NovelToon NovelToon
Black Swan

Black Swan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:279.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: chalista saqila

Aciel Lutherford datang ke panti asuhan itu dengan segala janji palsu yang ia berikan kepada si lugu Eden yang kala itu tidak tahu apa-apa. Pria itu mengadopsi Eden tanpa alasan yang jelas dan membiarkan Eden hidup tanpa status yang jelas di rumahnya hingga enam tahun lamanya. Setelah enam tahun berlalu, Eden perlahan-lahan mulai berubah menjadi sosok wanita dewasa yang mengagumkan. Usianya yang mulai menginjak dua puluh tahun membuat Aciel yang sebelumnya tidak pernah memperhatikan wanita itu, mulai berbalik untuk mengintai wanita itu dari kejauhan. Hingga suatu hari sebuah peristiwa buruk mengubah segalanya. Wanita polos itu tidak lagi menjadi sesosok angsa putih yang lembut, melainkan telah berubah menjadi sesosok angsa hitam yang selalu memancarkan luka dan lara di kedua mata bulatnya. Dan kini ia pun mulai memiliki ambisi untuk menghancurkan pria bermata coklat itu, pria yang telah membawanya pada penderitaan yang tak bertepi, Aciel Lutherford!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chalista saqila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

The Truth Untold (Twenty Seven)

Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang Aciel Lutherford selain sebuah pengkhianatan. Wanita yang pada akhirnya berhasil membuat hatinya sadar mengenai apa itu cinta, justru mengecewakannya dengan sangat dalam hingga ia berakhir menjadi pria kacau yang sangat menyedihkan seperti ini.

            Satu bulan bukanlah waktu yang singkat bagi Aciel untuk melupakan semuanya. Melupakan sikap liar Eden, sikap manja Eden saat merajuk, dan sikap menyebalkan Eden saat mulai membela para hamanya. Rasanya baru kemarin ia melihat gadis polos itu berdiri di depan pintu panti asuhan dengan wajah polos yang tampak malu-malu, namun sekarang wanita itu telah pergi. Pergi bersama seluruh jiwanya yang terlanjur mendambakan setiap sentuhan yang Eden berikan hingga tidak ada wanita manapun yang bisa menggantikannya.

            “Kau telah meratapi kepergiannya selama satu bulan ini Ace. Kembalilah menjadi Aciel yang angkuh seperti

biasanya, kau tampak menyedihkan.” Sian yang selalu menemani hari-hari Aciel yang suram tampak frustrasi dengan semua perubahan perilaku Aciel yang menjadi tak biasa. Dan semua itu karena Eden. Eden yang telah mengubah seorang Aciel yang kaku, menjadi seorang Aciel yang lembek. Dan Eden jugalah yang membuat Aciel pada akhirnya mengenal sebuah perasaan yang dinamakan dengan cinta.

            “Kupikir keberadaanya selama ini hanya seperti hembusan angin yang tidak akan memberikan efek apapun padaku saat ia tidak ada. Ternyata dia benar-benar membuatku merasa gerah  dan tidak bisa bernapas seperti ini. Ck, wanita sialan.”

            “Ini adalah karma untukmu karena kau telah menyia-nyiakan keberadaannya selama ini.”

            “Kupikir ia tidak akan bertindak sejauh itu. Bukankah ia sangat mencintaiku? Kenapa ia justru menjadi jalang untuk pria lain?”

            “Ck, berhentilah menyalahkan semua hal pada Eden. Kau juga salah Ace! Eden tidak akan menjadi seperti itu jika kau tidak memulainya.” Dengus Sian gemas. Ia bosan mendengar Aciel terus menjelek-jelekan Eden di depannya, seolah-olah hanya Eden yang memiliki kesalahan dalam hal ini. Padahal kenyataanya kesalaha terbesar dalam masalah ini justru dilakukan oleh Aciel. Ia yang membuat semua kepolosan Eden hilang, digantikan dengan semua kelicikan yang pada akhirnya justru membuat Aciel menjadi hancur.

