NovelToon NovelToon
Leibe Dich Für Immer

Leibe Dich Für Immer

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:133.5k
Nilai: 5
Nama Author: ende

Cinta? Apakah rasa itu akan hadir? Padahal posisinya hanya pengganti kakaknya sebagai pengantin pria, terlebih pernikahan itu juga karena perjodohan tidak ada istilah mengenal apalagi pacaran.

Namanya Azzam, dia sosok yang berhati lembut, tidak dingin bagaikan es dan salju.
Lalu, akankah cinta itu tumbuh bersamaan dengan interaksi yang sering ia lakukan bersama istrinya? Terlebih istrinya belum menginjak usia 20 tahun.

"Dasar pedofil" begitulah kalimat yang sering keluar dari mulut istrinya.

Kelanjutkan kisahnya? stay tuned ajaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Suamiku

Di awal hari, cahaya sang mentari mulai memanjat naik ke permukaan langit. Sinarnya masuk menyelinap lewat celah-celah kaca jendela kamar Maira. Suara burung yang berimigrasi membuat suasana semakin indah. Namun sayang Maira masih terlelap dalam tidurnya. Semalam setelah dia mengantarkan Azzam dia harus begadang untuk mendalami materi ujian yang diadakan secara dadakan.

Tak lama alarm ponselnya pun berbunyi, tring... tring… tring…

Dia mengerjapkan matanya sembari mencari keberadaan ponsel itu yang masih terus berbunyi. setelah benda itu berada di tangannya dia mematikan alarmnya. Dia menggeliat lalu mengucek-ngucek matanya yang masih setengah terbuka itu. Dia duduk kemudian beranjak dari ranjang empuknya, menuju jendela. Sekali lagi dia menggeliat, masih terasa berat untuknya membuka mata secara lebar. Namun, kicauan burung yang seolah sedang bersenandung mengalahkan rasa kantuknya. Ia tak boleh tertidur dan bermalas-malasan. Kertas materi yang sudah disiapkannya semalam sudah menunggu untuk dipahami kembali. Kemudian ia segera menyingkap tirai jendelanya. Mair a mulai mengambil nafas menahannya selama beberapa detik dan membuangnya selama 6 detik. Setelah benar-benar rileks dan merasa oksigen sudah mengalir sempurna ke otak dia menyudahinya kemudian berlalu untuk membersihkan diri.

Maira selesai membersihkan diri dengan cepat, sekarang dia sudah berada di depan cermin menatap mukanya di sana. Dioleskannya sedikit pelembab dan sunscreen lalu mengaplikasikannya pada mukanya. Setelah merasa cukup dia mengaplikasikan bedak dengan spons lalu memakai pelembab bibir. Hari ini dia memakai gamis motif polkadot lengkap dengan pasminannya yang menjuntai menutupi dadanya. Dia tersenyum, lalu memberikan self reward berupa pujian pada dirinya.

“Adeeva Humaira Alamsyah kamu wanita hebat, kamu pasti bisa mengatasi masalah mu. Nanti selesai ujian kamu akan mendapat ice cream jika terlaksana dengan baik. Semangat!” ucapnya dengan penuh percaya diri.

Dia sudah keluar dengan membawa beberapa paper bag untuk ia berikan pada teman dekatnya Mytha, Vino, dan Kiki yang satu jurusan dengan dia. Tapi hanya Mytha yang sekelas dengan Maira. Terbersit senyum menghiasi wajahnya, pagi ini dia harus optimis untuk mendapatkan nilai yang baik walaupun tertinggal 2 kali pertemuan.

“Wahhh… anak bunda udah siap aja nih… sini sarapan dulu sayang” ujar bunda Arsy ketika Maira sudah sampai di ruang makan. Di sana tinggal bunda Arsy sendirian karena Alda dan Alamsyah sudah berangkat dari sebelum jam 7.

