NovelToon NovelToon
Titisan Raja

Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Spiritual / Ilmu Kanuragan
Popularitas:140.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Dzulhilmi

Seorang lelaki yang hampa dan memilih menjalani hidup jauh dari keluarga hanya untuk membuktikan keberadaannya di dunia ini .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dzulhilmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari ke Tujuh .

Tiba saatnya waktu untuk mengerjakan amalan , Aziel pun terbangun dari tidurnya tepat pukul 23.40 , seakan sudah ada yang bersiap untuk membangunkan , selalu pada waktu dan pukul tersebut aziel pasti terbangun dengan sendirinya .

seperti biasa , aziel pun bergegas menuju tempat wudhu.

shalat sunnah yang selalu ia kerjakan sepanjang malam itu pun akhirnya menjadi sebuah kebiasaan dan merasa ada yang kurang bila tidak mengerjakannya .

aziel menyiapkan sendiri keperluannya untuk sahur , satu kepal nasi dan segelas air putih , itulah keperluannya untuk melaksanakan sahur .

setelah melaksanakan semua kegiatannya itu , mulai dari shalat sunnah , mengerjakan amalan , dan membacakan shalawat , aziel langsung melaksanakan sahurnya yang terakhir di puasa sunnahnya itu .

# Tak terasa besok sudah hari ke 7 aku berpuasa , selama beberapa terakhir semenjak aku menjalani puasa sunnah banyak perubahan dan perbedaan saat aku mengerjakan amalan . energi yang jelas meningkat drastis dan sepertinya aku merasa energi itu berpengaruh pada postur fisikku , entah benar atau tidak yang jelas aku merasakan ada yang berbeda dalam diriku sekarang ini . mudah-mudahan saja sebuah hal positif dan bisa berguna untuk kehidupan..aamiin # Aziel bergumam dalam hati .

Waktu berjalan begitu cepat , tiba-tiba saja aziel terlihat sedang melamun dibawah pohon yang berada tepat di belakang kediaman kiyai Ismajati .

" Kenapa waktu berjalan cepat sekali , seakan baru saja hendak istirahat , tapi tiba-tiba matahari sudah naik setinggi ini , hari terakhir puasaku ini benar-benar menguji kesabaran " aziel bergumam karena cuaca hari itu sangat panas , hingga membuat aziel sendri berteduh dibawah pohon .

" Ziel... " Terdengar suara seseorang memanggil aziel .

" Cahyo...dari mana panas-panas begini ? " Aziel menjawab seseorang yang menyapanya dan ternyata Cahyo .

" Dari kamar , kamu sedang apa disini ? masih berpuasa ? " Ujar Cahyo .

" Ya jelas aku sedang berteduh karena panas sekali cuaca hari ini , masih ini hari terakhir aku berpuasa " jawab Aziel .

" Sebenarnya kamu sedang menjalani puasa apa ziel ? dan selama berpuasa kamu benar-benar mengurung diri , membuat Danu , aku , Kuntadi yang kamu titipi pesan pun sampai bertanya-tanya " Ujar Cahyo .

" Kuntadi pasti sudah memberitahu kamu Yo , aku memiliki hajat pribadi yang ingin ku wujudkan " Ujar Aziel.

" Ya memang betul kuntadi sudah memberitahuku , hanya saja terlihat aneh karena kamu terlihat menjauh dari kami semua " ujar Cahyo .

" Hahaha...aku sedang fokus dengan tujuanku Yo , bukannya aku menjauh , hanya menjaga agar tidak berbicara sembarangan dan perbanyak dzikir " ujar Aziel sembari merangkul pundak Cahyo .

" Hooalahh , yasudah kalau memang begitu , kukira kamu sudah tidak mau berkumpul denganku dan yang lain .." Ujar Cahyo .

" Kalian tetap kuanggap sahabat dan rekan seperguruanku , jadi tidak mungkin aku lupa denganmu dan yang lain " ujar Aziel tersenyum pada Cahyo .

