NovelToon NovelToon
Healing Hearts, Holding Hands

Healing Hearts, Holding Hands

Status: tamat
Genre:Miliarder Timur Tengah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Tamat
Popularitas:157.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Enam bulan lalu Ariella Al Sharif, putri Eren dan Shaera Al Sharif, patah hati setelah sahabat sepupunya ditolak oleh ayahnya. Sebagai putri penguasa kerajaan Oman, Ariella tidak bisa membantah keputusan ayahnya. Sekarang Ariella ingin berlibur setelah dirinya disibukkan urusan kerajaan ke Solo, heritage buyutnya. Ariella sengaja menjadi backpacker, dengan naik kendaraan umum. Saat dirinya naik kereta api dari Jakarta ke Solo, Ariella duduk bersama dengan Akarsana. Pria cupu itu hendak ke Yogyakarta, untuk nyekar eyangnya. Keduanya saling mengobrol dan entah bagaimana, mereka jalan-jalan keliling Semarang, Solo, Magelang dan Yogyakarta. Keduanya pun saling tertarik hingga akhirnya mereka harus berpisah.
Sebulan setelah itu, Ariella bertemu lagi dengan Akarsana tapi dengan status yang berbeda.

8th Generation of Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke Proyek Akarsana

"Sana, kamu dekati siapa?" tembak Arsya tanpa basa-basi.

Damian dan Radhi sudah tahu bagaimana sikap protektif nya Arsyanendra, hanya tersenyum simpul.

"Tidak mungkin Zahira karena dia masih bocil meskipun sudah menang WRC. Ariella." Mata biru Arsyanendra menatap tajam ke Akarsana.

"Benar yang mulia. Saya sedang pendekatan ke Ella," jawab Akarsana.

Arsyanendra dan Akira saling berpandangan. "Serius?" seru ayah dan anak itu.

"Serius." Akarsana menatap serius ke Raja Belgia dan Pangeran Belgia tersebut.

"Ella? Kamu gimana?" tanya Arsyanendra.

"Masih penjajakan Oom," jawab Ariella yang memberikan nilai plus ke pria yang berbeda di sebelahnya. Bagaimana tidak? Dia berusaha tidak membawa-bawa gelar dan keluarga untuk memulai bisnis meskipun tahu ada modal dari tabungannya.

"Kamu tenang saja Sya. Akar Pohon sudah kena plonco tadi," ucap Damian.

"Benar ya Oom?"

Radhi dan Nandara menggelengkan kepalanya. Tetap saja tidak hilang jiwa pelindungnya.

"Oom Arsya memang seperti itu. Sebisa mungkin melindungi anggota keluarganya, kecuali salahnya fatal," bisik Aidan ke Akarsana.

"Yang Mulia juga tidak mau bekerjasama kalau ada kakakku," balas Akarsana.

"Berarti kakak kamu memang kacau!" balas Zayden.

Akarsana hanya tersenyum tipis.

"Jangan macam-macam kamu ya Sana!" ucap Arsyanendra tegas.

"Siap yang mulia."

***

Usai acara pesta yang sederhana versi Emir Dubai, Akarsana mengajak Ariella pergi dan Eren memberikan ijin. Menggunakan Tesla milik keluarga Blair, Arkasana mengajak Ariella pergi ke daerah distrik perumahan.

"Kita kemana Sana?" tanya Ariella.

"Proyek aku di Dubai. Aku dan Sahran menang tender disini. Oh, ini serius. Emir Al Jordan tidak tahu kalau aku dan Sahran maju karena memang bawa perusahaan aku saja, Danurdara Architecture Consultant. Kan tidak ada yang bisa mengaitkan dengan nama pangeran Maroko kan?"

"Karena kamu kalau disana pakai bin Ismail kan?"

Akarsana mengangguk. "Aku dari kecil memang sudah dapat uang dari Abi. Sudah bertekad untuk tidak tergantung dengan keluarga meskipun aku pakai modal dari Abi yang kutabung."

"Bagaimana kamu bisa kenal sama Sahran?"

Akarsana lalu bercerita soal pertemanannya dengan anak-anak Belgia. Arsyanendra yang menilai sendiri proposal Akarsana waktu ikut tender dan dia mengakui ada nepotisme dari anak-anak Belgia.