            “Aku bodoh karena terlalu banyak berharap pada bayi itu. Kau tahu, perlahan-lahan aku mulai menginginkannya.”

            “Tentu saja aku tahu. Kau yang sebelumnya tidak pernah peduli pada kehamilan Eden, perlahan-lahan mulai berubah menjadi pria yang sedikit lembut. Meskipun terkadang kau masih bersikap kasar pada Eden, tapi semua itu tidak lagi seperti dulu, saat Eden belum megandung bayi itu. Aku sejujurnya sangat menyayangkan hal ini, tapi Eden juga berhak bahagia dengan pria pilihannya sendiri. Dan pada akhirnya Eden ternyata tidak hidup dengan ayah dari bayi yang sedang dikandungnya, ia lebih memilih Zyan yang selama ini selalu ada untuknya dan membantunya disaat ia membutuhkan bantuan. Kemarin aku mendengar kabar jika Eden baru saja menikah bersama Zyan.”

            Aciel tampak diam sambil memandang nanar kamar kosong milik Eden yang belum sedikitpun berubah. Semua barang-barang milik wanita itu masih tersusun rapi di tempatnya masing-masing dengan aroma khas Eden yang tak akan pernah bisa ia lupakan sedikitpun.

            “Pergilah, tinggalkan aku sendiri Sian.”

            Sian melangkah gontai menjauh dari kamar Eden sambil menutup pintu kayu itu rapat-rapat. Pada akhirnya yang menjadi sebuah kelemahan untuk Aciel adalah Eden Morel. Dan akhirnya hanya Edenlah yang berhasil membuat pria itu benar-benar terpuruk hingga ia tak mampu lagi berdiri tegak untuk bangkit. Ini semua memang takdir yang telah digariskan oleh Tuhan untuk Aciel, untuk membalas semua sikap angkuh pria itu dan untuk membuat Aciel sadar jika semua hal tidak bisa ia genggam bersama-sama di dalam tangannya.

-00-

Flashback

“Katakan, apa saja yang selama ini kau ketahui tentang Aciel?”

            “Cukup banyak nyonya karena saya telah bekerja di perusahaan milik tuan Aciel sejak lima belas tahun yang lalu.”

           “Kalau begitu kau harus membantuku.”

            Eden mengeluarkan sebuah amplop coklat tebal dari dalam tas jinjingnya sambil menyeringai licik kearah pria paruh baya yang tampak terkejut di depannya.

            “Mulai sekarang kau harus bekerja untukku. Laporkan semua kegiatan Aciel selama di kantor, dan kau akan mendaptkan bayaran yang setimpal untuk seluruh informasi itu. Oh, dan cari tahu juga mengenai Render karena kurasa pria itu akan sangat berguna untuk menghancurkan Aciel.”

            Pria itu mengangguk patuh dan segera pergi dari taman perusahaan yang tampak sepi. Kali ini Eden benar-benar tak tanggung-tanggung dalam menjalankan rencananya. Ia bahkan telah memikirkan semuanya dengan sempurna setelah ia mendapatkan secuil informasi dari Zyan dan

juga Sian yang bodoh itu.

            “Zy!”

            Eden melambaikan tangannya pelan pada Zyan yang baru saja hendak masuk kedalam loby. Pria berjas hitam itu langsung menghampiri Eden dengan wajah bahagia yang tercetak jelas di wajahnya. Sedangkan Eden, ia adalah wanita yang terlalu pintar untuk menyembunyikan perasaanya. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana perasaanya yang sesungguhnya karena dimata semua kekasihnya, Eden selalu terlihat mencintai mereka.

            “Apa yang kau lakukan di sini?”

            “Mencarimu.” Bohong Eden santai. Dulu mungkin untuk membuat satu kebohonganpun akan terasa sulit untuk Eden. Tapi sekarang, rasanya kebohongan-kebohongan itu adalah makanan sehari-harinya yang tak pernah terlewatkan sedikitpun.