Diantara Aziel dan Cahyo , tak sadar seseorang yang memperhatikan dari pawon yang posisinya juga dibelakang kediaman kiyai Ismajati.

terlihat Syifa yang sedang menyiapkan makan siang untuk para murid ayahnya .

dan dari sudut lain terlihat Danu sedang berjalan menuju pawon , seperti biasa untuk mengambil dan menyiapkan makan siang untuk dibawa ke pendopo .

# Eh , mbak Syifa masih di pawon , tapi sedang apa mbak Syifa berdiri tarpaku begitu ? sebaiknya segera kudatangi selagi mbak Syifa masih di pawon # gumam Danu dalam hati melihat Syifa .

" Assalamualaikum..." Danu mengucap salam

" Walaikumsalam... " jawab Syifa mendengar salam .

" Mbak Syifa .. aku hendak menyiapkan makan siang di pawon mbak " Ujar Danu.

" Oh iya silahkan , tapi sepertinya aku lupa membuat menggoreng satu lauk lagi , tunggu sebentar ya " ujar Syifa yang ternyata lupa menggoreng satu lauk lagi .

" Baik mbak tidak apa-apa..." Danu tersenyum

# Wah , kesempatanku untuk mengobrol dengan mbak Syifa , selama ini setiap aku datang ke pawon , mbak Syifa pasti langsung masuk kedalam. ini kesempatanku untuk dekat dengan mbak Syifa # Danu bergumam dalam hati .

Syifa pun mulai memanaskan minyak dan hendak menggoreng lauk yang ia lupa goreng tadi .

namun pandangan dan pikiran Syifa sedang tertuju pada seseorang yang sedang berada di bawah pohon yang tak jauh dari pawon .

" Bagaimana kabar Mbak Syifa ? hehe" Danu mencoba memulai pembicaraan dengan Syifa .

namun Syifa tak menjawab , Syifa terdiam dan pandangannya tertuju ke pohon yang ada di belakang pawon .

" Mbak .?? Mbak Syifa ? " Danu masih mencoba untuk berbicara pada Syifa .

namun Syifa masih tak menjawab dan tetap tertuju pada pohon itu.

seketika Danu pun mencium bau hangus .

" Mbak mbak ikannya hangus mbak ...!" Danu panik karena lauk yang di goreng Syifa hangus .

" Astaghfirullah, aduuuhh hangus deh , aku harus sampaikan ke abi untuk mengganti lauknya " Ujar Syifa .

" Tidak perlu mbak , lauknya yang sudah masak pun sudah cukup , lagipula ada salah satu dari kami yang tidak ikut serta makan siang karena dia sedang berpuasa " Ujar Danu .

" Oh iya ya , Aziel masih berpuasa hari ini , dan ini hari ke tujuh ia berpuasa.. " Ujar Syifa .

Danu terdiam seketika karena mendengar ucapan Syifa .

# Mbak Syifa bisa sampai tahu kalau Aziel yang berpuasa , sebelumnya dia tidak pernah tahu kegiatan apa saja yang dijalani murid kiyai Ismajati , ditambah lagi mbak Syifa sampai menghitung dan tahu sudah berapa hari Aziel berpuasa # Danu bergumam dalam hati .

" Hehe iya mbak , jadi karena itu tidak perlu mengganti lauknya yang gosong tadi " Ujar Danu .

" Iya , yasudah , silahkan bawa lauk dan piring-piringnya " ujar Syifa .

" Baik mbak ." jawab Danu .

Danu merasa tersisihkan , dan Danu pun mencaritahu apa yang sebenarnya Syifa perhatikan sampai bisa mencuri perhatiannya , Danu melihat kearah pohon yang diperhatikan oleh Syifa tadi .

