuk sementara akan ada baiknya jika Amira tak tahu jika pria yang telah menggaulinya adalah suami dari sahabatnya sendiri."

Raka tertunduk dengan rahang terkatup dan mengeras. Di bawah meja makan, kedua tangannya terkepal erat, menahan gejolak rasa bersalah yang kembali membayanginya. Rasa bersalah pada mantan istri dan kedua anaknya dan rasa bersalah pada Amira. "Terimaksih, Bu." lirihnya.

"Baiklah, jangan buang waktu, kita harus segera bertindak sebelum bos genit mu itu menemukan kita!" seru Bu Siti kemudian bergegas beranjak dan mengemas beberapa pakaiannya.

Begitu juga dengan Raka, ia pun mengemas pakaiannya yang tak banyak, setelah mengirimkan pesan pada Loretta. —Aku sudah bersiap, dimana aku harus mengambil tiketnya?—

Namun hingga Raka dan ibunya selesai berkemas, tak kunjung ada balasan dari Loretta.

"Kita langsung berangkat saja, Bu. Aku antar sampai di ujung desanya Rita. Saat ibu mencoba membujuknya, aku akan mengambil tiketnya di rumah Loretta."

"Baiklah, mari berhati-hati."

Raka dan Bu Siti telah siap dengan koper mereka masing-masing. Namun saat keduanya hendak melangkah menuju pintu keluar, terdengar ketukan pintu yang terdengar tegas dan menakutkan.

Tok!

Tok!

Tok!

Raka dan Bu Siti saling pandang. Ekspresi penuh semangat menghilang, berganti dengan ekspresi tegang.

...🍂🍂🍂Bersambung🍂🍂🍂...

1
Luzi
semangat💪💪💪💪
WeGe: terimakasih 🙏
total 1 replies
@RearthaZ
lanjutin terus ya kak
@RearthaZ: iya, kak, terima kasih, selamat berkarya juga kak, aku minta maaf ya kesannya boom like, tapi beneran karya kakak bagus kok, meskipun saat ku baca sekilas bukan masuk ke genre ku, tapi karya kakak bagus kok
total 8 replies
@RearthaZ
aku mampir ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!