“Bunda bikin apa… wah sepertinya ini tidak seperti biasanya” ucap Maira sembari memperhatikan makanan yang terhidang di atas meja.

“Ini sini duduk… kemaren Azzam request buat bikinin kamu pancake, katanya waktu di Gili kemaren makan mu lahap” Bunda Arsy menarik kursi untuk Maira lalu mengisyaratkan untuk segera duduk.

“Perhatian banget ya suami kamu…” imbuhnya tersenyum bangga karena anaknya mendapatkan suami yang baik.

“Alhamdulillah bun… kak Azzam juga sering ngalah kok sama aku xixi” Maira terkekeh jika mengingat Azzam yang selalu mengalah untuknya, sang bunda langsung menjewer telinganya, Maira meringis.

“Kamu tuh Mai… udah bukan anak kecil lagi, sekarang udah berumah tangga”

“Iya-iya bunda…. Maira coba ya bun, bismillahirrahmanirrahim…” dia memasukkan pancake yang sudah terpotong ke dalam mulutnya. Maira mengacungkan kedua jempolnya sebagai pujian atas masakan bundanya. Dia melanjutkan makannya, menikmatinya dengan penuh khidmat.

“Bunda Maira pamit dulu ya… pulangnya mungkin agak sore hehehe”

“Kamu naik apa?” tanya bunda Arsy yang tampak sibuk membersihkan meja makan.

“Hmm naik motor ajalah jam 10 ujian aku ga mau telat… pasti nanti macet”

“Yaudah hati-hati yaa… salam buat Kiki, Mytha, Vino, Andin sama Rena ya… kapan-kapan suruh main ke sini” Bunda mengabsen satu persatu teman dekat Maira yang sering berkunjung ke rumah.

“Iya bunda ku, cintaku… udah nanti Maira telat lagi udah setengah 9… Assalamualaikum” Maira menyalami bunda Arsy dan mencium punggung tangannya.

“Waalaikum salam… hati-hati jangan ngebut-ngebut” titah bunda Arsy mengingatkan Maira. Maira mengangkat jempol kanannya sebagai jawaban, dia melenggang pergi menuju garasi.

***

Deru motor Maira berhenti tepat setelah ia memarkirkan motornya diantara motor-motor mahasiswa lainnya yang sudah terparkir rapih. Tangannya membuka pengait helm lalu turun dari motor. Kemudian dia membuka jok motornya dan menaruh helmnya di sana. Dia mengambil 5 paper bag lalu membawanya masuk ke dalam gedung.

“Maira… oiiii” sekitar lima langkah dia sudah memasuki gedung fakultasnya, tapi suara itu menghentikan langkahnya. Maira berbalik, matanya memicing sebelah memfokuskan siapa gerangan yang memanggilnya. Mata keduanya bertemu, keduanya saling menghambur berpelukan seakan sudah sekian abad tidak bertemu.

“Mairaaaa…. Gua kangen banget ih sumpah. Berapa minggu kita ga ketemu huuua gemes pengen nyubitin pipi lu” Mytha langsung mencubit kedua pipi Maira dengan tangannya.

“Awww… adduuhh sakit tau. Lepasin ah” Mytha melepaskan cubitannya, lalu mengelus lembut pipi Maira.

“Huuuh lu kalo bisa lembut kaya gini kenapa harus jadi kayak nenek lampir kalo ketemu gua sihh” ucap Maira dengan ketus.

“Hehe sorry abis pipi lu enak banget buat ditowel. Mirip squishy tau Ra hahaha” Mytha tetawa terpingkal-pingkal sampai memegangi perutnya.

“Ah lu mah… oke ini gua ga jadi kasihin deh” Maira langsung mengangkat salah satu paper bag dan memasukkannya pada paper bag lain.

“Ah Ra… lu jahat banget sih sama sahabat sendiri” ucap Mytha dengan mimik muka semelas mungkin berharap hati Maira luluh.