# Aziel ??? dan Cahyo ? apa mungkin mbak Syifa memperhatikan mereka berdua ? apa yang diperhatikan dari mereka berdua ? hmmmm... Eh !! Aziel ? apa benar mbak Syifa memperhatikan Aizel ? kalau Cahyo tak mungkin karena mbak Syifa tak pernah memperhatikan Cahyo seperti itu , aku yakin ini Aziel , pasti mbak Syifa memperhatikan Aziel # gumam Danu dalam hati kesal dengan sikap Syifa yang memperhatikan Aziel.

Di bawah pohon terlihat Aziel dan Cahyo masih berbincang dan tertawa .

" Yo , bukannya ini sudah waktunya makan siang ? " Ujar Aziel .

" Waduhh , aku lupa " ujar Cahyo

" Cepat menuju pendopo , karena kiyai Ismajati pasti menunggumu disana " ujar Aziel .

" Iya iya ziel ... waaahh aku malah lupa dengan makan siangku gara-gara berbincang denganmu " ujar Cahyo sembari bengkit dari duduknya dan bergegas menuju pendopo .

" Hahaha malah menyalahkan , yasudah cepat pergi kesana " ujar Aziel .

" Ya , aku pamit , Assalamualaikum.." Cahyo berlari menuju pendopo .

" Walaikumsalam...." jawab Aziel sembari tertawa melihat tingkah Cahyo.

Sementara yang lain melaksanakan makan siang , dan Cahyo pun sudah pergi menuju pendopo , Aziel pun membaringkan badannya di bawah pohon itu.

semilir angin yang berhembus dan hawa sejuk yang ia rasa , tak sadar aziel pun tertidur dibawah pohon tersebut .

1
Okto Mulya D.
Wahhh Thor, pamit nya jangan lama-lama nihh
Okto Mulya D.
Danu, selama manusia diliputi iri dan dengki hidupnya akan selalu terganggu dan menghambat dirinya sendiri karena ulahnya.
Okto Mulya D.
Seno Sudjiwo, apakah ini juga teman seperguruan Kyai Ismajati..
Okto Mulya D.
Kyai akan umur panjang dan akan menyaksikan cucu² Kyai lahir..
Okto Mulya D.
Iya ini saudara kita dalam proses kandungan hingga kita lahir ke dunia.
Okto Mulya D.
Aziel, ini pelajaran berharga terlalu baik dimanfaatkan orang dan menjurus ke kebodohan. terlalu cuek dan tak perduli kepada orang lain juga bisa jadi bumerang karena menjadi sombong dan mudah dirasuki aura negatif bahkan jin dan syetan..berusaha menjerumuskan.
Okto Mulya D.
Aziel, jadikan pelajaran kebaikan tersebut tidak ada artinya dimana orang tersebut berhati busuk, walau saudara sekalipun.
Okto Mulya D.
wahhh makin seruuu, Aziel yang tidak tegaan dimanfaatkan oleh Danu si pengecut itu.

tunggulah akhir kisahmu Danu
Okto Mulya D.
Danu, belajar apa ya?, semoga tidak belajar ilmu hitam yaa.
Okto Mulya D.
Tentang asmara anak pak Kyai
Okto Mulya D.
Yahhh ketebak ini sihh pasti Danu, karena sakit hati karena cinta.
Okto Mulya D.
Aziel, makin hebat
Okto Mulya D.
Aziel kapan melamar Syifa.
Okto Mulya D.
Suruhan Sarwaji
Okto Mulya D.
Tidak bisa ya dikirim serangan ke Sarwaji jarak jauh hehehe.. padepokan kosong ada Syifa sendirian
Okto Mulya D.
Sudarmo kena teluh Dan ingin meracuni Aziel dan Kyai .hmmm pengaruh jahat
Okto Mulya D.
Wahhh koq cahaya nya berwarna lampu lalu lintas hehehe..dan mata biru..
Okto Mulya D.
Sarwaji mulai mengancam pak Sudarmo yaa
Okto Mulya D.
Menolong ibumu sendiri Aziel, kan beliau lagi sakit
Okto Mulya D.
Sarwaji, udah bau tanah juga inginkan gadis belia, orangtua mana yang mau menikahkan putrinya dengan kakek² ya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!