NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:479
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Jejak Sang Ular

​Permukaan aula utama kini dipenuhi dengan jasad para pembunuh bayaran yang masih mengeluarkan asap tipis akibat uap panas. Jacob berdiri dengan tenang sambil menyarungkan pedangnya, sementara matanya tetap bersinar biru tipis karena sistem masih memantau sisa-sisa ancaman di balik pilar.

​Ferdinand masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang terburu-buru, wajahnya terlihat pucat pasi saat melihat pemandangan pembantaian di depannya. Beliau menatap putra keduanya itu seolah sedang melihat orang asing yang baru saja turun dari langit.

​"Apa yang sebenarnya kau lakukan, Jacob? Mengapa kau membantai mereka semua di sini tanpa memanggil pengawal istana?" tanya Ferdinand dengan suara yang bergetar hebat.

​Jacob menoleh perlahan dan memberikan hormat singkat kepada ayahnya, namun tatapan matanya tetap terasa sangat dingin dan menusuk.

​"Mereka adalah sisa-sisa pengikut Barnaby yang ingin membalas dendam, Ayah. Jika aku menunggu pengawal, mungkin salah satu dari mereka sudah berhasil mendekati kamar Ayah atau paviliun medis tempat Kak George berada," jawab Jacob dengan nada bicara yang penuh wibawa.

​{Sistem, lakukan pemindaian pada mayat pemimpin mereka. Pastikan tidak ada pesan rahasia yang tertinggal di balik pakaiannya.}

​[Analisa Panca Indra: Terdeteksi sebuah kantong kulit kecil yang dijahit di dalam kerah baju target. Berat benda tersebut menunjukkan adanya logam padat di dalamnya.]

​||||||||||||||

​Derap kaki Jacob mendekat ke arah jasad pemimpin pembunuh bayaran tadi. Dia membungkuk dan merobek kerah baju hitam itu dengan sekali sentakan kuat, menarik sebuah koin perak yang memiliki ukiran kepala naga hitam yang sangat aneh.

​"Tataplah ini, Ayah. Koin ini adalah tanda pengenal bagi mereka yang bekerja langsung untuk keluarga inti kerajaan Scolar," ucap Jacob sambil melemparkan koin tersebut ke arah meja di depan Ferdinand.

​Ferdinand menyambar koin itu dan mengamatinya dengan mata yang membelalak karena terkejut. Beliau tahu benar bahwa naga hitam adalah simbol pribadi milik Pangeran Bernard dari Scolar, pria yang dikenal paling licik di benua ini.

​"Berarti Barnaby bukan hanya sekadar mata-mata biasa. Dia adalah pion utama Bernard untuk menghancurkan Helios dari dalam pondasi kita sendiri," gumam Ferdinand dengan kepalan tangan yang sangat kuat.

​"Benar, Ayah. Dan sekarang aku butuh izin Ayah untuk menggeledah seluruh kediaman Barnaby tanpa terkecuali," tegas Jacob dengan nada suara yang tidak menerima penolakan.

​{Aku yakin ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar koin ini. Barnaby terlalu teliti untuk hanya meninggalkan satu petunjuk saja sebelum dia tertangkap di benteng kemarin.}

​||||||||||||||

​Natali muncul dari balik bayangan koridor dengan gerakan yang sangat halus, seolah dia adalah bagian dari kegelapan itu sendiri. Dia segera memberikan kode rahasia melalui gerakan tangan yang hanya dimengerti oleh Jacob sebagai tanda bahwa area luar sudah sepenuhnya aman.

​"Bawa aku ke ruang kerja Barnaby sekarang juga, Natali. Kita tidak punya banyak waktu sebelum fajar benar-benar menyingsing," perintah Jacob sambil mulai melangkah keluar dari aula yang berbau logam panas tersebut.

​"Sesuai perintahmu, Tuanku. Saya sudah mengamankan kunci rahasia yang dia sembunyikan di dalam kotak perhiasan istrinya," jawab Natali dengan senyum kecil yang sangat mematikan.

​Mereka berdua berjalan menyusuri lorong panjang istana yang kini terasa sangat sunyi karena Jacob telah memerintahkan pembersihan seluruh penjaga yang dicurigai sebagai pengkhianat. Jacob merasakan otot-ototnya sedikit menegang saat sistem mulai memberikan peringatan tentang adanya perangkat mekanis di pintu ruang kerja Barnaby.

​[Peringatan: Pintu di depan pengguna memiliki jebakan jarum beracun yang dipicu oleh tekanan kunci yang salah. Pengguna disarankan untuk memutar kunci ke arah kiri dua kali sebelum mendorongnya.]

