NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:291.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

Bagas meletakkan Aldian di lantai. Ia melirik handuk-handuk yang tergantung. Tanpa berkata apa-apa, Bagas meraih handuk kecil milik Aldian dan handuk milik Kyra yang tergantung di sebelahnya. Handuk Kyra berwarna cream pucat, sudah agak pudar, tapi jelas itu miliknya.

Kyra membelalakkan mata. "Bagas! Jangan ambil handukku!" protesnya.

Bagas menoleh, memasang wajah polos. "Memangnya kenapa? Aku atau pinjam sebentar untuk mandi."

Kyra merasa wajahnya memanas karena kesal. "Itu handukku! Kau punya banyak handuk di rumah besarmu, kenapa harus pakai handukku?!"

"Mana mungkin aku pulang hanya untuk mengambil handuk, lebih baik aku pakai milik mu dulu, Sayang," balas Bagas, nadanya berubah menjadi bisikan menggoda yang membuat Kyra merinding.

Bagas tidak menunggu Kyra membalas. Ia mengambil Aldian, dan sebelum Kyra bisa merebut handuknya, Bagas sudah masuk ke kamar mandi kecil dekat dapur itu dan mengunci pintunya di belakangnya.

Suara gemericik air dan tawa riang Aldian segera terdengar dari dalam kamar mandi.

Kyra hanya berdiri mematung. Ia menatap pintu kamar mandi, lalu menatap tas berisi pakaian baru Bagas di sofa. Dia gila. Benar-benar gila.

Ia hanya bisa menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan sisa-sisa kesabarannya.

Lima belas menit kemudian, suara air berhenti. Kyra bersiap untuk perdebatan selanjutnya.

Pintu kamar mandi terbuka. Aldian keluar lebih dulu, badannya dibalut handuk kecilnya, rambutnya basah dan berantakan, dan wajahnya berseri-seri.

"Bunda! Aldian udah wangi!" serunya, berlari memeluk Kyra.

Tepat di belakang Aldian, Bagas keluar. Ia melilitkan handuk Kyra di pinggangnya, meninggalkan tubuh bagian atasnya terbuka.

Pemandangan itu langsung membuat Kyra terdiam. Meskipun pakaiannya lusuh semalam, di balik itu tersembunyi tubuh yang terpahat sempurna: perut yang berotot dengan garis-garis yang tegas, bahu lebar, dan dada bidang yang basah. Bagas terlihat segar setelah mandi.

"Handukmu ini ternyata lumayan bagus, Kyra," kata Bagas santai, sama sekali tidak terpengaruh oleh tatapan terkejut Kyra.

Kyra cepat-cepat memalingkan wajah, merasakan pipinya memanas. Jelas, ini adalah upaya Bagas untuk mengacaukannya, dan itu berhasil.

"Aldian, pakai bajumu! Kita sarapan sekarang!" ujar Kyra, suaranya sedikit lebih tinggi dari biasa, berusaha keras untuk mengendalikan dirinya.

"Iya, Bunda!" Aldian segera berlari ke arah kamar.

Sementara itu, Bagas dengan santai membuka tas dari Dika, mengeluarkan pakaian barunya. Kyra tidak berani melihat ke arahnya lagi, takut jika Bagas memutuskan untuk berganti pakaian tepat di ruang tengah.

"Cepat pakai bajumu, Bagas. Cepat pakai bajumu!" rutuk Kyra dalam hati.

"tenang saja, aku tidak akan mengenakan pakaian ku didepan mu" ucap Bagas lalu masuk kedalam kamar.

"siapa juga yang berharap dia mengenakan pakaiannya di depanku, menyebalkan sekali" ucap kyra dalam hati.

Tidak lama kemudian, Bagas sudah mengenakan setelan kasual rapi berwarna gelap yang dibawa Dika. Disusul dengan aldian yang sudah rapi, rambutnya juga sudah disisir ke belakang.

Kyra duduk di seberang Bagas. Aldian duduk di antara mereka, matanya berbinar melihat sarapan yang sangat berbeda dari mi instan yang biasa ia santap.

"Wah, ini enak sekali, Om Bagas!" seru Aldian, gigitan waffle sudah penuh di mulutnya.

"kamu suka? " tabay Bagas

Aldian lalu mengangguk " suka om, Aldian ngga pernah makan ini, tapi cuma bisa liat dari tv aja"

"Makan pelan-pelan, Sayang," tegur Kyra lembut.

Kyra sendiri makan dengan terburu-buru, sesekali melirik jam dinding di atas televisi.

" kau cepatlah sarapannya, aku sudah hampir terlambat ini" ucap kyra.

Bagas menyesap kopi panas yang ia minta dibuatkan lagi oleh Kyra.

"Terlambat ke mana, Kyra?" tanya Bagas, mengernyit. "Bukankah aku sudah memberimu cuti? "

Aldian yang sedang menikmati waffle menatap ibunya dengan pipi masih menggembung.

“Bunda kerja? Sekarang?”

“Iya, Sayang. Bunda harus buru-buru,” jawab Kyra sambil mengusap kepala kecil itu.

Bagas menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi dengan cukup elegan, jarinya mengetuk meja pelan.

“Kamu sekarang bekerja di perusahaanku. Dan aku sudah bilang, kalau kamu mau lembur, mau cuti, mau pulang cepat… aku yang mengatur. Kamu bosnya? Bukan. Aku bosmu.”

Kyra merasa urat di pelipisnya mulai berdenyut.

“Justru karena kamu bosku makanya aku harus lebih profesional, Bagas! Bukannya malah tiba-tiba bolos seenaknya.”

Bagas menaikkan satu alis, mengamati Kyra tanpa berkedip.

“Profesional? Oke. Kalau profesional… berarti kamu siap meninggalkan anakmu sendiri pagi-pagi di rumah, begitu?”

Kyra terdiam sejenak.

Bagas melanjutkan, suaranya lebih rendah dan tajam, seolah menusuk tepat di tempat yang paling Kyra khawatirkan.

“Kalau kamu pergi kerja sekarang… Aldian sama siapa?”

Aldian berhenti mengunyah dan menatap Kyra dengan mata membulat, seperti baru menyadari hal penting.

“Iya ya… Bunda… kalo Bunda kerja… Aldian sama siapa…?”

Kyra mengerjap, menoleh cepat kepada anak itu.

“E-eh, ya… Bunda… Bunda bisa nitipkan kamu ke Bu lilis—”

"ngga ada" potong Bagas cepat.

"Kau akan meninggalkannya sendirian di kontrakan ini, atau kau akan menyusahkan tetanggamu lagi?" lanjut Bagas, menekannya.

Kyra menunduk, tidak bisa membantah. Bagas telah mengalahkannya dengan senjata paling ampuh: kebutuhan Aldian.

"Jadi, duduk, habiskan sarapanmu, dan bersantai. Kau tidak akan pergi ke mana-mana hari ini," Bagas menyimpulkan, nadanya final. Ia meraih sepotong buah dan menyuapkannya ke Aldian. "Benar kan, Aldian? Bunda tidak boleh capek-capek lagi."

Aldian mengangguk riang. "Iya, Om Bagas! Bunda harus temenin Aldian main di rumah!"

Kyra hanya bisa memejamkan mata, menelan amarah dan frustrasi yang terpaksa ia telan bersama sarapan mewahnya. Ia terperangkap.

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!