            “Ini sudah waktunya makan siang, bagaimana jika kita pergi ke restoran milik ibuku. Aku akan mengenalkanmu pada ibuku.”

            Eden tampak ragu untuk mengiyakan ajakan Zyan. Ia takut akan mendapatkan sambutan negatif dari ibu Zyan, terlebih lagi saat ini perutnya sudah terlihat membuncit. Apa yang akan dipikirkan nyonya Angela jika melihat putranya datang bersama seorang wanita yang sedang hamil?

            “Kau tenang saja, ibuku adalah orang yang baik. Ia tidak akan memarahimu, atau bahkan mengusirmu dari restorannya.”

            “Apa kau yakin?”

            “Sangat yakin. Ibuku bukan wanita seperti yang kau pikirkan.”

            Eden tersenyum simpul menanggapi ucapan Zyan, dan akhirnya ia bersedia untuk pergi ke restoran milik orang tua Zyan. Dalam hati Eden merasa gugup dan juga takut karena ia mungkin akan membuat orang tua Zyan kecewa saat bertemu dengannya nanti.

-00-

Eden termenung sendiri, di dalam kamarnya yang remang-remang dan juga hening. Malam ini langit Vegas terlihat begitu indah, meskipun sedikit kelabu, tapi ia menyukai aura menenangkan yang dipancarkan oleh langit Vegas yang tampak kelabu. Di bawah sana ia mendengar suara ramai dua orang pria dan satu orang wanita yang sedang sibuk bercakap-cakap. Suara tawa Sian yang terdengar renyah dan suara melengking Jessica terdengar begitu mendominasi di tengah-tengah suasana sepi yang selalu terjadi di rumah Aciel. Mereka berdua sepertinya ingin menghibur Aciel. Pria itu memang beruntung karena memiliki segala hal yang sangat diinginkannya. Terkadang ia juga ingin Tranz dan Zyan bisa datang dengan bebas ke rumahnya saat ia sedang membutuhkan seorang teman seperti ini. Memangnya aku ini siapa?

            Eden tersenyum getir dengan pemikirannya sendiri sambil menyandarkan tubuh lelahnya pada pagar pembatas balkon. Hari ini ia cukup bahagia, meskipun hubungannya dengan Aciel belum sepenuhnya membaik karena kedua orang tua Zyan ternyata sangat antusias menyambut kedatangannya. Semua hal yang ia takutkan sejak pertama kali menginjakan kaki di restoran bergaya Italia klasik itu hilang begitu saja kala nyonya Angela memberikan sambutan yang begitu hangat padanya sambil merangkulnya masuk kedalam restoran. Dan Zyan agaknya telah menceritakan banyak hal pada ibunya mengenai dirinya, sehingga sang ibu tidak terlalu banyak mengusik kehidupan pribadinya yang sangat kelam.

            “Huh, beruntung sekali jika suatu saat aku bisa menjadi bagian dari keluarga Zyan.” Desah Eden pelan sambil menatap langit kelabu Vegas dengan wajah muram. Tiba-tiba ia merasakan kehadiran seseorang di depan pintu kamarnya. Dari bayangan yang terbias dari celah-celah pintu kamarnya, terlihat jika orang itu sedikit ragu untuk masuk ke dalam kamarnya. Namun akhirnya pria itu memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya sambil memberikan sapaan dengan nada kaku yang terdengar aneh.

            “Sian, lama tidak berjumpa.”

            “Saatnya makan malam Eden.”

            Eden mendesah pelan mendengar nada ajakan yang dilontarkan Sian. Ia tahu jika pria itu mendatangi kamarnya bukan hanya sekedar untuk mengajaknya makan malam, tapi pasti untuk membicarakan masalah sahabatnya, Aciel.

-00-

            Pagi ini Eden bertopang dagu di halaman belakang mansion Aciel sambil memikirkan berbagai macam informasi yang telah ia dapatkan dari informannya. Saat ini posisinya cukup terancam karena Jessica mulai ikut campur kedalam permainanya. Wanita itu berpotensi untuk menjadi perusak di dalam hubungannya dengan Aciel, Tony, maupun Zyan. Jadi sebelum semuanya berakhir menjadi kacau, ia harus segera menyingkirkan wanita pengganggu itu dari permainannya.