"Bukan merayu Paman Arsya tapi Sahran cuma bilang ada proyek di Belgia. Aku cuma dikasih tahu kapan tanggal mengajukan tender, spesifikasi yang diminta. Ya sudah aku maju tanpa membawa nama keluarga hanya tahunya aku dari Maroko. Itu waktu aku masih skripsi. Tahu sendiri kan Abi tidak pernah memperlihatkan aku di publik dan aku pun juga ogah."

"Lalu Oom Arsya ikut menilai?" tanya Ariella.

Akarsana mengangguk. "Paman Arsya itu orangnya perfeksionis ...."

Ariella tertawa terbahak-bahak. "Sana, Oom Arsya tidak sesempurna itu!"

"Eh?"

"Oom Arsya itu hanya mandi sehari sekali yang penting wangi! Oma Zee yang cerita. Katanya ajaran dari Opa Shinichi biar awet air!" gelak Ariella. "Nggak tahu sekarang masih kayak gitu atau nggak."

"Masa?" tanya Akarsana.

"Iya. Oom Arsya itu memang cool, sangat suka keindahan dan perfeksionis tapi kelemahan nya juga banyak," senyum Ariella. "Oom Arsya paling takut sama Oma Zee. Kalau Oma sudah bilang 'Arsyaaaa' dengan nada dalam, udah langsung diem."

"Bukannya semua pria di dunia paling takut sama ibunya?" tanya Akarsana.

"Iya memang. Satu hal, meskipun semua anak laki di keluarga aku paling takut sama Emak, tapi kalau sudah menikah, mereka bucin ugal-ugalan dengan istrinya. Untungnya semua mertua perempuan juga kompak dengan menantu perempuan. Kamu tahu, Umi aku bilang ke Aidan, bahwa Umi tidak akan gondeli Aidan jika menikah nanti. Umi akan menerima menantunya karena bagaimana pun, Ai membawa seorang wanita yang diambil dari zona nyaman dan bersama dengan keluarga baru."

Akarsana melirik ke Ariella. "Semoga kamu bisa cocok dengan ibuku."

"Selama pasanganku lebih memilih aku, bisa aku terima."

"Apakah di keluarga kamu semua seperti itu?"

Ariella mengangguk. "Kadang malah menantu perempuan lebih kompak dibanding anak sendiri. Alhamdulillah semua menantu di keluarga kami minus drama. Kalau masing-masing bisa menempatkan diri dan posisinya, insyaallah akan enak ke depannya."

Mereka tiba di sebuah perumahan yang merupakan model Jepang mix Timur Tengah yang simpel dan cocok di Dubai.

"Ayo turun, aku kasih lihat proyek aku," ajak Akarsana usai memarkirkan mobilnya.

Mereka pun keluar dan Akarsana menggandeng tangan Ariella masuk ke dalam proyek yang masih berjalan.

"Ini ... Sudah banyak yang laku?" tanya Ariella.

"Alhamdulillah ... Aku dan Sahran membuat dua puluh unit ... Sudah laku lima belas unit." Akarsana memperlihatkan rumah-rumah yang sudah berpenghuni.

"Ayo ke rumah contoh."

Ariella bersama Akarsana masuk ke dalam rumah contoh yang kuncinya dipegang dirinya. Ariella melihat bagaimana desainnya sangat khas Jepang dengan area bersih-bersih yang sangat dipikirkan. Semua ruangan berguna dan tidak ada yang disia-siakan.

"Ini sangat ... Jepang Style." Ariella melihat desain yang banyak didominasi kayu. "Aku suka."

"Itu juga yang membuat proyek aku dan Sahran berjalan dengan lancar. Jujur ini dana dari Sahran ... investasinya tentu saja tidak akan aku salah gunakan. Jika kamu bisnis dengan jujur, tidak ada kerugian ... Kalau niat kamu jahat, pasti akan ada masalahnya." Akarsana tersenyum. "Ajaran Eyang aku. Jangan pernah niat jahat dalam berbisnis. Tidak berkah. Begitu pesan Eyang saat aku cerita hendak mulai bisnis kontraktor dan desain."

Ariella memandang Akarsana dengan senyuman manis. "Eyangmu sangat bijaksana."

Akarsana mengangguk. "Mungkin hampir sama dengan Eyang buyut kamu. Berbisnis lah yang jujur dan bijaksana."

Ariella memajukan bibirnya. "Tidak cuma itu saja sih. Banyak aturan di keluarga aku yang sangat ... Ketat dan saklek. Meskipun semakin kesini banyak sepupuku yang melanggarnya tapi mereka tetap tanggung jawab atas konsekuensinya."