​"Tunggu, Natali. Biarkan aku yang membuka pintu ini jika kau masih ingin melihat matahari besok pagi," ucap Jacob sambil mengambil alih kunci dari tangan Natali.

​{Sistem benar-benar berguna dalam situasi seperti ini. Tanpa sarannya, tanganku pasti sudah lumpuh terkena racun itu.}

​||||||||||||||

​Pintu kayu ek itu terbuka dengan suara derit yang sangat halus, menampakkan sebuah ruangan yang dipenuhi oleh ribuan dokumen dan buku-buku tua yang tertata sangat rapi. Jacob segera melangkah masuk dan mulai mengamati setiap sudut ruangan menggunakan bantuan analisa panca indra sistemnya.

​[Analisa Panca Indra: Terdeteksi adanya aliran udara dingin dari balik lemari buku di sudut kanan. Ada mekanisme lantai yang bergeser jika ditekan dengan beban tertentu.]

​"Natali, geser patung singa di sebelah kananmu itu. Ada ruangan rahasia di balik rak buku ini yang tidak tercantum dalam denah istana," perintah Jacob dengan nada yang sangat yakin.

​Natali segera melakukan apa yang diperintahkan, dan sebuah suara dentuman batu yang bergeser terdengar sangat nyaring di dalam ruangan yang sunyi tersebut. Sebuah lubang gelap muncul di balik rak buku, memancarkan aura yang sangat dingin dan membuat bulu kuduk Natali sedikit berdiri.

​"Apakah ini tempat dia menyimpan semua rencana pengkhianatannya, Tuanku?" tanya Natali dengan tatapan mata yang penuh rasa ingin tahu.

​"Kita akan segera mengetahuinya sendiri. Ikuti aku dan jangan menyentuh apa pun tanpa perintahku," jawab Jacob sambil mulai menuruni tangga gelap tersebut.

​Jacob merasakan debaran jantungnya meningkat saat dia melihat sebuah meja kecil di tengah ruangan rahasia itu, di atasnya terdapat sebuah peta besar kerajaan Helios yang dipenuhi dengan tanda silang merah pada titik-titik pertahanan utama.

​{Tunggu, tanda silang ini bukan hanya di perbatasan. Ini adalah titik koordinat untuk peledakan gudang amunisi kita di ibu kota!}

​||||||||||||||

​Suara langkah kaki yang sangat pelan tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk rak buku tadi, membuat Jacob langsung menarik pedangnya dengan sangat cepat. Dia melihat sesosok pria berjubah abu-abu berdiri di sana dengan busur silang yang sudah siap ditembakkan ke arah kepala Jacob.

​"Pangeran Jacob, kau seharusnya tidak pernah masuk ke ruangan ini jika ingin berumur panjang," ucap pria itu dengan suara yang sangat parau.

​"Siapa kau? Dan mengapa kau bisa masuk ke sini melewati penjagaanku?" tanya Jacob dengan nada suara yang penuh tekanan.

​Pria itu hanya tersenyum sinis dan jarinya mulai menarik pelatuk busur silang tersebut tanpa ragu sedikit pun. Jacob merasakan sistem langsung mengambil alih kendali saraf ototnya dalam hitungan milidetik untuk melakukan gerakan menghindar yang mustahil.

​[Mode Auto Pilot: Refleks Kilat Diaktifkan.]

​Tubuh Jacob melenting ke samping saat anak panah itu melesat hanya beberapa milimeter dari telinganya, menancap kuat pada dinding kayu di belakangnya. Tanpa menunggu serangan kedua, Jacob melesat maju dan menebas busur silang tersebut hingga terbelah menjadi dua bagian.

​"Katakan padaku siapa yang mengirimmu, atau aku akan memastikan kau memohon kematian malam ini juga!" gertak Jacob sambil menempelkan ujung pedangnya ke leher pria tersebut.

​Pria itu mendadak menggigit sesuatu di dalam mulutnya dan tubuhnya langsung kejang-kejang hebat sebelum akhirnya tewas di tempat dengan mulut berbusa hitam. Jacob mendengus kesal karena menyadari bahwa pengikut Barnaby lebih memilih bunuh diri daripada memberikan informasi tambahan.

​"Sial! Mereka semua memiliki kapsul racun di dalam giginya!" teriak Jacob sambil menendang jasad pria itu dengan penuh emosi.

​"Tuanku, lihatlah peta ini lagi. Ada satu tanda silang yang belum kita perhatikan di bagian bawah paviliun medis," bisik Natali dengan wajah yang sangat pucat.

​Jacob segera menatap titik yang ditunjuk Natali dan jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat karena menyadari arti dari tanda tersebut.

​{Itu adalah lokasi tepat di bawah ranjang Kak George!}

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!