Rindu itu sebuah anugerah, nurani setiap hamba.
Bagaimana dengan sosok mereka yang selalu ada, menjadi pendorong dan penyemangat hidupmu.
Dimana di saat kamu berjuang untuk hidup demi mereka. Tiba tiba sebagian penyemangatmu hilang, bagaikan burung patah sebelah sayap.
Ketika seorang hadir, berusaha menopang sebelah sayap yang telah patah, namun hatimu terkunci.
Kehadiran mereka selama ini membuatmu lupa bagaimana cara membuka hati, untuk mereka yang bersedia melangkah beriringan denganmu.
Karena, rindu itu masih kuat. Rasa itu masih sama.
Yevn,
Bergelud dengan hati,
Berdiri bersma ombak untuk melabuhkan rindu ,,
Hingga hadirlah Ombak Rindu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yevn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ayah, plissss.....
→→ »»Hai hai hai ...... para kesayangan....😍😍😘
Makasih banyak dah mampir..... 🤗🤗
Jangan lupa like, fav, rate lima bintang ★★★★★ ya, jangan kurang 🙏🙏 tinggalin jejak di komentar biar aku tau 😘 Vote juga bagi yang berkenan. Makaciiih... 😘😘😍😍
## ......] ←←←←♡♡📝📝📝📝📝
Tapi dia pernah menghubungiku via telfon. Dia ingin berubah, dan katanya dia akan berubah dan dia butuh aku untuk berubah.
Aku menganggapnya hanya sebagai kakak laki laki dari temanku. Iya, adik perempuannya teman sekolahku. Adik bungsunya adalah salah satu siswaku saat aku menjadi seorang guru.
Selain Junaidi, lamaran juga di layangkan padaku. Siapa lagi??
Ada apa dengan mereka semua....?
Tidak mudah untuk membuka hatiku, menerima laki laki asing untuk mengisi hati ini.
Apalagi aku yang sangat antusias dengan pekerjaan.
Hanya sekali, sekali ku buka hati ini dengan ikhlas. Setelah memohon petunjuk pada Sang Rabb untuk membuat pilihan.
Namun, kini cinta ku suci di jaga sang Rabb. Allah lebih menyayangi nya. Aku ikhlas. Sekalipun berat, aku akan coba ikhlas.
Saat ini, tak mudah bagiku untuk menerima siapapun. Aku akan fokus dengan pekerjaanku.
Aku sibukkan hari hari ku dengan bekerja. Setiap tawaran kerja di waktu luang pun ku terima.
Setidaknya, dengan cara menyibukkan diri ini, selain sebagai masukan tambahan untukku, aku berharap kesedihanku berkurang. Aku mengalih perhatianku dari luka ku saat ini.
****
"Yevn, kamu pasti akan sibuk di sana. Kerja dan kuliah mu juga. Ayah mu memintamu utk cattering aja. Jadi kamu bisa makan tepat waktu." Ucap mamaku saat selesai makan malam.
Ayah dan abang Vhen sudah mengambil kegiatan masing masing entah di mana.
Aku dan ibu sedang membersihkan meja makan.
"Laaaahh,, gimana Yevn bisa mandiri mah, kalo apa apa masih di sediakan. Tujuan Yevn juga kan mau belajar mandiri."
Jawabku cemberut. Kekhawatiran orang tua ku berlebihan menurutku.
"Mamah setuju sama ayahmu. Menurut atau tidak sama sekali." Ancam ibuku.
Aku semakin kesal.
"Mah, Yevn pasti bisa, ayolah. Bilang sama ayah, Yevn mau mandiri mah. Yevn ga suka kalo kebutuhan Yevn di sediakan sama orang lain."
Aku terus mencoba membujuk ibu.
"Kalo gitu ga usah pergi aja. Tinggal di sini sama mamah."
Ibuku masih terus dengan pendiriannya.
"hmm.. ayah...."
Aku memanggil ayah.
Karena ibuku tidak bisa aku taklukkan, maka saatnya aku membujuk ayah.
Ayah sedang menonton bersama bang Vhen. Aku langsung menghampiri ayah dan duduk di sampingnya.
"Ayah, Yevn ga suka."
Ucapku berterus terang. Ayah dan bang Vhen yang tidak mengerti dengan ucapan ku yang tiba tiba hanya saling tatap.
"Ga suka apa?" Tanya ayah.
"Besok Yevn dah pindah, Yevn ga mau kebutuhan Yevn di sediain sama orang lain.
Mama bilang ayah nyari cattering buat Yevn."
Aku terus mengoceh seperti bocah.
"Nak, kamu itu makan ga boleh telat. Sementara kamu kerja, kuliah juga. Ayah ga jamin kamu bisa cukup membagi waktu."
Ucap ayahku.
Abang Vhen mengangguk menyetujui ucapan ayah.
"Bisa yah, bisa. Yevn kan mau belajar mandiri yah. Yevn ingin belajar, mencoba memanage waktu Yevn. Pliiiiisssss,,,"
Aku terus membujuk ayah. Aku menatap ke arah abang Vhen, berharap pembelaan dan dukungam dari nya.
Abang Vhen hanya tersenyum geli melihatku.
"Gini aja yah, kasi Yevn kesempatan untuk membuktikan kalo Yevn bisa melakukan semuanya.ya, ya, ya ya...."
Aku terus mencoba meluluhkan hati ayah..
Ku pasang wajah manis ku semanis mungkin. Senyum selebar mungkin 😅😅.
Ayah, lihatlah anakmu yang manis ini..😅
Kasihanilah .... 😅😂😂
"Hmmm......
.
.
.
.
.
.
.
Makasih yang sudah mampir di coretan Yevn.
Sungguh masih banyak kesalahan dalam penulisan ini. 🙏🙏
Disini Yevn hanya berbagi sedikit kisah pribadi Yevn. Ada komentar yang Yevn baca kalo ini lebih seperti membaca diary, betul sekali. 👍✌
Buat yang dah mampir dan sudah komen, follow Yevn. Nantikan 'surat cinta Yevn' di pc kalian ya. Gift misterinya. 😄😄
boleh juga dong mampir di karya aku judulnya ustadz impian makasih☺
Akupun suka membaca Yevn, dengan membaca akan menambah wawasan dan pengetahuan ☺️😘
semangat² terus berkaryaaa💚💚
semangat berkarya kaka
Walaupun hadiahnya keabisan 😁
jaga kesehatan,aku nitip keponakan sama ipar jangan di marahin terus ya🤦kasian kutub🤣🤣🤣