“Hmmm giliran begini aja lu kaya kucing priharaan yang nurut. Nih khusus buat Mytha yang nyebelin” Maira menyodorkan paper bag yang berisi oleh-oleh itu.

“Udah yuk ah ke kelas… " Mereka melangkahkan kaki ke ruang kelas.

***

“Eh mahasiswa ambis kita akhirnya dateng setelah honeymoon panjang…” Sambutan yang diberikan Rega saat Maira masuk ke ruang kelasnya.

“Wooow pengantin baru yang habis honeymoon mukanya berseri-seri deh” Celutuk Nana yang berada tak jauh dari Rega.

“Gimana Ra malam pertamanya… seru?” timpal Azka. Maira tidak mengindahkan celutukan teman-temannya itu, dia mengambil kursi lalu duduk santai sambil membuka lembaran materi.

"Oh iyaa guys ini ada sedikit oleh-oleh... kalau mau ambil aja yaa" Maira meletakan 2 paper bag di kursi sampingnya.

Tak lama Maira langsung dikerubuti oleh teman-temannya baik laki-laki maupun perempuan. Mereka mengucapkan selamat atas pernikahannya dan berebut oleh-oleh dari Maira, tak terkecuali dengan segerombolan geng berisi 5 orang di sudut kelas. Mereka tampak tak suka melihat kedatangan Maira, terlebih tatapan dari wanita berambut pirang yang memakai kemeja kotak-kotak. Tatapannya begitu tajam, kemudian berbisik-bisik dengan anggota gengnya. Desas-desus mulai terdengar dari segerombolan geng yang ada di sudut kelas.

“Halah suami aslinya aja kabur sebelum akad… kalo gua sih malu mau lanjutin buat nikah. Apalagi malah digantiin sama adeknya hiiii”

“Hah yang bener lo? Ih kalo gua sih amit-amit juga buat nikah… mending pulang ke rumah. Terus nangis deh hahaha”

“Suami pengganti aja bangga sampe diumbar-umbar ke Instagram pula…”

“Hahaha…”

Maira tidak mengambil pusing atas ocehan mereka, memang kepala gengnya adalah rival Maira. Sudah sejak semester 1 lalu mereka selalu bersaing untuk mendapatkan ipk tertinggi. Sebenarnya Maira biasa saja, dia hanya berusaha sebisanya tapi tetap saja ipknya lebih tinggi dibanding dengan Lyra. Karena hal itu Lyra malah semakin terlihat untuk menjatuhkan, saling sikut-menyikut. Sepertinya hal yang sering digembor-gemborkan untuk mendapat relasi itu tidak sesuai dengan realita. Keadaan untuk saling menjatuhkan satu sama lain sering terjadi terlebih pada kalangan nilai tinggi.

Untunglah dosen langsung datang, suasana jadi kondusif. Sudah tidak terdengar suara desas-desus dari gerembolan geng itu.

“Selamat pagi… maaf bapak telat 10 menit. Oke hari ini kita ujian, mohon untuk menyimpan hp serta catatan lainnya, jangan ada yang saling mencontek. Maira bapak minta tolong untuk membagikan soal!” ucap Bapak Widi , dia adalah pengampu mata kuliah asesmen dewasa. Maira menerima soal itu lalu dia bekeliling untuk membagikan kertas ujian.

Saat tiba di kuris Lyra, dia berusaha menetralkan suasana hatinya, dia tenang. Sedangkan Lyra dia justru mendengus kesal ke Maira.

“Awas aja lu Mai, ujian ini pasti nilai gua yang lebih tinggi dari pada lu!” Dia mendesis, Maira tak ambil pusing dia kembali untuk membagikan sisa kertas ujian.

