Gadis cantik dan giat berasal dari keluarga sederhana terpaksa menyetujui persyaratan majikannya, nikah kontrak karena gadis itu membutuhkan biaya untuk rumah sakit Ayah ya, dan di saat masalah seperti itu gadis itu juga beruntung karena mendapat mertua yang perhatian dan baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Dikamar Nia mulai membaringkan tubuhnya di kasur yang ada di ruangan itu.
"Tidak sangka saja besok aku akan menikah, dan aku harap tindakan yang aku ambil sekarang ini tidak salah, dan aku harus terima resiko yang akan aku alami," batin Nia.
Padahal keinginan Nia sewaktu masih hidup dengan orang tua ya, dia akan menikah sekali seumur hidupnya dan akan hidup bahagia, saling mencintai namun yang di inginkan itu tidak seperti kenyataan.
Akhirnya dia pun terlelap dalam fikiran ya dan menyusul alam mimpi ya.
...----------------...
Pagi tepat jam 06:00 matahari yang belum sempurna bersinar.
tok..tok..tok..
"Nia. Ayok bangun Nak kamu harus ganti baju dulu," teriak Ibu Nia dari balik pintu.
"Nia bergeliat dan mulai membuka matanya dan langsung berdiri berjalan menuju pintu dan membuka pintu kamar itu.
"Ya Allah Nia, ayok cepat mandi tamu dan juga keluarga besar kita sudah menunggu di bawah," ucap Ibu Nia, sambil di belakang ya, ada tukang rias dan juga membawa baju pengantin Nia.
Nia langsung sadar, karena hari ini dia akan menikah dengan Richo.
Dan dia langsung bergegas ke kamar mandi dan langsung mandi, sementara ibu Nia, turun lagi Kebawah menyusul tamu undangan di bawah yang sudah mulai ramai, dan tukang rias yang menunggu Nia keluar dari kamar mandi.
Nia keluar dari kamar mandi ya dan terkejut melihat ada orang di kamar ya.
"Aaa kalian ngapain di kamar saya?" tanya Nia sambil menutup dada ya, karena dia keluar menggunakan handuk.
"Kami yang akan merias kamu non, segera lah berpakaian karena waktu terus berjalan," ucap salah satu perias itu.
Nia pun baru ingat karena memesan tukang rias dan dia segera memasang baju ya, dan duduk di depan kaya.
Tukang rias pun mulai bereaksi dan menyulap wajah Nia bagaikan bidadari.
Sementara di kamar Richo dia telah selesai di dandan oleh perias laki-laki dan di iringi keluarga yah turun dari kamar menuju meja akad yang sudah di persiapkan dibawah dan juga penghulu yang sudah menunggu di bawah.
Terlihat sekali banyak sudah tamu yang mulai berdatangan.
Mata semua orang tertuju pada mempelai pria bagaikan pangeran.
Richo memakai setelan jas berwarna putih dan kemeja warna putih dasi warna merah dan rambut yang tersisir rapi.
Dia duduk di depan penghulu,
"Mempelai wanita ya mana?" tanya penghulu itu.
Dan semua pandangan mereka mengarah lantai atas, dan disana sudah ada mempelai wanitanya sedang di dampingi oleh adik dan juga keluarga ya yang lain.
Mata para tamu tidak terkecuali Richo tidak teralihkan dari pemandangan indah itu.
"Ya Allah cantik sekali, ternyata dia lebih cantik dari bidadari," batin Richo sambil tersenyum.
Setelah sampai di bawah, Nia langsung di sambut oleh calon mertua yah itu dan mengantarkan Nia duduk di samping Richo.
Nia melihat Richo yang memandang ya tak berkedip, dan saat Nia melirik ya, seketika pandangan Richo langsung di alihkan dari Nia.
"Pak Richo sangat tampan bagaikan oppa-oppa ganteng yang sering aku liat di Drakor ku," batin Nia sambil berjalan menuju Richo.
Dan duduk di samping Richo
"Bagaimana sudah siap?" tanya penghulu.
"sudah pak, lanjutkan saja," jawab Richo.
semua yang ada disana tersenyum dan fokus pada sepasang kekasih yang akan menikah itu.
Ada juga yang mengambil gambar dan juga ada yang video in acara pernikahan itu.
Sementara di tempat lain, Clara sedang menuju bandara karena, tadi pagi saat dia akan berangkat menuju pernikahan Richo, dia dapat telepon dari asisten rumah tangga ya bahwa adik satu-satunya sedang sakit, dan dia langsung bergegas menuju bandara dan langsung memesan tiket.
"Sekarang kamu berhasil menikah Richo, tapi suatu saat nanti kamu akan jatuh ke pelukan ku," batin Clara setelah di atas pesawat.
Karena Clara juga tipe orang penyayang pada adik ya.
maka dari situ lah dia lebih mengutamakan adik yah dari pada urusan pribadi ya.
...----------------...
Saya terima nikah yah Nia binti ..... Dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai.
"bagaimana mana para saksi? SAH.
SAH. jawab dari para saksi bersamaan.
Dan Penghulu membaca kan doa setelah selesai berdoa sang pengantin bertukar cincin.
Richo terlebih dulu memasang cincin di jari manis Nia dan selanjutnya Nia.
Nia langsung menyalim tangan dan mencium tangan Richo, Hati ya saat ini tidak bisa di jelaskan karena campur aduk antara senang dan juga sedih.
Sementara di hati Richo dia sangat senang seakan pernikahan yah nyata karena unsur cinta, dan sambil mencium kening Nia dengan lembut.
"Aku harap kamu juga bahagia hari ini," batin Richo pada Nia.
Acara pun berjalan dengan lancar, Richo dan Nia berdiri dan menyambut kedatangan tamu.
sudah hampir jam 4 sore namun tamu masih saja berdatangan.
Kaki Nia sudah mulai pegal dan juga sudah nyeri karena sepatu yang dia gunakan sangat menyiksa ya dan sangat tidak biasa, dia memijit-mijit sesekali kaki yah yang terasa nyeri.
Richo memerhatikan Nia.
"Kamu sedang apa?" tanya Richo.
"Kaki saya sangat nyeri pak," ucap yah pelan agar tidak terdengar oleh orang lain.
"Hmm baru saja begini sudah banyak mengeluh, sebentar lagi acara ini akan selesai jadi tahan lah dulu," ucap Richo cuek.
"Hmm percuma saja bilang sama dia," batin Nia
Richo memang sangat tidak suka kepada orang yang suka mengeluh maka dari situ lah dia tidak merespon Nia.
Tepat jam 08:00 acara sudah selesai dan hanya tinggal keluarga besar mereka saja yang ada di sana sambil bercerita seru.
...----------------...
Assalamualaikum teman-teman
baca terus yah
tinggalkan juga like,Vote,dan rate yah
terimakasih 🙏