NovelToon NovelToon
Om Duda, Nikah Yuk?

Om Duda, Nikah Yuk?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: ummi asya

Usianya baru menginjak 20 tahun, dia masih kuliah semester empat. Kania Gabriela, gadis yang ceria dan manja itu bersahabat dengan Bella Anastasya yang memiliki seorang paman bernama Axel Niel Pradita Winata.

Laki-laki blesteran Jerman Jawa itu adalah seorang duda beranak satu. Kania mengenal Axel dari sahabatnya Bella yang juga blesteran Jerman Jawa dari mamanya.

Karena iseng sering mengobrol dengan Axel om dari sahabatnya, Kania justru mengajak laki-laki itu menikah.

"Om, nikah yuk?"

"Eh, bocah. Kuliah yang benar, jangan mikir nikah."

Begitulah ketengilan Kania pada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Perselisihan

Setelah sampai di rumah dan sampai di kamarnya, Kania melempar tasnya di kasur, menekan tubuhnya di sisi ranjang. Rasa kesal dan kecewa dengan ucapan Axel tadi benar-benar tidak bisa di mengerti di otaknya. Kenapa dia marah dengan ucapannya. Axel itu?

"Gue kenapa marah sih? Kan om Axel cuma bilang anak ingusan doang?" gumam Kania.

Diam sejenak kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket.

Sementara itu, Axel masih duduk di kursi kerjanya di ruang kantornya. Awalnya dia ingin pulang, tapi kini diam di kursi kerjanya. Membuka laptop menatapnya tanpa melakukan apa pun.

Tangannya mengambil kursor dan menggoyangkannya, membuka file dokumen kafe. Beberapa foto dan video dia buka satu persatu, ada satu foto di mana di sana ada semua foto karyawan dan juga, Kania.

Gadis yang selalu berwajah ceria dan juga berterus terang itu membuat mata Axel dan tangannya berhenti sejenak, tangannya menempel di bibirnya. Tanpa berkedip matanya terus menatap wajah cantik dan ceria, bibirnya tersenyum tipis kemudian menghela napas panjang.

Kepala mendongak dan mata terpejam, dia membayangkan wajah Kania sebelum pulang dengan wajah marah . Lagi-lagi dia menghela napas panjang, merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan pada Kania.

"Ya ampun, kenapa aku berkata seperti itu? Dia anak labil, apakah akan marah terus?" gumamnya.

Pikirannya terus pada Kania, gadis ceria dan tidak kenal pantang menyerah selalu mengejarnya. Kini, dia telah menyakiti hati gadis itu. Apa yang harus dia lakukan?

_

Hari ini, Kania masuk magang. Dan hari ini juga kafe sedang ramai sehingga dia harus pontang panting melayani pengunjung. Beberapa karyawan lainnya melihat Kania sangat sibuk merasa kasihan.

"Hari ini dia banyak diam ya, apa dia lagi sakit?"

"Iya, padahal biasanya dia sangat ceria dan kelihatan sekali senang melakukan semuanya. Apa lagi kalau malam membersihkan meja dan kursi, selalu di kerjakan dengan baik."

Sinta yang mendengar percakapan kedua karyawan itu menatap sinis pada mereka lalu mendekat dan mencoba ikut mengobrol.

"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Sinta.

"Itu, Kania. Dia sangat rajin hari ini dan kelihatan jadi sangat pendiam."

"Pendiam? Halah, dia pasti lagi modus. Sudah jangan kasihan sama dia gadis ganjen begitu kok di kasihani," ucap Sinta lagi.

Kedua karyawan itu diam dan saling pandang, Sinta menyuruh mereka kembali kerja di bagian pencucian piring dan alat masak.

Di ruangan kantor Axel, laki-laki itu sedang memperhatikan karyawannya yang sibuk melayani pengunjung. Ada juga yang membereskan meja kursi yang sudah kosong, pandangannya mengarah pada Kania yang sedang meladeni pengunjung.

Wajah gadis itu sangat tidak biasa, Axel menarik napas panjang. Sejak pagi dia belum keluar dari ruangannya, hanya memperhatikan dari jendela khusus tersebut.

"Baiklah, nanti malam aku akan bicara dengannya." gumamnya.

Axel pun kembali melanjutkan pekerjaannya menyusun dan merencanakan menu di restorannya meski tidak ramai seperti kafe.

_

Kania berjalan mengendap menuju ruang kantor Axel, di tangannya sebuah amplop putih di pegang dengan erat agar tidak jatuh.

Amplop yang cukup rapi, di lihatnya lagi benda persegi panjang itu lalu menarik napas panjang. Dia berdiri di depan pintu kantor Axel dan hendak mengetuk pintu, namun suara panggilan mengurungkan niatnya mengetuk pintu.

"Kania, sini." ucap seseorang memanggilnya.

Kania menoleh dan menata gadis yang berpakaian sama dengannya, dia menghela napas kesal tapi akhirnya mendekat juga.

"Ada apa kak Sinta?" tanya Kania sedikit malas.

Sinta melihat ke arah tangan Kania yang memegangi amplop putih itu, Kania menyembunyikan amplop putih tersebut. Lalu menatap Kania sinis.

"Kamu mau apa? Apa itu?" tanya Sinta.

"Ini cuma surat pe..."

"Sini berikan suratnya sama aku, pengen lihat apa sih isinya. Atau itu pernyataan cinta untuk bos Axel? Heh, kuno banget sih," ucap Sinta mencibir.

Kania sedikit kesal dengan ucapan Sinta itu, dia tidak ingin meladeni ucapan seniornya lalu hendak pergi tanpa permisi. Tapi tangannya di tarik kasar lalu membawa Kania keluar dari kafe tersebut.