            “Ikuti kemanapun Jessica pergi, setelah itu laporkan padaku apa yang ia lakukan hari ini. Oh, jangan lupa untuk menyadap semua pembicaraannya dengan Aciel, karena itu sangat penting.”

            Eden mengakhiri panggilan kilatnya sambil menyeringai licik kearah air kolam renang yang beriak pelan. Jessica tidak akan pernah bisa menang darinya. Meskipun wanita itu juga termasuk wanita yang licik, namun sekarang ia jauh lebih licik. Bertahun-tahun hidup dengan dendam yang bersarang di hatinya membuat Eden berubah menjadi wanita super licik yang bersembunyi dibalik topeng kepolosannya.

        “Kim! Siapkan menu makan siang kesukaan Aciel, siang ini aku akan pergi ke kantornya dan mengantarkan makan siang untuknya.” teriak Eden keras pada tuan Kim yang langsung berlari tergopoh-gopoh kearah taman.

        “Ya nona, saya akan segera menyiapkannya.”

        Dengan gaya angkuh Eden berjalan melewati tuan Kim untuk naik ke kamarnya dan bersiap. Kita lihat, apakah siang ini Aciel akan terkejut saat melihatnya di kantor?

-00-

        “Nno nona Eden?”

        Melihat sebuah keanehan yang tercetak jelas di wajah sekretaris Aciel membuat Eden sadar jika sesuatu yang buruk pasti sedang terjadi pada Aciel. Lebih tepatnya sesuatu yang akan menjadi buruk jika ia mengetahuinya.

        “Kau terlihat sangat gugup, ada apa?” tanya Eden seramah mungkin. Tas jinjing yang berisi makana kesukaan Aciel ia letakan begitu saja di atas meja kerja sekretarisnya. Ia lalu melirik sekilas kearah ruangan Aciel yang tertutup rapat di depannya.

        Hmm... Aciel memang sangat pintar dalam mendesain ruangan. Tanpa kaca, dan tanpa celah kecil yang bisa digunakan untuk mengintip. Satu-satunya kaca hanyalah kaca besar yang langsung menghadap kearah jalan raya. Benar-benar pria licik yang pintar. Eden berseru kecil dalam hatinya sambil mengagumi desain ruangan Aciel yang terlihat sempurna untuk melakukan aksi tak bermoralnya. Yah... Aciel memang tidak pernah jauh-jauh dari kepuasan dan sex.

        “Tidak, bukan apa-apa nona. Apa nona ingin bertemu dengan tuan Lutherford?”

        “Ya, apa dia ada?”

        “Maaf, tuan Lutherford sedang menemui tamunya di dalam. Mungkin anda bisa menunggu sekitar tiga puluh menit lagi di sana.” tunjuk pria muda itu pada seperangkat sofa berwarna maroon yang disediakan di sudut ruangan. Melihat itu Eden hanya mengedikan bahunya pelan sambil berjalan santai kearah ruangan Aciel.

       “Tidak perlu, aku bukanlah orang yang sabar. Aku akan langsung menemuinya di dalam, dan menyeret wanita murahan itu keluar dari perusahaan ini. Oh, ambil saja makanan itu untukmu, Acie  mungkin sudah kenyang di dalam.” Tambah Eden sebelum melangkah masuk ke dalam ruangan Aciel. Seketika wajah asisten itu tampak pucat pasi sambil memandang nanar kearah pintu ruangan atasnnya yang baru saja dibuka paksa oleh Eden. Sebentar lagi pasti ia akan mendengar suara keributan dan suara teriakan khas wanita bar-bar yang sedang memperebutkan pria incarannya.

-00-

            Eden menggeram kesal saat mendapatkan laporan dari informannya jika Jessica mulai meracuni otak Aciel

agar berbalik membencinya. Wanita licik itu berkali-kali datang ke kantor Aciel dengan sandiwara bodoh seputar kehidupan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Cih, benar-benar murahan. Jessica sebenarnya merasa cemburu karena sekarang sebagian perhatian Aciel mulai teralih kepadanya.

