Kobalt Ostman pria paruh baya yang rela menjual tiga putrinya kepada rekan binis demi perusahaan miliknya yang hampir bangkrut.
Amanda Ostman wanita berusia 24 tahun terpaksa menemui seorang kakek yang telah membelinya demi perusahaan ayahnya yang diambang kehancuran.
Arthur Smith pria berusia 28 tahun pewaris tunggal perusahaan Smith Company dipaksa menikah terlebih dahulu sebelum dia mengambil alih semua aset berharga kakeknya Tony Roberto Smith.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
Naomi sedang memeriksa Tony yang masih tertidur dengan damai seperti orang yang mati suri
"Awalnya saya pikir itu hanya efek obat yang anda berikan dan saya membiarkan nya beberapa jam tapi ini sudah hampir 8 jam Tuan tertidur" Buddy merasa risau dan tubuh nya sama sekali tidak bisa tenang
Naomi melepaskan stetoskop dari kuping nya dan menatap serius Buddy
"Bisa kita bicara Tuan Buddy" Naomi beranjak dan berjalan kearah sofa di sudut kamar Tony, Buddy yang melihat itu dengan cepat mendekati Naomi
"Bagaimana keadaan Tuan Tony dokter?" Tanya Buddy tidak sabaran
Naomi tampak berpikir dan menghembuskan berat nafas nya
"Sepertinya Tuan Tony mengalami Dystonia"
"Dystonia? "
"Penyakit ini masih belum diketahui dengan jelas, tapi kondisi ini dapat terjadi karena adanya perubahan komunikasi antara sel saraf dan sel otak"
"Tapi bagaimana ini bisa terjadi? Tuan Tony selama ini tidak pernah ada masalah dengan sel sarafnya"
"Penyakit Dystonia bisa terjadi karena efek dari Stroke dan Tuan Tony sudah beberapa kali mengalami Stroke akibat darah tinggi nya jadi ini mungkin saja terjadi"
Sebenarnya penyakit Dystonia bisa juga terjadi karena reaksi obat-obatan tertentu, tapi Naomi tidak menjelaskan nya karena jika dia mengatakannya dia bisa saja dicurigai Buddy karena dia sering memberikan Tony bermacam-macam obat ditambah cairan obat yang dia suntikan terakhir kali
"Ini terjadi secara tiba-tiba, apa penyakit ini bisa disembuhkan? "
"Sampai sekarang belum ada obat yang bisa mengobati penderita Dystonia, penyakit ini sangat jarang terjadi apalagi pada pria, jumlah pengindapnya hanya 1% dari populasi dunia tapi mungkin penyakit ini bisa sembuh melalui operasi tapi ini sangat beresiko"
Buddy terdiam dan menatap Tuan yang telah dia layani hampir 20 tahun tersebut
"Jika penyakit Tuan Tony tidak kunjung sembuh, ini akan sangat menguntungkan bagi Johan"
Sedangkan Naomi tersenyum kecil ketika Buddy tidak memerhatikan nya, dia merasa sangat puas dengan hasil kerjanya
"Aku melakukan nya dengan sangat bagus, bahkan jika dokter lain yang memeriksa nya, aku tidak dapat disalahkan karena semua faktor memang ada pada pria tua tersebut, hanya saja aku yang membuat faktor yang ada menjadi kenyataan"
Naomi tertawa didalam hati dan kembali memasang wajah sedih saat Buddy menatap nya.
"Saya akan mengabari Tuan Arthur agar dia memutuskan apa Tuan Tony harus melakukan operasi atau tidak"
Buddy berdiri dan pergi dari sana untuk memberitahu Arthur tentang kondisi Tony.