Awalnya Kania kesal dan hendak menolak tapi suasana suasana kafe ramai dan dia tidak mau membuat keributan jadi menurut saja apa yang ingin di lakukan Sinta padanya.

Dia di bawa keluar melalui pintu samping dan berjalan menuju belakang gedung, Kania melepas paksa tangannya yang sejak tadi di tarik Sinta.

"Kak Sinta mau apa sih? Gue udah sabar ya tadi diam saja," ucap Kania.

"Oh, Lo berani ya sama gue? Lo siapa hah? Putri mahkota lo?" ucap Sinta dengan suara Langung kencang.

"Apa maksud kak Sinta? Gue ngga ngerti, gue mau kerja lagi," ucap Kania dan berbalik.

Saat dia berbalik, Sinta langsung menarik kasar dan kencang tangan Kania hingga gadis itu jatuh dan lengan tangannya terasa di pelintir.

"Aaah, sakit! Lepas!"

Bukannya melepas tangan Kania tapi Sinta justru menekuk jari-jari Kania dengan kuat. Gadis itu seakan kalap dengan tindakannya, suara teriakan Kania pun terdengar sangat keras. Sampai beberapa pengunjung melihat kejadian itu dan berteriak minta tolong.

"Tolong, ada keributan!"

Suara teriakan minta tolong itu pun membuat pengunjung lain melihat dan dari mereka ada yang menolong Kania dan menarik tangan Sinta.

Kania menangis memegangi tangannya yang terasa sakit, satu orang membawa Kania masuk ke dalam kafe dan melaporkan kejadian itu.

Kania terus menangis, tangan satunya memegangi tangan yang di tekuk kuat oleh Sinta. Karyawan lain ikut membantu Kania, mereka kaget dengan tindakan Sinta yang menyiksa Kania.

"Kania, kamu ngga apa-apa?"

"Gimana ngga apa-apa, tangan gue mau di patahkan kak Sinta. Hwuaaa! Tolong bawa aku ke rumah sakit, hwuaa!"

Tanpa pikir panjang, Kania di bawa keluar oleh temannya. Dan satu karyawan lain hendak melapor pada Axel.

"Jangan laporin sama bos Axel, tangan gue sakit banget. Hik hik hik."

"Ya udah, ayo ke rumah sakit. Gue antar."

Dandi, teman Kania yang sama-sama baru di sana. Bedanya Kania magang tapi Dandi karyawan tetap.

Motor Dandi meluncur pergi setelah Kania naik motornya. Sementara di dalam kafe, yang lain bisik-bisik.

Axel baru keluar dari mobilnya setelah pergi ke bank, dia melihat para pengunjung dan karyawan saling berbisik. Axel mendekat dan bertanya pada mereka.

"Ada apa ini? Kenapa ribut?" tanya Axel.

"Pak Axel, tadi ada keributan di belakang kafe. Kania dan kak Sinta..."

Salah satu karyawan menjelaskan kejadiannya, Axel terkejut mendengarkannya.

"Lalu kemana Kania?" tanya Axel dengan wajah cemas.

"Sudah di bawa ke rumah sakit sama Dandi pak."

"Sinta kemana?" tanya Axel lagi.

"Ada di belakang."

Axel pergi dari para karyawan itu, dia pergi menemui Sinta dan menatapnya dengan kecewa.

"Sinta, mulai sekarang kamu saya pecat!"

Axel langsung berucap memecat Sinta, gadis itu menatap Axel dengan kecewa. Tapi dia tidak bisa apa-apa dengan keputusan bosnya.

_

_

******

1
Aditya hp/ bunda Lia
belum tau ajah kalian siapa Kania dia adalah pewaris perusahaan tempat kalian bekerja ...
Aditya hp/ bunda Lia
kerjanya mijitin papa CEO ajah .. 😂
Aditya hp/ bunda Lia
si bela udah gak bener tadi semangat ngajak jalan sekarang malah gak jadi kasian Rania ...
Aditya hp/ bunda Lia
udah mending lupain ajah si om ...
Aditya hp/ bunda Lia
dasar Kania jutek sama orang ya suka hadiahnya 😂😂
tapi gak apa-apa cuekin dan jutekin ajah si bela nya terus ... balas dendam kecil2an
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
Aditya hp/ bunda Lia
jangan dengerin Kania udah lari masuk mobil bye ...
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kau sukurin
💗 AR Althafunisa 💗
Semangat ka update nya 💪🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Belum tau aja Lo Sinta, bisa dimasukin sama orangtuanya Kania baru tau rasa lho 😡
Aditya hp/ bunda Lia
ya jelas marahlah pasti tersinggung sakit hati dasar duda gak tau diri jadi duda ajah sombong ... 😡
💗 AR Althafunisa 💗
Up lagi ka 😌
Aditya hp/ bunda Lia
banyak sekali halanganmu Kania ... sabar yah 🤭
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bikin penasaran ❤️
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka...
💗 AR Althafunisa 💗
Double up dong ka author 😌
Aditya hp/ bunda Lia
iya udah keluar ajah ngilang ajah cuti dulu dari kampus biar yang jahatin kamu ngerasa bersalah ... gereget 😬
💗 AR Althafunisa 💗
Lama-lama kesel juga sama sikap Bella, kenapa coba tuh orang 🤔
Aditya hp/ bunda Lia
buat pergi ajah Thor Kania biar si bela kehilangan dan ngerasa bersalah gitu gemes aku
Aditya hp/ bunda Lia
segitu gak maunya si bela ini Kania suka sama om nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!