            “Terus awasi pergerakan Jessica, jika perlu masukan racun dosis rendah kedalam minumannya agar ia tidak mengganggu rencanaku untuk sementara waktu. Jangan sampai ia membocorkan pada Aciel mengenai Tony dan status dari bayi ini karena itu belum saatnya.”

        “Baik nona. Nona tunggu sebentar...”

        “Ada apa?”

        Eden menatap layar ponselnya bingung sambil menunggu sang informan menyampaikan berita terbaru mengenai Jessica. Sepertinya pria itu saat ini sedang bersembunyi di sekitar semak-semak yang rimbun, karena beberapa kali ia mendengar suara berisik yang sangat mengganggu di seberang sana.

            “Nona Jessica berada di depan mansion, ia sepertinya ingin bertemu dengan tuan Aciel.”

            “Baiklah, aku akan segera bersiap. Jangan lupa untuk mengikuti perintahku, masukan racun dosis rendah kedalam minuman yang disediakan oleh salah satu pelayan di sini, dan aku akan berusaha mengalihkan perhatiannya.” Seringai Eden licik sambil melempar ponsel putihnya ke atas ranjang. Kali ini Jessica pasti akan berhenti menjadi pengganggu di kehidupannya karena cepat atau lambat wanita itu pasti tidak akan bisa melakukan apapun selain merintih kesakitan karena racun yang telah ia bubuhkan kedalam minumannya.

**            Aku sadar jika sampai kapanpun aku tidak akan pernah mendapatkan akhir yang bahagia. Seorang wanita licik sepertiku memang tidak pantas mendapatkan kebahagiaan. Meskipun sebenarnya berat meninggalkan pria yang kucintai\, tapi aku tidak memiliki pilihan lain selain meninggalkannya. Meninggalkannya bersama kenangan pahit yang tidak akan pernah ia lupakan selamanya....**

1
INdah🌹
151
Alimka Iksany
lanjut lagi nggak sih, kok nggak up lagi
ciprut
wouoowww....stlh 3thn akhirnya ada notiv dari nich cerita....kangen sm klrg Eden & aciel 🥰
Evitha Junaedy
aduuuh lama sekali kemana author?semoga sehat sll authornya
chalista saqila: Haaii... mau comeback sama cerita ini nih...
Semoga masih ttp suka sama cerita ini yaa...
Thanks untuk doanya
total 1 replies
Gita Dys
up lagi dong Thor😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
chalista saqila: OTW up =)
total 1 replies
Chatarina Shinta
ini udah tamat blom sih thir ?
chalista saqila: Haaii... ceritanya masih berlanjut yaa
Maaf lama g up, baru buka platform ini lagi... hehe
total 1 replies
Ruth Siti Fatimah
tidak ada kelanjutannya kah..??
dhanirizky25
ini tamat udah tamat iya..??kok lama gak up😣
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕💕
total 1 replies
Dira
suka cerita nya Thor
Evitha Junaedy
kemana ko ilang thor..
Emynee Griss
ceritanya keren thor, ini termasuk cerita pertama yg aku baca pas pertama instal NT😊

ah iya, dapat salam dari Mitsuki nih, jangan lupa mampir yaa

JUST THREE DAYS : MITSUKI
Enysa
tamat kah???
Ning-Nong25
setiap eden hamil pasti ada masalah besar yang membahayakan nyawanya...
sabar ya Ed...
penting babang Ace tetep sayang...
Gita Dys
udah tamat kah ini teh??😢
Evitha Junaedy
k gk up udh lama y...
dhanirizky25
kok belum up lagi Thor.???selalu setia menunggu☺️
Chatarina Shinta
kapan lg up nya thor
Evi Novianti
nyesek thor😭😭
Gita Dys
kok gak up lagi Thor???
mmtt
sudah tamatkah?????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!