Setelah dia kembali ke tempat duduk dilihatnya soal-soal yang ada di kertas itu. Dia mengucap syukur, Alhamdulillah prediksi gua tepat… mana lebih banyak pg daripada isian… Dia ber-iyes ria dalam hatinya. Lalu diambillah pulpen yang ada di kotak pensil, kemudian segera mengisi jawaban-jawaban atas pertanyaan ujian itu. Ujian berlangsung selama 2 jam sesuai dengan waktu pembelajaran mata kuliah itu. Untunglah Maira selesai 10 menit sebelum waktu habis, dia mengucap syukur telah menyelesaikannya dengan baik.

Dia berjalan ke meja dosen dan mengumpulkan lembar ujiannya, lalu keluar dari ruangan. Tak lama Lyra juga ikut keluar, Lyra langsung menghampiri Maira dan sejurus kemudian mencekal tangannya.

“Lu apa-apaan sih… lepasin ga!” bentak Maira, Lyra bukannya melepas cekalannya justru cekalannya semakin kuat, membuat Maira mengaduh kesakitan.

“Gua ga terima ya kalo sampe semester ini nilai lu lebih tinggi daripada gua. Urusin aja tuh suami pengganti lo… cih dasar perempuan ga tau diri” Ancam Lyra pada Maira tanpa melepaskan cekalannya.

“Lu kenapa sih ganggu hidup gua… Yaudah kalo lo mau nilai lu lebih tinggi kerjaan lu jangan pacaran mulu. Belajar yang bener!” ucap Maira tak kalah kerasnya dengan suara Lyra untunglah di depan ruangan itu sepi sehingga tidak semakin terjadi kericuhan.

“Halah suami pengganti aja bangga lu… bentar lagi juga bakal diceraiin… gua yakin dia bukan jodoh lu “ deg, jantung Maira seperti tersambar petir. Pertahanan Maira sudah lepas, air matanya tiba-tiba mengalir begitu saja.

“Dia suamiku! Mau pengganti ataupun bukan dia tetap suamiku. Bagaimanapun cara kami Bersatu kalaupun memang jodoh pasti akan bertemu” ucap Maira dengan menahan isak tangisnya. Dilepaskannya cekalan Lyra pada tangannya. “Lu kalo ada urusan sama gua ke gua aja. Jangan bawa-bawa suami gua. Lu kalo benci sama gua bencinya ke gua bukan ke suami gua…”teriak Maira dengan keras.

Mytha yang baru keluar dari ruangan bingung karena Maira sudah bercucuran air mata. Maira langsung pergi dari depan kelasnya.

“Lu ya nenek sihir… awas aja kalo Maira sampe kenapa-kenapa. Gua ga akan tinggal diam!" tuding Mytha pada Lyra lalu segera menyusul Maira yang berlari dengan isak tangisnya.

***

Holla guys... huaaaa aku terharu banget ih liat tulisan ini masuk ke rangking😭😭 bercucuran air mata bahagia ini antara percaya dan tidak....

Pokoknya thanks for your support, how lucky I'm to have you all...

hugs and kiss from me 😘🤗

1
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Hestri Surya
lanjuuut..
Dwi Amini
akhirnya up lg,,lanju kak
Wida Listiani
lanjut....
Chikko Yuan
akhirnya nongol....
Nurularswar
Alhamdulillah, terimakasih udah update kak
Rahmayani
akhirnya muncul juga,,,,,
Sriandra Can Cann
aku nungguin thorr😘😘😘😘
Sari Rahayu
ini udah ga dilanjut lg kah tor?
Chikko Yuan
kok gak up up ???
Chikko Yuan
ini ceritanya kapan up thor???
Faza Alila
kok blm up thor
Wida Listiani
smg sehat terus ya...lanjut ..
Dwi Amini
semoga sehat selalu thor,,ditunggu lanjutanya
Rabiatul Addawiyah
semoga sehat terus ya thor... biar bisa up tiap hari 😁
Purwanti Inung
lamaa bener upnya....
Yayah Armand S
knp gak pernah up thor
Dwi Amini
ditunggu up ny thor
Fitria Berkisah
seruuuu
Wida Listiani
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!