"Itu yang aku suka dari keluarga kamu. Sahran sangat tegas bahkan dia tidak segan memecat orang yang korupsi."

Ariella mengangguk. "Karena korupsi itu merugikan orang banyak. Mematikan pendapatan orang lain ...."

Akarsana melihat gadis itu berjalan menuju halaman belakang dan ada taman khas Jepang, lengkap air mancur bambu disana atau disebut Sishi-odoshi.

Sishi-odoshi

Note

Shishi-odoshi memecah kesunyian taman Jepang dengan suara ayunan bambu yang menghantam batu. Sōzu adalah sejenis air mancur yang digunakan di taman Jepang. Air mancur ini terdiri dari tabung beruas-ruas, biasanya terbuat dari bambu, yang diputar ke salah satu sisi titik keseimbangannya.

Sumber Wikipedia

"Kamu juga membuat Sishi-odoshi?" tanya Ariella dengan wajah terkejut.

"Bagus kan?" senyum Akarsana sambil menghampiri Ariella.

"Aku selalu suka suara bambu menyentuh batu. Sesuatu yang berbeda ... Membuat nyaman." Ariella terkejut saat Akarsana memeluk tubuhnya dari belakang.

"Apakah kamu tidak masalah jika aku melepaskan gelar pangeran aku?" bisik Akarsana di sisi telinga Ariella.

Ariella mendongakkan wajahnya dan memandang wajah Akarsana yang menunduk.

"Kamu ... Bercanda kan?"

***

Yuhuuuu up malam Yaaaaa

Thank you for reading and support author

don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️

1
Imran Kalimanjaro
aku baru nemu ini, padahal udah lama terbit...
diyah
opa adinda, atau oma adinda🤔🤔
Hana Reeves: sorry revisi
total 1 replies
beybi T.Halim
tetap cerita yang sangat sangat menarik.,gak bosan dengan kekocakan dan kekompakan keluarga pratomo..,terbaik lah👍👍👍👍👍
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
beybi T.Halim
akhirnya..happy ending BTW istri Ryuga siapa yaa???kok aku lupa apa bidan juga yaa kayak ibunya🙈 haih error keselek pohon pratomo😁😁
Hana Reeves: Ryuga itu anaknya Remy Giandra, keponakan Brigjen Rayyan. pasangannya Tami, apoteker
total 1 replies
beybi T.Halim
yaa gak.gitu juga laa akar kuadrat pangkat gak jelas..,profesional sih boleh ,tapiiii klo pacar didepan mata kudu diperbaiki sikapnya masa kaya gak kenal🤭
beybi T.Halim
zahira sopo???anaknya bagas., si dewa.,anaknya dewa .,sagara anak sagara si sana .,zahira????🙈
Hana Reeves: Zahira anaknya Nandara yg pembalap
total 2 replies
beybi T.Halim
main2 kesini .,aku boring nunggu 3 nya up..,nungguin trio dingin.,divisi gabut sama 3 chen😁jadi main2 dl kesini.krn sdh end.,semangat👍
beybi T.Halim: tetap jaga kesehatan.,semangat terus.,segera sembuh👍
total 2 replies
Ninik Rochaini
waaahhh ...selamat ya smg samawa😍
Ninik Rochaini
hhmmm Khan...babak belur tho...emang enak kena hajar, itu msh adikmu yg hajar blm klrg Ella..
Ninik Rochaini
Lhaa...tenan dilakoni sm si basman...eehh Bassam...
Ninik Rochaini
walah malah ngajak gegeran dg nyulik Ella...ora wedi ambek klan Pratomo
Ninik Rochaini
Alhamdulillah...akhirnya dilamar ya...mdh2an Abi Eren gk ngereog Ella dilamar tanpa sepengetahuan ny🤭
Ninik Rochaini
aahh... akhirnya baikan
Ninik Rochaini
lhoo...lhooo...piye tho Iki...sopo cewek kuwi
Ninik Rochaini
emang gk th diri si balsem...dasar otak udang...
Ninik Rochaini
ngajak gegeran nih...dasar balsem
Ninik Rochaini
emang sih harusnya pinjam rollingpin ny Oma Ajeng utk getok si Yusef
Ninik Rochaini
kepedean Yusef mta Ella...bs2 tantrum opa Damian
Ninik Rochaini
plek ketiplek ya Sari...skrg pusing dah🤦🤣🤣🤣
Ninik Rochaini
anak2 Wiro n kadal udh besar ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!