**
Arthur sedang menatap Amanda yang tersenyum malu-malu pada nya, pria itu tidak bisa menunggu lebih lama dan langsung mendorong istri nya hingga mereka berdua terjatuh di atas ranjang
Mereka saling tatap dalam kesunyian tapi mereka dapat mendengar detak jantung mereka masing-masing
Arthur tidak merasa puas hanya dengan bertatapan, dia mulai mendekatkan wajah nya dan mencium lembut bibir istri nya
Amanda mencoba untuk membalas dan mengecup pelan bibir Arthur yang sexy, Arthur merasa senang Amanda membalas ciuman nya
Dia mencium semakin dalam dan mendesak lidahnya untuk masuk kedalam mulut Amanda, sedangkan Amanda dengan senang hati menerima nya
Amanda merasa terbang ke angkasa hanya dengan belaian didalam rongga mulut nya
Itu terasa sangat manis yang membuat Amanda terlena, dia memeluk pinggang Arthur dan mencengkram nya dengan erat ketika Arthur mengecup keras bibir nya
Arthur bahkan seperti kehilangan akal saat dia mencium Amanda, dia bahkan lupa kalau mereka harus mengambil nafas
Dia melepaskan bibir nya tapi bibir mereka masih bersentuhan, dia menatap Amanda yang sudah terpancing di bawah nya terlihat dari wajah merah Amanda yang mengharap lebih dari sebuah ciuman liar
Arthur tersenyum dan berbicara hingga bibir mereka bergesekan karena sangat dekat
"Aku bahkan sudah tidak sabar lagi"
Arthur melepaskan gaun tidur Amanda dengan mudah dan dia langsung dapat menatap pemandangan yang indah dibawah
Amanda merasa malu dan memalingkan wajah nya, Arthur yang melihat itu tersenyum lucu dan mulai mengecup leher jenjang istrinya hingga meninggalkan Tanda-tanda disana
Amanda bergeliat tidak nyaman, dia hanya bisa mengigit bibir nya agar tidak mengeluarkan suasana desahan yang memalukan
Arthur membawa tangan Amanda yang menggenggam sprai untuk memeluk pinggang nya yang tidak terbalut atasan
Tangan Amanda merasa bergetar ketika Arthur menurun ciuman ke dada nya, mata Arthur seperti orang yang kelaparan melihat pemandangan yang membuat bagian bawah berdenyut
Dia menurunkan bra hitam yang dipakai Amanda dengan tidak sabaran dan mencium di sana dengan rakus, Amanda hanya bisa pasrah dan mencengkram lebih erat punggung suaminya hingga bekas kuku nya terlihat disana
Arthur sama sekali tidak merasa sakit dan kembali mencium lebih liar lagi, dia turun dan mengecup pinggang hingga perut rata Amanda hingga dia puas
Dia berhenti dan berbisik pelan didepan perut Amanda yang memerah bekas kecupan basahnya
"Segera lah tumbuh dan menjadi anak yang lucu"
Arthur mencium dengan lembut dan lama sebelum dia berjongkok didepan daerah yang paling sensitif bagi seorang wanita
Amanda yang merasakan itu dengan cepat menyentuh pundak suaminya, dia menggeleng agar Arthur tidak melakukan nya tapi pria itu malah tersenyum dan menurunkan underwear wanita tersebut
Amanda hanya bisa menutup mata dan mulai merasa sesuatu yang membuat darah nya mengalir lebih cepat ketika Arthur dengan tanpa rasa malu mencium nya dibawah sana
Setelah puas Arthur berdiri dan melepas celana pendek beserta underwear yang dia kenakan hingga mereka sama-sama polos sekarang
Amanda meneguk dengan susah salivanya ketika melihat bagian bawah pria tersebut yang sudah siap bertempur
Arthur bergerak cepat dan mengangkat tubuh istrinya agar lebih ke tengah kasur, dia tersenyum seperti pria yang jahat dan mengecup seluruh wajah Amanda, menjilat kulit istrinya seperti ice cream yang membuat Amanda seperti wanita yang sangat dicintai
Arthur sudah memposisikan dirinya dan memulai memasukkan milik nya, Amanda menarik nafas nya dengan banyak saat tubuh pria hampir memasuki dirinya
"Akhh.. " Amanda sedikit melenguh ketika tubuh mereka benar-benar menyatu, Arthur menatap wajah Amanda yang masih merasakan kesakitan meskipun mereka sudah beberapa kali melakukannya
Dia mengusap lembut pipi Amanda agar wanita itu lebih tenang, setelah Amanda terlihat lebih tenang dia mulai menggerakkan tubuh nya dan Amanda memeluk Arthur dengan erat saat merasa kesakitan tersebut dan tak berapa lama kesakitan berganti menjadi sesuatu yang nikmat bagi mereka berdua
Arthur semakin bergerak cepat hingga Amanda tidak bisa menahan diri untuk tidak mendesah, dia terlena dan mengeluarkan suara yang menjijikkan bagi diri nya sendiri tapi dia sama sekali tidak bisa menahan nya
Arthur juga bergerak seperti orang gila, dia selalu merasa tidak puas dan membuat Amanda merasa sedikit kesulitan untuk mengimbanginya.
Arthur mencium dada Amanda dan tangannya membelai di mana-mana hingga Amanda merasa sangat terbuai, desahan Amanda seperti lagu yang merdu bagi Arthur hingga dia semakin liar dan membuat istrinya tersebut merasa ingin mati saja rasanya
"Art... Thur.. Akhh"
"Iya sayang panggil namaku"
"Arthur.. "
"Aku mencintaimu Amanda" Bisik Arthur dan bergerak lebih cepat
"Aku juga mencintaimu! " Teriak Amanda ketika mereka berdua berada dipuncak kenikmatan.
Arthur terjatuh di atas tubuh Amanda dan mengecup bahu istrinya yang bergetar karena kegiatan mereka, dia dapat merasakan dada Amanda yang berdetak cepat begitu juga dirinya
Dia mengangkat wajah nya dan menatap Amanda yang juga menatap nya
"Aku akan mulai ronde kedua" Amanda tersenyum malu dan mengangguk, Arthur juga tersenyum dan mencium istrinya.
**
Besok up lagi ya kak❤😘😘
Ditunggu 🥰🥰
Arthur kan tau Amanda dijual ayah nya tpi knpa dia baik sama ayah Amanda
.